Menggenggam Rindu

Menggenggam Rindu
Part~67


__ADS_3

Ariana nampak mondar-mandir di balkon kamarnya, karena Ricko belum juga pulang.


Semoga saja Demian membawa pulang Ricko sesuai dengan janjinya sebelum mereka berangkat tadi.


Dan tak berapa lama nampak mobil memasuki halaman rumahnya yang langsung membuat Ariana berlari keluar.


"Syukurlah mereka sudah pulang." gumam Ariana lega.


Demian nampak menggendong Ricko yang sudah tertidur, kemudian membawanya langsung masuk ke dalam kamarnya yang di ikuti oleh Ariana di belakangnya.


"Sebaiknya kamu segera pulang." ucap Ariana ketika Demian baru menidurkan Ricko, wanita itu nampak berdiri dengan tangan bersendakap tak jauh darinya.


"Aku sangat lelah sekali, sepertinya aku menginap di sini saja." sahut Demian yang kini sudah berbalik badan menatap Ariana.


"Nggak boleh mas, kamu harus pulang." tolak Ariana, bagaimana bisa laki-laki yang tak ada hubungan dengannya bebas menginap di rumahnya.


"Memang kenapa tidak boleh ?" tanya Demian seraya berjalan mendekati Ariana dan tentu saja membuat wanita itu refleks melangkah mundur.


"Ka-karena kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi." sahut Ariana yang kini punggungnya sudah menabrak di tembok belakangnya.


"Jadi apa kita harus mempunyai hubungan dahulu baru aku boleh menginap di sini, hmm ?" Demian semakin melangkah maju hingga tubuhnya memepet wanita itu.


"Mas hentikan, kamu jangan gila. Sebentar lagi kamu akan menikah." teriak Ariana nyaring, sepertinya ia tak menyadari mereka masih berada di kamar Ricko.


"Ssttt, apa kamu mau Ricko bangun ?" ucap Demian dengan lirih.


Ariana langsung menggelengkan kepalanya pelan. "Ku mohon pergilah, jangan membuat ini menjadi sulit." ucapnya tak kalah lirih.


Ia nampak memejamkan matanya ketika merasakan Demian menyusuri kulit lehernya dengan hidung mancungnya dan setelah itu laki-laki itu langsung menjauhkan tubuhnya.


"Tentu saja aku akan menikah, sesuai kemauanmu." ucapnya dingin kemudian ia segera berlalu pergi meninggalkan kamar tersebut.


Setelah Demian pergi, tubuh Ariana nampak merosot ke lantai. Ia langsung terisak, ia ingin menahan Demian untuk tetap berada di sisinya tapi keadaan yang membuatnya harus melepaskan laki-laki itu.


"Maafkan aku mas, aku sangat mencintaimu." lirihnya, ia nampak menenggelamkan kepalanya di kedua lututnya.


Sedangkan Demian yang nampak bersandar di balik pintu, langsung mengepalkan tangannya ketika mendengar isak tangis Ariana.


Kemudian dia segera melangkahkan kakinya pergi dari sana, hatinya terasa nyeri mendengar kesedihan wanita kesayangannya itu.


"Saya mau menghentikan kekonyolan ini Vic, saya akan membawa Ariana dan Ricko tinggal di luar negeri saja." ujar Demian ketika sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Saya tahu tuan ini pasti akan menyakitkan bagi nyonya Ariana, tapi hanya ini satu-satunya cara untuk membuka kedok keluarga nona Jessica. Setelah itu saya yakin nyonya besar akan menyadari kesalahannya dan akan menerima nyonya Ariana dengan tangan terbuka."


"Tapi bagaimana kalau Mama tetap dengan keputusannya ?" geram Demian.


"Saya berani taruhan tuan, nyonya Siska adalah satu-satunya sahabat baik nyonya besar semenjak beliau masih muda selain mendiang ibunya nyonya Monica. Jika beliau tahu nyonya Siska diam-diam memanfaatkannya, maka tak ada pilihan lain selain menerima pilihan anda dan tuan Anggoro."


Demian nampak menghembuskan napas kasarnya, kemudian ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi lalu memejamkan matanya.


Pikirannya sangat kalut saat ini, sungguh wanitanya itu sangat keras kepala. Padahal di luar sana banyak sekali pasangan yang hidup bahagia meski tanpa restu orangtua.


"Jika rencana ini gagal, saya siap mengundurkan diri tuan dan anda bisa membawa nyona Ariana dan Ricko tinggal di luar negeri. Saya melakukan ini semua semata-mata hanya demi kebahagiaan anda dan juga menyelamatkan perusahaan yang sudah membesarkan saya selama ini." tegas Victor yang langsung membuat Demian membuka matanya menatap Victor dari kaca spion.


"Lalu apa ada perkembangan dari penyelidikan mu ?" tanya Demian.


"Tentu saja tuan, kita akan membongkarnya di hari anda bertunangan." sahut Victor.


"Baiklah kali ini aku percaya padamu." sahut Demian.


Keesokan harinya....


Demian nampak menatap jengah surat kabar di atas meja kerjanya tersebut, berita pertunangannya dengan Jessica langsung menjadi topik utama pagi ini.


Entah siapa yang membocorkan ke media padahal hari pertunangannya baru beberapa hari lagi akan di laksanakan.


"Selamat siang, tuan." sapa Victor setelah masuk ke dalam ruangan atasannya tersebut.


"Ada apa, aku tidak memanggilmu ?" ketus Demian.


"Ini nyonya Ariana bertanya, apa anda jadi menjemput Ricko? kalau tidak beliau yang akan menjemputnya." sahut Victor.


"Kenapa dia tidak menghubungi ku langsung ?" Demian langsung mengambil ponselnya, namun tak ada satu pesanpun dari Ariana.


"Saya kurang tahu, tuan."


"yang jadi ayahnya Ricko saya atau kamu sih sebenarnya." gerutu Demian seraya bangkit dari duduknya.


"Maaf, tuan." ucap Victor yang tidak tahu kesalahannya di mana.


Sejak bossnya itu putus dengan Ariana, semua karyawan di kantornya selalu mendapatkan omelannya.


"Apa tuan yakin akan membawa Ricko ke kantor ?" tanya Victor memastikan, karena jika itu sampai terjadi maka akan menjadi gosip besar.

__ADS_1


"Kenapa memangnya? dia putraku, pewaris satu-satunya perusahaan ini." sahut Demian masih dengan nada ketus.


"Tapi bagaimana dengan pemberitaan di luar sana, tuan ?" Victor nampak khawatir, karena status Ricko belum jelas saat ini dan tentu itu akan membuat publik penasaran dengan siapa ibu kandung dari pewaris tunggal keluarga Anggoro tersebut.


"Hanya ke kantor Vic, bukan ke hadapan media." ucap Demian jengah.


"Baiklah tuan, mari saya antar." ucap Victor mengalah.


Setelah itu mereka segera berlalu pergi menjemput Ricko di sekolahnya.


"Aku pikir pak boss akan menjomblo setelah bercerai dari nyonya Monica, ternyata beliau akan menikah lagi dalam waktu dekat." ucap salah satu karyawan wanita di sana dengan nada kecewa ketika melihat surat kabar di tangannya tersebut.


"Padahal ku pikir ada kesempatan untuk mendekatinya." celetuk seorang wanita cantik dengan pakaian seksi yang menonjolkan lekukan tubuhnya.


"Dengar-dengar wanita itu yang menyebabkan tuan Demian bercerai." timpal temannya yang satunya lagi.


"Jangan-Jangan wanita itu hamil duluan lagi." ucap yang lain sok tahu yang langsung membuat teman-temannya geram.


"Dasar pelakor tak tahu diri, padahal sebelumnya rumah tangga tuan Demian dan nyonya Monica sangat harmonis." geram salah satu karyawan di sana.


Ehmmm


Jessica yang baru melangkahkan kakinya di lobby kantornya Demian langsung berdehem ketika melihat beberapa karyawan wanita nampak sedang berkerumun di salah satu kubikel.


"Apa kalian di gaji hanya untuk bergosip ?" hardiknya yang langsung membuat beberapa karyawan di sana menoleh menatapnya.


Mereka nampak terkejut dengan kedatangan Jessica, seorang wanita cantik yang wajahnya pagi ini menghiasi surat kabar karena kabar pertunangannya dengan Demian yang tiba-tiba.


"Kembali ke meja kalian masing-masing, sebelum ku laporkan pada Demian." ucapnya lagi dengan wajah pongahnya.


Setelah itu ia segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift menuju ruangannya Demian.


"Astaga, ternyata tidak hanya tuan Demian dan tuan Victor saja yang galak. Bahkan calon bu boss lebih galak lagi." gerutu beberapa karyawan di sana.


Mereka nampak tak suka dengan Jessica yang terlihat sangat angkuh dan juga arogan.


Beberapa saat kemudian, Demian yang baru menjemput Ricko pulang dari sekolah nampak menggandeng putranya tersebut masuk ke dalam kantornya.


"Eh semua, itu pak boss sedang menggandeng anak siapa ?"


Beberapa karyawan di sana nampak menoleh ke arah Demian yang terlihat sedang menggandeng bocah kecil.

__ADS_1


Mereka semua nampak terkejut ketika melihat anak kecil tersebut yang nampak begitu mirip dengan bossnya.


"Jangan bilang itu anak Mereka ?"


__ADS_2