
Olive langsung membuka pintu ruangan suaminya dengan sedikit kasar, lalu di lihatnya pria itu sedang sibuk di kursi kerjanya.
"Lalu di mana kedua wanita itu ?" gumamnya dalam hati seraya mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan kerja suaminya.
"Hei sayang, kamu datang kemari ?" sapa Ricko, ia nampak terkejut melihat kedatangan sang istri yang tiba-tiba.
Karena sejak menikah, baru kali ini wanita itu mengunjunginya di kantor.
Kemudian ia langsung bangkit dari kursi kerjanya, lalu mendatangi istrinya tersebut.
"Kamu sendirian ?" tanya Olive menyelidik.
"Tidak." sahut Ricko sembari menggandeng istrinya menuju sofa.
"Terus sama siapa ?" tanya Olive penasaran.
"Ada nanti kamu juga tahu, kamu ngapain kesini? kangen aku ya ?" tanya balik Ricko.
"Siapa? kamu sedang menyembunyikan perempuan ya ?" tuduh Olive to the point dan bersamaan itu ada dua wanita baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian seksi yang nampak basah di sana sini.
"Kami sudah membersihkan kamar mandinya, pak. Terus kami harus membersihkan yang mana lagi ?" ucap salah satu dari mereka, nampak wajah lelah menghiasi keduanya.
"Sudah cukup, ruangan saya juga sudah bersih berkat kalian. Jadi kalian boleh pergi sekarang." perintah Ricko kemudian.
"Baik pak, terima kasih." sahut keduanya dengan wajah berbinar, kemudian mereka segera melangkah pergi.
"Tunggu, jangan lupa mengembalikan alat kebersihan itu pada OB di lantai bawah." perintah Ricko lagi saat kedua wanita itu lupa membawa kembali alat-alat kebersihan yang sedari tadi mereka pakai untuk membersihkan ruangannya.
Setelah mereka pergi, Ricko segera mengunci ruangannya tersebut.
"Jadi mereka ?" Olive masih belum mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Mereka utusan PT. Multi Karya, untuk memuluskan tender mereka akan melakukan apa saja." sahut Ricko.
"Jadi kamu menyuruh kedua wanita seksi tadi membersihkan ruanganmu ?" Olive tidak menyangka dengan perbuatan suaminya itu, meski ia merasa lega karena pria itu tidak sampai tergoda.
"Tentu aja, kasihan mereka datang jauh-jauh kalau tidak mendapatkan pekerjaan kan ?" sahut Ricko sedikit tak berperasaan.
"Ten-tentu saja." tukas Olive merutuki pikirannya sendiri yang terlanjur over thinking.
"Memang apa yang sedang kamu pikirkan, sayang ?" Ricko menautkan sebelah alisnya pura-pura tak mengerti, padahal ia tahu wanita itu sedang cemburu dengan kedua wanita tadi.
"Tidak, lupakan saja." sahut Olive kemudian.
"Baiklah, jadi benar kamu sedang merindukan ku. Hm ?" tanya Ricko kemudian.
Ia nampak melingkarkan lengannya di bahu sang istri, lalu mencuri sebuah kecupan di pipinya.
"Aku mau minta penjelasan, bagaimana bisa kamu menyuruhku menonton ini ?" Olive langsung memberikan kepingan cd yang di berikan laki-laki itu tadi pagi.
"Jadi kamu sudah menontonnya, bagaimana? apa kamu sudah belajar bagaimana cara menyenangkan suami ?" Ricko nampak antusias.
__ADS_1
"Jadi selama ini tontonanmu seperti itu? pantas mesum." tuduh Olive dengan kesal.
"Memang isinya apa, sayang ?" Ricko nampak tak mengerti.
"Kamu jangan pura-pura tak mengerti deh." tuduh Olive.
"Beneran aku tidak mengerti sayang, itu pemberian temanku. Katanya itu isinya kiat-kiat istri buat menyenangkan suami." sahut Ricko jujur.
"Oh astaga." Olive langsung menepuk keningnya.
"Coba aku lihat isinya." Ricko langsung mengambil kepingan cd tersebut lalu memutarnya di komputernya.
"Astaga." gumamnya saat melihat adegan ranjang di dalam video tersebut.
"Sialan, mereka mengerjaiku." umpatnya dengan kesal, ia menyesal kenapa tidak mengeceknya dahulu sebelum memberikannya pada sang istri.
Ia pikir video tersebut berisi sebuah ceramah atau pengetahuan tentang bagaimana kewajiban istri pada suaminya.
"Jadi bagaimana, kamu udah melihat sendiri kan. Dasar kalian kumpulan pria mesum." sinis Olive menatap suaminya yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Aku juga tidak tahu, sayang." sahut Ricko seraya menghempaskan tubuhnya kembali di samping wanita itu.
"Ngomong-ngomong setelah menonton itu, aku jadi kepingan sayang." imbuhnya lagi dengan pandangan mesum menatap istrinya tersebut.
"Benarkan, mesumnya kumat." rutuk Olive sedikit kesal, namun saat mengingat perempuan-perempuan seksi tadi ia langsung menelan ludahnya.
"Ya sudah, ayo." imbuhnya lagi yang langsung membuat Ricko nampak tak percaya, biasanya istrinya itu tidak pernah mengajak duluan.
"Tentu saja, bukannya kamu ingin." Olive langsung berpindah posisi ke pangkuan Ricko, ia nampak melingkarkan tangannya di leher laki-laki itu.
"Sayang." Ricko nampak menggeram saat merasakan miliknya yang sudah mengeras mendapatkan gesekan dari gerakan wanita itu.
"Kamu ingin aku menyenangkan suami kan? baiklah aku akan melakukannya asal kamu jangan pernah tergoda dengan wanita lain." ucap Olive lalu mendekatkan wajahnya, kemudian ia m3lum@t bibir suaminya dengan rakus.
Dua bulan menjadi istri Ricko, ia sudah banyak belajar bagaimana membuat laki-laki itu puas. Hanya saja ia terkadang malu untuk melakukannya.
Namun setelah menyadari jika banyak sekali wanita di luar sana yang ingin mendekati suaminya, maka ia akan menjadi sosok yang di inginkan pria itu.
Olive nampak mencumbu suaminya dengan sedikit liar dan rakus hingga membuat Ricko terkejut, namun juga senang.
Dan selanjutnya hanya suara erangan yang terdengar di dalam ruang tersebut.
Keesokan harinya....
"Jerman, aku datang lagi." teriak Olive saat baru turun dari pesawat.
Semalam mereka berangkat untuk berbulan madu dan di sinilah kini mereka berada.
"Kamu senang, sayang ?" Ricko nampak tersenyum melihat bagaimana istrinya itu sangat ceria.
Bagaimana pun wanita itu pernah tumbuh besar di negara ini dan pasti sangat merindukan kampung halamannya tersebut.
__ADS_1
"Sangat senang Rick, terima kasih ya." sahut Olive memandang suaminya itu.
Keesokan harinya mereka nampak mengunjungi beberapa tempat yang pernah Olive tinggali sebelumnya.
Gadis itu sangat senang bisa kembali mengunjungi rumah sederhananya dahulu, kemudian ia juga mengunjungi makam kakek angkatnya.
Setelah seharian berkeliling kini mereka kembali ke hotel di mana mereka menginap.
"Terima kasih, Rick. Kamu sudah membawaku kembali kesini." ucap Olive malam itu saat mereka usai makan malam romantis di sebuah restoran yang ada di hotel tempatnya menginap.
"Sama-sama sayang, terima kasih juga sudah memberikan kesempatan padaku lagi." sahut Ricko.
"Aku janji akan menjadi istri yang bisa membuat kamu senang." tukas Olive kemudian.
"Astaga sayang, aku hanya becanda waktu itu." Ricko jadi merasa terbebani gara-gara ucapannya waktu itu hingga istrinya langsung berubah drastis, ia takut wanita itu melakukannya dengan terpaksa.
"Nggak apa-apa, aku senang kok melakukannya." sahut Olive dengan sedikit mengerlingkan matanya, sepertinya ia sudah mulai ahli menggoda suaminya tersebut.
"Kamu mulai nakal, sayang." tukas Ricko dengan kekehannya, kemudian ia bangkit dari duduknya.
"Ayo ke kamar, sepertinya aku sudah tak sabar untuk memakanmu." imbuhnya lagi seraya mengajak istrinya itu untuk pergi.
Namun baru juga akan melangkah pergi, mereka nampak terkejut saat tiba-tiba melihat Sarah bersama seorang pria berjalan ke arahnya.
"Hai apa kabar ?" sapa Sarah duluan, ia nampak tersenyum manis menatap mantan kekasihnya itu.
"Kami sangat baik, ya kan sayang." sahut Ricko seraya menatap sayang ke arah sang istri.
"Kalian baru berbulan madu ?" cibir Sarah dengan nada sindiran.
"Kami baru sempat melakukannya, oh ya kami minta maaf waktu itu tidak datang ke pernikahanmu." sahut Ricko.
"Tidak masalah, oh ya kenalkan ini suamiku." sahut Sarah, kemudian ia mengenalkan suaminya pada Ricko.
Setelah itu Sarah nampak menatap Olive dengan pandangan sinis. "Apa kamu sudah hamil ?" tanyanya kemudian sembari mengusap lembut perutnya yang terlihat membuncit, seakan ia ingin memberitahukan jika dirinya sedang hamil saat ini.
"Belum, tapi sepertinya sebentar lagi istriku juga akan hamil." jawab Ricko, ia nampak menggenggam erat tangan Olive.
"Semoga saja, karena biasanya wanita yang tidak bermasalah dengan kandungannya akan langsung hamil di saat pertama kali berhubungan." ucap Sarah sarat dengan ejekan.
Sedangkan Olive yang sedari tadi menahan diri, kini tak tahan untuk bersuara.
"Kamu jangan khawatir nona Sarah, kami sedang menikmati masa berduaan kami. Mungkin saja bayi kami akan hadir setelah kami benar-benar sangat bahagia, bukan hadir karena sebuah kecelakaan yang pastinya akan membuat aib." ucapnya sembari menatap perut Sarah yang sudah membesar padahal mereka menikah baru dua bulan seperti dirinya.
"Kamu..." Sarah mendadak geram.
"Sering-seringlah tersenyum nona Sarah karena itu bagus untuk kandunganmu." sela Olive yang semakin membuat Sarah bertambah geram.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi." ucap Olive lagi seraya menggandeng lengan suaminya.
Kemudian mereka berlalu pergi meninggalkan Sarah yang masih ingin membalas ucapannya.
__ADS_1
"Sialan." umpat Sarah dengan kesal, namun sang suami langsung menenangkan lalu membawanya duduk di kursi.