
Chapter 257. Kemunculan Roh Api Asyura.
Ratusan ribu benih Api Asyura berputar semakin cepat dan cepat mengelilingi Guru Agung yang melayang diudara.
Benih Api Asyura itu berada di kolam Api Asyura yang diam didalam dasar kolam, benih Api Asyura bergerak menuju kolam ujian melewati dibawah tanah karena resonansi hubungan sakral antara Guru Agung dan benih Api Asyura.
Tempat kolam ujian semakin lama semakin panas, hingga semua orang yang berada di tempat ujian mulai bergerak menjauhi kolam itu.
Jasmine dan Lavender segera berkumpul dengan kedua orangtuanya, mereka juga mulai gelisah melihat perubahan Guru Agung yang sedang dikelilingi benih Api Asyura.
Wilayah Ras Asyura juga merasakan lagi panas yang menyengat dan buru-buru menuju area tempat ujian. Saat mereka tiba, mereka melihat Guru Agung yang melayang diudara dengan duduk bersila.
"Mundur semuanya!"
Raja Asyura yang merasakan panas Api Asyura memerintahkan semua orang untuk menjauhi tempat ujian, segera banyak orang melesat terbang dan melayang diudara.
Kemudian, banyak orang yang melayang diudara masih melihat kearah Guru Agung yang dikelilingi benih Api Asyura dan cairan magma.
"Ayah, apa yang terjadi dengan Guru Agung?" tanya Jasmine yang kuatir dengan situasi saat ini, apalagi orang yang dia cintai sepertinya tidak menyadarinya jika sedang dikelilingi oleh benih Api Asyura.
"Entahlah, aku juga tidak tahu, kejadian seperti ini belum pernah terjadi semenjak dahulu, mungkin hanya kakek-mu bisa menjawab semua ini!" kata Raja Asyura kepada putrinya.
"Apa Guru Agung baik-baik saja?" kini Lavender yang bertanya kepada ayahnya, dia juga kuatir jika orang yang dia cintai terluka karena Api Asyura.
"Yakinlah, Guru Agung baik-baik saja dengan panasnya benih Api Asyura. Apa kalian tidak ingat dengan api kecil di ujung jarinya tadi...! Apinya lebih panas dari benih Api Asyura ini!" kata Raja Asyura pada putri kecilnya, Lavender.
"Hahmm... Syukurlah!"
"Api apa yang dimiliki Guru Agung? Api sekecil itu saja sudah sangat panas apalagi sebesar ibu jari!" kali ini isteri Raja Asyura yang bertanya. Raja Asyura berpikir sejenak dan mengingat api apa yang dimiliki Guru Agung.
Dalam ingatan Raja Asyura, api milik Guru Agung sangat aneh, dari warna yang merah, coklat, putih biru. Dari keempat warna api yang terlihat, warna kecoklatan yang paling dominan, apalagi saat merasakan api milik Guru Agung ada rasa dingin yang menusuk tulang.
"Didalam catatan sejarah api di alam semesta, tidak mencatat spesifik api yang dimiliki Guru Agung. Tetapi, ada satu hal yang membuat sedikit aku mengenal api aneh itu. Api itu mirip Api Surgawi tingkat 11, yaitu Chilling Bone Flame.
Api surgawi jenis Chilling Bone Flame, memiliki 2 unsur, yaitu panas dan dingin.
Chilling Bone Flame, memiliki ciri warna putih kebiruan. Sedangkan api milik Guru Agung aku tidak tahu jenis api apa itu...!"
Raja Asyura juga kebingungan dengan jenis api itu, padahal Raja Asyura adalah seorang Alchemist tingkat Dewa yang seharusnya mengenali semua jenis api di Alam Semesta Aurora ini.
"Aku kira api itu hasil transformasi atau api yang bermutasi!" tiba-tiba Lu Bai ikut berbicara dan sedikit mengetahui jenis api yang dimiliki Guru Agung, semua orang melihat kearah Lu Bai.
"Hahmm... Guru Agung sungguh misterius! " Lu Bai mengambil nafas panjang dan menghembuskan secara berlahan, dan penasaran dengan sosok anak muda yang kemampuannya di luar nalar pemikiran mereka.
"Apa yang dikatakan Raja Asyura memang ada tepatnya. Api milik Guru Agung adalah Api Surgawi jenis Chilling Bone Flame yang ciri-ciri sangat jelas dengan 2 unsur panas dan dingin.
Entah bagaimana caranya Guru Agung mampu membuat Api Surgawi mampu meningkatkan api-nya hingga mencapai ketinggian seperti ini!" Lu Bai berbicara kepada semua orang yang berada didekatnya, dia berhenti berbicara untuk mengambil nafas.
"Kita semua pasti tahu, betapa langka-nya Api Surgawi, tingkat tertinggi Api Surgawi adalah jenis Emperor Flame. Di atasnya baru api milik kalian, Api Asyura. Jika tebakanku tidak salah, jenis api yang dimilki Guru Agung adalah Api Kuno...!"
Deg
Jantung semua orang seakan-akan berhenti saat Lu Bai mengatakan hasil pemikirannya, sekali lagi tubuh mereka gemetaran, semua orang tahu jenis Api Kuno benar-benar langka, lebih langka dari Api Surgawi.
Bang....
Ledakan di dasar kolam, seketika semua orang melihat lagi dimana Guru Agung masih melayang diudara dengan mata masih terpejam.
Pusaran kolam ujian semakin intens, energi Qi semesta mulai ter-aglomerasi disekitarnya Guru Agung. Banyak orang yang mulai ketakutan dan bergerak mundur dan terus mundur.
Wilayah Ras Asyura mulai bergemuruh ketika badai tornado api mulai terbentuk.
"Ayo kira buat Formasi Perlindungan bersama-sama!" Raja Asyura memerintahkan semua kekuatan membuat perisai pelindung agar badai tornado api tidak menghancurkan sekitarnya.
Segera banyak kekuatan mengelilingi area tempat ujian. Raja Asyura segera mengeluarkan energi spiritual-nya dan diikuti semua orang.
__ADS_1
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Jarak 500 meter dari Guru Agung sebagai pusat tornado api segera terbentuk perisai pelindung, energi spiritual para kultivator membentuk sebuah mangkok yang saling terhubung.
Bang....
Tidak berselang lama satu benih Api Asyura memasuki tubuh Guru Agung, suara ledakan teredam didalam tubuh Guru Agung bisa didengar telinga semua orang, "Bang... Bang... Bang..." satu per satu benih Api Asyura memasuki perut Guru Agung, ledakan demi ledakan teredam membuat suasana makin mencekam.
Magma yang menjadi tornado api setiap detik semakin membesar, energi spiritual setiap orang juga semakin deras dikeluarkan untuk melindungi wilayah sekitar tempat ujian.
"Hah... Sayang sekali benih Api Asyura yang langka sekali hanya memilih orang yang dikehendaki...!" desah salah satu Komandan pasukan Asyura, dia iri melihat benih Api Asyura memilih orang lain dan bukan dari Ras Asyura.
"Sungguh beruntung Guru Agung ini...!"
Raja Asyura juga terlihat iri, melihat ratusan ribu bibit Api Asyura satu per satu memasuki dantian Guru Agung, tidak hanya Raja Asyura yang iri, tetapi Jasmine, Lavender dan pihak dari Istana Surgawi juga menginginkannya.
Benih Api Asyura itu mampu meningkatkan kekuatan atribut api setiap kultivator, banyak Ras Asyura selalu menginginkan benih Api Asyura. Nilai benih Api Asyura tidak kalah dengan Api Surgawi jenis Volcano Stone Flame, yang duduk pada peringkat 17 Api Surgawi.
Jika ada yang mampu menjinakkan bibit Api Asyura sudah pasti akan menjadi perebutan banyak kultivator. Bagi seorang Alchemist dan ahli Smelting benih Api Asyura adalah harta yang sangat berharga.
Memiliki sejenis Api Surgawi saja mampu membuat prestasi seseorang tanpa batas, apalagi memiliki jenis benih Api Asyura. Benih Api Asyura juga mampu ditingkatkan hingga menjadi Kaisar Api Asyura, karena itu banyak orang yang iri.
"Raja Asyura, kenapa anda tidak berusaha mengambilnya jika benih Api Asyura itu sangat berharga?" tanya Yu Guan yang tidak tahu apa-apa tentang benih Api Asyura.
"Tidak mudah mendapatkan benih Api Asyura. Api ini sama dengan Api Surgawi yang memiliki jiwa, sudah banyak dari kita menjinakkannya tetapi selalu berakhir kematian. Aku pernah berusaha menjinakkannya saat itu, tetapi gagal dan hampir merenggut nyawaku, bahkan leluhur Ras Asyura juga terluka parah karena berusaha menyerapnya!" jawab Raja Asyura yang ketakutan saat berbicara.
Benih Api Asyura yang berwarna hitam tampak tidak berbahaya jika dilihat, tetapi saat didekati api itu akan menyerang, sudah banyak Ras Asyura yang mati karena berusaha ingin memilikinya.
Ratusan ribu benih Api Asyura terus-menerus memasuki tubuh Guru Agung dan tornado api juga semakin mengeluarkan hawa panas yang mengerikan, semua orang tiada henti mengeluarkan energi spiritual untuk melindungi area sekitar agar tidak terbakar.
"Klik! "
"Haa... Bagaimana mungkin membuat Formasi hanya dengan jentik-an jari...!" Jasmine tidak percaya dengan apa yang dia lihat hingga dia mengucek matanya.
"Hah... Guru Agung itu monster nyata, 4 profesi utama berada tingkat Mahadewa!" Yu Guan mendesah dan secara tidak sadar dia mengungkapkan kemampuan gurunya, segera dia menutup mulutnya karena keceplosan berbicara.
"Apa...!"
Sontak semua orang tercengang mendengar perkataan pemimpin Istana Surgawi. Jasmine dan Lavender langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah berteriak histeris, mata mereka berdua semakin berbinar-binar dan melihat Guru Agung.
Setelah Excel membuat Formasi Pelindung, kedua telapak tangannya dia gerakan didepan perutnya, tetap berada di dantian-nya, kedua tangan itu saling tumpang tindih dan dua ibu jari saling menyentuh. Duduk bersila dan kedua tangannya saling bertumpu dengan mata terpejam.
Seketika benih Api Asyura yang mengetahui niat Excel segera bergerak dan melesat memasuki dantian secara teratur, tornado api makin dahsyat berputar-putar saat benih Api Asyura memasuki orang pilihannya.
Tubuh Excel semakin menyala dengan nyala Api Kuno, apinya semakin panas dan panas, panasnya sudah melebihi panasnya Api Kuno itu sendiri.
Rambutnya juga ikut menyala seperti terbakar tapi tidak terbakar, rambutnya terlihat hidup seakan-akan menari-nari, kulit tubuh Excel juga terlihat mengering dan secara berlahan mengelupas, setelah mengelupas kulitnya sangat halus lebih halus dari sebelumnya.
Boom....
"Astaga... Apa ini energi terobosan..." Raja Asyura terkejut saat melihat ledakan energi yang keluar dari tubuh Guru Agung.
"Terobosan tingkat apa ini?" kata Yu Guan yang tidak mengenali tingkat kekuatan gurunya.
"Aku tidak tahu, aku rasa Guru Agung telah melampaui kekuatan Alam Semesta ini!" Yang Wei juga kebingungan dengan terobosan yang dialami Guru Agung.
Wuuuuussshh
"Astaga...!!! Ke-kekuatan ini melebihi Sang Void... Tidak, tidak... Ini tingkat yang lebih tinggi lagi...!"
Tiba-tiba seorang kakek-kakek muncul untuk melihat kegaduhan diwilayahnya, awalnya dia tertidur untuk memperpanjang usia, dia terbangun karena merasakan panas yang melebihi Api Asyura, selain itu dia merasakan tekanan kekuatan yang melebihi kekuatan Alam Semesta Aurora.
"Kakek!"
__ADS_1
"Ayah! "
"Leluhur! "
Jasmine dan Lavender langsung menerjang kakeknya yang telah lama tertidur, demikian juga dengan Raja Asyura dan bawahannya yang menyapa Kakek tua itu.
Kakek hanya tersenyum dan kembali melihat Guru Agung yang tidak ia kenal. Leluhur itu bernama Xiang Ri Kui, ayah Jasmine dan Lavender bernama Ju Hua, dan ibunya bernama Bai He Hua.
"Siapa anak muda itu? Lalu apa yang sedang terjadi disini?" tanya Xiang Ri Kui dengan melihat Raja Asyura.
Kemudian, Raja Asyura berbicara secara berlahan dari awal dia ingin menyerang Istana Surgawi hingga apa yang terjadi saat ini.
"Ayah... Ayah... Ayah..."
Excel yang memejamkan mata dan kesadarannya yang memasuki dantian-nya melihat benih Api Asyura yang memanggilnya dengan sebutan 'Ayah'.
"Apa kamu anak-ku?" tanya Excel yang tidak tahu maksud dari ucapan benih Api Asyura itu. Saat Excel bertanya pada bibit Api Asyura, tiba-tiba ratusan ribu benih Api Asyura itu berkumpul dan membentuk sosok tubuh seorang wanita dewasa.
"He Hua...!" Excel berseru kaget melihat sosok wanita dewasa itu yang sangat cantik bahkan kecantikannya melebihi Yuke. Excel menjadi teringat dengan wanita yang bernama He Hua ini.
"Suami... Hiks.... Aku menunggumu sangat lama sekali...!" He Hua langsung menerjang kearah Excel dan memeluk tubuh suaminya, dia menangis sejadi-jadinya.
"He Hua, maafkan aku yang tidak bisa menemanimu...! Maafkan aku, maafkan aku." Excel juga memeluk erat tubuh He Hua dan juga meneteskan air matanya, Excel merasakan rasa sakit dihatinya saat melihat He Hua yang menangis.
"Kamu bodoh, bodoh, bodoh...! Kenapa kamu pergi meninggalkan aku hanya demi menyelamatkan aku dan anak-anakmu... Hiks... Hikss"
"A... Aku ... Aku ... Aku hanya ingin kamu bahagia dan merawat keturunan kita!" Excel Felix kebingungan bagaimana harus menjelaskannya.
"Apa...! Kamu mati terbunuh hanya demi aku bahagia... Bodoh. Kamu benar-benar bodoh...!! Apa gunanya aku bahagia jika kamu mati... Buat apa aku hidup hanya terus menerus meratapi kepergian-mu... Hiks... Hiks." He Hua menangis sejadi-jadinya dan selalu menyalahkan Excel yang egois demi menyelamatkan dirinya, dan keturunannya.
"Yang Mulia!"
Di luar, semua orang tercengang saat melihat kemunculan Roh Api Asyura yang memasuki tubuh Guru Agung, semua orang langsung menyapanya. Keturunan Ratu Api Asyura buru-buru bersujud di tanah dan tidak berani mengangkat kepalanya.
Hanya ketiga Leluhur Suci dan kedua murid Excel yang tidak ikut bersujud, Yu Guan dan Sun Hongli kebingungan melihat Ras Asyura bersujud saat melihat kemunculan Roh Api Asyura.
"Hah... Dia adalah Roh Ratu Api Asyura...!" Yang Wei mendesah karena dia mengenalkan sosok Roh yang memasuki tubuh Guru Agung.
Kemudian, Yang Wei menceritakan sejarah Kaisar Api Asyura dan Ratunya kepada Yu Guan dan Sun Hongli, kejadian itu terjadi pada masa jaman kuno.
Setelah kemunculan Roh Api Asyura dan memasuki tubuh Guru Agung, keadaan berangsur-angsur normal kembali. Badai tornado api menghilang dan Ras Asyura yang bersujud kembali berdiri.
Semua orang kembali melihat Guru Agung yang tubuhnya masih diselimuti api. Dimata mereka semua, Guru Agung kini menjadi sosok yang paling dihormati.
"Kenapa Guru Agung menangis...!!"
"Iya, aku juga melihatnya menangis!"
Guru Agung yang menangis membuat semua orang bertanya-tanya dan melihat Leluhur Ras Asyura, tetapi saat melihat Leluhur Xiang Ri Kui, tubuhnya gemetaran dan juga ikut menangis.
Boom....
Ledakan energi kuat keluar dari tubuh Guru Agung dan tubuhnya sangat bercahaya, dalam sekejap cahaya itu kembali menghilang.
Bhuuuzzzhh
Mata Guru Agung terbuka dan terlihat dengan jelas matanya mengeluarkan api warna putih dan hitam, jika Excel tidak membuat Formasi Pelindung sudah dipastikan Alam Keabadian menjadi hancur, bahkan mungkin kehidupan yang berada di Alam Keabadian menjadi musnah.
Kemudian, setelah Excel membuka matanya, dia melihat semua orang dan tersenyum, lalu matanya tertuju pada Leluhur Ras Asyura.
"Ayah!"
Leluhur Ras Asyura kembali bersujud saat mengenali sosok Guru Agung yang mengeluarkan aura yang hanya dimiliki Kaisar Api Asyura.
(Revisi √)
__ADS_1