Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 69 Excel Vs The Gamer 2


__ADS_3

Chapter 69 Excel vs The Gamer 2


Istana kekaisaran Wei yang indah dikelilingi banyak taman bunga terawat dengan baik, gedung-gedung yang mengelilinginya menambah kesan kemakmuran dari benua timur.


Tapi kini telah berubah total, kota yang megah dan istana yang indah telah menjadi puing-puing karena terhempas gelombang energi dari dua orang yang bertarung.


Booommm


Booommm


"Ha-ha-ha, mana tadi ucapanmu yang bisa mengalahkan ku" ejek Excel yang ingin membuat the gamer marah dan terus marah.


Baammm


Claaanng


"He-he-he, baik jika kamu ingin segera mati..."


Sliinng


"Lihat ini pedang Dewa iblis tingkat Dewa...ha-ha-ha" tiba-tiba pedang tingkat ilahi berubah menjadi tingkat Dewa dengan warna semakin menjadi merah gelap yang sebelumnya hanya merah terang.


"Ooohh, hanya itu saja!! Apa tidak ada yang lain" kata Excel yang tidak terkejut apa yang ditampilkan lawannya saat mereka berdua berhenti bertarung.


"Ha-ha-ha, ini lebih dari cukup dengan dukungan skill ku...ha-ha-ha"


Wuuuuussshh


Booommm


Zlaaapp


Baammm


Zlaaapp


Baammm


Dhuuuuum


Zlaaapp


Dhuuuuum


Gerakan teleportasi dari the gamer mampu diimbangi oleh Excel yang juga bisa berteleportasi, sekejap hilang sekejap muncul, tiap kali mereka muncul suara ledakan energi memekik telinga dan suara dentuman benturan kaki dan tangan saling beradu.


Zlaaapp


Claaanng


Zlaaapp


Booommm


Pedang Dewa iblis dan pedang surgawi selalu beradu, tiap benturan pedang tingkat Dewa selalu menghancurkan apapun disekitarnya, banyak kultivator yang melihatnya dari jarak yang cukup jauh.


"I-ini benar gila"


Booommm


Booommm


"Awas bodoh, hati-hati dengan kapal yang saling bertempur"


Booommm


Booommm


"Ratu, apa kalian baik-baik saja" tanya Shu Peijing yang telah berhasil menyelamatkan Ratu dan kedua putrinya.


Booommm


Booommm


"Ha-ha-ha, Paman ayo kejar aku"


"Aku baik-baik saja, Ratu Shu. Dan terimakasih sudah menyelamatkan kami dan keluarga Yang" jawab Ratu Yang Ruolan yang lega telah diselamatkan, walau suara Qiaofeng yang tertawa bahagia saat meledakan kapal perang musuh tidak membuat Ratu Yang Ruolan melupakan rasa terima kasihnya kepada tim Shu Peijing.


Booommm


Booommm


"Tidak masalah, Ratu Yang. Ini semua berkat pengaturan suami kita yang ingin menyelamatkan kalian" balas Shu Peijing yang membuat Ratu Yang Ruolan sedikit heran, karena dia tahu siapa suami Shu Peijing dengan menganalisis semua kejadian dia baru menyadari siap yang telah menolongnya.


"A-apa pria muda tampan tadi adal..."


Swiiingg


Jleeebb


Jleeebb


Aaaahh


"Iya, dia sekarang suamiku...ha-ha-ha. Kenapa kalian bengong semua dan wajah kalian bertiga menjadi merah?" kata Shu Peijing yang memotong ucapan Ratu Yang Ruolan sambil memanah prajurit Kekaisaran Wei.


Booommm


Booommm


"Paman, kenapa lambat, jika tidak mengejarku aku yang akan mengejarmu" suara Qiaofeng yang tanpa berhenti berbicara saat meledakan lawannya.


Swooosshh


Booommm


Booommm


"A-anu, aku hanya terkejut saja ada pria tertampan yang belum pernah aku lihat dibenua ini" jawab Ratu Yang Ruolan yang sedikit tergagap saat ditanya Shu Peijing.


"Apa kalian menyukai suami kita, Wei Na?" tanya Zhou Mei yang juga melihat wajah mereka memerah saat membicarakan suaminya.


Booommm


Booommm


"A-aku ti-tidak tahu" jawab Wei Na yang tergagap dan kebingungan dengan perasaannya, dia dan Wei Yu memang sudah jatuh cinta pada Excel saat pertama bertemu dan menyelamatkan mereka bertiga.


"Ha-ha-ha, aku tahu kamu sudah jatuh cinta pada suami kita" balas Zhou Mei yang mengerti perasaan sesama wanita.


Booommm


Zlaaapp


Zlaaapp


Dhuuuuum


"Ha-ha-ha, sungguh menyenangkan"


"Bocah kamu menghinaku, aku sudah hidup jutaan tahun dan baru kali ini diremehkan" bentak The Gamer yang tidak suka dengan tawa menghina keluar dari mulut Excel.


Booommm


Zlaaapp


Claaanng


Zlaaapp


Claaanng


Zlaaapp


Dhuuuuum


Dhuuuuum


"Ha-ha-ha, sekarang giliranku, pedang bayangan..." kata Excel yang mengeluarkan skillnya.


Swiiingg


Zlaaapp


Booommm


Booommm


"Ha-ha-ha, untuk saja aku bisa cepat menghindari... Pedang kematian" balas leluhur Wei yang juga mengeluarkan tekniknya


Zlaaapp


Booommm


Booommm


"Haah, kemana dia? Apa sudah hancur... Ha-ha-ha... Sayang sekali tubuhnya..."


"Kenapa dengan tubuhku?" tanya Excel yang tiba-tiba sudah berada dibelakangnya tanpa bisa dirasakan pergerakan oleh leluhur Wei


"Bangsaat" teriakan kaget leluhur Wei dan langsung menghilang dan menyerang Excel dengan pedangnya.


Zlaaapp


Claaanng


Booommm

__ADS_1


Zlaaapp


dhuuuuum


"Hahaha, ayo skill apa lagi yang kamu ingin gunakan" Excel mengejeknya yang selalu gagal melukai.


"Baik akan aku tunjukan, bajingan... Pedang pemusnah" ucapan leluhur Wei yang mengesekusi skill andalannya.


"Barrier attack" ucapan Excel yang juga mengeluarkan skill pasif


Nguuuunngg


Berdengung


Siuuuu


Siuuuu


Booommm


Booommm


booommm


booommm


Tiba-tiba skill yang dikeluarkan dan menyerang Excel berbalik menyerang leluhur Wei dengan skillnya sendiri dan menghantam tubuhnya.


Booommm


Booommm


Aaaaahhh


Bruuukkk


Baammm


Setelah terkena serangan balik dari skillnya sendiri leluhur Wei melesat kebawah dan menghantam tanah hingga tercipta kawah yang dalam dan lebar.


"Pedang bayangan" terlihat cahaya biru berbentuk sabit keluar dari pedang Excel saat menggunakan skillnya dan meluncur menghantam leluhur Wei yang masih berada didalam kawah.


Siuuuu


Booommm


Booommm


Suara ledakan terdengar hingga radius dua puluh ribu meter dari titik dimana Excel menghantam leluhur Wei, suara itu sempat menghentikan pertempuran pasukan Kekaisaran Wei dan pasukan wanita kota Phoniex, mereka semua segera mengalihkan pandangannya kepada kedua orang yang bertarung dengan sengitnya dan saling bertanya-tanya.


"Leluhur Wei..." teriakan memanggil nama leluhurnya dari menteri pertahanan yang ikut berperang melawan pasukan wanita.


"Apa leluhur kita kalah"


"Tidak mungkin kalah..."


"Luar biasa suami kita"


"Iya, aku tidak tahu jika suami kita selalu menyembunyikan kekuatannya"


"Apa kamu tahu tingkat kekuatan suami kita"


"Terakhir yang aku tahu dia sudah ditingkat prajurit dewa dewa biru" kata Zhou Mei yang selalu mengetahui perkembangan suaminya.


"Tapi leluhur Wei pada tingkat Dewa ungu dan suami kita dengan mudah mengimbanginya!!" tanya Shu Peijing yang berada satu tim dengan Zhou Mei.


"Paman adalah pria terkuat yang menjadi suamiku...ha-ha-ha" kata Qiaofeng yang tidak mau kalah dengan komentar dari bibi-bibinya


"Ha-ha-ha"


"Adik, kamu harus menjadi dewasa dulu jika ingin bersaing dengan kami, oke" kata Niu Qinglin yang sangat menyayangi Qiaofeng.


"Tentu, aku akan cepat dewasa dan menikah dengan Paman" kata Qiaofeng dengan polos tanpa tahu apa maksud dari perkataannya.


"Ha-ha-ha" semua wanita yang berada di kapal Leader Qiaofeng ketawa melihat kepolosan gadis kecil yang ganas saat melawan musuhnya.


"Ayo, kita habisi pasukan Kekaisaran Wei dan buat bangga suami kita" kata Shu Peijing yang masih menyadari jika sedang berhadapan dengan musuh.


Booommm


Booommm


Aaaaahhh


Siuuuu


Jleeebb


Jleeebb


Aaaahh


Aaaaahhh


"Aku tahu kamu masih hidup, apa belum puas tertidur disana" kata Excel yang selalu melihat kekawah dimana leluhur Wei masih belum bangkit setelah terhantam skillnya sendiri.


Krasaaak


Bruuukkk


"Bajingan, teknik apa yang kau gunakan" ucapan terdengar saat The Gamer telah bangun dan lekas berdiri pakaiannya yang berwarna putih kini kotor dan compang-camping.


"Oohh, kamu ingin belajar?" balas Excel dengan wajah tersenyum saat melihat wajah tua yang semakin tua dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.


"Bangsaat, kamu menyembunyikannya kekuatanmu dan aku tidak perlu belajar dari bocah baru kemarin" jawab leluhur Wei yang kesal dan marah karena selalu diremehkan bocah didepannya.


"He-he-he, aku tidak menyembunyikan kekuatanku, matamu saja yang buta"


Zlaaapp


Dhuuuuum


Aaaahh


Buk


Buk


Booommm


Setelah Excel berbicara dengan leluhur Wei tiba-tiba menghilang dan sudah memukulinya dengan ganas dan pedangnya telah Excel sarungan kembali, Excel kini ingin mengunakan tangannya untuk bertarung.


Klontaang


Traangg


Bruuukkk


Booommm


Pukulan yang terus menerus membuat leluhur Wei melepaskan senjatanya dan terpental lagi dan lagi tanpa bisa membalas pukulan Excel.


"Aaaaaah, siaaaalll aku akan membunuhmu, aku akan membunuhmu dan semua orang yang kamu lindungi..."


Booommm


Dhuuuuum


Zlaaapp


Booommm


Sekali lagi bertarung sengit mengema di Kekaisaran Wei dentuman kekuatan fisik yang terlihat jelas tidak seimbang bahkan leluhur Wei mengunakan energi Qi-nya saat beradu fisik.


Dhuuuuum


Zlaaapp


Dhuuuuum


"Yaa Dewa kecepatan mereka tidak bisa aku lihat, hanya bisa melihat cahaya di langit berkedip-kedip"


"Iya, sob. Ini pertarungan tingkat Dewa pasti tingkat Dewa"


Dhuuuuum


Zlaaapp


Buuukkk


Aaaaahhh


Booommm


"Master 1 apa kamu melihat gerakan kedua orang itu?"


"Tidak, master 2, tingkat kita terlalu jauh"


"Kakak Xuan, yang mana suami kita?" tanya Xue Long yang tidak bisa melihat Excel di langit hanya terlihat cahaya dan gelombang putih yang saling berbenturan.


"Aku juga tidak tahu, adik Long."


"Semuanya mundur jauhi mereka berdua" perintah Shu Peijing yang lebih berpengalaman dari semua pasukan wanitanya Excel.


"Iya benar kita kembali kekapal BESD1 dan melihatnya dari dalam"


"Oke"

__ADS_1


"Baik"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Cepat kita juga mundur sudah banyak pasukan kita mati karena pertarungan mereka berdua" perintah menteri pertahanan kepada semua pasukannya yang masih tersisa sekitar 15 juta prajurit dan sisanya 2 juta tewas dibunuh pasukan wanita dan juga sebagian terkena gelombang kejut.


Semua penduduk telah diungsikan oleh pasukan pria milik Excel dan sudah menjauhi dari Medan perang yang dibantu kedua master smelting Kekaisaran Wei yang masih menghargai kehidupan penduduk kota Kekaisaran.


Segera semua pasukan Excel kembali kekapal perang BESD1 tanpa ada yang tertinggal, lalu mereka semua yang berada di dalam kapal melihat pertempuran sengit leluhur Wei dan Excel.


"Ayoo Paman jangan kalah"


Booommm


Zlaaapp


Dhuuuuum


Kedua orang bertempur tanpa henti saling menyerang dan saling mengunakan teknik-teknik yang jarang digunakan, Excel selalu dengan mudah mematahkan teknik leluhur Wei yang dia anggap kuat dan bahkan dengan tekniknya mampu menguasai alam semesta.


"Haah haah, sial, sial, kenapa teknikmu sangat aneh?" kata leluhur Wei dengan nafas terengah-engah dia ingin tahu teknik apa yang digunakan Excel.


"Bodoh, teknik yang kamu gunakan hasil rekayasa dari orang didalam jiwamu" kata Excel yang mengejutkan leluhur Wei karena selama ini tidak ada yang tahu jika dia memiliki sebuah system didalam jiwanya, yang memberikan kekuatan besar dan segala sesuatu yang menjadi keinginannya.


Kini systemnya telah lama terdiam tanpa tahu penyebabnya walaupun berkali-kali dia memanggil, dan bahkan masuk kedalam jiwanya sendiri untuk mengetahui sistemnya, tetapi masih saja tidak ada respon atau reaksi apapun.


"K-kau, bagaimana kamu tahu...?" tanya leluhur Wei yang masih tidak percaya pada jika Excel mengetahuinya.


"Tidak perlu aku memberitahuimu, sekarang kita lanjut lagi atau kamu menyerah dengan melepaskan jiwamu"


"Hahahahahah, tidak ada dalam kamusku kata menyerah apalagi menyerahkan jiwaku, aku mampu memusnakan banyak benua apalagi itu hanya bocah ingusan sepertimu...hahahahahah" dengan tawa yang keras hingga memekik telinga hingga terdengar hingga radius kiloan meter yang membuat banyak orang biasa mengeluarkan darah dari telinganya.


Zlaaapp


Dhuuuuum


"Domain barrier"


Nguuuunngg


Booommm


Tiba-tiba setelah Excel menghilang dan menghantam perut leluhur Wei hingga terjatuh lagi ketanah dan membuat sebuah kawah yang besar lagi, kemudian Excel mengucapkan skill pertama dari Dewa Absolute, dahi tengahnya terbuka dan terlihat seperti mata, dari mata itu keluar cahaya putih kebiruan dengan suara dengungan dan membuat perisai berbentuk bola untuk mengurung mereka berdua.


"Siaaall ternyata kamu ditingkat Dewa hitam...ha-ha-ha, aku masih saja tertipu bocah ingusan sepertimu." kata leluhur Wei yang sudah bangun dari tempatnya, dia tidak mengetahui jika Excel telah mengurungnya.


"Baiklah ayo kita selesaikan segera" kata Excel yang langsung menyerang leluhur Wei.


Zlaaapp


Dhuuuuum


Booommm


"Ha-ha-ha, kamu pikir aku tidak memiliki lagi barang yang kamu rampas...ha-ha-ha"


Krasak


Pyaaaarr


"Sial aku tidak menyangka dia memiliki lagi..."


Wuuuuussshh


Buuukkk


Aaaaahhh


Zlaaapp


"Saatnya kamu menghilang dari alam semesta ini clum" dengan sekali pukul Excel menghantam kepala leluhur Wei dan menghilang lagi dan saat selesai berucap dan mengengam leher dan mengangkatnya hingga terangkat.


"A-apaaa, bag-bagaimana ka-mu ta-tahu na-namaku...?"


"Tubuh Dewa kematian Aktif, penyerapan jiwa..."


Nguuuunngg


"Aaaaaaaaahh, lepaaaaskan aku baj-bajingaaan"


"Aaaahh"


[Ding! Level sistem telah meningkat dengan penyerapan sistem clone. Proses 21 level... 22 level...23 level...24 level...]


"Ha-ha-ha, bagaimana rasanya kehilangan kekuatanmu dan sistem didalam jiwamu aku serap...ha-ha-ha" tanya Excel dengan gembira saat dia mendengarkan suara sistem yang meningkat dengan cepat tanpa harus cooldown.


"Aaaaaaaaahh... Cepaaat lepaskan aku" teriakan kesakitan mengema diseluruh penjuru kota Kekaisaran Wei, semua orang merasa ngeri melihat begitu tersiksa leluhur Wei.


"Cepat kita bantu leluhur Wei, jangan sampai bocah itu membunuhnya" perintah menteri pertahanan Kekaisaran Wei yang sudah tidak tahan mendengar suara meyayat hati dan memekikkan telinga.


"Baik, perdana menteri"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Dengan segera bergerak setelah menerima perintah, dengan banyak kapal tempur dan pasukan yang berlari menuju arah dimana Excel menyiksa leluhur Wei, sejujurnya mereka semua sangat senang jika leluhurnya mati tapi karena janji sumpah setia sebagai prajurit yang tidak bisa mereka tolak.


"Lihat suami kita akan diserang pasukan Kekaisaran Wei" teriakan Xue Rong yang melihat pasukan Kekaisaran Wei bergerak.


"Ayo kita bantu suami kita"


"Baik"


"Ayo kita bantu"


"Paman, aku akan menolongmu. Paman jelek awas kamu jika melukai suamiku" teriakan Qiaofeng yang terdengar lucu saat dia marah dan ingin menyelamatkan pamannya.


Ceeezzz


Dreeeeettt


Dhuuuuum


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Dengan terbukanya gerbang hanggar semua pasukan Excel wanita atau pria segera melesat menggunakan kapal perang mereka dan sesuai komposisi awal mereka kembali menyerang pasukan Kekaisaran Wei.


Baammm


Baammm


Baammm


Domain barrier menghalangi pasukan Kekaisaran Wei yang ingin menyelamatkan leluhurnya dengan kekuatan penuh mereka dengan kekuatan energinya dan meriam kapal perangnya.


Booommm


Booommm


Booommm


"Serbuuuu" teriakan dari belakang meledakan pasukan Kekaisaran Wei yang sibuk menghancurkan domain barrier yang Excel buat dari skill Dewa Absolute.


Booommm


Booommm


Booommm


Aaaahh


Aaaahh


"Kita diserang, cepat kalahkan mereka dulu" dengan panik semua pasukan kembali menyerang balik pasukan wanita kota Phoniex.


Booommm


Booommm


"Jangan pernah menyentuh suamiku" teriakan amarah terdengar dari suara Ai Hua yang dulunya seorang pelayan di Paviliun Bunga Mentari dan kini sudah bergabung dengan pasukan wanita.


Booommm


Booommm


Booommm


"Langkahi kita dulu sialan" juga terdengar suara An Na bergema saat meledakan kapal angkasa milik pasukan Kekaisaran Wei.


"Jangan beri ampun mereka" kata Xiao Mei Xing yang geram melihat kelicikan pasukan Kekaisaran Wei.


Siuuuu


Jleeebb


Jleeebb

__ADS_1


Aaaahh


AAaaahh


__ADS_2