
Chapter 307 Mundurnya Penjajah.
Yu Guan, Zhuting dan Sun Hongli bergerak sangat cepat, saat tahu mereka telah dikejar oleh Alex dan Leon. Kekuatan mereka bertiga tidak mungkin menandingi murid dari Nine Heaven Palace, kekuatan Yu Guan hanya berada pada tingkat Sang Void level puncak, sedangkan Sun Hongli berada pada tingkat Sang Void level 97 dan Zhuting pada level 95.
Wushhhh
Boom... Boom
Alex dan Leon menyerang dari jarak jauh saat merasakan aura dari musuhnya yang sangat dekat. Yu Guan dan kedua sahabatnya buru-buru keluar dari kekosongan.
"Cepat, jangan sampai mereka lolos..." kata Alex dengan tergesa-gesa mengejar musuhnya bersama Leon.
Tiba-tiba robekan kehampaan yang dirobek oleh Yu Guan segera menutup dengan cepat, bahkan fluktuasi energinya tidak bisa dirasakan oleh Alex dan Leon lagi.
"Sial, sial ... Apa-apaan ini...!" si Alex sudah frustasi yang gagal mengejar musuhnya, demikian juga dengan Leon yang wajahnya menjadi murung.
Kedua orang itu merobek kehampaan dan segera keluar, mereka berdua melihat disekitarnya dan mereka berada di tempat yang tidak mereka ketahui.
Alex dan Leon melepaskan kesadaran dan juga membuka mata Dewa nya, tetapi kesadaran dan juga mata Dewa nya tidak bisa menjangkau terlalu jauh, hanya mampu melihat dengan jarak 2 kilometer.
"Kak Alex, apa kamu tahu dimana kita sekarang...?" tanya Leon yang tidak lokasi dimana mereka sekarang.
"Aku juga tidak tahu..." jawab Alex sambil mengeluarkan batu giok komunikasi.
"Pemimpin, kita tersesat di tempat yang tidak kita ketahui, tolong berikan petunjuk." ucap Alex dengan mengirimkan transmisi suara di batu giok komunikasi.
Di markas Nine Heaven Palace, Qin Sha segera menerima komunikasi suara dari Alex, Qin Sha segera mengeluarkan batu giok komunikasi miliknya.
"Bagaimana mungkin mereka bisa tersesat...!" batin Qin Sha setelah mendengar berita dari Si Alex.
"Kalian tunggu di sana dan jangan pindah dari posisi, aku akan menjemput kalian!" jawab Qin Sha melalui batu giok komunikasi kepada Si Alex.
Segera Qin Sha merobek kekosongan dengan membawa alat pelacak energi spiritual milik Alex dan Leon. Si Alex yang mendapatkan balasan dari pemimpinnya, menjadi lega, dia kuatir alat komunikasinya tidak berguna di tempat ini.
"Kita tunggu saja disini, pemimpin segera menjemput kita...," ucap Alex kepada Leon.
Mereka berdua berada di gurun pasir yang tidak memiliki kehidupan apapun, hanya ada pasir dan bukit yang juga tertutupi pasir.
"Alam Semesta Aurora menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya!" gumam Leon dengan menatap langit yang cerah.
"Iya, aku ingin kembali saja, jika aku tahu alam ini sangat misterius, aku tidak bakalan mendaftarkan diri dalam ekspedisi saat itu!" Alex yang mendengar gumaman Leon segera membalas ucapannya.
"Apa informasi dari pemimpin tertinggi itu palsu?" tanya Leon yang merasa jika informasi yang diberikan pemimpin tertinggi Nine Heaven Palace tidak akurat, sehingga banyak kesulitan yang menimpa mereka.
"Ma Cho, Liu Guan dan teman-teman kita sudah meninggalkan kita terlebih dahulu, padahal mereka ikut hanya ingin menambah pengalaman, tetapi justru disini adalah akhir hidupnya!" ucap Alex yang sengaja tidak menjawab pertanyaan Leon.
"Mereka juga teman-teman ku ... Mm!" ujar Leon, setelah itu dia menghirup udara dan menghela nafasnya.
"Lihat disana...! Aku seperti melihat seseorang sedang mengawasi kita dari balik bukit itu...!" kata Leon dengan menunjuk kearah yang di telah melihat sesuatu. Alex segera mengikuti jari telunjuk Leon dan memicingkan matanya.
"Iya, aku juga melihat seseorang sedang mengintip kita dari balik bukit itu!" jawab Alex yang juga melihat sesuatu seperti sedang mengawasi mereka berdua.
"Ayo kita kesana, aku penasaran siapa mereka!" ajak Leon yang rasa penasarannya menggelitik hatinya.
Segera mereka berdua terbang menuju kearah orang yang mengawasinya. Tidak butuh waktu lama, mereka telah tiba. Kedua orang itu mencari orang yang mengawasinya tadi, tapi orang itu tidak diketemukan.
"Kemana dia? Apa kita hanya melihat fatamorgana karena efek panasnya gurun ini...!" tanya Leon pada Alex.
"Entahlah, aku tadi juga melihatnya!" jawab Alex dengan matanya melihat sekelilingnya.
Suara gemuruh terdengar dibawah Alex dan Leon, pasir dibawah mereka bergerak. Alex dan Leon menjadi waspada dan melihat pergerakan di bawah pasir yang semakin intens.
Wushhhh
Wushhhh
"Hati-hati...!" teriak Alex yang dirinya dan Leon diserang oleh sesuatu dari bawah pasir, serangan itu seperti gumpalan putih.
Boom... Boom
Alex dan Leon segera memukul dengan energi Qi, gumpalan putih itu seketika hancur dan berubah menjadi serat-serat putih. Kembali mereka berdua diserang lagi, tanpa musuh memperlihatkan dirinya.
Boom... Boom... Boom
Alex dan Leon terus-menerus diserang dari berbagai arah, dan mereka berdua juga terus menerus menghalau serangan itu dengan kepalan tangan.
Wushhhh
__ADS_1
Wushhhh
Karena terlalu banyaknya gumpalan putih menyerang Alex dan Leon, mereka berdua sangat kewalahan.
"Sialan, gumpalan ini adalah jaring laba-laba... Aaahhhh!!" Leon mengumpat dan mengetahui jika mereka diserang laba-laba, dirinya berteriak saat terperangkap jaring laba-laba.
"Leon...!"
Slingggg
Si Alex mengeluarkan pedangnya dan menebas jaring laba-laba yang menangkap Leon.
"Terima kasih...!"
"Ayo kita tinggalkan gurun ini..." kata Alex pada Leon, dan mereka berdua segera terbang dengan cepat, sambil menghindari serangan jaring laba-laba.
Boom... Boom
Ledakan demi ledakan bergemuruh di gurun pasir disaat mereka berdua ingin pergi dari tempat itu. Alex dan Leon segera sampai pada posisi semula dan tidak lagi mendapatkan serangan.
Bruk....
Tiba-tiba Leon terjatuh, terlihat wajahnya menjadi biru kehitaman. Di setiap kulit Leon terbentuk seperti serat-serat jaring laba-laba.
"Leon ada apa denganmu...!" si Alex sangat panik dan buru-buru mendekatinya. Alex segera mengangkat kepala Leon.
"I-ini racun laba-laba...!" jawab Leon dengan menahan rasa sakitnya.
Tubuhnya seperti di remukan dari dalam, setiap tulangnya seakan-akan patah.
"Cepat buka mulutmu, ini pil detoksifikasi racun!" perintah Alex dengan memasukan pil detoksifikasi racun saat Leon membuka mulutnya.
Setelah mengkonsumsi pil detoksifikasi racun, secara berlahan serat-serat yang menjalari tubuhnya mulai menghilang, wajahnya yang biru kehitaman kembali seperti semula.
"Hah! Ini laba-laba jenis apa, jaringan laba-laba itu mampu melumpuhkan tubuhku!" Leon mendesah lega saat dirinya telah pulih, dia heran dengan efek yang ditimbulkan jaring laba-laba itu.
"Aku tidak tahu, jika laba-laba itu keluar, kita bisa mengetahui jenisnya. Menurut ku laba-laba ini sangat berbahaya!" jawab Alex sambil berdiri disaat Leon telah pulih kembali.
Crash...
"Awas...!!" Alex kaget saat melihat kehampaan robek didepannya, lalu seorang Kakek keluar dari kehampaan itu. Mengenali siapa Kakek itu, Leon dan Alex segera membungkuk.
"Apa yang terjadi, kenapa kondisi kalian berantakan?" tanya Qin Sha saat melihat kondisi kedua murid Nine Heaven Palace.
"Kita diserang laba-laba gurun, pemimpin." jawab Alex dengan raut wajah menyedihkan.
"Laba-laba gurun...! Jangan-jangan itu laba-laba 7 warna, apa kamu terkena jaringnya, Leon?" Qin Sha sedikit kaget melihat pengakuan Alex dan melihat tubuh Leon yang masih terlihat habis keracunan.
"Benar, pemimpin. Untung saja senior Alex segera memberikan pil detoksifikasi racun, jika tidak, aku mungkin sudah lumpuh. Kita tidak tahu jenis laba-laba apa itu, karena laba-laba itu tidak menunjukkan dirinya saat menyerang kita berdua...!" jawab Leon kepada Qin Sha, dia menceritakan dengan sebenarnya dari gagal menangkap musuh yang berniat menghancurkan altar portal dimensi, hingga tersesat di tempat mereka berada saat ini.
"Ayo, kita segera kembali, aku masih harus memperbaiki altar itu, agar bala bantuan segera tiba. Semoga saja mereka belum memasuki altar portal dimensi dipusat, jika mereka sudah melintasi lorong dimensi, aku kuatir lorong itu bergeser!" ajak Qin Sha kepada kedua muridnya.
Qin Sha merobek kehampaan dan memasuki robekan itu, Alex dan Leon segera mengikuti pemimpinnya.
"Ke ke ke... Akhirnya aku mendapatkan wayang baru..." di kejauhan seorang wanita melihat Qin Sha dan kedua muridnya, wanita itu selalu mengawasi mereka berdua. Wanita itu terkekeh, saat dirinya seperti mendapatkan mainan baru.
"Butuh 6 waktu dupa pria itu bisa aku kendalikan...!" gumam wanita itu saat melihat punggung Leon yang berhasil terkena racun jaring laba-laba dari anak buahnya.
Wanita itu segera masuk ke dalam pasir dan mengikuti Qin Sha, dengan tubuh Leon yang telah diracuni, wanita itu bisa mengetahui posisinya.
Sun Yao masih berdiri didepan altar portal dimensi, dengan tatapan kosong. Dia tidak pernah membayangkan jika ekspedisi kali ini menuai kegagalan.
"Sun Yao, lebih baik kita kembali saja, tidak ada gunanya kita melawan kekuatan diatas kita. Dengan 20 juta Batu Semesta yang kamu miliki, cukup untuk bahan bakar kapal induk sampai ke Alam Semesta Arcadia. Pasukan mu bisa kamu masukan kedalam dunia jiwamu!" Kakek Sun Yao segera berbicara melihat cucunya mengalami guncangan jiwa.
"Hah! Aku malu untuk kembali, Leluhur!" Sun Yao mendesah dan menjawab permintaan kakeknya.
"Lebih malu jika kamu gagal total. Setidaknya kamu tidak kehilangan semua pasukan Kerajaan Arcadia. Nanti, aku akan berbicara dengan kakakmu!" Kakek Sun Yao berusaha menenangkan hati cucunya.
"Baiklah, kita kembali. Kegagalan kali ini membuat aku semakin banyak pengalaman baru!" jawab Sun Yao sambil berjalan menuju kedua Jenderalnya yang tidak jauh dari dirinya.
"Ayo kita kembali, aku tidak ingin kalian mati sia-sia seperti saudara kita, yang lebih dulu meninggalkan kami!" ajak Sun Yao kepada kedua Jenderalnya.
"Baik, pemimpin. Aku akan memanggil prajurit kita semua!" jawab Jenderal keempat dengan mengeluarkan peluit.
Priiiit...
Suara peluit segera terdengar di seluruh markas, setiap prajurit dengan tergesa-gesa menuju sumber panggilan itu.
__ADS_1
"Kita akan kembali Ke Alam Semesta Arcadia. Kalian semua akan tinggal di dunia jiwa milik pemimpin kita," kata Jenderal keempat kepada pasukannya yang berjumlah 4 miliar lebih.
"Horeeee...!!!"
Semua prajurit bersorak-sorai gembira saat mereka akan pulang. Segera Sun Yao membuka gerbang dunia jiwanya. Satu persatu semua prajurit memasuki gerbang itu dengan tergesa-gesa.
"Kita akan mengeluarkan kapal induk kita setelah keluar dari Alam Keabadian!" kata Sun Yao kepada kedua Jenderalnya yang tidak memasuki dunia jiwa.
Wushhhh
Wushhhh
Sun Yao segera terbang ke langit, tanpa melihat kebelakang bersama kedua Jenderalnya. Setelah berada di luar angkasa, Sun Yao mengeluarkan kapal induk, dan masuk bersama kedua Jenderalnya. Setelah sampai di dalam ruang kendali kapal, Sun Yao melihat semua personilnya.
"Kita kembali. Kalian isi bahan bakar...!" perintah Sun Yao dengan mengeluarkan cincin dimensi yang berisi Batu Semesta.
Dhumm...
Kapal induk milik Kerajaan Arcadia melesat dengan sangat cepat menuju Alam Semesta Arcadia, yang tidak mereka ketahui, sebuah kapal perang raksasa sedang membuntuti mereka.
"Setelah mereka keluar dari perbatasan, segera hancurkan!" perintah Zhou Mei dengan duduk di kursi komando kapal perang BESD1.
Zhou Mei ingin melampiaskan kemarahannya, ketika suaminya masih diam di dalam kamar pribadinya di kapal BESD1. Excel selama ini hanya tinggal di kamar kapal perang BESD1, tanpa ada niat untuk keluar.
"Hancurkan hingga menjadi debu!" Poppy juga duduk disamping Zhou Mei, dia ikut kesal karena mendapatkan hukuman.
Dhumm
Suara dentuman kapal perang BESD1 membuntuti kapal induk Kerajaan Arcadia. Dengan metode kamuflase, keberadaan kapal perang BESD1 tidak diketahui radar kapal induk.
Sedangkan Qin Sha yang baru kembali, dia sangat kaget saat melihat markasnya kini telah kosong tanpa ada lagi satu pun prajurit. Alex dan Leon segera memeriksa seluruh tempat, dan tidak menemukan satu pun kehidupan.
"Kemana mereka...!" Qin Sha bergumam sambil berjalan menuju ruang tahanan untuk melihat kondisi keponakannya.
"Wanita setan keluar kamu...!?"
Qin Bo masih saja berteriak mengusir sosok yang mengerikan itu, Qin Sha yang melihatnya menjadi sedih dengan keponakannya yang telah menjadi gila.
Wushhhh
Bukkk...
Qin Sha tiba-tiba muncul dibelakang keponakannya, dan memukul leher belakang agar Qin Bo pingsan. Lalu mengirim keponakannya kedalam dunia jiwanya agar lebih aman.
"Mereka pasti kembali ke asalnya saat tahu altar portal dimensi telah rusak. Hah! Siapapun pemimpinnya pasti akan berpikir sama...!" gumam Qin Sha dengan berjalan keluar dari tahanan, dia mendesah karena merasakan apa yang dialami Sun Yao.
"Pemimpin, aku tidak menemukan siapapun. Bahkan tidak ada jejak pertempuran, saya hanya melihat banyak jejak kaki di sekitar altar portal dimensi!" Alex segera melaporkan situasi mereka saat ini.
"Tidak masalah, mereka sudah kembali ke asalnya. Dimana Leon, kenapa dia tidak bersamamu?" setelah menjawab, Qin Sha yang tidak melihat Leon segera bertanya.
"Dia mungkin masih memeriksa disekitarnya, pimpinan. Kita tadi berpencar agar lebih cepat menemukan pasukan Arcadia!" jawab Alex dengan mencari keberadaan temannya.
"Kenapa dia diam saja di pinggir hutan...!" Qin Sha yang membuka mata dewa nya, dan melihat keberadaan Leon yang terlihat aneh.
Wushhhh
Qin Sha langsung terbang menuju lokasi Leon berada, Alex juga mengikutinya.
Sesampainya disana, mereka berdua kaget bukan main. Wajah Leon sangat berubah drastis, kini wajahnya berwarna biru kehitaman, terlihat serat-serat di seluruh tubuhnya.
Melihat keadaan temannya, Alex teringat sewaktu Leon keracunan.
"Pemimpin, aku rasa Leon terkena racun lagi, kondisi ini sama sewaktu kita berada di gurun...!" jelas Alex kepada Qin Sha.
"Benar dia keracunan, tetapi kali ini berbeda...!" jawab Qin Sha dengan nada curiga.
"Leon ada apa dengan kamu?" Qin Sha segera bertanya kepada Leon.
Pandangan Leon kosong, kedua bola matanya berwarna putih. Leon hanya diam saja tanpa berkedip saat ditanya.
Secara berlahan, Leon berjalan dengan gerakannya sangat kaku.
"Berhenti Leon, pemimpin sedang bertanya...!" cegah Alex dengan menghalangi jalan Leon.
Leon secara berlahan mengangkat tangannya kedepan dan hampir menyentuh dada Si Alex. Telapak tangan Leon mengeluarkan energi Qi dan terlihat dia akan menyerang Alex.
Plak... Brukkkk
__ADS_1
"Hentikan, Leon." Qin Sha buru-buru menampar wajah Leon hingga terjungkal ke samping. Lalu Qin Sha menyegel kekuatan Leon dan memasukannya kedalam dunia jiwa.
(Revisi√)