
Chapter 132 Aksi 4 Gadis kembar.
Didalam tungku itu adalah Pill kultivasi tingkat Mortal yang dibuat dengan santai oleh Jun Rong dan tidak melihat expresi wajah para pemimpin akademi, pemimpin Sekte dan juga keluarga Kekaisaran yang sekali lagi shock.
"Monster"
Serempak semua orang yang menyaksikan Jun Rong membuat Pill kultivasi bergumam.
"Kakek, kenapa memanggilku monster, namaku Jun Rong Putri dari Xue Rong dan Excel Felix"
Jun Rong tidak terima dipanggil oleh mereka dengan sebutan monster, Kakek Xue yang sedang duduk disampingnya hanya tersenyum bangga melihat kejeniusan cucu-cucunya.
"Cucuku, maksud kakek-kakek ini kamu itu terlalu hebat...hahaha"
"Kakak, terlalu lama, biar aku bantu, aku juga kepingin permen"
"Oke, tambahkan ramuannya agar bisa jadi banyak dan juga buah strawberry, aku ingin rasa strawberry"
Segera ketiga gadis kembar membantu kakaknya Jun Rong dan menambahkan tanaman obat dan tanaman roh, mereka semakin shock saat keempat gadis itu menambahkan ramuan lain yang bisa membuat Pill itu gagal total.
Tapi sangat disayangkan jika Pill itu tidak gagal, malahan semakin membuat aroma Pill itu menyebar keseluruhan arena pertandingan dan membuat semua orang makin mendekati kelompok tim Phoniex karena penasaran.
"Ckckck, awas gagal jika kalian tidak menambah panas apinya, biar ayah bantu..."
Segera api Ilahi muncul dari ujung jari telunjuk Excel dan memasuki tungku berwarna emas, dan langsung meleburkan ramuan itu.
Excel hanya menggerak-gerakkan jarinya seperti sedang bermain saja, tanpa perduli mereka yang sedang membuka mulutnya lebar-lebar karena shock.
Mana ada membuat Pill dilakukan 5 orang dalam 1 tungku, jika kekuatan api tidak seimbang akan membuat Pill itu gagal dan juga membuat tungku itu meledak, tapi sekali lagi itu tidak terjadi didepan mata semua orang.
"Sekarang, pisahkan cairan tanaman itu sebelum menjadi padat"
"Baik, ayah"
Segera keempat gadis kembar itu memisahkan cairan tanaman yang sudah mulai memadat setelah ayahnya memberikan instruksinya.
Tiap tetesan cairan obat itu dibagi menjadi 8 butir, terlihat ribuan butir setelah dibagi dan melayang-layang dan berputar-putar didalam tungku itu.
"Tambahkan panasnya"
"Iya, ayah"
Sekali lagi Excel memberikan instruksinya kepada keempat putrinya dan masih disaksikan banyak orang ditempat tribun penonton khusus tamu penting.
"Kakak, apa kakak membuat permen lagi?"
"Iya, adik"
Jun Yu segera mendatangi kakaknya yang masih sibuk membuat pill yang akan jadi didalam tungku, dan secara mengejutkan Jun Yu melemparkan sesuatu kedalam tungku itu yang membuat jantung semua orang kaget setengah mati.
"Kakak, aku mau rasa coklat, oke"
Dengan polosnya Jun Yu berkata kepada kakak-kakaknya dan tampak tidak kuatir sama sekali jika tungku itu akan meledak, hanya saja tungku itu bergetar sedikit saat biji coklat itu menjadi cair dan mulai bercampur dengan ribuan butir Pill yang akan padat.
"Ya dewa..."
"Aku sudah tidak kuat merasakan jantungku yang akan meledak"
"Hah, aku terlihat semakin tua saja"
Excel hanya tersenyum dan tidak kuatir akan terjadi sesuatu pada tungku itu, saat komentar semua orang didengarnya, mungkin bagi para Alchemist lain itu dianggap salah total bahkan gagal dengan cara meramu Pill dengan sembarangan.
Aroma Pill yang tercium buah strawberry dan coklat semakin membuat orang mengeluarkan air liur dan juga menelan salivanya, aroma itu membuat semua orang lapar.
"Kakak, aku minta 10 ya"
"Aku juga minta 10"
Saudara-saudara Jun Rong segera memesan permen buatannya dan terlibat mereka sudah tidak sabar dengan mengemut jari-jarinya.
Si pembawa acara juga turut melihat aksi 4 gadis kembar itu, dia sampai lupa harus memulai acaranya karena saat dia akan memasuki arena, dia melihat semua orang mengerumuni tempat duduk dimana tim Phoniex dan keluarga Kekaisaran timur berada, master Kaili segera ingin tahu dan ikut melihat disampingnya para pemimpin Sekte.
"Belum 5 tahun sudah ahli tingkat kaisar sebagai Alchemist, saudara-saudaraku ini adalah pertama kali terjadi dibenua Dewa selama aku hidup dan menjadi pembawa acara apapun"
Komentar pembawa acara tanpa sadar terucap saat melihat 4 gadis kembar itu meramu Pill, dengan gerakan tangan kecil yang lincah dan indah yang mampu menghipnotis semua penonton.
"Itu sudah memadat, kurangi daya apinya, lalu tambahkan air susu stalaknit dengan 10 tetes, tujuannya agar Pill itu menambah efektivitasnya, ini akan disukai anak-anak agar mereka lebih giat berkultivasi tanpa malas mengkonsumsi Pill"
"Baik ayah"
Segera Jun Rong mengeluarkan botol giok dan menuangkan kedalam tungku 10 tetes sesuai instruksi dari ayahnya, segera aroma obat itu menyebar dan memasuki hidung setiap orang dan membuat tubuh mereka sedikit bergetar.
"Ya dewa, apa apaan ini..."
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
__ADS_1
Tiba-tiba awan hitam berkumpul di area dimana tempat pertandingan diadakan dan awan hitam itu mengeluarkan petir sebagai Kesengsaraan Pill.
Sekali lagi semua orang shock dan ketakutan dengan apa yang terjadi, dan segera mendongakkan kepalanya ke atas yang terlihat awan hitam berkumpul dan akan terjadi Kesengsaraan Surgawi.
"Ini Kesengsaraan Surgawi"
"Siapa yang sedang menerobos"
"Ini mengerikan terjadi ditempat ini, akan banyak orang yang akan terluka jika terkena petir Kesengsaraan Surgawi"
Wuuuuussshh
"Pergi kalian, menganggu saja"
Excel segera terbang kelangit dan mengusir bencana petir dengan mudah, dan segera awan hitam menjadi takut dan membubarkan diri.
Sekali lagi semua orang yang awalnya gemetaran karena takut Kesengsaraan Surgawi akan menghantam tubuh mereka, jika tidak segera pergi dari area dimana akan menjadi abu, mereka shock begitu mudahnya Excel pria tampan itu mengusir bencana petir hingga ketakutan dan segera membubarkan diri.
Cedaaaaarrrr
Sebelum awan hitam Kesengsaraan Surgawi benar-benar menghilang, awan itu mengeluarkan ribuan petir kecil dan langsung melesat menuju ribuan Pill yang dibuat 4 gadis kembar itu.
Dan akhirnya semua orang menyadari jika bencana petir itu terjadi karena Pill buatan 4 gadis kecil itu pada tingkat ilahi, dimana tingkat yang belum pernah ada dibenua dewa.
Tapi berbeda dengan keluarga besar Excel yang tidak terkejut dengan Kesengsaraan Surgawi, karena mereka pernah mengalami saat dikota Phoniex.
"Jadi itu adalah Kesengsaraan Pill"
"Lihat para penonton, keajaiban dibuat oleh 4 gadis kembar ini yang membuat Pill pada tingkat yang lebih tinggi, kejadian ini belum pernah terjadi dibenua dewa, berikan tepuk tangan untuk 4 gadis jenius ini"
Plaaakk
Plaaak
Master Kaili tanpa sadar berkomentar tentang perbuatan yang dilakukan 4 gadis kecil yang kembar, dan anehnya para penonton bertepuk tangan.
Keluarga besar Excel hanya ingin ketawa melihat si pembawa acara secara spontan berkomentar dan mengumumkan aksi keempat putrinya itu, tapi mereka hanya menutupi mulut saja agar tidak mengganggu aksi Jun Rong dan saudara kembarnya.
"Nyam..nyam ini enak kak"
Jun Yu langsung mencomot Pill yang masih panas didalam tungku dan memasukannya kedalam mulutnya tanpa takut kepanasan.
"Adik, kamu curang, sudah duluan"
Segera Putri-putri Excel mengambil Pill itu dan mengunyahnya ibarat permen saja, aksi gadis-gadis cilik itu membuat orang yang masih melihat menelan salivanya karena ingin merasakannya juga.
"Apa, Kakek mau...?"
Melihat itu Jun Rong membuat lagi Pill yang dianggap permen saja baginya, sedangkan mereka yang sudah menerima 1 butir Pill tiap orang, merasakan sayang jika harus dikonsumsi seperti permen saja.
"Ya Dewa ini benar-benar Pill tingkat ilahi, penonton lihat Pill ini, terdapat 9 garis, pada umumnya hanya 7 garis dan itu sudah pada tahap puncak. Ini adalah jenis Pill kultivasi yang meningkatkan hingga 2 level, penonton semuanya ini adalah keajaiban yang bisa kita saksikan bersama-sama di jaman kita, sekali lagi beri tepuk tangan... Lihat Jun Rong dan saudara kembarnya akan membuat lagi..."
Suara pembawa acara mengema didalam arena pertandingan hingga bisa sampai diluar arena itu, hingga semakin banyak orang datang karena ini tahu apa yang sudah terjadi didalam arena.
Semua para ahli Alchemist sangat senang bisa menyaksikan keajaiban ini yang bisa ditonton secara langsung dimata semua orang, mereka saling berbicara saat Jun Rong membuat Pill itu tanpa ada rasa kuatir akan gagal karena banyaknya orang yang saling berbicara.
Jun Rong, Jun Xue Rong, Jun Long dan Jun Xue Long dengan santai membuat Pill secara bersamaan didalam 1 tungku dan komposisi yang sama seperti diawal Jun Rong membuat permen itu.
"Suami, keempat putrimu membuat semuanya menjadi berubah total... Hehehe"
Bisik Xue Rong yang mendekati tempat duduk Excel yang agak dekat dengan Putri-putrinya yang sedang membuat pill, dan Excel membalasnya dengan senyuman khasnya.
"Tunggu sampai mereka semua sadar"
Excel sendiri ingin ketawa tapi dia tahan karena tidak ingin merusak suasana semua orang yang sedang mengamati dan menganalisa apa yang dilakukan Putri-putrinya.
"Selesai"
Setelah 15 menit Jun Rong membuat Pill dengan cepat karena dibantu oleh 3 adik-adiknya dan tanpa kelelahan sama sekali, dan segera Jun Rong membagi Pill yang sudah jadi kepada mereka yang belum kebagian.
Karena semakin banyaknya penonton yang berdatangan Pill itu masih belum cukup untuk semua orang dan Jun Rong hanya membuat beberapa ribu Pill saja.
Mereka yang menerima Pill itu gemetar tidak karuan, karena diberi secara gratis, jika dijual harganya bisa selangit bahkan banyak yang tidak akan mampu membeli Pill pada tingkat ilahi.
"Para penonton kita harus berterima kasih kepada keempat gadis kembar ini dan memberikan tepuk tangan yang meriah"
Sekali lagi master Kaili berkomentar dan memberikan apresiasi kepada keempat gadis kecil itu yang menjadi keajaiban pada hari ini.
Plaaakk
Plaaak
"Jun Rong kami berterima kasih"
"Terima kasih"
Tepukan tangan segera bergemuruh diarena stadion pertandingan beladiri dan ucapan terima kasih segera bersamaan terucap.
__ADS_1
"Hehehe, sama-sama. Itu hanya permen saja"
Balas keempat gadis itu secara bersama-sama dan suara kecil yang lucu dan mengemaskan bagi semua orang, banyak orang yang ingin memiliki anak seperti mereka berempat, selain beladiri juga ahli Alchemist, dan juga bisa bersanding dengan para ahli Alchemist dibenua dewa.
"Hahaha, Tuan muda putrimu sangat luar biasa, aku merasa dangkal saat melihat putrimu membuat Pill dengan mudah, dan itu menjadikan kita tercerahkan"
Pemimpin akademi Alchemist api surgawi segera berkata kepada Excel, dan diikuti para pemimpin yang juga ahli Alchemist.
Entah kenapa banyak orang tidak merasakan iri kepada kelebihan 4 gadis kembar itu, biasanya saat ada jenius yang mengerikan akan selalu menjadi rebutan siapa saja bahkan akan segera dibunuh agar tidak menjadi halangan bagi mereka yang ingin selalu unggul.
"Hahaha, terima kasih, semua keluarga besarku selalu berusaha dengan baik setiap kali mereka memiliki waktu untuk berlatih dengan giat.
Jika kalian ingin bertukar informasi bisa datang ketempat kami, kalian akan bisa menemui Putri-putriku dan juga Alchemist yang lain.
Baiklah, saatnya kita mulai pertandingan beladiri ini...hahaha"
"Ya Dewa aku sampai lupa"
Segera master Kaili yang sebagai pembawa acara berlari menuju tempat arena tanding dan akan segera membuka turnament beladiri dihari kedua.
"Hahaha, aku sampai lupa, Tuan muda. Nanti kita bisa sambil berbicara"
Segera pasukan Kekaisaran timur bergerak dan memerintahkan penonton untuk kembali ketempatnya masing-masing karena acara akan dimulai.
Excel juga duduk ditempatnya yang bersebelahan dengan Kaisar Dongbu dan diampit oleh Patriack Sekte Xiao dan dibelakangnya para Patriack dan para pemimpin akademi.
Hanya Kaisar Zhongbu yang terlihat cemberut karena iri dengan wilayah timur yang memiliki banyak jenius muda dan berbakat, itu sangat menguatirkan dirinya dan juga Kekaisaran wilayah tengah.
Dan untuk ketiga Kaisar yang lain mereka terlihat senang karena sebagian anggotanya telah dekat dengan keluarga Excel dan berbaur bersama mereka.
"Selamat datang kembali di hari kedua turnament beladiri benua dewa, sebelumnya saya meminta maaf akan tertundanya acara ini.
Kali ini aturan telah berubah, dimana yang saya katakan kemarin dihari ini akan ada pertandingan antar tim, karena pertarungan antar tim tidak akan menonjol bakat tiap peserta maka aturannya kita ubah menjadi menjadi 1 lawan 1, dan setiap pemenangnya akan mendapatkan 10 point.
Selain itu peserta juga diperbolehkan menggunakan senjata miliknya, agar bisa menunjukan keahlian mereka yang sebenarnya.
Aturan didalam arena masih tetap, dilarang membunuh, dilarang menggunakan racun, dan jika ada peserta yang menyerah dilarang melukainya.
Setiap nama akan diundi secara acak menurut nomernya masing-masing yang berada pada cincin peserta yang kalian miliki.
Turnament beladiri dihari kedua dimulai"
Dong
Suara gong terdengar sebagai tanda jika turnament beladiri dimulai, seperti dihari pertama para juri dan wasit menempati tempatnya masing-masing.
"Nama yang keluar dari batu prasasti segera datang ke arena..."
Bhuuuzzzhh
-Jun Long Vs akademi Dewa bintang.
-Jun Jingyi Vs akademi Dewa Api.
-Akademi dewa abadi Vs Jun Moon.
-Akademi Pill Dewa Vs Jun Mei.
Setelah nama muncul dibatu prasasti membuat gaduh suara penonton yang ingin bertaruh untuk jagoan mereka masing-masing.
Tim Phoniex yang disebut namanya segera kegirangan karena akan menjadi pertama yang bertanding di arena, segera ibu-ibunya memberikan kata-kata semangat kepada Putri-putrinya.
"Jangan takut, hajar lawanmu, oke"
"Siap, ibu"
"Hehehe, aku sudah tidak sabar"
"Baiklah segara kalian berempat memasuki arena"
Jun Mei, Jun Jingyi, Jun Long dan Jun Moon berjalan menuruni anak tangga dengan cepat dan lincah, demikian juga dengan keempat akademi itu juga segera memasuki arena.
Excel tidak perduli dengan perubahan aturan yang memberatkan timnya dan juga tidak kuatir sama sekali, dia sudah menduga hal ini akan terjadi.
"Menantuku, aku tidak berharap hal ini bisa berubah di turnamen kali ini"
Kata Kaisar Dongbu yang merasa bersalah kepada Excel yang sudah dianggap menantunya sendiri.
"Hehehe, tidak masalah. Dengan aturan ini akan menunjukkan potensi setiap peserta.
Mungkin mereka berpikir tim Phoniex hanya bisa kuat karena jumlah pesertanya...!!"
Balas Excel tanpa menyalahkan siapapun orangnya yang merubah aturan pertandingan beladiri.
"Syukurlah jika kamu mengerti... Hahaha"
Saat Kaisar dan Excel berbicara, Patriack Sekte Xiao hanya diam dan merasa bersalah karena dia sebagai ketua panitia turnament beladiri, dia juga tidak bisa menolak aturan yang disepakati semua juri dan anggota panitia.
__ADS_1
"Hahaha, gadis kecil kamu harus hati-hati"
"Paman juga harus hati-hati, oke"