Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 276 Awal Perang.


__ADS_3

Chapter 276 Pertempuran.


Raja iblis merah terduduk lemas saat mendengar berita jika putri kesayangan nya telah diculik. Raja iblis memejamkan matanya dan terlihat sedang memikirkan rencana dan juga saran dari ratunya.


"Baiklah Ratu, kita akan berkoalisi dengan kedua ras itu, saat ini kita memiliki musuh bersama.


Kasim, buatkan surat kepada kedua ras untuk membahas perihal penjajah benua ini. Jendral, kerahkan lebih banyak pasukan digaris perbatasan hutan mistik." setelah berpikir, raja iblis segera membuat pengaturan.


"Baik, Yang Mulia." segera kasim dan jendral pergi setelah mendapatkan perintah penting dari rajanya.


Di tenda sementara kerajaan arcadia, komandan Yao sangat marah saat seorang mata-mata nya membawa mayat kepala divisi pengadilan.


"Ceritakan apa yang terjadi...!" setelah tenang dari kabar buruk, komandan Yao memerintahkan mata-mata menceritakan kronologi kejadian yang membuat kematian kepala divisi pengadilan, mata-mata itu salah satu yang lolos dari kemarahan Lu Zhi.


"Awalnya kita berencana menculik kedua putri raja demi human..." mata-mata itu menceritakan dari awal saat akan menculik kedua putri raja demi human.


"Setelah kita kabur dari kemarahan salah satu jendral demi human, kami berlari mengikuti kepala divisi pengadilan, disaat kami akan kembali kesini, kami dihadang oleh 1 orang bertopeng.


Pria bertopeng itu meminta manusia rubah kepada kepala divisi pengadilan, berhubungan kami tidak merasa membawa maupun menculik manusia rubah itu, maka kepala divisi bertarung dengan pria bertopeng itu.


Tidak butuh waktu lama kepala divisi kalah dan tewas, kekuatan pria bertopeng itu melebihi kekuatan kepala divisi, 5 level lebih tinggi dari kepala divisi." mata-mata itu selesai menceritakan kronologi kematian kepala divisi pengadilan kepada komandan Yao.


"Hahmm... Gara-gara bajingan tua itu. Panggil Wei Yan menghadap aku." perintah komandan Yao kepada wakilnya. Tanpa banyak bicara, wakilnya segera keluar dari tenda, wakil komandan Yao juga marah setelah mengetahui telah di jebak oleh Wei Yan.


Sesampainya di tenda Wei Yan, wakil itu segera masuk kedalam tenda, tetapi yang dia lihat didalam tenda hanya 2 mayat prajurit kerajaan arcadia.


"Bangsat... Kita benar-benar telah dijebak...!" umpat wakil komandan Yao dengan sangat keras hingga suara didengar oleh banyak orang, segera Qin Bo keluar dari tendanya dan disusul komandan Yao dengan terburu-buru menuju ke tenda Wei Yan.


"Ada apa....! Sialan, Wei Yan. Semua prajurit cari Wei Yan disekitar hutan mistik..." komandan Yao yang akan bertanya, menjadi marah melihat 2 mayat telah terpenggal lehernya.


"Kenapa kalian sangat marah hanya karena dua prajurit yang mati...!" dengan santainya Qin Bo bertanya, seolah-olah hal biasa dengan kematian prajurit saat di medan perang.


"Wei Yan, aku yakin Wei Yan yang telah membunuh kepala divisi pengadilan. Dia benar-benar hebat menyembunyikan kekuatan nya yang sebenarnya selama ini..." kata komandan Yao sambil memeriksa kedua mayat yang dibunuh Wei Yan.


"Aneh, kenapa dia sampai lolos dari persepsi ku...! Bahkan dia dekat dengan tempat tenda ku." gumam Qin Bo sambil membelai jenggotnya.


"Mungkin saja dia memiliki artefak penyembunyian aura, ingat dia juga mampu menciptakan sistem." komandan Yao mendengar gumaman dari Qin Bo segera menjawab.


"Hmm... Tetap saja aneh, Wei Yan hanya memiliki kekuatan sang void level 3, padahal saat itu dia menggunakan artefak untuk menyembunyikan kekuatan sebenarnya, dan aku masih bisa melihatnya. Jika diam memiliki sistem dibawah tingkat sang void, tidak mungkin lolos dari persepsi ku, kecuali...!" semua orang yang berada di tenda Wei Yan mendengar penjelasan Qin Bo.


"Kecuali apa...?" tanya komandan Yao kepada utusan nine heaven palace.


"Kecuali kekuatan nya yang sebenarnya pada tingkat True Alfa atau bisa jadi diatas nya, half theta..." jawab Qin Bo kepada komandan Yao, semua orang terkejut dan tidak percaya dengan omongan Qin Bo.


"Tidak mungkin, itu mustahil. Jika dia memang benar-benar memiliki kekuatan setingkat itu seperti yang kamu pikirkan, dia sudah pasti mampu menguasai alam semesta arcadia tanpa susah payah." bantah komandan Yao yang menggangap omongan utusan nine heaven palace tidak benar, semua orang hanya mengangguk kepalanya dan setuju dengan ucapan komandan Yao.


"Hahaha, aku tahu kamu dan kalian semua tidak akan percaya. Ingat, dia mampu melintasi antara alam semesta dengan selamat, apa kekuatan sang void mampu melakukannya dengan mudah...!" Qin Bo tertawa dan berkata kepada komandan Yao, lalu dia berhenti sejenak agar semua orang yang berada di tenda memahami maksud perkataan nya.


"Aku saja setingkat half alfa masih kesulitan saat melintas antar alam semesta, dan juga membutuhkan waktu yang lama. Beruntung tujuan kita sama, sehingga aku bisa meminjamkan alat untuk mempercepat kapal induk, dengan begitu aku tidak kelelahan saat melintasi kehampaan yang dipenuhi gas angkasa." Qin Bo kembali diam dan tidak berniat berbicara lagi sambil mengelus jenggotnya.

__ADS_1


Komandan Yao akhirnya mengerti, tetapi dipikirannya masih ada ganjalan.


"Apa kekuatan pemilik alam semesta aurora ini lebih kuat, sehingga ditakuti Wei Yan...! Jika iya, kita benar-benar hanya dijadikan umpan meriam...!" komandan Yao dengan suara lirih berbicara dengan dirinya sendiri, gumaman-nya masih bisa di dengar oleh semua orang yang berada di tenda Wei Yan.


Qin Bo hanya tersenyum saja, dia berharap komandan Yao akan mengandalkan nine heaven palace, dengan begitu Qin Bo tidak akan susah payah mengambil sumberdaya alam semesta aurora ini.


"Hah... Sudahlah, kita pikir nanti disaat kita selesai mengisi ulang energi kapal angkasa kita. Kalian kuburkan jenasah kedua rekan kita, kita diskusikan didalam tenda pertemuan."


Qin Bo hanya mengikuti komandan Yao dan tidak lagi berbicara. Qin Bo juga selalu bertukar pikiran dengan pamannya. Paman Qin Bo juga heran dengan menghilangnya Wei Yan, padahal Paman Qin Bo selalu mengawasi benua permata hitam dari dunia jiwa Qin Bo.


2 hari telah berlalu, semenjak banyaknya orang yang telah diculik dan menghilang nya Wei Yan, yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.


"Komandan, kita telah dikepung oleh ketiga ras, salah satu utusan mereka memberikan batu giok pesan ini...!" salah satu jendral memasuki tenda pertemuan, dia melaporkan kepada Sun Yao yang duduk dengan memijat pelipisnya.


Jendral itu memberikan giok pesan kepada Sun Yao dan memecahkan giok itu...


("Kalian penjajah, serahkan keempat wanita yang kalian culik dan manusia rubah itu. Setelah itu, segera pergi dari benua permata hitam, jika tidak hari ini akan ada pertumpahan darah.")


Terdengar suara seorang pria setelah giok pesan itu dipecahkan oleh Sun Yao.


"Sialan, jadi ini strategi Wei Yan, mengadu domba kita dengan penghuni benua ini, benar-benar licik. Disaat tujuannya gagal, dia juga ingin kita gagal sebelum meraup keuntungan di alam semesta aurora ini..." umpat komandan Yao yang hampir saja mengeluarkan basis kekuatannya, segera dia menenangkan dirinya dan menatap jendral yang juga sangat marah.


"Jendral berapa jumlah pasukan ketiga ras itu...?" tanya komandan Yao yang sudah tenang.


"Ras demi human ada 3 miliar, ras siluman ada 2 miliar lebih dan ras iblis ada 4 miliar. Kekuatan rata-rata pasukan mereka terendah pada tingkat dewa sejati dan tertinggi pada tingkat dewa elemen. Untuk kekuatan para Jendralnya, terendah pada tingkat dewa absolute level 80 dan tertinggi pada tingkat sang void level 3. Raja demi human dan ratu siluman pada tingkat sang void level 5 dan raja iblis berada di tingkat sang void level 3." jawab jendral utama kerajaan arcadia kepada komandan Yao, dia menjelaskan secara terperinci kekuatan ketiga ras itu.


"Hmmm, apa seluruh planet di alam semesta aurora juga memiliki banyak pasukan seperti ini...! Seandainya mata dewa ku tidak diblokir energi aneh, sudah pasti aku tidak perlu repot-repot dengan hal semacam ini." komandan Yao mendesah dan berbicara kepada jendral utama.


"Jendral, tidak perlu kita beri balasan kepada mereka, karena kita juga tidak menculik kelima orang itu.


Siapkan pasukan segera, kita juga akan melancarkan serangan. Lebih cepat lebih baik, agar kita bisa kembali pada rencana awal kita kesini." perintah komandan Yao kepada jendral utama kerajaan arcadia.


"Baik, komandan."


Setelah jendral itu pergi, komandan Yao mengeluarkan alat komunikasi khusus, lalu dia mengalirkan energi Qi kedalamnya.


("Kakak, aku kira alam semesta ini tidak sederhana yang Wei Yan katakan. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Selama ini Wei Yan telah menipu kita, dan kita hanya dijadikan umpan meriam.


Demikian juga dengan nine heaven palace, mereka hanya memanfaatkan armada perang kita untuk memenuhi tujuannya.


Jika aku tidak kembali dalam waktu 2.000 tahun, berarti aku hanya tinggal nama saja. Sampaikan rasa cintaku kepada Bao Yaoyao. Sun Yao.") Sun Yao mengirimkan pesan kepada Sun Quan, Kaisar arcadia.


Semenjak memasuki alam semesta aurora, Sun Yao selalu gagal dan gagal lagi saat mengirimkan berita kepada kakaknya. Sun Yao berharap pesan terakhir ini bisa tersampaikan, perasaan dia dialam semesta aurora ini, dia tidak akan mudah bertahan hidup.


Tidak terasa air mata mengalir, setiap momen kebersamaan keluarga saat di alam semesta arcadia teringat lagi, dia juga mengingat wajah cantik Bao Yaoyao, cinta pertama selama hidupnya.


"Bao Yaoyao, aku pasti akan kembali, aku pasti akan kembali dan melamarmu." dengan resolusi tinggi dan mengepal erat kedua tangannya, Sun Yao berdiri dan berjalan keluar dari tendanya.

__ADS_1


"Huuu"


"Huuu"


Yel-yel pasukan bersemangat bergemuruh dihutan mistik, saat komandan Yao keluar dari tendanya, suara 10 miliar prajurit dapat didengar diperbatasan hutan mistik wilayah ras iblis dan pegunungan maha dewi.


Raja demi human, ratu siluman dan raja iblis juga bisa mendengarkan suara bersemangat dari pasukan penjajah. Di atas gunung maha dewi, manusia rubah sedang menatap kearah perbatasan itu, dan tersenyum melihat pertempuran yang akan terjadi sebentar lagi.


Qin Bo menyilangkan kedua tangannya didadanya dan melihat pasukan kerajaan arcadia mulai bergerak, Qin Bo berdiri diatas pohon yang tinggi dan tersenyum.


"Dengan Wei Yan menculik 4 orang itu, akan mempermudah dan mempercepat tujuanku." gumam Qin Bo sambil melihat kearah perbatasan, secara tidak sengaja persepsinya mendeteksi seseorang yang sangat kuat di gunung maha dewi.


"Kemana dia? Apa itu Wei Yan, bukan, auranya berbeda...!" gumam Sun Yao sambil memeriksa gunung maha dewi, tetapi setelah penyelidikan mata dewanya, dia tidak menemukan siapa-siapa disana.


"Paman, apa kamu juga merasakan kekuatan yang mengerikan itu, terasa lemah namun menindas?" tanya Qin Bo kepada pamannya yang berada didunia jiwa.


"Tidak, mungkin hanya perasaanmu saja, mungkin itu efek negatif karena Wei Yan menghilang." jawab paman Qin Bo dengan telepatinya


"Semoga saja...!" balas Qin Bo yang masih penasaran dengan orang misterius itu.


Kini pasukan kerajaan arcadia sudah berhadapan dengan pasukan ketiga ras dengan jarak 400 meter, pasukan kerajaan arcadia tidak berlindung di dinding pertahanan, tetapi secara langsung menghadapi lawannya.


"Serahkan keempat wanita itu dan 1 pria manusia rubah." kata raja demi human kepada jendral utama kerajaan arcadia, sedangkan Sun Yao berdiri dibelakang pasukannya.


"Hahaha... Kami tidak pernah menculik orang yang kamu inginkan itu, biarpun aku berbicara jujur kalian juga tidak akan percaya. Sekarang, kalian hanya memiliki 2 pilihan, tunduk atau mati." jendral utama segera membalas perkataan raja demi human, dia tertawa menghina dan meremehkan lawannya.


"Hahaha, siapa yang akan percaya dengan penjajah seperti kalian, sudah jelas tujuan kalian hanya untuk memeras kami. Dan lagi, kami tidak akan tunduk kepada kalian, lebih baik kami mati daripada menjadi budak.


Kami ketiga ras, memilik harga diri dan semangat juang tanpa kenal kata menyerah." raja demi human tertawa juga, mendengarkan jendral utama yang memberikan pilihan yang menggeli kan.


"Huuu... Huuu..."


Yel-yel bersemangat pasukan ketiga ras bergemuruh diperbatasan hutan mistik, wilayah ras iblis dan pegunungan maha dewi, perbatasan itu disebut gurun pasir hitam. Seperti namanya, gurun pasir hitam memang berwarna hitam.


"Bagus, jika itu pilihan kalian." jawab jendral utama, setelah itu dia membalikkan badannya, dia menatap pasukan kerajaan arcadia.


Jendral utama melihat semua tentara kerajaan arcadia yang sudah siap dan penuh semangat, mereka sudah tidak sabar untuk mengalahkan musuhnya.


"Hahmm..." sang jenderal utama menghela nafasnya.


"Kapten pertama, maju." dengan melayang diudara, jenderal utama memerintahkan kapten pertama untuk menyerang terlebih dahulu.


Setiap kapten kerajaan arcadia membawahi 2 juta prajurit. Mayor membawahi 3 juta prajurit. Letnan membawahi 5 juta prajurit. Kolonel membawahi 7 juta prajurit. Brigadir jenderal membawahi 10 juta prajurit.


Mayor jenderal membawahi 15 juta prajurit. Letnan jenderal membawahi 20 juta prajurit. Jenderal pertama membawahi 50 juta prajurit. Jenderal kedua membawahi 100 juta prajurit dan seterusnya.


Segera 10 kapten bergerak maju serempak setelah jenderal utama memberikan komando, majunya 10 kapten diikuti oleh 20 juta prajurit.


Gerakan langkah kaki 20 juta prajurit membuat getaran gurun pasir hitam, sedangkan 10 kapten melayang diudara, setiap kapten memiliki kekuatan tingkat dewa absolute level 25, sedang setiap prajurit rata-rata memiliki kekuatan tingkat dewa sejati hingga dewa hitam.

__ADS_1


"Kekuatan yang hebat mampu membina pasukan yang begitu kuat." gumam manusia rubah ekor sembilan saat melihat pasukan kerajaan arcadia.


__ADS_2