
Sarah nampak mengulas senyum lebarnya saat masuk ke dalam ruangan Ricko.
"Om, tante bagaimana kabarnya ?" ucapnya saat melihat Ariana dan Demian juga berada di sana, ia nampak mencium tangan mantan calon mertuanya itu dengan takzim.
"Kami baik." sahut Ariana, ia juga nampak terkejut melihat kedatangan Sarah.
Sejak dua tahun yang lalu hubungan mereka terputus dan gadis itu seakan menghilang tanpa jejak.
Kemudian Sarah berjalan mendekati Ricko dan langsung mencium pipi kanan dan kirinya sebelum mantan kekasihnya itu menghindar.
Tidak hanya itu, Sarah langsung memeluk pria itu dengan erat. Meski Ricko berusaha menghindarinya.
Setelah puas menyalurkan rasa rindunya, Sarah langsung mengurai pelukannya.
"Bagaimana kabarmu, Rick ?" tanyanya kemudian dengan menatap lekat Ricko.
"Seperti yang kamu lihat." sahut Ricko seraya berjalan menuju kursi kerjanya, sebelum mantan kekasihnya itu berbuat sesuatu yang lebih dari tadi.
Sungguh ia merasa bersalah karena tak kuasa menolak pelukan Sarah, semoga saja Olive tak melihatnya.
Namun sepertinya perkiraannya salah, karena Olive sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah siap menerkamnya.
"Sayang." Ricko nampak menelan ludahnya saat melihat istrinya tersebut.
"Tasku ketinggalan." tukas Olive, beruntung ia baru ingat jika tasnya ketinggalan di dalam ruangan suaminya tadi jadi ia mempunyai alasan.
Olive segera melangkah masuk menuju meja kerja Ricko untuk mengambil tasnya yang berasa diatas sana.
"Kalau begitu aku permisi." ucapnya setelah meraih tasnya, namun Ricko langsung menarik tangannya hingga ia mendekat ke arahnya.
Sarah yang melihat kemesraan mereka nampak menatap tak suka.
"Jadi ada apa kamu kemari ?" tanya Ricko kemudian pada mantan kekasihnya itu.
"Aku ingin memberikan ini ?" Sarah memberikan sebuah undangan berwarna keemasan pada Ricko.
"Saya harap kalian bisa hadir di pernikahan ku." imbuhnya lagi dengan menatap Ricko dan kedua orang tuanya bergantian.
"Kamu mau menikah ?" tanya Ricko setelah membaca undangan tersebut.
"Begitulah, butuh waktu dua tahun untukku membuka hati lagi ya meski aku belum sepenuhnya melupakan mu." sahut Sarah.
"Hubungan kita sudah masa lalu Sar, jadi ku mohon berbahagialah dengan pasanganmu." tegas Ricko menatapnya.
"Tentu saja, terima kasih untuk kenangan indah kita dulu." ucap Sarah sembari menatap datar Olive, ia seakan ingin memberitahu wanita itu jika dirinya dan pria itu pernah mempunyai masa lalu yang sangat indah.
"Lupakan semuanya Sar, ayo kita raih kebahagiaan bersama pasangan kita." ucap Ricko sembari mengeratkan genggamannya pada tangan Olive.
"Tentu saja, baiklah kalau begitu aku harus pergi." Sarah nampak memaksakan senyumnya kemudian ia berpamitan pergi.
"Baiklah, Mommy dan Daddy juga harus pulang. Ingat kalian jangan macam-macam, mengerti !!" ucap Ariana dengan nada ancaman.
"Baik Mom, Dad." sahut Olive.
__ADS_1
Setelah mereka pergi, Olive langsung melepaskan genggaman Ricko. Namun pria itu justru menarik tubuhnya hingga membuatnya terjatuh ke atas pangkuannya.
"Aku harus kembali ke dalam ruanganku." keluhnya saat Ricko mengurungnya.
"Kamu marah, hm ?" tanya Ricko kemudian.
"Nggak." sahut Olive.
"Kalau nggak marah kenapa ini manyun ?" Ricko nampak mengusap bibir Olive yang nampak mengerucut.
"Kamu pasti senangkan di peluk dan di cium sama mantan mu itu ?" tanya balik Olive.
"Jadi istriku ini sedang cemburu, hm ?" Ricko menatap gemas Olive.
"Kalau aku di peluk dan di cium sama Ali kamu cemburu nggak ?"lagi-lagi Olive membalikkan perkataan suaminya itu.
"Berani ?" Ricko langsung mengeraskan rahangnya.
"Kamu juga senang di peluk oleh Sarah." sindir Olive.
"Dia tiba-tiba saja memelukku, sayang." ucap Ricko membela diri.
"Baiklah aku memaafkan mu, tapi awas saja aku lihat kamu ganjen pada wanita lain." ucap Olive.
"Iya sayang, iya." Ricko nampak mencubit hidung istrinya itu dengan gemas.
"Baiklah aku harus kembali ke ruanganku." Olive hendak beranjak namun sepertinya Ricko enggan melepaskannya.
"Kita nggak mulai sayang tapi melanjutkan yang tadi." goda Ricko.
"Dasar mesum." Olive langsung melepaskan paksa tangan Ricko yang melingkar di pinggangnya, setelah itu ia beranjak pergi.
Sedangkan Ricko terkekeh melihat kepergian istrinya tersebut.
Sore harinya sesuai yang di katakan Ali tadi pagi, pria itu nampak menunggu Ricko dan Olive di lobby kantor.
Ia akan mencoba membujuk sahabatnya itu agar menyetujui hubungannya dengan Olive.
Sementara itu Olive yang baru masuk lift, nampak terkejut saat Ricko juga tiba-tiba masuk.
"Kamu tidak ingin menunggu suamimu pulang ?" ucap Ricko menatap sang istri.
"Aku membawa mobil sendiri." sahut Olive.
"Ayolah sayang, beberapa hari lagi kita akan menikah lagi. Sampai kapan kita akan kucing-kucingan seperti ini ?" mohon Ricko, sungguh ia ingin memplokamirkan hubungannya dengan wanita itu.
"Beri aku waktu." tukas Olive dengan nada memohon.
"Sampai kapan, hm ?" desak Ricko.
"Sampai aku siap, kamu tahu sendirikan mereka mengira kita adalah saudara tiri satu ayah. Belum lagi mereka pasti menghujatku jika tahu aku adalah wanita misterius dua tahun lalu yang telah membuat hubungan mu dengan Sarah hancur." sahut Olive
"Jadi kamu tidak ingin kita rujuk hanya karena ingin menjaga perasaan semua orang gitu ?" Ricko nampak kesal.
__ADS_1
"Bukan begitu..." Olive nampak kesal sendiri.
"Baiklah jika itu yang kamu mau." Ricko yang merasa kesal langsung melangkah maju untuk menekan tombol lift, namun Olive langsung menahannya lalu berjinjit untuk menciumnya.
Ricko yang mendapatkan serangan tiba-tiba nampak melebarkan matanya, namun setelah itu ia hanya pasrah saat Olive menciumnya dengan lembut.
ting
Lift nampak berbunyi lalu pintu langsung terbuka, namun sepasang suami istri itu masih asyik dengan kegiatan panasnya yang tanpa mereka sadari beberapa karyawan yang ada di lobby nampak menatap ke arah mereka.
"Kalian ?" Ali langsung melotot saat melihat keintiman mereka hingga membuat Ricko dan Olive melepaskan panggutannya.
"Mati aku." rutuk Olive, ia nampak melipir ke belakang tubuh sang suami saat menyadari beberapa karyawan berkumpul di hadapannya.
Ricko yang tertangkap basah mencumbu saudara tirinya itu bukannya nampak bersalah ia malah mengulas senyumnya menatap para karyawannya tersebut.
"Baiklah, berhubung kalian sedang berkumpul di sini, sekalian saya ingin memberitahukan jika satu minggu lagi saya dan Olive akan menggelar resepsi pernikahan kami dan kalian semua harus datang." ucap Ricko yang langsung membuat karyawannya tersebut terkejut.
"Bukannya kalian bersaudara ?" Ali nampak tak percaya.
"Kami tidak ada hubungan darah, meski orang tua kami pernah menikah dan satu lagi kami sudah menikah sejak dua tahun yang lalu meski kami sempat terpisah karena suatu hal." tegas Ricko seraya menatap semua karyawannya tersebut.
"Jadi benar gosip yang beredar waktu itu jika kamu mengakhiri tunangan dengan Sarah karena berselingkuh dengan Olive ?" tuduh Ali yang masih belum menerima kenyataan.
"Jaga bicaramu Al, Istri saya adalah cinta pertama saya bahkan saya sudah menyukainya sedari kecil dan kalau kalian ingin menghujat, hujat saja saya." tegas Ricko sembari mengeratkan genggamannya pada tangan Olive, seakan ingin memberikan kenyamanan pada wanita itu.
Setelah menegaskan bahwa Olive adalah istrinya pada semua karyawannya, Ricko langsung membawa wanita itu pergi dari kantornya tersebut.
"Memalukan." rutuk Olive setelah sampai di dalam mobilnya.
"Apa? kamu malu karena hubungan kita di ketahui oleh mereka ?" Ricko nampak mengerutkan dahinya menatap istrinya itu.
"Bu-bukan itu, aku malah lega mereka sudah tahu tapi aku malu saat mengingat kita berciuman tadi." Olive nampak mengacak rambutnya.
"Mungkin mereka berpikir kamu sangat liar." goda Ricko.
"Rick...." teriak Olive dengan kesal.
"Baiklah kalau malu, mulai besok kamu tidak perlu bekerja lagi." tukas Ricko.
"Mana bisa begitu."
"Ya sudah masuk kerja aja, palingan mereka pada berpikir kamu begitu liar menggodaku." ledek Ricko sembari tertawa.
"Rick...."
"Apa, mau menciumku lagi ?"
"Menyebalkan."
.
Maaf ya guys, dua hari ini Othor KO. Thanks ya teman-teman atas doanya 🙏, Alhamdulillah Othor mulai sehat semoga bisa nulis beberapa part lagi sampai tamat.
__ADS_1