
Chapter 200 Artefak Alam semesta Tombak Trisula Dewi samudera.
Di benteng pertahanan lapis ketujuh milik ras iblis dibagi menjadi lima gerbang,
Gerbang pertama dihuni ras iblis yang memiliki kekuatan dewa matahari level 1 hingga level 50.
Gerbang kedua dihuni iblis yang memiliki kekuatan dewa bintang level 1 hingga level 50, gerbang ketiga dihuni kekuatan dewa tertinggi, gerbang keempat dihuni kekuatan dewa hukum dan gerbang terakhir dihuni ras iblis yang kekuatannya berada ditingkat dewa tahta dan dipimpin oleh dewa tahta tahap puncak level 50.
"Ayo kita turun" kata Qin Zhu kepada semua pasukannya termasuk Qiaofeng, Poppy, Bi Liqin dan Mei Yin beserta semua isteri Excel yang diikuti 200 ribu pasukan wanita.
Segera pasukan yang berjumlah 200 ribu turun digerbang pertama di benteng pertahanan tingkat ketujuh, pasukan wanita berdiri dibelakang keenam wanita itu.
Segera pasukan iblis yang kekuatannya rata-rata tingkat matahari langsung menyerbu keluar dan menghadang pasukan wanita yang dipimpin oleh Qin Zhu, dibelakang mereka berdiri pasukan wanita yang dibagi menjadi 5 kelompok yang berjumlah masing-masing 40 ribu prajurit.
"Hahaha... Kecantikan luar biasa malah datang kesini untuk mendapatkan kesenangan." pemimpin iblis yang berdiri diatas gerbang tertawa senang saat mengetahui jika musuhnya semua adalah wanita, iblis itu adalah pemimpin gerbang pertama dari benteng lapis ketujuh, dia memiliki 10 pasang lengan dan tingginya mencapai 9 meter.
"Biar aku yang maju dulu." kata Qiaofeng kepada saudari-saudarinya dan hanya dianggukan kepala oleh mereka.
Segera Qiaofeng maju dan diikuti 40 ribu pasukan, Qiaofeng tidak takut dengan pasukan iblis yang mencapai 250 ribu lebih prajurit iblis, dengan pakaian perlengkapan perang Qiaofeng dan pasukannya begitu anggun saat berjalan.
"Hahaha... Semua wanita ini akan memberikan kita kesenangan, pemimpin puncak akan gembira mendapatkan mainan baru jika aku memberikan-nya." kata pemimpin iblis yang matanya penuh ***** saat semua wanita berjumlah 50 ribu orang maju.
"Bodoh, jika ada suamiku kalian akan menjadi bubur, apa kalian lupa... Hah." balas Qiaofeng yang mengingatkan semua iblis akan kekuatan pria muda yang ditakuti banyak dewa absolute.
Segera pemimpin itu terdiam dan menjadi waspada dengan memeriksa disekitarnya, dia ingin mengetahui keberadaan yang ditakuti itu, setelah memastikan jika suami wanita itu pemimpin iblis menyeringai.
"Hehehe... Aku tidak perduli, dengan dia mengirim kalian kesini itu tandanya dia tidak perduli dengan kalian lagi...hahaha."
"100 ribu pasukan iblis, serang dan lumpuhkan mereka, jika melawan bunuh saja..." perintah pemimpin iblis itu setelah memastikan pria yang menakutkan tidak hadir disekitarnya, segera 100 ribu pasukan iblis maju dan membentuk 2 barisan yang memanjang dan berhadapan dengan pasukan wanita.
"Formasi battle will, taktik menyerang hujan api untuk baris kedua, barisan pertama persiapkan diri, taktik menyerang ombak kekacauan." Qiaofeng mengatur strategi dari formasi battle will, segera 25 ribu pasukan mundur kebelakang secara bersamaan dengan teratur dan rapi.
Kemudian barisan kedua mengeluarkan senjata panah tingkat dewa, lalu pasukan wanita barisan kedua menarik tali panahnya hingga berbentuk busur dan anak panahnya mengarah keatas, anak panahnya mengeluarkan api dengan menggunakan energi Qi atau Mana.
Jarak antara pasukan iblis hanya 200 meter, dan pasukan iblis juga bersiap untuk menyerang, pasukan iblis tidak menggunakan strategi apapun, mereka akan bertarung dengan brutal tanpa memperhatikan keselamatan diri.
"Serang... Bodoh, kenapa hanya melihat saja" teriakan marah pemimpin iblis yang melihat pasukannya hanya diam karena sedang menikmati wajah cantik dari pasukan wanita, setelah mendengarkan perintah dengan nada marah segera pasukan iblis berlari dengan cepat.
"Lepaskan panah api, hujan api." perintah Qiaofeng kepada pasukan barisan kedua dengan mengangkat tangan kanannya saat pasukan iblis mulai menyerang, "Xiu.. Xiu..." suara desiran anak panah membelah udara dengan api terlihat seperti ular melesat dilangit.
Booomm
Booomm
Booomm
Anak panah yang dibalut dengan api, yang dihasilkan dari energi Qi atau Mana segera menghujani pasukan iblis yang berlari menuju pasukan wanita, ledakan energi saat anak panah itu menembus tubuh pasukan iblis, setelah ledakan, api itu membakar sekitarnya hingga pasukan yang tidak terkena anak panah tubuhnya ikut terbakar.
"Aaah..."
Api membakar tanah yang membentuk garis panjang dan menghentikan pergerakan pasukan iblis yang ingin menyerang, disaat pasukan iblis sibuk memadamkan api itu dengan teriakan kesakitan, "Serangan kedua, hujan api" suara Qiaofeng terdengar lagi dan memberikan perintah sekali lagi untuk pasukan pemanahnya.
"Xiu... Xiu"
__ADS_1
Booomm
Booomm
Booomm
Sekali lagi ledakan demi ledakan terjadi di kubuh iblis tanpa mereka sempat berteriak saat tubuh mereka meledak, api yang membentuk garis memanjang semakin berkobar seperti dituangi minyak, kobaran semakin ganas dan melahap banyak pasukan iblis yang berjumlah 100 ribu prajurit.
Pemimpin iblis hanya diam saja karena terkejut dengan serangan pasukan wanita yang tampak tidak berbahaya, segera pemimpin iblis pulih dari keterkejutannya dan memerintahkan lagi pasukannya yang masih berada didalam benteng.
"Semuanya serang dan bunuh mereka semua" kata pemimpin iblis kepada pasukannya, dia hanya berdiri diatas gerbang dan tidak ikut menyerang, pemimpin iblis sepertinya tidak peduli di pihaknya telah banyak yang mati sia-sia.
Pasukan iblis yang berjumlah 150 ribu orang terbagi menjadi 2 pasukan, mereka bergerak menghindari api yang belum padam, pasukan iblis bergerak dikanan dan kiri dari pasukan iblis yang pertama menyerang.
"Baris pertama bagi dua baris...baris kedua bersiap memberikan dukungan" segera Qiaofeng mengatur pasukannya dengan segera pasukan wanita barisan pertama membagi menjadi 2 kelompok, barisan kedua langsung mengganti senjatanya dengan pedang dan tombak, Qiaofeng mengeluarkan artefak alami miliknya tombak trisula dewi samudera.
"Ombak kekacauan... Serang" kata Qiaofeng memberikan perintah kepada pasukannya dengan menghentakan tombak trisula dengan tangan kanannya.
"Gemuruh ombak"
Seketika suara gemuruh ombak yang tercipta dari energi Qi Qiaofeng dan tombak trisula, kekuatannya makin hebat dengan dukungan dari pasukan wanita.
Ombak setinggi 13 meter bergerak bergulung-gulung menerjang dua sisi yang berbeda dimana Qiaofeng dan tombak trisula berada ditengah, pasukan iblis yang melihatnya menjadi ketakutan dan segera berbalik arah.
"Bodoh... Gunakan perisai energi Qi iblis, tolol..." umpat pemimpin iblis yang marah terhadap pasukannya yang sudah sebagai berbalik arah untuk lari dari gelombang air setinggi 13 meter.
Segera pasukan iblis yang berada didepan membuat pertahanan dari energi Qi iblis, ombak yang bergulung-gulung semakin cepat...
"Byuuur...Bluukk... Bang..." air bah itu menerjang pasukan iblis dan perisai energi Qi iblis tidak mampu menahan gelombang air yang bergulung-gulung dengan kecepatan tinggi. Ombak itu seperti logam saat mengenai tubuh pasukan iblis sehingga mereka tidak mampu menahan hantaman ombak.
"Glug..." pasukan yang tersisa menelan salivanya dan merasa ngeri melihat mayat rekannya yang mati mengenaskan, baru kali ini ras iblis merasakan teror setelah banyak mengalami pertempuran selama bertahun-tahun lamanya.
"Serang" teriakan Qiaofeng kepada pasukannya untuk menyerang balik pasukan iblis, segera pasukan wanita berlari menuju pasukan iblis yang tersisa, dengan gerakan gesit dan melompat banyak mayat, pasukan wanita menghunuskan pedangnya.
"Aaakk... Aku akan membunuhmu ******" teriakan amarah dari pemimpin iblis yang melihat banyak pasukannya mati, baru kali ini dia merasa kehilangan. Pemimpin iblis langsung menerjang menuju targetnya yaitu Qiaofeng.
"Huuff, cacing. Aku penguasa samudera memerintahkan air menghancurkan musuhku..."
Bang
Qiaofeng merapalkan manteranya, segera air keluar dari tanah dan mengelilingi Qiaofeng yang mengangkat tombak trisula-nya.
Pemimpin iblis segera diblokir oleh dinding air yang melindungi Qiaofeng, dia mengepalkan tangannya yang penuh dengan energi kekuatan untuk memukul Qiaofeng, "Boomm" pukulan itu mengenai dinding air yang sangat kokoh sehingga benturan menimbulkan ledakan yang hebat.
"Naga air menelan bumi" pusaran air yang mengelilingi Qiaofeng seketika berubah menjadi naga berwarna biru, "Groowwwrrr" raungan naga air segera mengema setelah Qiaofeng memanggilnya, naga air itu mengelilingi Qiaofeng seakan-akan ingin melindungi Ratunya, naga air memilik panjang 200 meter dengan dua tanduk dan dua kumis.
Pemimpin iblis yang melihatnya segera mundur selusin langkah dan mempersiapkan serangan terkuatnya, pemimpin iblis tidak pernah mengira jika aura kekuatan naga air benar-benar menekan garis dari ras iblis sehingga gerakannya melambat, kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh pasukan wanita dengan mengayunkan senjatanya dan membantai pasukan iblis.
"Naga air, serang dia dan seluruh pasukan iblis" perintah Qiaofeng kepada naga air, "Roar...." suara raungan naga air menggoncang didalam portal dimensi, segera naga air naik keatas dan sekali lagi memutari Ratunya, lalu mata naga air yang besar melihat pemimpin iblis dengan tatapan tajam dan bengis.
Merasakan bahaya akan mendatanginya, pemimpin iblis segera menggerakkan 10 pasang lengannya yang saling tumpang tindih, dia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melawan naga air menelan bumi.
"Telapak api neraka" gumam pemimpin iblis yang mengeluarkan jurus andalannya, segera 10 pasang lengannya mengeluarkan api yang saling terhubung dan berkumpul pada salah satu telapak tangan yang paling depan.
__ADS_1
"Roar..." sekali lagi naga air menelan bumi meraung lebih keras dan melesat menuju pemimpin iblis dari atas, segera kekuatan energi Qi iblis yang telah terkumpul ditelapak tangannya melesat keatas dimana naga air telah bergerak dan meluncur dengan cepat.
"Booommm"
Suara ledakan keras dan mengeluarkan hembusan angin yang kuat disaat kepala naga air menabrak energi Qi iblis, "mengaum" raungan keras sekali terdengar setelah benturan hebat itu, ternyata naga air menelan bumi tidak hancur bahkan lebih cepat menerjang pemimpin iblis yang masih shock melihat naga air baik-baik saja.
"Booommm"
"Aaaaahhh"
Naga air menelan bumi langsung menghantam tubuh pemimpin iblis dan benturannya menimbulkan ledakan hebat sekali lagi, teriakan kesakitan mengema diarea pertempuran dimana separuh tubuh pemimpin iblis telah hancur berkeping-keping.
Bruuukkk
Tubuh pemimpin iblis langsung ambruk dan tidak bisa bergerak lagi hanya mata yang masih berkedip-kedip untuk berberapa saat dan akhirnya kedua matanya menutup.
"Mengaum" setelah berhasil membunuh pemimpin iblis, naga air menelan bumi meraung lagi dan bergerak membunuh pasukan iblis yang tersisa dengan cara brutal, naga air langsung membuka mulutnya dan menelan tubuh pasukan iblis tanpa mengunyahnya.
"Aaaaahhh" disaat didalam tenggorokan naga air tubuh iblis seakan-akan digiling dan bisa dilihat dengan mata telanjang karena tubuh naga air itu terbuat dari elemen air yang berwarna kebiruan.
Tidak butuh waktu lama seluruh pasukan banyak yang menjadi makanan naga air menelan bumi, sebagian dibunuh oleh pasukan wanita yang tanpa kenal lelah mengayunkan pedang dan tombaknya.
"Horeeee"
"Roar...."
Suara kegembiraan akan kemenangan segera bergemuruh dari pasukan wanita, naga air kembali menuju Ratunya dan meminta Qiaofeng naik di punggungnya.
Dengan gagah dan penuh aura seorang Ratu, Qiaofeng duduk dipunggung naga air dan naik keatas, aksi Qiaofeng membuat banyak orang kagum, apalagi pasukan wanita merasa bangga memiliki pemimpin hebat seperti Qiaofeng.
"Pasukanku, kalian ambil dulu kristal inti iblis, setelah itu kalian beristirahat. Setelah beristirahat kita akan melanjutkan menuju gerbang kedua." kata Qiaofeng kepada 50 ribu pasukannya, dipihak pasukan wanita tidak ada korban jiwa hanya luka sayatan dan pukulan ditubuh mereka, dengan pil pemulih energi dan Pill penyembuh luka, pasukan wanita segera dengan cepat pulih.
Segera pasukan wanita mengumpulkan kristal inti kehidupan milik iblis yang tergeletak ditanah yang berjumlah 250 ribu inti kehidupan dan membaginya secara merata, bahkan 160 ribu pasukan wanita yang tidak ikut berperang juga mendatangkan hasil juga, mereka menerimanya dengan suka cita karena di pertempuran berikut mereka juga akan membagi hasil perang secara merata.
"Adik Feng, kamu luar biasa dengan tombak trisula itu...hahaha" puji Qin Zhu kepada Qiaofeng yang masih melayang diudara dengan naga airnya.
Segera Qin Zhu, Mei Yin, Poppy dan Bi Liqin juga ikut naik diatas punggung naga air dan berbicara seakan-akan tidak pernah terjadi adanya pertempuran.
Setelah selesai beristirahat, pasukan wanita segera naik kekapal angkasa dan bergerak serempak menuju gerbang kedua dari benteng pertahanan lapis ketujuh yang dihuni kekuatan tingkat dewa bintang level 1 hingga level 50.
Lagi-lagi, Qiaofeng yang bergerak dan menghancurkan pasukan iblis yang berjumlah 500 ribu, prosesnya tidak jauh berbeda hanya saja pasukan wanita yang berjumlah 200 ribu juga ikut berperang.
"Hah, cukup melelahkan" kata Qiaofeng dengan mendesah, setelah berhasil membunuh pemimpin iblis gerbang kedua dengan sedikit kelelahan harus mengeluarkan banyak energi Qi-nya.
"Hahaha...kakak, biarpun begitu itu sudah hebat, nanti giliran aku yang bergerak." kata Mei Yin memuji Qiaofeng dan dia sudah tidak sabar ingin menunjukkan kebolehannya seperti Qiaofeng.
Sebenarnya Qiaofeng melampiaskan kemarahannya kepada Ras Iblis karena setelah dikhianati oleh bangsanya sendiri, dia masih memendam rasa frustasinya dan akhirnya dia bisa mengeluarkan semua kemarahan dengan membunuh banyak iblis.
Jun Qiaofeng hanya diam saja melihat aksi hebat ibunya dan sekali-kali tertawa disaat ibunya berhasil membunuh banyak iblis, Jun Qiaofeng digendong Anita yang ikut menyaksikan bertempur pasukan wanita, dia tidak ikut menyerang hanya berdiri diatas kapal angkasa bersama isteri-isteri Excel.
Excel awalnya ingin membawa Jun Qiaofeng, tetapi Qiaofeng bersikeras membawa anaknya dengan alasan ingin anaknya agar belajar disaat dia bertempur, hanya Jun Liqin yang selalu menempel pada ayahnya dan sekali-kali melihat ibu-ibunya dari didunia jiwa.
"Qiaofeng sebenarnya masih marah denganmu suami." kata Ratu Yuke kepada suaminya.
__ADS_1
"Biarkan saja, mempertahankan sesuatu yang sudah rusak itu hanya akan membuatnya semakin menderita, dia seharusnya memahami ini sejak awal. Semoga saja dia mau belajar dari setelah dikhianati oleh keluarga dan bangsanya sendiri." jawab Excel kepada kedua isterinya.
Excel jelas lebih tahu bagaimana rasanya dikhianati berkali-kali, bahkan sewaktu hidup dibumi dulu dia juga dikhianati, isteri, adik dan sahabatnya, dari kejadian itu Excel menghindari hiruk pikuk kehidupan kota dan menenangkan diri disebuah desa yang dekat dengan pengunungan, hingga akhirnya dia meninggal diusia muda karena penyakit yang aneh.