Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 246 Cao Litian.


__ADS_3

Chapter 246 Komandan 10 juta pasukan surgawi, Cao Litian.


Yu Guan menghela nafas lagi saat dia melihat sosok orang yang akan membuat keributan di istana surgawi, dia adalah orang yang membawahi 10 juta pasukan surgawi.


Pria itu berdiri di menara pengawas alam keabadian, dia muncul manakala mendengar desas-desus jika Mu Bao akan meminang Zhu Rong.


"Mu Bao, keluar kamu."


Pria itu berteriak kencang dengan penuh energi, suaranya mampu mengetarkan alam keabadian, dia Cao Litian sosok legenda yang pernah memusnahkan ras inti kehidupan dengan dukungan dari Wei Yan jutaan tahun yang lalu.


Cao Litian juga memiliki sebuah sistem yang membuatnya cepat naik tingkat hingga tingkat dewa absolute level 10, karena sudah tidak dapat meningkatkan kekuatannya lagi Cao Litian menyerahkan lagi sistem itu pada pihak istana surgawi, tetapi sayangnya semua sistem yang telah dimanipulasi oleh ketiga leluhur suci telah menghilang dan hingga saat ini ketiga leluhur suci masih belum mengetahui siapa dalang itu.


Cao Litian juga mempunyai andil besar dalam pembunuhan para jenius yang diberikan sistem, dan kristal energinya akan diambil dan diserahkan kepada leluhur suci, sebagai imbalannya Cao Litian akan mengambil semua hartanya.


Dengan menghilangnya sistem, ketiga leluhur suci hanya berasumsi jika sistem itu telah diambil oleh Ratu alam semesta aurora, sehingga mereka hanya bisa pasrah dan tidak melanjutkan lagi proyek mereka yang sudah dijalani ratusan juta tahun.


"Mu Bao, keluar kamu yang berniat menikahi kekasihku...!"


Sekali lagi Cao Litian berteriak kencang dan membuat semua orang yang berada dikediamannya keluar dan bergerak menuju dimana suara itu berasal.


"Itu pasti komandan Elang...!"


"Benar, itu pasti dia... Ayo kita kesana."


Semua orang buru-buru menujuk tempat dimana Cao Litian berada, Cao Litian juga dijuluki si Elang karena sosoknya yang sering membunuh banyak para jenius yang diberi sistem.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Mu Bao akhirnya keluar dari istana surgawi dan melesat menuju Cao Litian berada dengan diikuti beberapa bawahannya, Yu Guan dan Sun Hongli hanya diam dan mengamati dari puncak pulau pemantauan alam semesta dan tidak akan ikut campur urusan mereka selama tidak membahayakan istana surgawi.


"Apa kamu ingin bertarung sampai mati" kata Cao Litian kepada Mu Bao saat baru tiba.


"Hahaha, tenang saudaraku, aku bukan musuhmu, aku memang berniat meminang Zhu Rong dengan tujuan agar kamu muncul." jawab Mu Bao kepada Cao Litian, ini sudah bagian dari skema Mu Liang yang berharap jika Cao Litian akan berkata begitu.


"Apa kamu pikir aku bocah bau kencur yang mudah kamu tipu dengan alasanmu ini... Cih, kamu terlalu meremehkan ku. Jika kamu ingin menemuiku kenapa tidak datang dikediaman ku...hah" Cao Litian sangat marah mendengar alasan yang tidak masuk akal.


"Hahaha... Saudaraku sabar dulu, memang aku bisa datang ketempatmu, tetapi dengan tujuanku mungkin kamu tidak akan merespon dan malah akan meremehkan musuh kita bersama...!" Mu Bao menjelaskan niatnya, Cao Litian mengerutkan keningnya dan penasaran dengan musuh bersama yang dikatakan oleh Mu Bao.


"Apa maksudmu?"


"Aku tahu Zhu Rong adalah orang yang kamu cintai, mungkin berita itu sengaja disalahkan oleh penyebar berita itu, aku sebenarnya berniat meminang Piaoliang yang merupakan murid pertama dari Zhu Rong, tetapi keinginan ku sudah pasti akan ditolaknya, karena itu aku tidak mengklarifikasi kesalahan berita itu, dengan niat supaya kamu muncul ditempat umum sehingga kita bisa bekerja sama.


Apa kamu tidak tahu jika ada murid inti baru dekat dengan Zhu Rong?" jelas Mu Bao kepada Mu Liang.


"Murid inti baru kamu anggap sebagai musuh bersama, apa aku tidak salah dengar... Kamu jangan mempermainkan aku, dengan kekuatan dewa absolute level 98 siapa yang berani mengganggu kekasihku...!" balas Cao Litian yang tidak percaya dengan penjelasan dari Mu Bao.


"Hahaha... Sudah aku duga kamu tidak akan percaya. Murid inti baru itu bernama Excel, beberapa hari yang lalu mereka berdua pergi menuju zona luar wilayah utara, mereka bersama selama 2 hari dan dihari ketiganya mereka menghilang dan Zhu Rong kembali saat sore hari.


Apa yang dilakukan 2 orang yang berbeda jenis disaat mereka berduaan, kamu tahu jika Zhu Rong tidak pernah dekat dengan pria manapun bahkan jika itu murid istana surgawi...!" Mu Bao sengaja memancing kecemburuan Cao Litian dengan mengatakan begitu.


"Bangsat...! Dimana Excel itu... Excel, keluar kamu"


Mu Bao senang dalam hatinya disaat umpannya digigit oleh Cao Litian, Cao Litian berteriak marah dengan memanggil nama Excel, sekali lagi suara Cao Litian memekikkan telinga.


"Excel.... Keluar kamu"


Excel yang sedang berada di air terjun surga juga mendengarkan suara Cao Litian dan Cai Wenji juga sudah berbicara mengenai sosok Cao Litian.


"Seperti aku harus benar-benar membunuh 1 orang agar para monyet ini tidak berjingkrak-jingkrak depanku, jika perlu aku hilangkan separoh kehidupan dialam keabadian hanya untuk memperingatkan para monyet yang lainnya" kata Excel didepan semua wanita, termasuk leluhur goddess palace yang sudah berkenalan dengan Excel, seperti perkiraan Zhu Rong jika Fairy Diao akan sama seperti dirinya dan semua murid goddess palace yang langsung jatuh cinta saat pertama kali bertemu tanpa harus berkenalan terlebih dahulu.

__ADS_1


Excel yang tadinya tiduran di karpet merah berbulu dan Cai Wenji sebagai tumpuhan kepalanya akan berdiri, tetapi segera ditahan oleh Zhu Rong yang duduk disebelahnya.


"Jangan respon dulu keinginan Mu Bao, ini sudah bagian dari rencananya agar kamu dan Cao Litian saling membunuh dan dia akan mengambil keuntungan." Zhu Rong segera menjelaskan niat Mu Bao kepada suaminya.


"Hmmm... Baiklah, kita hiraukan saja mereka kalau begitu. Lalu apa pilihan kalian, seperti yang aku katakan tadi, aku akan selalu adil dan memberlakukan kalian secara merata dan tidak akan membeda-bedakan status kalian...."


"Excel pengecut, keluar kamu... Apa kamu takut melawanku"


Cao Litian terus menerus berteriak keras memanggil Excel berkali-kali hingga membuat alam keabadian merasa terganggu dengan suara Cao Litian.


"Excel, aku akan seperti ini terus hingga kamu muncul dan menerima tantangan ku dengan pertarungan sampai mati..."


Yu Guan dan Sun Hongli hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan kembali melakukan aktivitas sehari-hari, banyak orang memblokir indera pendengarannya karena suara Cao Litian yang sangat keras.


Cao Litian terus menerus berteriak memanggil Excel selama 3 hari 3 malam tanpa henti, bahkan dia berteriak sambil tiduran di menara pengawas alam keabadian.


Excel tidak perduli dan selama 3 hari didunia luar Excel tinggal didunia jiwa bersama Zhu Rong, Fairy Diao dan semua murid goddess palace, Excel juga telah memberikan segel pertama kepada mereka semua termasuk Fairy Diao, Excel juga telah meregenerasi sel-sel tubuh dari Zhu Rong dan Fairy Diao agar menjadi muda lagi, perbuatan Excel membuat semua murid Zhu Rong menjadi iri dan akhirnya mereka juga di beri pil regenerasi tulang dan tubuh mereka agar awet seperti usia 17 tahun, pemberian Excel membuat semua wanita menjadi bahagia dan mereka melakukan malam pengantin yang sangat panjang bersama-sama dengan Lianshi, Mei Mei dan semua perempuan setengah ular yang sudah menjadi manusia murni.


Menghilangnya Zhu Rong dan semua muridnya juga menjadi perhatian banyak orang, banyak gosip jika Zhu Rong meninggalkan goddess palace bersama muridnya demi menghindari niat Mu Bao dan Cao Litian.


Mengetahui jika istana dewi benar-benar kosong dan Zhu Rong tidak diketahui keberadaannya, semakin membuat Cao Litian marah bahkan berniat menghancurkan istana dewi, untung saja tindakan Cao Litian di cegah oleh Sun Hongli sebagai pemimpin divisi penegak hukum istana surgawi, jika tidak istana dewi akan benar-benar hancur.


Menghilangnya Zhu Rong beserta muridnya, disusul menghilangnya murid perempuan luar dan murid dalam istana surgawi, akhirnya mau tidak mau Yu Guan dan Sun Hongli dan dibantu oleh beberapa divisi memobilisasi pasukan surgawi mencari keberadaan para murid perempuan.


"Hah.... Apa ini juga permainan dari bocah nakal itu yang sengaja membuat kekacauan istana surgawi?" desah Yu Guan yang semakin pusing dengan situasi ini, Yu Guan banyak menerima laporan dari kekecewaan para murid pria yang telah kehilangan semangatnya.


"Bisa jadi. Menghilangnya murid wanita tidak meninggalkan jejak sama sekali, jika ada robekan dimensi seharusnya mudah diketahui saat tim penyidik yang mencari keberadaan para murid itu." Sun Hongli juga telah ikut menyelidiki-nya.


"Ini sudah hari ketujuh dan bocah nakal itu juga belum kembali dari hutan belantara, apa yang dia lakukan selama itu disana...!!" Yu Guan semakin hari semakin gelisah karena tidak ada berita Excel.


"Lebih baik pemimpin Guan melaporkan ini kepada leluhur suci agar mereka mencari keberadaan bocah nakal itu."


Yu Guan akhirnya melaporkan kondisi istana surgawi yang menjadi kacau dan juga keberadaan Excel yang tidak diketahui selama 7 hari ini, ketiga leluhur suci menghela nafas ketika Yu Guan meminta bantuan mereka, tanpa Yu Guan melaporkan situasi sekarang mereka bertiga sudah mengetahuinya, hanya saja selama ini mereka bertiga selalu diam.


"Bocah kamu keterlaluan membuat kita semua sibuk mencarimu..." Zhuting sangat marah bahkan sebelum dia memberikan kesempatan Excel untuk menyapanya.


Lalu Excel mengeluarkan batu giok perekam dan menyerahkan kepada Zhuting, setelah melihatnya akhirnya Zhuting mengerti dan meredam kemarahannya selama 14 hari ini.


"Hahaha... Jadi begitu, aku kira kamu pergi dengan sengaja dan tidak kembali lagi sebagai murid inti istana surgawi..."


"Kamu tahu betapa susahnya mencari sisa-sisa anggota tengkorak hitam setelah aku membunuh Meng Ho... Karena itu aku belum kembali, tetapi aku juga minta maaf tidak bisa mencari keberadaan 21 wanita itu..."


Excel berpura-pura tidak tahu dengan keberadaan 21 murid Zhu Rong, Zhuting menghela nafas dan menceritakan jika 21 murid itu telah kembali, tetapi dihari berikutnya menghilang lagi bersama dengan Zhu Rong dan seluruh murid perempuan istana surgawi.


"Misi kali ini semakin berat jika begitu..." kata Excel dengan memijat pelipisnya seakan-akan dia ikut pusing memikirkan situasi istana surgawi saat ini, apalagi misi mencari keberadaan para perempuan menjadi tugasnya.


"Excel, apa kamu sekarang menjadi wanita yang selalu bersembunyi... Hahaha"


Suara Cao Litian kembali terdengar dan membuat Excel mengerutkan keningnya, lalu Excel yang masih berpura-pura tidak tahu melihat Zhuting seakan-akan kebingungan dengan suara yang menghina dirinya.


"Hmmm.... Dia adalah orang yang menyukai Zhu Rong, karena hasutan dari Mu Bao dia selalu berteriak selama 14 hari ini..." ucap Zhuting dengan menjelaskan siapa itu Cao Litian.


"Hehehe... Menarik, peringatan ku yang sengaja tidak membunuh Mu Liang tidak membuat yang lain mengerti. Baiklah jika itu keinginan mereka, mungkin dengan membunuh 1 atau 2 orang akan membuat yang lainnya diam." Excel terkekeh setelah Zhuting selesai berbicara, Zhuting hanya menghela nafas dan sudah menyiapkan dirinya secara mental karena kehilangan dua orang hebat akan melemahkan kekuatan istana surgawi, dengan melemahnya kekuatan istana surgawi sudah dipastikan akan membuat para musuhnya senang, terutama dengan ras kelelawar darah yang berada di zona dalam hutan belantara.


"Aku akan menemuinya..."


Bhuuuzzzhh


Excel menghilang dari hadapan Zhuting, saat dia dalam keadaan melamun saat memikirkan ras kelelawar darah yang menjadi musuh berat istana surgawi.


"Hmmm.... Semoga saja ras kelelawar darah tidak mengetahui kejadian hilangnya komandan utama istana surgawi dan juga wakil pimpinan istana surgawi..."

__ADS_1


Zhuting buru-buru mengikuti Excel yang menuju ke menara pengawas alam keabadian, sesampainya disana Excel sudah berhadapan dengan Cao Litian.


"Apa kamu Excel si bocah nakal itu?" kata Cao Litian dengan nada sombongnya dan menahan amarahnya, dia sedang memeriksa orang yang membuatnya menunggu dan berteriak selama 14 hari.


"Menurutmu apa ada orang yang lebih tampan dari aku sehingga kamu tidak mengenaliku..." balas Excel dengan nada yang juga ikut sombong.


"Hahaha... Bagus, bagus. Kamu memang tampan tetapi apa ketampanan itu bisa bertahan lama dengan kamu yang lemah..." Cao Litian tertawa terbahak-bahak mendengar Excel membanggakan ketampanan-nya.


"Tentu, aku bisa seperti ini tanpa sistem, sedangkan kamu...! Hahaha." ganti Excel yang ketawa dan perkataan Excel mengejutkan Cao Litian, dia tidak berharap jika bocah nakal didepannya ini mengetahui rahasianya yang dulu pernah memiliki sistem yang membuatnya cepat naik tingkat.


"Apa kamu memiliki sistem juga?" tanya Cao Litian yang ingin tahu identitas sebenarnya bocah nakal ini, dia penasaran saat melihat bocah nakal ini yang masih muda tetapi sudah memiliki kekuatan setingkat dewa absolute level 75 menurut informasi dari Mu Liang.


"Bodoh, mana ada sistem yang mampu meningkatkan kekuatan hingga mencapai level lebih tinggi dari level 10."


"Bajingan ini...." batin Cao Litian dengan mengeretakkan giginya dengan hinaan dari bocah nakal didepannya, karena dia juga tahu jika sistem hanya mampu meningkatkan kekuatan dewa absolute hingga level 10.


"Katakan dimana Zhu Rong? Apa yang sudah kamu lakukan dengannya?" tanya Cao Litian yang sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan Zhu Rong yang dikabarkan jika bocah nakal ini dekat dengannya.


"Aku tidak tahu, jikapun aku tahu tidak mungkin aku memberitahukan dirimu." jawab Excel dan memberikan senyuman kecil seolah-olah Cao Litian tidak layak bagi Zhu Rong.


"Berarti selama ini kamu yang telah menculik Zhu Rong ku dan juga semua murid perempuan istana surgawi... Hah.!" Cao Litian langsung menuduh Excel menjadi dalang dibalik menghilangnya semua wanita di istana dewi dan juga semua murid perempuan.


"Ckckck... Jika kamu berbicara tunjukan bukti dulu, ingat perkataanmu bisa membuat bencana bagi dirimu dan juga orang disekitarnya..." Excel berdecak lidah saat dirinya dituduh oleh Cao Litian.


"Bajingan mati kamu...."


Wuuuuussshh


Bhuuuzzzhh


Cao Litian langsung menyerang Excel dengan kecepatan tinggi dan akan memukul kepalanya, tetapi Excel tiba-tiba menjadi asap dan muncul dibelakang dengan jarak 30 meter dan tersenyum.


"Apa ini dewa absolute level 98 yang selalu di bangga-banggakan... Ckckck. Bahkan jika itu setingkat Sang Void aku tidak takut, tingkat Sang Void hanya awal dari perjalanan seorang kultivator."


Deg


Detak jantung setiap orang yang mendengar Excel bicara seketika terhenti, dan kembali berdetak tetapi lebih lambat dari normalnya, ketiga leluhur suci juga kaget mendengar perkataan Excel, mereka masih tidak percaya jika tingkat Sang Void hanyalah awal dari seorang kultivator untuk mencapai kekuatan.


"Entah siapa yang mengatakan dewa absolute sebagai puncak kekuatan, seharusnya diganti saja, dewa absolute menjadi Half Void baru setelah itu mencapai sang Void.... Benar-benar bodoh orang yang mengganti nama itu." Excel kecewa dengan orang yang merubah nama tingkat Half Void diubah menjadi nama dewa absolute


Tubuh Cao Litian dan ketiga leluhur suci gemetaran saat mendengarkan Excel berbicara tentang kebenaran yang mereka tidak tahu selama ini, Yu Guan, Sun Hongli dan semua orang yang mendengar Excel berbicara ikut gemetaran dan karena baru mengerti dengan tingkat kekuatan yang sebenarnya.


"Bahkan jika kalian terus melangkah ke tingkat yang lebih tinggi hingga mencapai puncak Sang Void level 100, kalian sudah mati sebelum menerobos tingkat Half Alfa, Jadi lebih baik kamu bermimpi saja sebelum benar-benar mampu mengalahkan aku.


Lebih baik kalian renungan kesalahan yang sudah kalian salah pahami selama ini, apa pantas kata mutlak itu....!"


Bhuuuzzzhh


Excel menghilang dan muncul dibelakang Cao Litian dan menepuk pundaknya, seketika tubuh Cao Litian menjadi kaku dan tidak bisa bergerak lagi, kecepatan Excel benar-benar diluar nalar.


"Bahkan kamu tidak bisa bergerak hanya dengan aku menepuk pundakmu, bagaimana kamu bisa membunuh ku...!" sekali lagi Excel membuka mata Cao Litian dan semua orang...


"Ini akibat dari kalian terlalu berambisi ingin mencapai puncak lebih cepat hingga memotong jalur panjang menjadi pendek..."


Bhuuuzzzhh


Excel kali ini menghilang dan muncul lagi disebelah Mu Liang yang sedang mengawasi di kejauhan, Mu Liang tidak menyadari jika Excel telah berada disebelahnya.


"Kamu juga, sudah tua masih saja terlalu berambisi ingin menjadi penguasa... Plak" setelah Excel selesai berbicara, dia menepuk pundak Mu Bao dan seperti Cao Litian, Mu Bao menjadi diam tanpa bisa bergerak maupun berbicara.


Bhuuuzzzhh

__ADS_1


Excel menghilang lagi dan tidak muncul lagi, setelah Excel menghilang suasana istana surgawi menjadi hening karena memikirkan perkataan Excel yang telah membuka pikiran mereka.


__ADS_2