Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 129 Kelicikan 4 Kekaisaran.


__ADS_3

Chapter 129 Skema 4 Kekaisaran dan 8 akademi.


Setelah hari pertama turnament antar murid selesai, banyak penonton dan akademi diseluruh benua Dewa membicarakan kehebatan Tim Phoniex yang terdiri dari anak-anak yang belum berusia 5 tahun.


Kehebatan mereka menjadi sorotan banyak kekuatan besar dibenua Dewa, bakat mereka sangat dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi sebuah akademi maupun suatu wilayah dibenua dewa.


Sayang sekali sebelum mereka sempat berkenalan tim Phoniex tiba-tiba menghilang dihadapan banyak orang tanpa mereka duga sama sekali.


Ada yang sangat berharap menjadi gadis-gadis kecil itu sebagai murid atau menantu masa depan mereka, banyak orang kecewa, sedih, benci dan marah.


Kecewa dan sedih karena tidak berhasil berkenalan, benci dan marah karena telah kalah dari bocah ingusan yang belum genap 5 tahun.


Mereka yang kalah dan dipermalukan menjadi dendam dan ingin membalasnya di pertandingan berikutnya, bahkan semua akademi tidak terima dengan hasil yang sudah diumumkan dan disaksikan banyak orang, karena itu mereka berkumpul di tempat penginapan khusus keluarga Kekaisaran.


Di penginapan itu terlihat 4 kaisar, Kaisar Zhongbu, Kaisar Nanbu, Kaisar Beibu dan Kaisar Xibu. Selain keempat Kaisar itu juga terlihat 8 akademi dan Sekte besar yang juga ikut berkumpul membicarakan hasil turnament hari pertama yang telah selesai.


Turnament antar murid dan antar master merupakan turnament yang akan meningkatkan priestage mereka yang ingin menunjukkan pada semua orang tentang kekuatan dari para juniornya dan juga para gurunya di bidang beladiri.


Mereka tidak pernah membayangkan jika akan kalah telak dihari pertama turnament beladiri antar wilayah dibenua dewa, dimana wilayah timur yang dipimpin Kaisar Dongbu sebagai tuan rumah sekaligus wilayah yang paling lemah diantara 4 Kekaisaran yang lain.


Yang paling marah dengan wajah yang suram adalah kaisar Zhongbu, dia sangat marah disaat putra mahkotanya dipukul oleh gadis kecil bernama Jun Peijing, apalagi 2 akademi dibawah naungannya tidak ada yang bisa mengalahkan tim Phoniex.


"Ini pertama kalinya aku dipermalukan dihadapan banyak orang... Sial. Bagaimana mungkin bocah-bocah kecil itu bisa sekuat itu!! Apa mereka menggunakan obat atau semacam artefak?"


Kaisar Zhongbu curiga kepada tim Phoniex dan bertanya kepada semua orang yang sedang berkumpul dipenginapan khusus keluarga besarnya.


"Menurutku gadis-gadis kecil itu tidak menggunakan Pill atau artefak, memang dasarnya mereka adalah bibit-bibit unggul yang kita inginkan selama ini, jika kita bisa mendapatkan salah satunya itu akan sangat membuat kekuatan kita bertambah dan juga akan meningkatkan pamor kita dimata banyak orang."


Kaisar Xibu menjawab perkataan kaisar Zhongbu dan beranggapan tim Phoniex tidak melakukan kecurangan apapun, dia berharap bisa merekrut salah satu tim Phoniex.


"Huuff, apa kamu tidak malu wilayahmu kalah telak dari mereka? Apalagi 2 akademu pemegang gelar juara tahun lalu."


"Itu...!"


Balas Kaisar Zhongbu pada kaisar Xibu yang membuat kaisar Xibu malu dan tidak bisa berkata-kata lagi, memang akademi artefak jiwa dan akademi Dewa bintang peraih juara 3 tahun yang lalu.


"Hahaha... Akademiku masih lebih beruntung tidak seperti 2 akademi yang lain"


Kaisar Nanbu tertawa melihat reaksi dari Kaisar Xibu dan dia membanggakan akademi Dewa Api dan sinar fajar, akademi Dewa Api berpesialis di bidang smelting dan akademi sinar fajar di bidang Formasi array.


"Sudah-sudah, lebih baik kita memikirkan rencana untuk pertandingan untuk besok agar kita tidak dipermalukan lagi. Rencanaku lebih baik murid kita yang terbaik bergabung menjadi satu tim untuk melawan tim Phoniex, bagaimana menurut kalian?"


Kata Kaisar Beibu kepada mereka, dia tidak ingin ketiga Kaisar itu tersulut emosi dengan perkataan kaisar Nanbu yang sengaja memprovokasi mereka.


Setelah mendengarkan rencana Kaisar Beibu, semua orang kembali berpikir dan membuat rencana gabungan untuk menghentikan tim Phoniex yang mewakili wilayah timur.


4 Kaisar itu tidak ingin dipermalukan lagi dan segera mereka berdiskusi membuat skema untuk menjatuhkan tim Phoniex dan membalas kekalahan mereka.


"Besok kita masih akan bertanding dengan tim masing-masing, lebih baik kita ubah aturannya dengan 1 lawan 1 yang kita ambil dari murid kita yang terkuat dan juga terbaik.


Jika kita masih melawan dengan aturan sama maka kita juga akan kalah lagi nantinya, itu keunggulan tim Phoniex."


Kata Kaisar Xibu yang mengeluarkan idenya didepan semua orang yang sedang berkumpul dipenginapan.


"Bagaimana pengaturannya? Jumlah peserta masih 1000 murid, dan apa kamu tidak lihat kekuatan gadis-gadis kecil itu?"


Balas Kaisar Zhongbu yang kebingungan dengan ide dari Kaisar Xibu dan dia ingin penjelasan yang lebih dapat dimengerti semua orang.


"Hehehe, itu mudah. Kita tahu tim pedang ilahi telah gagal dan hanya ada akademi kita dan tim Phoniex yang lolos.


Seperti yang aku katakan tadi, kita ambil murid terbaik dari tiap tim yang memiliki kekuatan tinggi dan fokus untuk melawan tim Phoniex, aku yakin dengan 1 lawan 1 tim Phoniex pasti akan ketakutan saat tidak bersama timnya."


"Hahaha, ide yang bagus. Mereka hanya ada 140 gadis cilik dan kita ada 860 murid, mana mungkin 140 bocah bisa mengalahkan kita."

__ADS_1


"Aku juga setuju dengan idemu kawan... Hahaha"


"Yang Mulia Xibu, anda sangat hebat...hahaha"


Semua orang gembira saat mendengarkan penjelasan dari Kaisar Xibu, mereka tertawa gembira dan menganggap rencana darinya sangat bagus.


Namun, ada satu orang yang masih meragukannya, yaitu dari pemimpin Sekte Pill Dewa dari akademi Alchemist dari wilayah tengah.


"Bagaimana kita bisa merubah aturan ini, apalagi ini adalah wilayah dari Kekaisaran Dongbu, Kong Shi dan juga Patriack Sekte Xiao sebagai ketua acara turnament ini?"


"Hahaha, itu mudah kawan, jendral panggilkan pembawa acara itu dan juga wakil panitia acara turnament ini!"


"Baik, Yang Mulia"


Balas Kaisar Xibu dan meminta jendralnya memanggil kedua orang itu, ternyata Kaisar Xibu sudah memiliki rencana ini dari awal sebagai alternatif jika timnya kalah.


Setelah menunggu beberapa waktu, kedua orang itu akhirnya datang disaat mereka sedang membuat rencana agar lebih rapi dan lebih menarik.


"Yang Mulia"


"Hahaha, akhirnya kalian datang. Kalian pasti tahu tujuanku memanggil kalian berdua?"


Kaisar Xibu ketawa melihat orang yang ditunggu-tunggu hadir dengan menutup kepala, dan orang itu adalah si pembawa acara dan juga wakil ketua panitia acara turnament beladiri.


"Kami tahu, Yang Mulia. Tapi tolong jelaskan lagi keinginannya, agar kami bisa mengaturnya dengan lebih baik lagi!"


"Hahaha...Bagus, bagus. Begini keinginan kami..."


Kemudian Kaisar Xibu menjelaskan keinginan semua orang yang hadir, mereka ingin tim Phoniex bisa kalah dan mereka tidak ingin dipermalukan oleh bocah-bocah itu.


Kejadian hari ini sudah cukup memalukan selama seumur hidup mereka dan tidak ingin kejadian hari ini terulang lagi didepan banyak orang.


Semua orang akhirnya saling berbagi pendapat dan juga banyak ide yang bagus, si pembawa acara dan juga wakil ketua panitia turnament beladiri hanya mendengarkan dan menganggukan kepala saja dengan mencatat rencana mereka.


"Bagaimana dengan kalian berdua, apa bisa mengaturnya? Kalian juga bukan berasal dari wilayah timur dan seharusnya lebih memihak pada kami!!"


Kaisar Zhongbu berkata kepada si pembawa acara dan wakil ketua panitia turnament beladiri, sudah aturan dibenua dewa jika setiap panitia, juri dan wasit akan diwakili setiap wilayah, hanya saja yang menjadi tuan rumah acara menjadi ketuanya untuk mengatur semua acara.


Tujuannya agar tidak ada kecurangan dalam setiap turnament beladiri dan 4 profesi yang diadakan tiap 3 tahun sekali dibenua dewa.


"Itu mudah, Yang Mulia. Tapi resikonya juga sangat besar dan nyawa kami menjadi taruhannya jika diketahui oleh ketua acara ini dan juga Kaisar Dongbu!!"


Jawab si pembawa acara master Kaili dan dianggukan juga oleh wakil ketua panitia, mereka sengaja berkata begitu karena tidak ingin hanya membantu saja tanpa imbalan apapun dari 4 Kaisar licik.


"Hahaha, aku tahu maksud kalian berdua, kami berempat sudah sepakat akan memberikan kalian perlindungan penuh pada kalian dan juga keluargamu, dan kami akan memberikan wilayah yang masih kosong kepada kalian. Bagaimana...!! Apa kalian masih ragu membantu kita agar bisa menang acara ini?"


Jawab Kaisar Zhongbu dengan sangat meyakinkan dengan tawa lepas karena mengetahui pikiran kedua orang itu.


"Hahaha, baiklah jika Yang Mulia sudah menjamin keselamatan kami dan keluarga kita... Tapi selain mendapat wilayah kami juga ingin diberi sumberdaya agar keluarga kami bisa berkembang untuk mendukung kekuatan kalian."


"Hahaha... Bukan masalah, oke, kalau begitu kesepakatan ini kita anggap telah berhasil, dan selanjutnya kami serahkan kepada kalian berdua untuk acara besok dan acara berikutnya."


"Baik Yang Mulia, kita sepakat dan kami ijin undur diri untuk membuat rencana kepada yang lainnya"


"Kalian diijinkan untuk pergi, jendral kawal mereka agar tidak dicurigai oleh mata-mata dari Kekaisaran timur"


Perintah kaisar Zhongbu kepada jendralnya menggantikan jendral dari Kaisar Xibu, setelah kesepakatan ini telah disetujui semua pihak yang berkumpul di penginapan keluarga Kekaisaran.


Kemudian jendral itu pergi dengan master Kaili dan wakil ketua panitia dengan memakai tudung untuk menutupi identitasnya agar tidak diketahui banyak orang di wilayah pusat Kekaisaran wilayah timur.


"Hahaha, ayah kamu hebat, akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku pada bocah itu yang telah memukulku dan juga aku bisa memiliki wanita-wanita cantik itu...hahaha"


Setelah kedua orang itu pergi putra mahkota Kaisar Zhongbu bisa tertawa bahagia, dia pikir jika rencana ini akan berhasil, dengan begitu dia akan menunjukan kehebatannya dan membuat wanita cantik ditim Phoniex tertarik kepadanya.

__ADS_1


"Bodoh, kamu sudah memalukan bisa dipukuli oleh seorang gadis cilik itu hingga pingsan, apa masih kurang membuat malu keluarga Kekaisaran tengah...hah"


"Itu..."


"Sudah cukup, masih banyak wanita yang masih gadis, mereka sudah mempunyai anak dan lagi lihat tampangmu? Apa bisa kamu melebihi pria yang selalu duduk ditengah Kaisar Dongbu dan Patriack Sekte Xiao!!"


Bentak Kaisar Zhongbu melihat kebodohan putranya yang selalu bernafsu kepada wanita manapun tanpa melihat kondisi dan situasinya, untung saja dia putra mahkota dan putra satu-satunya, jika tidak sudah pasti tidak akan menyerah Kekaisaran tengah kepada putranya ini.


"M-maaf ayah..."


Sebenarnya semua orang yang hadir ingin ketawa tetapi mereka menahannya agar tidak membuat Kaisar Zhongbu semakin malu dan marah, hanya 1 orang yang masih ragu karena mendapatkan firasat yang buruk, yaitu pemimpin yang tadi bertanya disaat pembawa acara dan wakil ketua panitia datang, Patriack akademi Pill Dewa.


Pemimpin akademi Pill Dewa hanya bisa diam melihat keputusan mereka semua, sejujurnya dia tidak ingin mengikuti rencana ini, tapi mau gimana lagi ini sudah menjadi keinginan Kaisar Zhongbu yang menjadi donatur terbesar yang menjadi suksesnya akademi yang dipimpin olehnya.


"Oke, lebih baik kita beristirahat, aku kuatir kita berkumpul akan membuat pihak lain curiga"


"Kamu benar, lebih baik kita sudahi dan menunggu rencana kedua orang itu"


"Kalau begitu kita permisi, kawan... Hahaha"


Kemudian semua orang pergi dengan cara sembunyi-sembunyi secara bergiliran, agar tidak mencolok saat keluar dari penginapan Kekaisaran wilayah tengah, penginapan itu dibuat khusus untuk tamu penting oleh Kaisar Dongbu.


Itu juga sudah aturan yang ditetapkan bersama oleh 5 Kekaisaran agar tidak merasa diintimidasi saat berkunjung diwilayah manapun dan juga agar tamu penting bisa bebas bersama dengan keluarga dan prajurit pengawal Kekaisaran mereka.


Sayang sekali seiring berjalannya waktu yang sudah lewat jutaan tahun mereka semua telah melupakan peristiwa kekejaman Dewa Perang, karena sudah berganti Kaisar lama yang dulu membuat perjanjian dengan ras naga dan juga Ras Rubah, jika leluhur mereka tidak selalu mengawasi mungkin benua Dewa akan menjadi benua peperangan saat ini.


Sekali lagi mereka juga tidak tahu jika bencana besar akan melanda benua Dewa dan benua puncak, yang akan membuat para dewa Absolute semakin brutal dan kejam.


Ramalan ini sudah diberitahukan oleh leluhur mereka yang membuat perjanjian dengan kedua Ras, yang kini kedua ras itu tiba-tiba menghilang dan tidak ada yang mengetahui keberadaannya hingga saat ini.


Master Kaili dan wakil ketua panitia segera menemui rekan-rekan mereka disuatu tempat yang dibuat khusus untuk rapat kompetisi setiap kejuaraan apapun.


Terlihat diruangan itu sudah berkumpul banyak orang termasuk Patriack Sekte Xiao yang sedang berbicara dengan juri dan wasit yang menjadi mengawas tim Phoniex bertanding saat itu.


"Saudara, kemana saja kalian berdua? Kami akan memulai rapatnya, hampir saja aku menyuruh orang untuk mencari kalian"


Tanya Patriack Sekte Xiao saat mereka berdua terlihat baru datang diruang pertemuan untuk membahas rencana untuk acara besok, dia tidak curiga kepada mereka berdua karena tahu mereka berdua selalu sibuk dan kelelahan secara mental saat menjadi pembawa acara dan juga sebagai wakil ketua panitia yang selalu bekerja extra.


"Hahaha, maaf saudaraku, aku tadi sempat ketiduran saat menutup acara, untung saja wakilmu mendatangi aku."


"Hahaha, tidak masalah, aku tahu rasanya menjadi pembawa acara suatu turnament. Baiklah segera kita mulai rapat ini, agar kita bisa beristirahat lebih cepat..."


Kemudian mereka duduk dan berbicara tentang acara besok, hanya Patriack Sekte Xiao yang berdiri didepan batu prasasti pencatat prestasi setiap orang yang menonjol dibenua dewa.


Catatan itu akan selalu diperbarui secara otomatis tanpa harus kerepotan untuk mendata nama setiap orang yang berprestasi muncul, karena batu itu telah tersebar diseluruh benua dewa.


Batu prasasti itu seperti batu giok perekam yang mampu merekam kejadian apapun, hanya saja batu giok perekam harus di kontrol oleh penggunanya, beda dengan batu prasasti tanpa harus di kontrol oleh pemiliknya cukup diletakkan di setiap titik tempat dikota dan batu itu cukup menyerap energi Qi dewa sebagai energinya.


Kemampuan batu prasasti itu bisa melihat kejadian apapun yang menarik setiap orang yang berprestasi dan secara otomatis mengetahui nama orang itu, dan batu yang sebenarnya artefak pencatat itu di letakkan setiap jarak 10 kilometer sebagai penghubung antar batu prasasti yang lain.


Setelah perdebatan yang sengit antara Patriack Sekte Xiao dan kedua orang itu, akhirnya perubahan aturan turnament itu disetujui oleh semua panitia dan juga juri, awalnya Patriack tidak menyetujui keinginan master Kaili tapi setelah desakan banyak orang dan juga perubahan itu menghemat banyak waktu, maka mau tak mau Patriack Sekte Xiao menyetujuinya.


"Jangan kuatir ketua, ini tidak akan merugikan siapapun malahan ini akan lebih seru dan bisa menonjolkan bakat-bakat mereka yang terpendam karena mereka tidak bergantung kepada timnya"


Kata master Kaili selaku pembawa acara turnament beladiri dan dianggukan semua orang yang setuju akan perubahan aturan turnament ini.


"Baiklah aku setuju, tapi aturan yang sudah ditetapkan oleh 5 Kekaisaran tidak boleh diubah, ingat dilarang membunuh, dilarang menggunakan racun, yang sudah mengaku kalah tidak boleh disentuh lagi, apa kalian semua paham!!"


"Kami mengerti, ketua"


"Baiklah, kita bisa bubar dan beristirahat."


Kemudian semua bubar setelah Patriack Sekte Xiao menutup rapat ini dan mereka bubar ketika ketuanya telah lebih dulu meninggalkan ruang pertemuan.

__ADS_1


Kedua orang itu paling belakang pergi dari ruang pertemuan dan hanya saling mengedipkan mata tanda rencananya telah sukses dan tinggal melihat hasil pertandingan untuk keesokan harinya.


__ADS_2