
Setelah Ricko pergi, Sarah nampak menghubungi ponsel Olive namun tidak aktif. Lalu ia mencobanya lagi namun tetap tidak aktif.
"Sialan kemana asisten itu, katanya ingin memberikan ku informasi." gerutunya dengan kesal, kemudian ia mencabut paksa jarum infus yang terpasang di punggung tangannya.
"Sarah apa yang kamu lakukan ?" teriak pak Sony saat baru masuk ke dalam ruangannya.
"Aku mau mengejar Ricko, Pa. Dia benar-benar mengakhiri semuanya, aku tidak terima." Sarah nampak geram.
"Sarah cukup." bentak pak Sony.
"Jika kamu berbuat bodoh dia bisa saja menghancurkan perusahaan kita, kamu mau kita hidup miskin ?" imbuhnya lagi dengan tegas.
Sedangkan Sarah nampak menggelengkan kepalanya menanggapi perkataan sang ayah, mana mungkin ia bisa hidup miskin. Sedangkan dari lahir ia tidak pernah kekurangan apapun.
"Tapi aku sudah menunggunya sejak lama Pa, aku yang menemaninya sejak dulu tapi kenapa dia menikahnya dengan wanita lain ?" Sarah masih tak bisa menerima.
"Tenanglah dulu." Pak Sony nampak menenangkan putrinya tersebut lalu membawanya ke dalam pelukannya.
Sementara itu Ricko yang menemukan kalung milik Olive di Apartemennya, langsung mengambil kalung miliknya yang masih ia simpan dengan baik.
Lalu ia menggabungkan kedua leontin tersebut yang nampak membentuk sebuah hati.
"Astaga, bagaimana mungkin."
Ricko nampak terkejut, ia tidak menyangka jika Olive yang ia nikahi adalah gadis kecil yang selama ini sangat di rindukan oleh keluarganya.
Gadis kecil yang ia dan keluarganya kira sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat beberapa tahun yang lalu.
"Daddy, harus tahu ini."
Ricko bergegas meninggalkan unitnya tersebut, kemudian berlalu ke rumah orang tuanya.
"Mom, Dad ?" Ricko nampak senang saat kedua orang tuanya menyambut kedatangannya, namun senyumnya langsung menyurut saat melihat ibunya yang sedang menatapnya dengan geram.
"Ada apa ini ?" ucapnya kemudian saat melihat Sarah juga berada di sana.
Plakk
Sebuah tamparan yang di layangkan oleh Ariana berhasil mendarat di pipi Ricko hingga membuat pria itu terkejut sekaligus merasakan panas menjalar di seluruh wajah tampannya.
Sedangkan Sarah nampak tersenyum puas, tidak sia-sia ia menceritakan segalanya kepada orang tua Ricko.
Ia berharap hubungannya dengan Ricko bisa di perbaiki setelah Demian dan Ariana tahu perbuatan anak kesayangannya itu di belakang mereka.
"Ada apa mom, kenapa Mommy menamparku ?" protes Ricko sedikit kesal.
__ADS_1
Ini kali kedua dalam hidupnya ibunya itu menamparnya setelah sebelumnya wanita paruh baya itu juga pernah menamparnya saat ia ingin mengakhiri pertunangannya dengan Sarah beberapa waktu lalu.
"Kamu masih bertanya kenapa Mommy menamparmu hah? apa selama ini Mommy mengajarimu untuk berbohong ?" Ariana nampak sangat geram.
"Aku tidak mengerti Mommy bicara apa." tukas Ricko yang memang tak mengerti maksud ibunya itu.
Ariana langsung mengambil tangan Ricko lalu mengangkatnya hingga menunjukkan sebuah cincin pernikahannya yang melekat di jari manisnya.
"Lalu ini apa ?" tanyanya kemudian.
"Kamu anggap apa orang tuamu ini Rick, kamu menikah diam-diam di belakang kami hah ?" melihat itu Demian langsung menghardik putranya tersebut.
"Maafkan aku, Dad." Ricko nampak bersalah, bagaimana pun juga perbuatannya memang tidak benar tapi itu semua ia lakukan atas permintaan Olive waktu itu.
"Jadi benar kamu menikahi Olive, sekretarismu sendiri ?" cercah Ariana yang langsung membuat Ricko nampak terkejut.
"Kalian tahu ?" ucapnya tercengang.
Sedangkan Sarah nampak tersenyum sinis, tentu saja ia yang memberitahukan pada kedua orangtua Ricko setelah ia mencari tahu sebelumnya.
"Kalian benar-benar keterlaluan, bertingkah seolah-olah tidak ada apa-apa tapi di belakang kami kalian diam-diam menjalin hubungan." Ariana nampak kecewa.
"Aku mencintainya, Mom." tukas Ricko kemudian.
"Tapi kamu sudah mengecewakan Sarah dan Dean, Ricko." kali ini Demian yang menimpali.
"Tapi Dad, Olive itu adalah..."
"Sudah stop, untuk sementara waktu biar perusahaan Daddy yang menghandle. Lebih baik kamu merenungkan semua perbuatanmu itu." potong Demian kemudian ia berlalu pergi, sungguh ia sangat kecewa dengan perbuatan putranya itu.
Jika memang mencintai Olive, harusnya putranya itu dengan gentle memperjuangkannya di hadapan keluarganya bukannya langsung menikahinya diam-diam apalagi merebutnya dari saudaranya sendiri.
"Mom..." Ricko nampak mengiba pada ibunya tersebut.
"Pergilah Rick, bukannya kamu sudah merasa dewasa sekarang dan tidak membutuhkan kami lagi. Sungguh Mommy sangat kecewa sama kamu." potong Ariana yang langsung membuat Ricko kecewa.
Kemudian ia berlalu pergi meski Sarah mencoba untuk mencegahnya, bukan ini yang Sarah inginkan. Harusnya setelah tahu kejadian yang sebenarnya Ariana dan Demian akan memaksa putranya itu untuk menceraikan Olive.
"Tante, aku harus bagaimana. Aku sangat mencintai Ricko." mohon Sarah setelah kepergian Ricko.
Ariana yang masih syok nampak menghela napas beratnya. "Pulanglah Sar, bukannya hubungan kalian sudah berakhir." perintahnya kemudian.
"Tapi tante, Ricko tidak bisa seenaknya memutuskan pertunangan kami." protes Sarah tak terima.
"Maafkan tante Sar, tapi di sini kamu juga bersalah karena membujuk Ricko untuk mau bertunangan meski dia tidak mencintaimu. Jadi kalau Ricko mengambil keputusan untuk mengakhiri, kamu harus bisa berlapang dada." tegas Ariana.
__ADS_1
Setelah itu ia berlalu meninggalkan Sarah yang nampak tercengang karena perkataannya tadi.
Wanita paruh baya itu nampak memasuki kamar putranya, lalu menumpahkan air matanya di sana.
"Maafkan Mommy, ini semua salah Mommy. Mommy hanya tidak ingin kamu seperti ayahmu." rintihnya sembari terisak, ia menyesal pernah ingin menjodohkan Ricko dengan anak sahabatnya hingga membuat Ricko melakukan banyak kebohongan.
"Mommy mengasuh kalian berdua dengan kasih sayang yang sama berharap kalian akan selalu menyayangi, tapi kenapa kalian harus menyukai wanita yang sama."
Ariana nampak sesenggukan dengan menenggelamkan wajahnya di ranjang putranya tersebut.
Ia begitu menyayangi Ricko begitu juga dengan Dean, ia tidak bisa membayangkan jika mereka harus bertengkar hanya demi satu wanita.
"Sayang."
Demian yang baru masuk langsung mengusap puncak kepala istrinya itu hingga membuat Ariana langsung mengangkat kepalanya.
"Maafkan aku Dad, aku sudah gagal mendidik anak kita." ucapnya dengan penuh penyesalan.
"Aku yang seharusnya meminta maaf, karena masa laluku kamu jadi seperti ini." sahut Demian yang juga nampak sangat menyesal.
Namun tanpa mereka sadari, Ricko yang kembali lagi ke rumah tersebut nampak bersandar di balik dinding dengan memejamkan matanya saat mendengar perkataan ibunya tersebut.
Ia juga sangat menyayangi Dean, laki-laki itu sudah seperti kakak kandungnya sendiri. Bahkan dari dulu Dean selalu mengalah tentang apapun darinya.
"Maafkan aku, kak." gumamnya dengan penuh penyesalan.
Sementara itu Olive yang kini berada di Bali nampak menyewa sebuah Apartemen sederhana.
Sepertinya untuk sementara waktu ia akan tinggal di sana sampai Ricko benar-benar membuat keputusan.
Namun sudah hampir satu bulan laki-laki itu sama sekali tidak pernah menghubunginya, padahal ia setiap saat mengaktifkan ponselnya.
Sungguh ia sangat merindukannya, ingin sekali ia menghubunginya. Namun ia harus bersabar sampai laki-laki itu menghubunginya duluan.
Pagi itu Olive nampak mengerjapkan matanya, saat mendengar notifikasi di ponselnya.
Ia langsung beranjak dari tidurnya lalu mengambil ponselnya di atas nakas.
Melihat nama Ricko yang tertera di layar ponselnya, Olive langsung mengulas senyumnya. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu laki-laki itu.
"Akhirnya kamu menghubungiku, aku sangat merindukanmu Rick." gumamnya saat membuka pesan dari Ricko.
Namun senyumnya langsung menyurut saat baru membacanya, bahkan kini sudut matanya mulai mengembun.
"Maafkan aku, mulai hari ini kita harus berpisah. Aku sudah mengurus segalanya, kembalilah ke rumah Olivia Putri Monica. Sungguh Daddy sangat merindukan putri kecilnya."
__ADS_1
Sebuah pesan yang di kirim oleh Ricko pagi itu, membuat Olive langsung syok. Ia syok karena ternyata Ricko dan keluarganya sudah mengetahui siapa dirinya dan kata perpisahan itu membuatnya tak bisa menahan lagi air matanya.
"Kenapa kita harus berpisah? apa kamu masih membenciku karena mengetahui aku adalah Olive teman kecilmu. Aku mencintaimu Ricko, sungguh aku sangat mencintaimu."