Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 234 Menantang.


__ADS_3

Chapter 234 Menantang.


Suasana malam hari menjadi ramai di area hunian murid dalam dari akademi istana surgawi tingkat pertama, hampir semua murid dalam sedang berkumpul di depan tempat tinggal salah satu murid dalam yang baru, murid baru itu adalah Excel yang telah mendapatkan banyak masalah, saat baru menginjak kakinya di dalam kehidupan di akademi.


Excel yang di tanya oleh wakil penegak hukum masih diam dan mengamati semua orang yang sedang berkumpul didepan halaman tempat tinggalnya, sengaja Excel tidak segera menjawab perkataan ketua Mu Liang.


"Excel, kenapa kamu diam saja saat ditanya oleh Ketua Penegak Hukum!" Mu Sha menjadi geram melihat wajah tanpa dosa hanya mengamati disekitarnya.


"Oh! Memangnya dia bertanya apa?" tanya Excel yang tidak ada rasa hormatnya kepada Ketua Penegak Hukum dengan memanggil kata dia.


"Excel, kamu tidak sopan dengan Ketua Mu Liang. Berlutut dan meminta maaf!?" bentak Mu Sha yang semakin marah kepada Excel, karena tidak menghormati ayahnya yang sebagai Ketua Penegak Hukum di Akademi Istana Surgawi.


"Berlutut ... Memangnya aku salah apa harus berlutut?" tanya Excel kepada Mu Sha dengan mengeluarkan 2 kursi dan 1 meja, lalu Excel duduk di kursinya. Kemudian, Excel mengeluarkan 4 kaleng minuman favoritnya dan diletakkan dimeja, tidak hanya itu saja, Excel mengeluarkan toples berisi camilan kacang dan meletakkan juga diatas meja.


"Sayang, ayo duduk dan kita akan melihat malam yang cerah di akademi ini!" ajak Excel dengan tersenyum kepada Cai Wenji yang diam saja karena ketakutan dengan hadirnya Ketua Penegak Hukum, karena Cai Wenji diam saja Excel kembali berkata, "jangan takut, mereka semua hanya orang yang tidak bisa menghargai waktu dengan baik, karena itu kultivasi mereka hanya segitu-gitu saja!"


Perkataan Excel semakin membuat Mu Sha menjadi marah dan langsung menyerang Excel yang duduk dan sambil meminum minuman berkaleng.


Swosh...


Kepalan tangannya kanan Mu Sha dengan cepat melesat kearah wajah Excel, disaat telapak tangan itu berjarak 30 cm, Excel mengangkat tangan kanannya, dan menunjuk kepalan tangan Mu Sha yang akan mengenai wajahnya.


"Crack!!"


Dalam sekejap kepalan tangan Mu Sha membeku menjadi es dan segera menjalar ke lengannya dan dengan cepat menyelimuti seluruh tubuh Mu Sha.


"Astaga!"


"Ya Dewa!!"


Seketika semua murid dalam berseru ngeri melihat aksi Excel yang dengan mudah membekukan Mu Sha yang akan memukul wajahnya, ayah Mu Sha tercengang, dia tidak berharap jika orang yang dilawan anaknya memiliki elemen es yang terbilang cukup langka.


"Junior, kamu semakin keterlaluan, cepat cairkan es ditubuh Mu Sha, jika tidak, aku akan menangkap mu, dan memenjarakan kamu di dalam penjara hukuman!?" bentak Ketua Penegak hukum kepada Excel yang masih dengan santai duduk dan menikmati minuman dan camilan.


"Kamu sebagai salah satu Ketua di Akademi seharusnya bisa melakukannya sendiri. Setiap perbuatannya dia harus menanggungnya sendiri. Es itu akan mencair setelah 10.000 tahun dan kalian bisa menunggunya!" ungkap Excel kepada Mu Liang ayah dari Mu Sha.


Perkataan Excel membuat semua murid dalam menjadi gempar karena merasakan kengerian yang Excel buat, mereka tidak menyangka jika es yang membekukan Mu Sha dan kelima orang lainnya akan mencair selama 10.000 tahun lamanya, Mu Liang menjadi marah dan seketika "Boom!!" basis kultivasi tingkat Dewa Absolute level 75 meletus dari tubuh Mu Liang.


Sontak semua murid dalam berlarian dan menjauhi area dimana Mu Liang menjadi marah, semua murid dalam ketakutan dengan aura kekuatan setingkat Dewa Absolute, hanya Excel dan Cai Wenji yang terlihat tidak terpengaruh oleh tekanan aura kekuatan Dewa Absolute.


Area kediaman para murid dalam menjadi hancur akibat kemarahan Mu Liang, aura kekuatan Dewa Absolute yang marah, segera dirasakan oleh seluruh tingkat pertama hingga tingkat ketujuh.


Segera seluruh Dekan Akademi yang berjumlah 7 orang melesat ketitik di mana kemarahan Dewa Absolute itu berada, bahkan Yu Guan keluar dari kamar pribadinya saat sedang berkultivasi.


Dia segera naik keatas istana surgawi dan melihat kearah dimana keributan itu terjadi, Yu Guan merasakan aura dari Mu Liang dan penasaran dengan apa yang telah terjadi.


Tidak hanya Yu Guan saja yang keluar dari kamar pribadinya, semua murid jenius Istana Surgawi juga keluar dengan terbang dengan kecepatan tinggi untuk melihat peristiwa yang jarang terjadi di Alam Keabadian.


Goddess Palace yang dihuni jenius wanita cantik dengan jumlah 20 orang juga buru-buru keluar, dan melihat dari atas di mana terlihat riak-riak energi Qi kekuatan Dewa Absolute level 75


"Saudari Chang'e, apa kamu tahu apa yang sedang terjadi di Akademi tingkat pertama?"


"Hahaha! Dari kemarin aku selalu berkultivasi di dalam kamar, bagaimana aku tahu apa yang sedang terjadi di dunia luar, Dewi Luo!"


"Zhou Ling'er, ayo kita kesana siapa tahu ada pertunjukan yang menyenangkan!"


"Hehehe! Sudah lama sekali kita tidak melihat hal yang baru, Jing Wei!"

__ADS_1


"Ayo kita semua kesana!"


Swosh... Swosh...


Segera 19 wanita yang sangat cantik terbang dengan kecepatan tinggi menuju di mana aura kekuatan dari Mu Liang bisa dirasakan di seluruh Alam Keabadian.


"Bocah, aku akan membunuhmu jika kamu tidak segera mencairkan Mu Sha?!" bentak Mu Liang kepada Excel.


Excel mengetahui ketakutan dari Cai Wenji dan segera mengeluarkan energi tak kasat mata untuk menyelimuti Cai Wenji, energi itu mengangkat tubuhnya dan meletakkan di tempat ditempat duduk.


"Kamu jangan kuatir, santai, nikmati pertunjukan dengan minuman dan camilan ini!" pinta Excel dengan lembut kepada Cai Wenji, rasa ketakutan, kegelisahan tiba-tiba menghilang dari pikiran dan perasaan Cai Wenji, dia menatap wajah tampan kekasih barunya dan entah kenapa dia selalu mempercayai ucapan Excel.


"Sialan, kamu anggap aku badut! Hah?!" bentak Mu Liang yang marah mendengar Excel berkata 'menikmati pertunjukan', tidak pernah seumuran-nya dia mengalami penghinaan ini.


Kemudian Excel bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah Mu Liang, dengan tangan dibelakang punggungnya dengan sangat nyaman, dan tidak merasakan tekanan yang semakin kuat dari aura kekuatan Dewa Absolute level 75, yang difokuskan terhadap dirinya, anehnya Excel tidak merasakan tekanan itu bahkan tubuhnya terlihat baik-baik saja.


Mu Liang secara tidak sadar berjalan mundur, seakan-akan instingnya memerintahkan dia untuk menjauhi bocah didepannya.


Swosh... Swosh...


Sudah banyak orang yang melayang di udara, dan melihat kebawah dimana area murid dalam akademi tingkat pertama sudah menjadi berantakan, hanya ada satu rumah yang masih utuh, lalu mata semua orang yang datang tertuju pada sosok 2 orang, 1 orang adalah Ketua Penegak hukuman Istana Surgawi dan yang lainnya seorang pria muda berusia 17 tahun.


"Bagaimana bisa Ketua Mu Liang ketakutan dengan orang itu!" gumam salah satu goddess Istana Surgawi, dia heran saat baru tiba di akademi tingkat pertama dan melihat situasinya.


"iya, kenapa Ketua Penegak Hukum ketakutan dengan pria muda yang terlihat tidak berkultivasi?" tanya Dewi Lou kepada Xi He.


Semua orang saling berkomentar saat melihat Excel yang terus mendekati Mu Liang dengan berjalan santai, tidak ada yang berniat untuk melerai mereka, karena semua orang ingin melihat hasil pertarungan Ketua Penegak Hukum dan murid yang belum dikenal ini.


"Pria muda itu sangat tampan sekali!"


"Iya, aku belum pernah melihat wajah paling tampan di Alam Keabadian seperti dia, bahkan Zhou Tai bukan apa-apa jika dibandingkan dengan pria itu!"


"Haa! Kita keduluan mengenali pria tampan itu!"


"Sialan, Cai Wenji memakan pria itu tanpa mengundang kita!"


"Ayo, kita tanyakan dia siapa pria tampan itu!!"


19 wanita cantik itu buru-buru mendekati Cai Wenji yang sedang duduk dan menikmati pertunjukan dari kekasihnya, dia merasakan rekan wanitanya yang berdatangan mendekat dan melihat kearah mereka.


"Katakan bagaimana caramu ingin mati?" tanya Excel yang mengejutkan semua orang termasuk Mu Liang, keringat dingin sudah membasahi pakaiannya dan terus berjalan mundur hingga sedikit demi sedikit dia melayang di udara.


"Dekan pertama, apa kamu tidak merasakan perasaan familiar terhadap junior mu itu?"


"Sama aku juga merasakan hal seperti dejavu, tetapi aku masih kebingungan dimana kita bertemu!!"


"Kekuatan anak itu tidak bisa aku lihat, apa benar dia tidak berkultivasi atau menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya?"


"Entahlah, pakaian juga aneh walau sangat bagus!"


Ketujuh Dekan dari setiap pemimpin akademi saling berbicara dan sengaja tidak menghentikan ancaman Excel, mereka ingin tahu siapa sebenarnya Excel itu, dan menurut mereka Excel terlihat lemah dan belum berkultivasi.


Sedangkan 19 goddess Istana Surgawi ingin tahu perihal pria muda yang sangat tampan kepada Cai Wenji. "Dia kekasihku, kemanapun dia pergi aku akan mengikutinya!" ungkap Cai Wenji yang dengan bangga memperkenalkan kekasihnya.


"Sejak kapan kamu memiliki kekasih, lagian aku baru tahu ada pria setampan itu di alam keabadian!"


"Kamu memonopoli pria tampan dalam pelukanmu sendiri tanpa mempertemukan dengan kita, Cai Wenji, kamu jangan serakah.!"

__ADS_1


Disaat 20 wanita cantik itu sedang tanya jawab dengan Cai Wenji, Excel masih terus ingin mendekati Mu Liang, sedangkan MU Liang semakin ketakutan dan berjalan mundur.


"Bocah, ini adalah Akademi Istana Surgawi dan dilarang saling membunuh, jika ada siswa yang saling membunuh hukumannya adalah pengusiran dan menghancurkan dantian-nya!" pekik Mu Liang yang memberikan peringatan kepada Excel yang selalu tersenyum saja dan semakin mendekatinya.


"Aku, tahu. Tetapi ada aturan yang dibuat saat dendam atau kebencian tidak bisa didamaikan, bisa diselesaikan dengan pertarungan hidup dan mati, apa aku benar?" jawab Excel yang sudah mengetahui semua aturan dan hukuman di akademi ini.


"Apa maksudmu?" tanya Mu Liang yang semakin kuatir jika maksud perkataan Excel adalah pertarungan sampai mati.


Di Istana Surgawi telah memberikan sebuah aturan, dimana jika terdapat dendam maupun kebencian yang tidak bisa di damaikan maka bisa diselesaikan di arena pertandingan, sebelum bertarung kedua belah pihak harus menanda tangani kesepakatan bersama yang disaksikan oleh para Dekan Akademi.


Aturan itu berlaku untuk murid maupun para pimpinan di seluruh Alam Keabadian, setiap orang yang memiliki dendam yang tidak bisa didamaikan, bisa mengajukan pertarungan sampai mati di Balai Pekerjaan Umum.


"Maksudku jelas dan kamu sudah tahu, membunuh ayam untuk memberikan peringatan pada setiap monyet.


Aku Excel Felix, murid dalam tingkat pertama, hari ini mengajukan pertarungan sampai mati dengan Mu Liang!"


Perkataan Excel langsung membuat gempar di seluruh Alam Keabadian, suaranya bisa didengarkan oleh kehidupan bergerak di Alam Keabadian, Yu Guan yang masih berdiri di puncak Istana Surgawi juga kaget.


Semua orang mengenali nama Mu Liang tetapi tidak ada yang mengenali nama Excel Felix, Yu Guan merasakan perasaan dejavu disaat suara itu memasuki telinganya, segera Yu Guan melesat kearah dimana Mu Liang berada.


"Hahaha!! Bocah yang tidak tahu tingginya langit, lihat dirimu yang tidak berkultivasi melawan aku sekelas Dewa Absolute level 75! Hahaha!?" Mu Liang tertawa terbahak-bahak saat bocah ingusan menantang dirinya, dia sengaja tertawa agar menghilangkan kegugupan-nya, sejak awal dia sudah memeriksa kekuatan bocah di depannya tetapi insting mengatakan jika Excel sangat kuat.


"Siapa bilang aku tidak berkultivasi?" tanya Excel dengan alis kirinya terangkat.


"Hahaha! Sudah jelas kamu tidak berkultivasi, tiap orang yang berkultivasi sudah pasti mengeluarkan aura dan juga kekuatannya, tetapi kamu tidak menunjukkan fluktuasi energi apapun, bahkan setingkat Kelahiran saja akan menunjukkan ciri-cirinya!" jawab Mu Liang yang tidak percaya, tetapi dia semakin gelisah dengan perasaan yang tidak menentu.


Swosh...


Tiba-tiba sosok pria muncul di tengah mereka berdua, pria itu tidak lain ada Ketua Balai Pekerjaan Umum, dia adalah Zhuting, Zhuting yang berada dilantai 3 di Balai Pekerjaan Umum saat Excel dikejar banyak wanita yang mencarinya.


"Junior Excel, apa yakin kamu akan melakukan pertandingan hidup dan mati?" tanya Zhuting kepada Excel, melihat wajah Excel yang tampan dan tenang membuat Zhuting merasakan perasaan yang aneh dan tidak bisa dijelaskan.


"Benar, Ketua Umum! "


"Tapi Mu Liang setingkat Dewa Absolute level 75 dan kamu!" Zhuting kebingungan dengan jawaban Excel yang masih bersikukuh untuk menantang Mu Liang, Zhuting juga melihat jika Excel terlihat lemah dan tidak seperti seorang kultivator.


"Hehehe! Lihat itu Mu Sha ... Siapa bilang aku tidak berkultivasi! " Excel terkekeh melihat tatapan wajah Zhuting yang mengira Excel bukan seorang kultivator.


Baru setelah Excel menunjukan kearah Mu Sha yang membeku menjadi es, sekarang semua orang benar-benar percaya, bahkan 19 goddess baru sadar jika didekat mereka ada Mu Sha yang menjadi patung es, terlihat hanya matanya yang berkedip-kedip.


"Ah!!" 19 wanita itu langsung berteriak dan bergerak mundur saat tahu jika patung itu adalah Mu Sha yang masih hidup, Cai Wenji hanya terkekeh melihat rekan-rekannya ini kaget.


"I--itu!! Hah, sudahlah jika itu mau mu, kalian harus menandatangani perjanjian terlebih dahulu. Ketua Liang, apa kamu menerima tantangan dari murid dalam bernama Excel?" awalnya Zhuting tergagap dan mendesah, lalu dia bertanya kepada Mu Liang yang terlihat sangat marah saat matanya melihat anaknya menjadi patung es.


"Baik aku terima, tetapi jika aku menang, aku tidak akan membunuhmu, sebagai gantinya kamu harus mencairkan anakku dan kelima orang yang telah kamu jadikan hal yang sama, setelah itu kamu pergi dari istana surgawi!" jawab Mu Liang dengan menahan amarahnya.


Lalu Zhuting mengeluarkan sebuah perkamen perjanjian. "Junior Excel, kamu tanda tangani perjanjian di atas perkamen ini!" Zhuting menggerakkan perkamen yang berada ditangannya menuju Excel, dengan cekatan Excel menerimanya, setelah membaca isi di dalam perkamen Excel mengalirkan energi Qi dan menanda tanganinya.


Setelah menanda tanganinya, Excel menyerahkan lagi kepada Zhuting, dan seperti Excel, Mu Liang juga menanda tangani perjanjian pertarungan sampai mati.


"Dalam waktu 2 hari kalian akan bertemu di arena para Dewa-dewa di puncak istana surgawi, selama waktu 2 hari ini kalian tidak diperbolehkan saling bertemu, dan tidak akan mendapatkan provokasi dari manapun, selama itu kalian juga dibebaskan segala kewajiban untuk mempersiapkan diri!" jelas Zhuting setelah Excel dan Mu Liang telah selesai menanda tangani perjanjian.


Swosh...


Zhuting kembali menghilang setelah berbicara, tubuh Mu Liang juga bergetar sebentar dan menghilang, lalu muncul disebelah anaknya, tanpa bicara Mu Liang membawa anaknya yang telah menjadi patung es dan menghilang lagi.


"Hah! Membuat pekerjaan tambahan!" Zhuting muncul lagi dihadapan Excel yang tersenyum saat mendengarkan gumaman-nya.

__ADS_1


(Revisi√)


__ADS_2