
Chapter 167 Hukum ruang dan waktu, Telekinesis.
Matahari didalam jiwa dengan malas keluar dari persembunyiannya, seakan-akan tidur terus lebih nyaman, biarpun begitu matahari bangun dengan wajah berseri-seri dan memberikan kehangatan disetiap kehidupan didunia jiwa.
"Ibu"
Suara kecil melengking ditelinga disaat Excel dan Yuna sedang jalan-jalan menikmati pemandangan, yang membuat Excel dan Yuna membalikan badan mereka.
Wuuuuussshh
"Ibu"
"Jun Yu, kok sudah bangun?" tanya Yuna setelah Jun Yu langsung melompat dan ditangkap Yuna, dengan melingkarkan kedua tangannya yang kecil dan kepalanya bersandar didada Yuna.
"Aku kangen ibu"
Kata Jun Yu sambil memejamkan matanya tanpa peduli dengan ayahnya yang cemberut karena cemburu.
"Putri kecilku, apa kamu tidak merindukan ayahmu juga?" tanya Excel yang berada disebelah Yuna, dengan membuka satu mata Jun Yu tidak menjawab, dan kembali memejamkan matanya seakan-akan tertidur, melihat Excel diabaikan membuat Yuna tersenyum penuh kemenangan.
"Hah, sungguh deritanya tiada akhir"
"Celeng" jawab Yuna dan Jun Yu membuat Excel tidak berkutik, maksudnya celeng adalah sahabat dari kera sakti.
"Hug, menyakitkan"
"Hahaha"
Seketika tawa Yuna dan Jun Yu membangun semua orang yang sedang tertidur lelap, setelah semua orang mandi dan menggunakan pakaian yang menarik terutama wanita, mereka semua berkumpul di taman bunga didepan Mansion baru yang Excel buat dengan lebih mewah dan memiliki peralatan canggih dan super modern.
"Kak, Apa yang kalian tertawakan?"
"Selamat pagi"
"Ayah"
Setelah itu semua mulai mengobrol dengan tawa gembira, Excel sebagai komedian membuat semuanya semakin ramai dan meriah.
Sebagai wanita memasak sarapan di taman, di taman juga tersedia dengan banyak perlengkapan modern yang tersembunyi didalam tanah.
Hanya dengan mengucapkan nama perlengkapan yang diinginkan, perlengkapan modern akan keluar dari dalam tanah, segera mereka memasak dengan senang yang mengetahui jika Excel telah memberikan fasilitas yang begitu mewah didunia jiwanya.
Sebagai bahan bakarnya Excel membuat tabung yang mampu menyerap energi Qi secara otomatis, selama didunia jiwa sendirian, Excel selalu bereksperimen segala macam peralatan canggih agar bisa bermanfaat untuk keluarga besarnya.
Yuna dan Yuke sedang asyik bermain dengan putri-putrinya yang lucu, semua orang tidak ingat apapun setelah bangun dari tidurnya, bahkan Li Ling juga tidak mengingat pernah berada di istana aurora, hanya Yuke yang masih mengingat semuanya.
Kini Seng Qiao, Seng Huaran dan Shuwan sedang bersama Excel, didalam mansion, semua orang tahu cerita mereka berempat dan karena itu Yuna dan seluruh isteri Excel memberikan waktu kepada mereka berempat.
"M-maafkan aku waktu itu..."
Sebelum Shuwan menyelesaikan ucapannya Excel langsung menariknya dan duduk dipangkuan Excel, Seng Qiao dan Seng Huaran yang merupakan cucu-cucu dari gurunya Seng Long sedang memeluk lengan kanan dan kiri suaminya.
Sudah jutaan tahun mereka bertiga tidak pernah bertemu semenjak clone Ratu alam semesta menjemput mereka berdua, dan Shuwan yang diantar oleh leluhur pergi menuju benua lubang hitam dengan menggunakan artefak, dan Shuwan diangkat menjadi salah satu pemimpin pasukan kekosongan.
Sewaktu dibenua venus, Shuwan datang menemui Excel dengan miliaran pasukan kekosongan demi menyambut kedatangannya, sayang sekali pada waktu itu Excel belum mengingat tentang masa lalunya menjadi dewa perang.
Keluarga ras naga dan Ras Rubah juga dibawa clone Ratu alam semesta untuk tinggal dibenua lubang hitam, karena itu sewaktu Dewa perang bangun tidak menemukan Seng Qiao dan Seng Huaran yang sudah pergi menuju benua lubang hitam beserta seluruh kedua Ras.
"Aku sudah melupakan, tidak perlu dibicarakan lagi"
Excel berkata dengan penuh perhatian disaat Shuwan duduk dipangkuan, Shuwan senang dirinya dimaafkan, segera air mata bahagia mengalir dipipinya, jari jempol Excel menghapus air mata itu dengan lembut.
"Suami aku sangat merindukanmu"
__ADS_1
"Aku juga sudah lama menunggumu, akhirnya kita bisa bertemu lagi, tapi kamu sudah tidak gila lagi, kan?"
"Hug, kata-kata itu sungguh menyakitkan"
Excel tersedak disaat diingatkan Seng Qiao sewaktu dilembah misterius, waktu itu Excel masih depresi setelah kehilangan seluruh keluarganya dan menjadi sering terlihat seperti orang gila.
"Hahaha"
Ketiga wanita itu ketawa melihat ekspresi Excel yang terlihat lucu, bibir cemberut yang ingin sekali orang berkeinginan untuk menamparnya dengan panci.
"Bulan madunya nanti malam, oke"
"Tidak, harus sekarang"
Akhirnya mereka berempat bertarung sengit didalam kamar pribadi Excel.
Dihari berikutnya didunia jiwa Excel, Yuna dan Yuke kembali berkumpul dan hanya mendengarkan rencana tim phoniex yang akan melanjutkan berburu inti binatang.
Kali ini mereka telah mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, dan sengaja dalang itu dibantu dewa surya, Qinglin yang mengetahui rencana ayahnya yang jahat hanya bisa meminta maaf terhadap keluarga besarnya.
"Saudari, aku minta maaf untuk ayahku yang jahat, aku tidak menyangkah demi keserakahan dia sampai membantu Kaisar Zhongbu yang ingin menguasai benua dewa."
"Saudari Qinglin, kamu jangan meminta maaf, ini semua bukan karena kesalahanmu, nanti disaat turnament antar pasukan Kekaisaran kamu harus membalasnya, kita sebagai pasukan wanita tidak bisa diremehkan maupun dilecehkan oleh siapapun."
"Benar apa yang dikatakan kak Hu Ru Ming, ayo kita balas perlakuan mereka di turnament antar pasukan Kekaisaran. Sekarang kita sedang menghadapi babak eliminasi..." balas Wei Na dan segera mereka membahas rencana dengan matang saat nanti diwilayah surga kematian yang penuh dengan binatang roh.
Excel, Yuna, Yuke, Kong Lian, Li Ling dan 25 dewi-dewi beserta yang lainnya hanya mendengarkan dan sekali-kali saling memberikan saran.
25 dewi-dewi cukup pintar membuat skema karena selama hidup mereka sering mengatur hidup matinya banyak jiwa-jiwa, dari pengalaman mereka banyak memberikan masukan kepada tim phoniex yang akan bertanding.
"Kalau begitu kita akan menyelinap dengan peserta lain jika ada binatang roh..."
"Mantap, kita akan lihat reaksi musuh-musuh itu...hehehe"
"Sepertinya aku terinspirasi dengan teknik serangan menyelinap" kata Excel yang sedang tiduran di karpet dan kepalanya berpangku pada paha Yuna dan Yuke, Li Ling memijat kedua kakinya.
"Apa itu, suamiku?"
"Memanipulasi ruang untuk menyerang lawan, sehingga lawan tidak mengetahui serangan tiba-tiba dari arah belakang maupun disampingnya." jawab Excel dengan santai, Yuna dan Yuke mencoba memikirkan teknik memanipulasi ruang.
Mengetahui Yuna dan Yuke masih berpikiran, Excel menggerakkan tangan kanannya menunjuk kearah dimana ada burung sedang terbang melewati mereka berempat, dengan jari telunjuk seperti mengores udara, secara tiba-tiba suara "boom" meledakkan burung yang sedang terbang memburu mangsanya.
Yuna dan Yuke melihat kehampaan robek dibelakang burung itu, setelah itu keluar sinar kasat mata dan mengarah kepada burung yang terbang mengejar mangsanya tanpa burung itu ketahui.
Ledakan itu mengejutkan tim phoniex yang sedang berlatih dan mendongakkan kepalanya kearah dimana ledakan itu berada, terlihat burung itu hanya meninggalkan bulu-bulunya yang terbawa angin.
"Hebat, burung yang terbang saja tidak mengetahui serangan menyelinap, secara umum burung paling sensitif terhadap perubahan udara, tetapi secara mengejutkan burung itu tidak merasakan bahaya apapun disekitarnya." kata Yuna setelah menganalisis kejadian barusan, dia juga tertarik dengan teknik serangan dengan memanipulasi ruang.
Semua wanita segera mendekati Excel yang masih dengan santai tiduran di paha Yuna, mereka ingin tahu teknik apa itu yang tidak mengeluarkan fluktuasi energi apapun.
"Suami, apa itu teknik baru?" tanya Qin Zhu yang penasaran.
"Benar, hanya saja aku baru mendapatkan inspirasi dan baru mencobanya...coba aku ulangi lagi prosesnya...!!" kata Excel dengan santai dan mengangkat tangan kanannya lagi keatas.
"Kalian lempar batu sekuat tenaga kelangit" pinta Excel kepada tim phoniex, segera mereka mencari batu, dan setelah menemukannya mereka secara bersamaan melempar batu keatas dengan sekuat tenaganya.
Wuusssshhh
Batu telah dilemparkan keatas dengan melaju sangat cepat, kembali jari telunjuk Excel membuat goresan berulang kali, "Boom, boom, boom" ledekan berturut-turut saat serangan menyelinap meledakan banyak batu dilangit, hanya ada debu yang tersisa, yang anehnya semua orang tidak merasakan energi Qi yang mengalir dari jari telunjuk Excel.
"Luar biasa"
Serentak semua wanita memuji teknik itu, dan kagum akan ledakan yang tiba-tiba menghancurkan batu-batu itu tanpa tersisa, suara ledakan itu mengundang perhatian putri-putrinya beserta keluarga yang lain, dengan tergesa-gesa mereka semua menuju tempat dimana Excel berada.
__ADS_1
"Ayah, apa yang terjadi?"
"Yayah, sedang main apa?"
"Hehehe, ayah sedang ingin menciptakan teknik baru, apa kalian tertarik?"
"Iya"
Tidak hanya anak-anaknya saja yang tertarik tetapi semua orang yang hadir, lalu Excel bangkit dari berbaring dan berjalan sedikit menjauh dari mereka.
"Sebelum mempelajari teknik ini kita harus memahami tentang hukum ruang dan waktu terlebih dahulu, setelah kita mengerti baru kita bisa menggunakan teknik yang baru aku buat, selain memahami hukum ruang dan waktu, kita juga harus menggunakan pikiran kita untuk membuka jalan serangan yang ingin kita targetkan, contoh seperti tadi..."
Sekali lagi Excel memberikan contoh dengan melempar balok kayu yang besar, dengan gerakan jari yang sama Excel meledakan balok kayu itu "boom"...
"Hukum ruang dan waktu apa kalian sudah paham...?" tanya Excel kepada semua orang, mereka hanya mengeleng-gelengkan kepalanya karena memahami hukum ruang dan waktu tidak semudah membalikkan tangan, butuh waktu lama dalam memahaminya setiap aturan hukum ruang dan waktu, hanya Yuna dan Yuke yang tersenyum karena mereka berdua sudah sangat memahami aturan hukum ruang dan waktu.
"Hah hmmm, kalian sudah berada tingkat dewa tapi tidak melatih hukum ruang dan waktu...baiklah kalian semua duduk aku akan jelaskan secara terperinci dan berlahan... Jika kalian mau kalian bisa mencatatnya agar tidak melupakan setiap detailnya...." Excel mendesah panjang melihat mereka melupakan aturan hukum ruang dan waktu, padahal seorang ahli smelting setingkat Ahli seharusnya mampu membuat cincin dimensi yang harus mematuhi aturan hukum ruang dan waktu, juga ahli formasi yang mampu membuat gerbang teleportasi harus memahami terlebih dahulu aturan hukum ruang dan waktu.
Segera semua orang dengan antusias duduk termasuk putri-putrinya yang ingin belajar, kemudian satu persatu menerima buku dan pensil dari Yuke, putri-putri Excel yang juga menerima sangat senang dan segera menggambar apapun yang dia inginkan.
"Plak" Excel menepuk jidatnya melihat anak-anaknya malah menggambarkan dan melupakan tujuannya mereka untuk belajar, semua orang dewasa hanya bisa menahan tawanya.
"Yayah, aku sudah membuat jam seperti dikamar, dan kamarnya aku adalah ruang" kata Jun Yu dengan gembira bisa membuat jam dinding yang ada disetiap kamar.
"Plak" sekali lagi Excel memukul jidatnya, entah harus tertawa atau menangis setelah mendapatkan pukulan telak dari anaknya, Jun Yu tidak salah, jam adalah waktu dan kamarnya juga adalah ruang.
"Whahaha"
"Putriku terlalu cerdas... Mungkin semalam aku mimpi basah..."
"Siapa yang menyiram ayah...?"
"Tidak disiram, mungkin ayah mengompol...?"
"Whahaha"
Semua orang tidak bisa lagi menahan tawanya, melihat Excel dipermalukan anak-anaknya, acara belajar kini berubah menjadi lelucon ditaman, akhirnya Excel jongkok ditanah dan menggambar jam bulat yang besar dengan jarinya.
"Gambaran ayah jelek"
"Bruuk" sekali lagi menerima serangan verbal lebih menyakitkan daripada terkena pukulan, Excel hanya kalah dari anak-anaknya, jika anaknya bertindak Excel selalu mati kutu.
Yuna, Yuke dan semua sudah tidak bisa menjaga keanggunan seorang wanita, mereka sudah tertawa terbahak-bahak, Kakek Xuan sangat gembira menikmati musuh bebuyutan nya kalah. Bahkan sosok Ratu Li dan Ling juga ikut tertawa.
Setelah semua tenang dan mengatur nafasnya agar tidak membuat Excel berkata-kata yang membuat lelucon lagi, dan fokus menunggu Excel berbicara, melihat semua orang telah tenang walau wajahnya masih memerah menahan tawa Excel kembali melanjutkan menjelaskan aturan hukum waktu dan ruang kepada mereka.
"Kalian pasti tahu seorang ahli smelting maupun ahli formasi yang mampu memanipulasi ruang dan waktu...diawal kita akan mengalirkan energi spiritual terhadap target kita seperti saat kita membuat cincin dimensi.
Disaat ahli smelting menempa material, dia juga mengalirkan energinya kepada bahan yang dia tempa... kita tahu energi spiritual maupun Qi bisa kita ubah sesuka hati, dan ahli smelting yang berhasil membuat cincin dimensi segera dia mengubah energinya yang sudah berada pada bahan yang telah terbentuk menjadi cincin...semakin besar energi spiritual didalam cincin yang dia tempa semakin luas ruang didalam cincin itu, dan ruang adalah hasil kita mengontrol energi spiritual yang kita targetkan pada obyek itu.
Dan kesimpulannya adalah ruang bisa kita robek dengan energi Qi atau spiritual, dan uniknya energi spiritual bisa digerakkan dengan pikiran kita tanpa menimbulkan fluktuasi...bahasa umumnya kekuatan mental.
Ini disebut juga telekinesis, telekinesis adalah kemampuan mental yang mampu menggerakkan obyek fisik maupun melukai. Telekinesis ditimbulkan oleh tingkat kesadaran yang lebih tinggi, energi yang digunakan untuk membuat benda bergerak atau tertekuk, ditimbulkan oleh pikiran seseorang dari pikiran bawah sadarnya (subconscious mind)... Dari sini apa kalian paham...!!,"
Excel sengaja bertanya kepada mereka, jika belum Excel akan kembali menjelaskan dengan lebih mudah dipahami, semua orang menggangguk kan kepala tanda memahami penjelasannya.
"Lihat aku contohkan dengan kekuatan mental atau spiritual..."
Wuussh
Buukk
Dengan pikirannya yang terfokus pada target, Excel menarik sebuah batu seukuran kepalan tangannya yang berjarak 20 meter, suara benturan telapak tangan dan batu bisa didengar saat batu yang digerakkan telah berada tangannya.
__ADS_1
"Kalian berlatihlah lebih dulu dengan menggerakkan benda kecil dengan pikiran, karena ini adalah dasar untuk teknik memanipulasi ruang dan juga penting bagi profesi alchemist dan smelting."