
Chapter 305 Qin Bo menjadi gila.
"Sekarang giliran kamu, saudari He." kata Meng Po kepada Xi He Si Gadis Bencana, setelah berhasil memanipulasi mata dan pikiran Qin Bo.
"Oke, sudah lama aku tidak bermain-main dengan lidahku..." jawab Xi He dengan meregangkan tubuhnya, jika ketujuh murid Nine Heaven Palace masih hidup, mereka pasti tidak mampu menahan birahinya saat melihat tubuh Xi He yang lebih menggairahkan.
"Dengan ucapanku terjadilah, Qin Bo celakalah hidupmu..." Xi He berucap, ucapan itu seperti kutukan bagi Qin Bo, setelah selesai mengucapkan kutukan untuk Qin Bo, kedua mata Xi He mengeluarkan sinar dan melesat kearah Qin Bo.
Qin Bo yang terjebak didalam ilusi neraka, tidak mengetahui jika dirinya sedang dikutuk oleh Si Gadis Bencana.
"Tempat apa ini, panas sekali..." gumam Qin Bo yang berada ditempat yang tidak asing dan aneh. "Sialan... Apa aku terjebak Formasi ilusi lagi..." Qin Bo langsung teringat akan situasi yang tiba-tiba berganti seperti kejadian di Jurang Samsara di Benua Permata Hitam.
Wushhhh
"Bang... Aahh...! Bajingannnn, cepat keluar kamu...!"
Qin Bo dihantam oleh sinar dari belakang, dia terjungkal ke depan, dia langsung berdiri lagi dan mengumpat marah kepada Si penyerang.
Qin Bo memeriksa sekelilingnya dan tidak menemukan siapapun, lalu dia berjalan lagi. Di dunia ilusi yang dibuat Meng Po, Qin Bo berada di hutan yang lebat dan gelap hanya ada desiran angin yang panas.
"Hei, kamu jangan lari..." Qin Bo segera mengejar sosok hitam yang tiba-tiba muncul dan berlari memasuki bagian hutan yang paling dalam.
Wushhhh
Boom...
Qin Bo menggerahkan pukulan kearah sosok hitam itu. "Aaahhhh... Bajingannnn, tunjukkan dirimu" Qin Bo semakin marah saat serangan dia tidak mengenai sosok hitam itu.
"Tuan, tolong aku... Hikss."
Tiba-tiba suara wanita meminta bantuan, terdengar dia kesakitan dan menangis. Qin Bo segera menjadi waspada dan melihat kearah sumber suara itu.
Qin Bo berjalan berlahan sambil mengepalkan tangannya. Disaat Qin Bo melihat punggung wanita itu...
"Siapapun tolong aku... Hikss"
"Siapa kamu, dan dimana kita saat ini?" tanya Qin Bo kepada wanita itu tanpa peduli keadaannya.
Wanita itu memiliki rambut yang panjang, hingga sepanjang pantatnya, pakaiannya sudah banyak sobekan dimana-mana. Kedua tangan dan kakinya dirantai, setiap rantai itu terhubung dengan 4 pilar. Posisi wanita itu melayang.
"Aaahhhh... Tuan tolong aku..." wanita itu sekali lagi berteriak kesakitan, ketika rantai itu saling menarik tubuhnya.
"Katakan dulu dimana kita sekarang, dan kenapa aku ada disini?" tanya Qin Bo sekali lagi.
"Aaahhhh... T-tuan, kamu sudah terjatuh di sumur neraka ashura...!" setelah berteriak kesakitan, wanita itu menjawab.
"Ini adalah wilayah Ras Ashura, kamu pasti telah menginjak lubang sumur itu tanpa kamu ketahui, tuan." lanjutnya lagi.
"Bagaimana aku bisa keluar dari sini, cepat katakan?" bentak Qin Bo yang marah walau dia sedikit mempercayai ucapan wanita itu. Qin Bo masih terus melihat punggung wanita itu.
"Apa kamu yakin ingin keluar dari sini, tuan?" tanya wanita itu.
"Cepat katakan, dimana pintu keluarnya, dan jika kamu tidak berbohong, aku akan lepaskan kamu dari rantai itu." Qin Bo makin tidak sabar, dia menjawab sambil berjalan mendekati wanita itu.
"Tidak ada pintu keluar, tuan. Jika kamu ingin keluar, kamu harus bercinta denganku dulu, setelah aku puas, rantai ini akan terlepas dan baru kamu akan mendapatkan pintu itu." jawab wanita itu dengan seringai yang menggerikan.
"Astaga.... Brukkk" Qin Bo kaget saat melihat wajah wanita itu, dia sontak berjalan mundur hingga terjatuh, dia tidak menyangka jika wajah wanita itu sangat menggerikan.
Kedua matanya keluar dan hampir terjatuh, lidahnya keluar hingga mencapai perutnya, dilehernya terlihat banyak lubang, dan setiap lubang terlihat banyak ulat yang memakan darah dan daging wanita itu.
Di dada yang terlihat, terdapat banyak lalat hijau yang juga memakan dagingnya. Di perutnya, Qin Bo melihat usus wanita itu terburai keluar dan yang paling menakutkan, alat kelamin wanita itu terlihat kayu besar yang menusuknya.
"Ib-iblis.... Kamu setan...." ucap Qin Bo dengan bergerak mundur menggunakan pantatnya, dia sangat ketakutan.
"Tolong tuan, jika kamu ingin keluar dari disini, maka bercintalah dengan ku, dan setelah aku puas, kita akan sama-sama terbebaskan dari sumur neraka ashura ini." pinta wanita itu kepada Qin Bo.
"Tidak, pergi kamu... Aaahhhh" Qin Bo berteriak frustasi, saat dirinya harus bercinta dengan wanita yang menakutkan hanya untuk bisa keluar dari tempat ini.
Wushhhh
Boom...
"Aaahhhh, tuan kenapa kamu menyiksa diriku..." wanita itu berteriak kesakitan disaat Qin Bo menyerang dengan pukulan jarak jauh.
__ADS_1
Tetapi wanita itu baik-baik saja dan terlihat tersenyum.
"Hahaha, tuan, kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini sebelum kamu bercinta dengan ku..." wanita itu tertawa tiba-tiba disaat melihat reaksi Qin Bo yang shock.
Wushhhh
Dentang
Rantai yang mengikat wanita itu terlepas dan segera melesat kearah Qin Bo. Qin Bo yang masih shock dan takut, tidak sempat bereaksi dengan cepat untuk menghindarinya. Seluruh tubuhnya terlilit rantai hingga dia tidak mampu melarikan diri.
"Pergi kamu, lepaskan aku... Aaahhhh, bajingannnn... Hueek..." Qin Bo ketakutan saat dirinya diseret oleh rantai wanita itu, dia berteriak dan mengumpat penuh kebencian dan ketakutan. Setelah dekat dengan wanita itu, Qin Bo langsung muntah karena bau yang sangat busuk.
"Hahaha, sayang, kenapa kamu ketakutan. Puaskan aku dulu jika kamu ingin keluar..." wanita itu tertawa, lalu berbicara dengan nada yang menggoda, lidahnya yang panjang menjilati wajah Qin Bo.
"Aaaahh... Lepaskan aku.... Setan... Hukk..." teriak Qin Bo dengan menahan muntahan lagi, sebelum dia selesai berbicara, lidah wanita setan itu memasuki mulut Qin Bo.
"Hahaha, bagaimana rasanya lidahku, sayang. Ini kan kesukaanmu saat bercinta dengan banyak wanita..." kata wanita setan itu, dia terlihat puas melihat Qin Bo yang merasakan lidahnya.
Suara rantai makin keras disaat Qin Bo meronta-ronta, tetapi rantai itu makin kencang melilit tubuhnya disaat ingin melepaskan dirinya. Tiba-tiba kedua tangan wanita setan itu keluar dari baju berlengan panjang, tangan wanita setan itu memiliki kuku yang tajam dan sangat panjang.
"Hukk... Aaaah... P-pergi..." suara Qin Bo saat berbicara tidak jelas, saat kedua tangan wanita setan itu melepaskan pakaiannya.
"Hahaha, tuan, tongkatmu sangat kecil, semut saja tidak akan meliriknya... Hahaha. Tapi tidak masalah, setelah aku memakannya kamu bisa keluar dari sini." wanita setan itu tertawa menghina saat melihat tongkat Qin Bo yang sangat kecil, lalu dia membelai tongkat Qin Bo...
"Aaaahh.... Setan lepaskannnn... Aaahhhh" Qin Bo sangat kesakitan saat pusaka kebanggaannya diremas dan ditarik hingga terputus.
"Tuan, burungmu sangat kecil sekali, sedikit lebih besar dari sapu lidi... Hahaha." wanita setan itu tidak puas melihat tongkat Qin Bo yang sangat kecil. Setelah berbicara, wanita itu melempar burung Qin Bo kedalam mulutnya, secara berlahan wanita itu mengunyahnya, wajah wanita setan itu terlihat tidak puas dan melihat dua telur yang masih menempel.
"Aaahhhh... Jangan-jangan itu... Ahhhhhh"
"Hahaha, telur yang imut... Nyam... Nyam..."
Qin Bo seketika pingsan saat semua pusaka miliknya telah di panen oleh wanita setan. Wanita itu terlihat sedikit puas setelah memakan telur milik Qin Bo.
"Huff, lemah...! Pukulan Naga Langit..."
Wushhhh
Boom...
Tubuh Qin Bo terhantam pukulan Long Hua dan melesat sangat jauh, ilusi yang dibuat Meng Po secara berlahan memudar saat targetnya telah pergi.
"Dia tidak mungkin bisa mati, tetapi kemungkinan dia akan menjadi gila dengan gangguan mental yang akut." ucap Piaoliang sambil menatap tubuh Qin Bo yang terpental sangat jauh.
"Basis kultivasinya sangat tinggi, tetapi kekuatan jiwanya sangat lemah dan hatinya penuh ambisi...!" Cai Wenji juga ikut berkomentar dengan keadaan Qin Bo yang mengenaskan.
"Selamanya dia akan menjadi Kasim.... Ke ke ke" Xi He sangat senang melihat Qin Bo sudah terkena kutukan selamanya, dia terkekeh melihat Qin Bo yang selalu ketakutan. Kutukan itu tidak akan bisa hilang tanpa Xi He sendiri yang membatalkan-nya.
Apa yang dikatakan mereka itu benar, seseorang kultivator yang memiliki jiwa lemah, sudah dipastikan tidak mampu mengontrol emosinya dengan baik, dan dengan mudah bisa tertipu.
20 Goddess itu memiliki kekuatan setingkat Half Alfa level 50, dan Yuke juga melatih mereka, mulai meningkatkan kekuatan jiwa, fisik dan fondasi basis kultivasinya.
Sebab itu, mereka mampu memanipulasi pikiran dan mata Qin Bo yang memiliki kekuatan jiwa yang sangat lemah. Walau tidak bisa membunuh Qin Bo, mereka masih bisa membuat Qin Bo mengalami trauma psikologis-nya.
Qin Bo tergeletak dihamparan daratan yang dekat dengan zona dalam wilayah utara. Secara berlahan Qin Bo yang mulai sadar dan membuka matanya, dia langsung berdiri dengan perasaan ketakutan akan wanita setan itu.
"Pergi kamu wanita setan...."
Boom... Boom
Qin Bo berteriak kepada wanita setan, dengan memukul apapun yang dianggap yang menyerupai wanita setan itu. Ledakan yang kuat membuat sekitarnya berguncang, hingga getaran bisa dirasakan sampai ke markas Nine Heaven Palace.
"Ada apa dengan bocah itu..." Qin Sha yang merasakan aura kekuatan keponakannya segera terbang dan melesat dengan sangat cepat.
"Pergi kamu wanita setan..."
Boom... Boom
Qin Sha yang melihatnya terkejut, dia melihat Qin Bo yang menjadi gila, yang paling mengejutkan Qin Sha, keponakannya sudah kehilangan tongkatnya.
"Astaga, siap yang telah bertindak kejam terhadap keponakan aku."
Qin Sha bergumam sendiri dan melesat hingga berdiri dibelakang Qin Bo yang sudah menjadi gila.
__ADS_1
"Qin Bo, tenang..."
"Aaahhhh... Kamu setan jangan sentuh aku...."
Wushhhh
Boom... Boom
Qin Bo membalikkan badannya dan langsung menyerang pamannya yang dia kira wanita setan. Qin Sha juga menangkis serangan keponakannya dengan mudah.
"Mati... Mati wanita setan..."
Bang... Bang...
"Qin Bo, sadar kamu..." bentak Qin Sha dengan menangkis serangan keponakannya.
"Hahaha... Akhirnya aku bisa membuat kamu ketakutan" Qin Bo tertawa seolah-olah Paman adalah wanita setan yang ketakutan.
"Sadar Qin Bo..."
Bang... Bang....
Qin Bo seperti tidak mendengar suaranya dan terus menyerang tanpa henti, "Sialan, kenapa dengan bocah ini, jangan-jangan dia mengalami trauma...!" batin Qin Sha yang mulai mengetahui permasalahan keponakannya.
Dengan bergerak sangat cepat, Qin Sha telah berada dibelakangnya, suara "Bukkk..." saat Qin Sha memukul leher belakang Qin Bo.
Lalu Qin Sha membopong tubuh keponakannya yang pingsan, dan menghilang dari tempat itu.
"Sialan, jadi mereka yang telah membuat keponakan ku mengalami gangguan jiwa...!" gumam Qin Sha setelah memeriksa kondisi keponakannya.
Mereka berdua berada didalam kamar pribadi Qin Bo, yang sudah ada di dalam kapal perang milik Qin Sha. Qin Sha sudah melihat ingatan dari keponakannya, dia juga melihat 20 Goddess yang telah membuat Qin Bo menjadi orang gila.
"Wanita bajingan, lihat saja aku akan memusnahkan Alam Semesta Aurora ini." Qin Sha menahan amarahnya, dia bersumpah akan menghancurkan alam semesta ini.
Lalu Qin Sha mengeluarkan pil pemulih jiwa yang sangat berharga, lalu dia memasukan kedalam mulut Qin Bo.
"Ma Cho, Liu Guan dan kelima murid mati ditangan wanita itu, akun ini akan kalian terima lebih mengerikan dari apa yang dialami Qin Bo dan ketujuh muridku." gumam Qin Sha sambil duduk di kursi, dia menatap tubuh keponakannya yang sudah tidak lagi bisa memiliki keturunan.
Qin Sha masih menahan dirinya karena ketakutan dengan pemilik Alam Semesta Aurora. Qin Bo terlihat mulai siuman, segera Qin Sha mendekati keponakannya.
"Qin Bo, bagaimana keadaanmu sekarang, Nak ?" tanya Qin Sha yang kuatir dengan kondisi keponakannya.
Qin Bo hanya diam dengan tatapan kosong.
"Semoga saja dia kembali pulih secepat mungkin...!" Qin Sha keluar dari kamarnya dan memerintahkan prajurit untuk merawat Qin Bo.
Setelah Qin Sha keluar dan digantikan prajurit, dia berjalan menuju ujung dek kapal angkasanya, Qin Sha menatap kearah istana surgawi.
"Jika bukan karena keinginan pimpinan tertinggi, aku tidak akan sudi berada ditempat yang tidak jelas ini." gumam Qin Sha yang selalu mendapatkan perasaan buruk semenjak berada di Alam Semesta Aurora.
Boom... Aaahhhh
"Wanita setan keluar dari hidupku... Aaahhhh"
Ledakan hebat hampir menghancurkan kapal angksa Qin Sha, setelah itu disusul teriak prajurit, Qin Bo ternyata belum tenang jiwanya.
"Sialan.... Qin Bo..." Qin Sha buru-buru mendatangi kamar keponakannya, sesampainya di sana dia melihat prajurit yang sudah meregang nyawa.
Ledakan hebat itu mengundang perhatian banyak prajurit, termasuk Sun Yao, Alex dan Leon. Banyak orang yang mendatangi kapal angksa milik Qin Sha.
Boom... Boom
"Qin Bo, sadar... Nak..." Qin Sha sekali lagi bertarung dengan keponakannya yang sudah menjadi gila. Ledakan hebat menghancurkan kapal angkasa.
"Apa yang terjadi dengan Ketua Qin?" tanya Alex yang baru tiba, dan melihat kapal angksa sudah hancur dan juga melihat pemimpinnya sedang menangkis serangan Ketua Qin.
"Tidak tahu, aku juga baru datang." jawab Sun Yao yang memang tidak tahu apa-apa perihal kelakuan aneh Qin Bo.
"Wanita setan pergi dari hidup ku..." Qin Bo terus-menerus mengusir pamannya sendiri, yang dia kira adalah wanita setan.
”Qin Bo, terpaksa aku akan merantai kamu, Nak." Qin Sha langsung melesat kebelakang keponakannya dan sekali lagi memukul leher belakang Qin Bo.
"Rantai dia dan juga selalu awasi. Aku sudah menyegel kekuatannya agar tidak membahayakan orang disekitarnya." perintah Qin Sha kepada prajurit, buru-buru prajurit membopong Qin Bo dan menempatkan dia diruang tahanan.
__ADS_1
"Pemimpin, apa yang terjadi dengan Ketua Qin?" tanya Alex yang prihatin dengan kondisi Qin Bo yang berubah.
"Hah, ini karena wanita itu..." desah Qin Sha sambil melihat kapal angksanya yang sudah hancur.