
Chapter 233 Masalah datang silih berganti.
Cai Wenji segera menjadi kuatir dengan wajah tampan Excel, yang menjadi banyak wanita mendekatinya, dan berusaha sekuat tenaga agar Excel menjadi kekasihnya.
Setelah mencatat nama Excel dan usianya, Cai Wenji langsung memblokir semua wanita yang berusaha menjamah tubuh kekasihnya, awalnya Cai Wenji bangga memiliki kekasih yang super tampan, yang bisa dia banggakan kepada semua murid wanita di Akademi Istana Surgawi, tetapi kini dia menjadi kuatir dan berusaha melindungi Excel dari semua murid wanita.
"Hah!" sekali lagi Excel mendesah disaat dirinya menjadi rebutan banyak wanita dan juga menimbulkan kebencian para pria, perasaan dejavu terulang lagi dimana Excel menjadi teringat pertama kali keluar dari Lembah Binatang Buas di Benua Venus, saat itu dia bertemu dengan Zhou Mei, Ji Yan dan Hu Ru Ming dan semua wanita yang berada di bagian luar Lembah Binatang Buas.
Dia melihat dunia jiwanya, dia melihat wajah-wajah cantik semua wanitanya yang sedang berkultivasi, sudah seharian ini Excel tidak bertemu dan berbicara, ada rasa rindu di hatinya.
"Sayang, cepat kita pergi dari sini, nanti aku akan beritahukan semua aturan dan kewajiban seorang murid di akademi!" ajak Cai Wenji kepada Excel yang masih terlihat melamun tanpa sebab, Excel hanya tersenyum saja dan tiba-tiba memeluk pinggang Cai Wenji.
Zlaaapp...
Excel dan Cai Wenji menghilang dihadapan mata semua murid wanita, termasuk petugas Balai Pekerjaan Umum, semua orang juga terkejut dengan menghilang pria muda super tampan seperti angin saja.
"Sialan! Cai Wenji ingin memonopoli si Excel itu, ayo kita cari!" ajak petugas wanita itu kepada murid wanita.
"Hah! Cai Wenji keterlaluan, aku kuatir Excel akan menjadi sapi perah-nya!"
"Iya, ayo kita cari dan selamatkan pria tampan itu!"
"Siapa anak muda itu yang membuat keributan di Balai kita? tetapi anak muda itu juga sangat hebat bisa teleportasi tanpa bisa kita deteksi keberadaannya!" ucap seorang pria paruh baya yang melihat keributan yang disebabkan seorang murid baru dari lantai 3.
"Ketua Umum, apa anda tidak merasakan keanehan dari anak itu? Aku tidak bisa melihat basis kultivasinya, bahkan auranya tidak bisa aku lacak!"
"Dari tadi aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu lihat, selidiki anak itu dan berikan laporan kepada Dekan Akademi!" perintah ketua umum itu kepada bawahannya.
"Aku akan selidiki anak muda itu, aku juga penasaran sejak tadi!"
Wushh...
Tiba-tiba tubuh orang yang diberi perintah oleh ketua umum bergetar sedikit dan menghilang dari lantai 3.
Keributan yang dibuat Excel di hari pertama memicu reaksi baru, dimana seorang komandan penjaga gerbang terluka parah akibat perbuatan Excel, pimpinan Yong Kai mencari orang yang telah melukai komandan penjaga yang terluka parah, laporan dari anak buah Genji jauh berbeda dengan kenyataannya, banyak laporan yang menyudutkan Excel, yang katanya jika Excel ingin menerobos masuk dengan membawa sandera seorang wanita yang tidak lain adalah Cai Wenji.
Gou Jian yang sedang sibuk memeriksa calon siswa baru sempat di tanyain prihal keberadaan Excel dan Cai Wenji, Gou Jian berkata dengan jujur jika Excel telah menjadi murid baru di akademi tingkat pertama dan langsung menjadi murid dalam, dan itu berkat Cai Wenji yang berhasil merekrut siswa jenius, Yong Kai menjadi kesal karena telah diberi laporan palsu oleh anak buah komandan Genji.
Wuusshh
"Ah! Dimana ini!!" Cai Wenji kaget saat sudah berada ditempat lain setelah Excel memeluknya, lalu dia memeriksa sekeliling dan akhirnya mengetahui dimana mereka sekarang berada.
__ADS_1
"Ayo kita menuju tempat tinggal mu, tidak jauh dari sini!" ajak Cai Wenji yang tanpa sadar dirinya masih dipegang pinggangnya oleh Excel. "Ah! !" Cai Wenji langsung menjauhi Excel, setelah sadar dirinya masih dipeluk saat dia ingin berjalan menuju tempat tinggal Excel sebagai murid dalam.
Setiap menjadi murid dalam, murid itu mendapatkan perawatan terbaik dan juga tempat tinggal pribadi sebagai murid dalam, selain itu murid dalam juga mendapat sumberdaya yang lebih baik dari murid luar, saat menjadi murid luar mereka akan tinggal di goa yang sudah disiapkan dan setiap bulan mereka akan mendapatkan pil dengan tiga jenis, pil kultivasi 10 butir, pil pemulih energi 10 butir dan pil penyembuh 10 butir, semua pil berada pada tingkat Mortal garis 3.
Sedangkan murid dalam akan mendapatkan 3 jenis pil yang sama dengan jumlah tiap pil 30 butir tiap jenisnya, tingkat pil pada tingkat Mortal garis 4 hingga garis 7 tergantung kontribusi terhadap akademi.
Cai Wenji sangat malu dengan menundukkan kepala dan memainkan jari-jarinya, tidak pernah dia sedekat ini kepada seorang pria, biasanya dia selalu tidak memperdulikan setiap pria yang mencoba merayu.
Entah kenapa semenjak bertemu Excel, dia tidak ingin jauh darinya, bahkan saat dia melepaskan diri dari pelukan Excel terasa kehilangan sesuatu.
Excel sekali lagi menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan menuju tempat tinggal sementara, Excel tidak mungkin betah berada di tempat ini, karena dia hanya lewat saja tanpa berniat menjadi murid abadi Istana Surgawi yang akan menjadi bawahannya.
Cai Wenji langsung mengejar Excel yang sudah dekat dengan tempat tinggalnya. "krak." Suara pintu halaman dibuka dan Excel melihat halaman cukup besar, lalu Excel melangkah dan berjalan menuju rumah yang juga lumayan besar. "Krak." Sekali lagi Excel membuka pintu, kali itu Excel melihat di dalam rumahnya cukup nyaman bagi seorang murid dalam.
Rumah itu berukuran lebar 20 meter dan panjang 25 meter, rumah itu memiliki dua kamar tidur dan ruang tamu, setiap kamar ada kamar mandinya dan setelah Excel memeriksa juga lumayan besar.
Cai Wenji yang melihat tindakannya hanya tersenyum, dia menjadi bangga menjadi murid Istana Surgawi, tempat tinggal Cai Wenji dulu dan Excel tidak terlalu jauh hanya perlu mendaki bukti yang memang di khusus untuk wanita, dan lokasi pria tepat dibawah kaki bukit ini, tetapi sekarang dia sudah pindah.
"Apa kamu puas dengan fasilitas dari murid dalam?" tanya Cai Wenji yang ingin mencairkan suasana, dia merasa ingin memberikan kepuasan terbaik bagi orang yang dia sukai untuk pertama kalinya.
"Bagus! Tapi ... Mungkin aku tidak akan lama berada disini!" ungkap Excel, yang sedang berada di jendela kamarnya dan melihat kearah bukti dimana wanita tinggal.
"Kamu mau kemana, apa kamu ingin menuju ketingkat yang lebih tinggi?" tanya Cai Wenji yang terlihat sedih saat Excel akan pergi meninggalkan dirinya dan akademi tingkat pertama.
Entah kenapa Cai Wenji merasakan kesedihan yang dalam saat mendengar ucapan Excel, dia merasa kehilangan seseorang yang tidak mungkin dia bisa kejar, tidak terasa air mata keluar dari kelopak matanya.
"Perjalanan itu juga tidak mudah, setiap kepakan sayapnya akan mengundang badai, tiap jejaknya akan meninggalkan luka, disaat dia sedikit jauh dibelakangnya akan terdengar suara tangisan!" kembali Excel melihat Cai Wenji yang menundukkan kepalanya dengan meneteskan air mata, Excel melihatnya menjadi teringat akan adik perempuannya, lalu Excel mendekati Cai Wenji dan memeluknya, Excel membelai rambut hitam yang panjang dan kembali berbicara.
"Anak elang itu adalah seorang kultivator, jalan seorang pembudidaya tidak pernah mulus, jika dia ingin melangkah hingga ke puncak, dia harus mau meninggalkan kehidupan lamanya, dia harus berani menantang badai dan menjadikan badai itu sahabatnya, tanpa badai seorang kultivator akan tumpul dan mudah terombang-ambing disaat berada di pusaran samsara!"
Cai Wenji yang dipeluk Excel menjadi menangis tersedu-sedu dan juga membalas pelukannya, Cai Wenji merasakan damai dan kebahagiaan yang tidak pernah dia dapatkan selama ini.
"A--apakah aku boleh ikut!"
"Jika kamu mampu melepaskan zona nyaman maka aku akan menyambutnya."
"Terima kasih, terima kasih Excel! " Cai Wenji menangis bahagia, keinginan untuk mengikuti orang yang dia sukai terjawab tanpa perlu menunggu lama, Cai Wenji semakin erat memeluk Excel dan tidak ingin melepaskan-nya.
"Hah! Masalah datang silih berganti!" desah Excel saat melihat di kejauhan segerombolan orang tua dan murid menuju kearahnya, tidak berselang lama gerombolan itu sudah berhenti di depan pintu halaman Excel.
"Excel, kamu keluar ... Cepat!"
__ADS_1
"Sialan, apa yang di inginkan Mu Sha itu?" kata Cai Wenji yang kesal karena mengganggu waktu romantis dia dan Excel, Cai Wenji sangat hafal dengan suara orang yang menyebalkan itu.
"Hehehe! Ayo kita bermain dengan mereka!"
"Pengecut, cepat keluar!?" sekali lagi suara Mu Sha berteriak kencang agar Excel keluar dari tempat tinggalnya, Mu Sha tidak berani merusak properti dari Akademi Istana Surgawi, karena itu Mu Sha berteriak kencang hingga semua murid dalam keluar dari tempat tinggalnya saat mereka sedang berkultivasi.
"Siapa itu Excel? Apa dia murid luar yang baru saja memasuki zona murid dalam?"
"Tidak tahu, mungkin saja!"
Obrolan semua murid dalam saat mereka tiba dibelakang gerombolan Mu Sha yang membawa Divisi Penegak hukum, dua murid yang berbicara itu termasuk murid dalam yang berprestasi, mereka berdua ingin melihat keributan yang dibuat Mu Sha. Setiap hari selalu saja ada pertunjukan di akademi, entah itu berebut wanita maupun masalah lainnya.
"Han Meng, apa kamu tahu penyebabnya wakil Divisi Penegak Hukum datang kesini?"
"Hah! Lie Long, seandainya aku tahu aku tidak akan repot-repot melihat hal yang tidak berguna ini!" jawab Han Meng kepada teman sesama murid inti Akademi Istana Surgawi tingkat pertama.
Han Meng adalah peserta pertama turnamen beladiri persahabatan yang dikalahkan oleh Jun Poppy sewaktu di Benua Biru, jika Excel tahu dia pasti akan mengenalinya.
"Hehehe! Sejak kamu kembali dari Benua Biru kamu selalu berkultivasi dengan gila-gilaan, memangnya ada apa, apa kamu kalah dari murid di Benua Biru?" tanya Lie Long yang teringat jika Han Meng setelah kembali dari Benua Biru selalu menutup diri dan berkultivasi tanpa henti, pertanyaan Lie Long membuat Han Meng teringat dengan kejadian memalukan itu.
"Di sana tersembunyi bakat-bakat mengerikan, 10 tahun lagi kita akan kesana lagi untuk kembali berkompetisi!" jawab Han Meng yang sengaja dia tidak menjawab sesuai pertanyaan Lie Long, dia sangat malu telah kalah dari seorang wanita cantik yang telah membuatnya jatuh cinta, sejak kekalahan itu Han Meng bersumpah akan membalas dendam demi menunjukkan jika dia layak menjadi pasangan Dao Jun Poppy.
"Hahaha! Apa benar Benua Biru memiliki banyak jenius dari Istana Surgawi?" Lie Long tertawa karena dia tidak percaya jika benua yang baru menyatu memiliki murid yang berbakat.
"Kamu tidak melihatnya sendiri. Seorang gadis cantik berusia 17 tahun telah mencapai tingkat Dewa Matahari level 10 ... Bahkan dia telah mengalahkan 5 murid jenius kita, termasuk Zhou Tai yang mengakui kekalahannya karena gadis itu memiliki teknik tingkat Mahadewa!" ungkap Han Meng kepada Lie Long, dia selalu terbayang wajah cantik Jun Poppy, berharap 10 tahun lagi bertemu dan mengalahkannya.
Lie Long tercengang setelah mendengar perkataan Han Meng, dia menelan salivanya karena merasakan kengerian jenius Benua Biru.
"M--mustahil!! Bagaimana mungkin tingkat Dewa Matahari bisa dicapai disaat usia 17 tahun, dan dia juga mampu mengalahkan Dewa Absolute Zhou Tai! Kamu pasti berbohong Han Meng!" Lie Long benar-benar tidak percaya dan membantah perkataan Han Meng.
Han Meng menghela nafas sebelum menjawab perkataan Lie Long, tetapi dia melihat pintu halaman yang diblokir Mu Sha dibuka oleh seorang pria muda berusia 17 tahun.
Saat melihat wajah itu, tubuh Han Meng langsung bergetar hebat, dia merasakan sesuatu perasaan dejavu yang sangat mengerikan, Lie Long yang mengetahui perubahan kondisi Han Meng langsung melihatnya.
"Han Meng, ada apa dengan kamu, kenapa kamu seperti ketakutan?" tanya Lie Long yang ingin tahu penyebab Han Meng menjadi ketakutan, tetapi Han Meng hanya membuka mulut yang bergetar dan menggigil ketakutan, dan kedua matanya melihat kearah tempat tinggal orang yang bernama Excel.
Karena penasaran Lie Long mengikuti arah dimana mata Han Meng lihat, kemudian Lie Long melihat juga apa yang dilihat oleh Han Meng.
"Aneh! Kenapa aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi-nya?" gumam Lie Long saat memeriksa kekuatan pria muda yang keluar dari pintu halaman dengan diikuti oleh wanita, pria muda yang dilihat Han Meng dan Lie Long adalah Excel, dan Cai Wenji yang berada dibelakangnya.
"Ketua Mu Liang, dialah pelaku yang membekukan kelima murid dalam akademi!" jelas Mu Sha kepada Ketua Penegak Hukum dengan jari telunjuk menunjuk kearah Excel yang baru saja keluar dari halaman tempat tinggalnya, apalagi ada Cai Wenji yang berada dibelakang Excel, dia semakin cemburu dan marah karena kekasihnya seperti telah dinodai, terlihat wajah Cai Wenji menjadi merah karena malu dan bahagia.
__ADS_1
"Apa benar kamu yang telah membekukan kelima rekan murid dalam? Kamu harus bertanggung jawab karena kelima rekanmu itu masih belum bisa dicairkan, bahkan semua pemimpin telah berusaha mencairkan es yang membekukan kelima orang itu!" tanya Ketua Penegak Hukum yang bernama Mu Liang, dia adalah ayah dari Mu Sha yang dia panggil ketua, karena aturan dilarang memanggil gelar nama yang masih berhubungan keluarga saat berada dilingkungan akademi, karena itu Mu Sha memanggil ayahnya dengan sebutan ketua.
(Revisi√)