
Melihat sang istri sewot Demian nampak serba salah, bagaimana caranya menjelaskan ia sendiri pun tidak tahu siapa itu Jenny.
"Sayang, please jangan salah paham. Aku sendiri juga tidak tahu siapa wanita itu, tapi kata Victor Mama sering menghubunginya." ujar Demian seraya memberi kode Victor agar ikut menjelaskan pada sang istri.
Bisa gawat kalau istrinya itu sampai salah paham dan marah, bisa-bisa rencananya hari ini untuk berduaan dengan wanita itu seharian bisa gagal.
Beberapa hari menjaga Dean di rumah sakit, membuatnya sangat merindukan sentuhan sang istri dan hari ini ia sengaja cuti kerja agar bisa berduaan dengan wanita itu.
"Benar nyonya, berdasarkan informasi yang saya dapat nomor ponsel nyonya besar terdeteksi sering menghubungi wanita itu." ujar Victor menimpali.
"Lalu kamu tahu siapa wanita itu? dimana rumahnya? statusnya? pekerjaannya? sudah menikah atau belum? kalau sudah berapa anaknya ?" cercah Ariana sedetail mungkin.
Mendengar perkataan nyonya mudanya, tenggorokan Victor mendadak kering.
"Gini amat ya wanita, semoga istriku tidak seperti itu. Tapi sepertinya istriku lebih ngeri deh." gumam Victor sedikit meringis mengingat bagaimana kerasnya tamparan Nina waktu itu dan tendangannya kemarin pagi di pinggangnya.
"Astaga sayang, kenapa kamu tanya sedetil itu? aku yakin wanita itu pasti sudah menikahlah." sela Demian meyakinkan meski ia sendiri tidak tahu, tapi berharap istrinya itu percaya agar tidak terlalu banyak berpikir hingga akan mempengaruhi kandungannya.
"Sayangnya wanita itu seorang janda, tuan." ujar Victor yang langsung membuat Ariana melotot menatap suaminya.
"Oh jadi sekarang mainannya janda? ikut-ikutan yang lagi viral itu? istri di jadikan janda lalu janda di jadiin istri gitu ?" cibir Ariana pada suaminya.
"Astaga sayang amit-amit kalau itu, aku sendiri juga tidak tahu dia janda atau bukan. Lagipula juga bukan urusanku." tegas Demian seraya mengetuk mejanya beberapa kali seakan menghilangkan sial.
Wajahnya terlihat frustrasi, dia lebih baik di hadapkan pada pekerjaan yang sulit dari pada harus di hadapkan pada sang istri yang bagaikan seorang polisi sedang menginterogasinya.
"Terus kenapa kalian sibuk mencari tahu tentang wanita itu, bukannya setelah mendonorkan darahnya dia sudah tak ada kabarnya ?" tanya Ariana curiga.
Demian yang merasa gemas, langsung mendekati istrinya lalu menangkup kedua pipinya dengan gemas.
"Sayangku yang paling cantik dan gemesin dengerin ya, kita itu tidak boleh terlalu percaya dengan seseorang begitu saja. Apalagi suamimu ini pemilik perusahaan besar, banyak rival bisnis di luar sana yang akan selalu mengusik perusahaan kita dengan cara-cara yang tak bisa kita duga. Maka dari itu wajib bagi kita untuk selalu waspada pada siapapun, mengerti sayang !!" ujar Demian gemas.
__ADS_1
Ariana nampak mencerna ucapan suaminya tersebut, namun belum juga sampai otaknya. Laki-laki itu sudah mengecup bibirnya dan sedikit melum😘tnya.
"Mas, apaan sih malu tahu. Ada Victor juga." gerutu Ariana seraya mengusap lipstiknya yang berantakan.
"Itu hukuman buatmu sayang, selalu saja curiga sama suami." Demian menatap jahil istrinya yang cemberut.
Entah karena bawaan bayi atau bukan, namun sejak Ariana hamil ia sering mencurigai suaminya bahkan wanita itu terkesan lebih galak dari biasanya.
"Awas saja kalau sampai ketahuan jalan sama tuh Jenny-Jenny siap-siap ku cabein." gerutu Ariana bernada ancaman seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja suaminya tersebut.
Demian dan Victor yang mendengar itu langsung menelan ludahnya bulat-bulat.
"Gini amat punya istri, sayangnya aku sangat mencintainya. Istrimu gitu juga, Vic ?" ujar Demian seraya menghempaskan tubuhnya di kursi.
"Mungkin lebih parah, tuan. Gara-gara saya ketahuan membelikan Sisil tas, saya hampir tidak dapat jatah malam pertama dan kemarin pagi entah di sengaja atau tidak pas dia bangun tidur dan melihat saya di sampingnya saya langsung di tendang hingga jatuh ke lantai, untung pinggang saya tidak patah. Bisa-bisa saya pensiun dini jadi laki." keluh Victor.
"Hah, maksud kamu ?"
"Kalau pinggang saya patah bagaimana saya bisa ganas di ranjang, tuan." sahut Victor yang langsung membuat Demian manggut-manggut.
"Mau bagaimana lagi tuan, saya tidak mempunyai saudara lagi jadi Sisil sudah saya anggap seperti adik sendiri. Bahkan dari lahir sudah saya gendong."
"Tapi bagaimana pun Sisil seorang wanita yang suka baperan, jadi mulai sekarang jaga jarak. Urusan pekerjaan saja otakmu cemerlang giliran masalah perempuan mendadak tumpul." gerutu Demian tanpa menyaring dulu perkataannya.
"Baik tuan, saya akan banyak belajar dari tuan." sahut Victor bernada sindiran.
"Tidak usah nyindir Vic, saya tahu apa yang ada dalam isi kepalamu." umpat Demian kesal.
"Sekarang pulanglah, nanti akan ku tanya sendiri pada Mama mengenai wanita itu dan hari ini jangan menggangguku. Aku ingin berduaan dengan istriku." lanjutnya lagi.
"Baik, tuan. Kalau begitu saya permisi." sahut Victor kemudian.
__ADS_1
Setelah Victor pergi Demian segera mencari istrinya tersebut di kamarnya. Setelah berjemur dengan ibunya, istrinya itu pasti sedang mandi saat ini.
Dan benar saja, saat masuk kamar ia mendengar gemericik suara air di dalam kamar mandi.
Senyum Demian langsung mengembang, beberapa hari tak menyentuh wanita itu membuatnya pening. Namun baru juga akan membuka pintu kamar mandi tiba-tiba Ricko masuk ke dalam kamarnya.
"Daddy mau ngapain ?" tanya Ricko dengan perasaan tak bersalah.
"Oh astaga nih bocah, untung anak sendiri." Demian hampir saja loncat seperti maling yang ketahuan mencuri.
"Loh kamu tidak sekolah, Nak ?" tanya Demian.
"Kan hari ini Ricko libur, Dad. Masa Daddy lupa sih." gerutu Ricko.
"Astaga Daddy lupa, sayang." sahut Demian dengan tersenyum nyengir.
"Wajar saja sih faktor 'U'." celetuk Ricko namun sukses membuat Demian memicing.
" 'U' apa Nak ?" tanyanya.
"Umur." sahut Ricko dengan tertawa lebar yang langsung membuat Demian menatap kaca.
"Memang Daddy kelihatan tua banget ya Nak? padahal Mommy mu masih muda." Demian tiba-tiba merasa tak percaya diri.
"Becanda Dad, Daddy masih muda dan gagah kok. Ya sudah kalau begitu Ricko pergi dulu." sahut Ricko kemudian mengambil tangan Demian lalu menciumnya dengan takzim.
"Kamu mau kemana Nak ?" tanya Demian yang baru menyadari anak lelakinya itu nampak rapi.
"Mau jalan-jalan sama kakek dan nenek." sahut Ricko kemudian ia langsung pergi meninggalkan kamar tersebut.
"Syukur deh jadi tak ada yang mengganggu." gumam Demian kemudian ia membuka pintu kamar mandi, namun istrinya itu sudah berdiri di depannya dengan kimono handuk membalut tubuhnya.
__ADS_1
"Mau mandi, Mas ?" tanya Ariana.
Demian yang menatapnya mendadak lemas dan tak bertenaga, gagal deh mau menghiya-hiyain istrinya di dalam kamar mandi. wkwkwk