Menggenggam Rindu

Menggenggam Rindu
Part~249


__ADS_3

"Ck, jadi begini kelakuan kakak di belakang Olive ?" hardik Ricko yang membuat Dean dan Diana langsung menatapnya terkejut.


Dean terkejut bukan karena melihat kedatangan Ricko yang hampir dua tahun pergi, karena dia sudah tahu jika pria itu memang sudah kembali dari Amerika.


Namun yang bikin Dean terkejut, Ricko mendatanginya dengan menggendong seorang bayi.


Apa bayi itu anak hasil hubungan gelapnya dengan wanita asing di Amerika ?


Tapi saat melihat kehadiran Siti, baby sitter anaknya ia langsung melotot.


"Dila ?" teriaknya nyaring, kemudian langsung beranjak dari duduknya yang di ikuti juga oleh sang istri.


"Ck, masih ingat juga punya anak ?" cibir Ricko dengan garam.


Tadi pagi-pagi sekali ia mengambil Dila dari dekapan Olive saat wanita itu tertidur pulas, sungguh Ricko sangat kasihan karena mantan istrinya itu tidak bisa tidur nyenyak semalaman.


Lalu setelah mengambil Dila, Ricko langsung mengajak pengasuhnya berangkat ke Bali dengan penerbangan paling pagi dan di sinilah ia sekarang berada.


Ricko tahu Dean sedang mengerjakan proyek perusahaannya di Bali dan saat ia akan pergi ke Apartemennya, ia melihat pria itu sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita di sebuah restoran yang ada di lantai bawah Apartemennya tersebut.


Ingin sekali ia melayangkan pukulannya pada adik dari ayahnya yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri itu, namun tentu saja ia tidak bisa melakukan di depan bayi yang sebentar lagi akan menginjak usia empat bulan itu.


Apalagi Dila yang baru bisa mengangkat kepalanya sendiri, nampak tersenyum saat melihat sang ayah.


"Kenapa kamu bawa Dila kemari? apa dia baik-baik ?" Dean terlihat khawatir, lalu ia langsung merampas bayi itu dari dekapan Ricko.


"Kamu baik-baik saja, Nak." Dean nampak mengecek seluruh badan Dila.


"Sepanjang malam dia rewel, mungkin karena merasa ayahnya sedang berhianat di belakang ibunya." sindir Ricko dengan menatap Dean dan Diana bergantian, pandangannya seakan sedang merendahkan mereka berdua.


Sedangkan Dean dan Diana nampak saling menatap, bahkan Diana langsung memicing saat mendengar Dean sedang berhianat di belakangnya.


"Apa maksudmu Ricko ?" tukas Dean tak mengerti.


"Ck, sudah ketangkap basah tapi masih pura-pura tidak mengerti." cibir Ricko.


"Sepertinya aku sangat menyesal kenapa dulu meninggalkan Olive hanya karena tidak ingin mengecewakan mu dan sekarang kamu justru menyakitinya lebih dalam." imbuhnya lagi dengan kesal.


"Rick, kamu salah paham." Dean mencoba menjelaskan.


"Salah paham ?" Ricko nampak tersenyum mengejek.


"Bahkan aku sudah melihat sendiri kalian sedang berpelukan, tapi kamu bilang salah paham? dasar brengsek, jangan salahkan jika mulai hari ini aku akan merebut Olive darimu." hardik Ricko dengan mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


"Rick, kamu benar-benar salah paham." Dean ingin menjelaskan semuanya, namun ia sedikit pun tidak di beri kesempatan untuk bicara.


"Aku sangat kecewa padamu." sela Ricko, kemudian ia berlalu meninggalkan Dean yang masih termangu.


"Oh astaga sayang, dia salah paham. Aku harus mengejarnya." Dean segera memberikan Dila pada istrinya, namun saat ia akan mengejar Ricko wanita itu langsung menahannya.


"Sayang, jangan lakukan itu." cegah Diana.


"Tapi dia menganggap kalau Olive adalah istriku ?" Dean nampak tak sabar.


"Mungkin Olive yang mau seperti itu, sayang." tukas Diana.


"Benar pak, sejak pak Ricko datang. Mbak Olive menyuruh semua pekerja di rumah mengatakan kalau beliau adalah istrinya bapak jika pak Ricko bertanya." kali ini Siti sang baby sitter yang menimpali.


"Oh astaga Olive, rencana apa yang sedang kamu perbuat? apa kamu tidak tahu sedang bermain-main dengan harimau kelaparan." gerutu Dean lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Tapi aku tidak bisa membiarkan salah paham ini berlarut-larut." Dean bergegas mengejar Ricko, beruntung pria itu masih berdiri di tepi jalan menunggu taksi.


"Ricko, tunggu dulu." teriak Dean hingga membuat Ricko menoleh ke arahnya.


"Kamu salah paham, Rick." tegas Dean dengan napas ngos-ngossn setelah berlari.


"Ck, salah paham kamu bilang? lalu wanita yang kamu peluk tadi siapa ?" cibir Ricko.


"Apa? jadi kamu menikah diam-diam di belakang Olive? dasar bajingan." Ricko nampak geram lalu ia melayangkan pukulannya, namun Dean langsung menahannya.


"Jaga bicaramu, Rick." tegas Dean.


"Jangan pernah mengajariku." hardik Ricko, ia mau memukul lagi tapi Dean sudah terlebih dulu melayangkan pukulannya dengan keras hingga membuat Ricko terhuyung ke belakang.


Ia langsung meludah saat merasakan rasa asin, karena sudut bibirnya mengalir darah segar.


Lalu ia membalas pukulan Dean, hingga membuat mereka nampak saling memukul.


"Hentikan, ku mohon hentikan." teriak Diana melerai mereka.


"Rick, Dean suamiku bukan suami Olive. Mereka tidak pernah menikah selama ini." teriak Diana lagi yang langsung membuat Ricko tercengang.


"Apa ?" gumamnya tak percaya seraya menatap Diana dan Dean bergantian.


"Dan mungkin saja kalian belum bercerai." imbuh Dean yang nampak babak belur sama seperti Ricko.


"Apa? kenapa kalian tidak pernah mengatakannya padaku ?" tukas Ricko, ada perasaan senang sekaligus kesal di hatinya.

__ADS_1


"Karena Olive yang melarang kami, dia marah padamu karena kamu menyerah sebelum berjuang." sahut Dean.


"Maafkan aku dan aku sangat menyesal sekarang." Ricko nampak menyesali semua perbuatannya dahulu.


"Kejar dia Rick, aku yakin dia masih mencintaimu." Dean menepuk lengan Ricko beberapa kali untuk memberikannya semangat.


"Tentu saja." Ricko terlihat berkaca-kaca, namun juga tertawa senang.


Sementara itu Olive yang sedang berada di kantornya nampak gelisah saat mengingat Dila di bawa oleh Ricko tadi pagi.


"Semoga Dila baik-baik saja." gumamnya saat mengingat Ricko tak kunjung kembali padahal jam makan siang telah usai.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Olive segera pulang meski jam kantor belum usai. Sungguh ia sangat khawatir dengan Dila.


"Bik, di mana Dila ?" tanyanya pada sang ART saat baru sampai rumahnya.


"Belum pulang, mbak." sahut ART tersebut.


"Astaga, di bawa kemana ya. Dila belum minum susu lagi." Olive terlihat cemas kemudian ia berlalu ke kamarnya.


Namun baru akan membuka pintu kamarnya, seseorang nampak berdehem hingga membuatnya langsung menoleh.


"Ricko ?" Olive segera mendekati mantan suaminya itu.


"Di mana Dila ?" tanyanya dengan cemas, tanpa sadar ia memegang lengan kekar pria itu.


"Sama ayahnya." sahut Ricko.


"Jadi kak Dean sudah pulang ?" tanyanya dengan cemas.


"Maaf." imbuhnya sembari menjauhkan tangannya saat Ricko menatap lengannya yang ia pegang.


"Dila bersama ayahnya sekarang." tegas Ricko lagi.


"Apa kak Dean sudah pulang, di mana dia ?" Olive langsung panik, ia takut jika sandiwaranya akan terbongkar.


Kemudian ia bergegas pergi untuk melihat Dean, namun Ricko langsung mencekal tangannya.


"Mau kemana ?" tanya Ricko dengan tatapan dalam, sungguh ia sangat merindukan wanita itu.


"Ten-tentu saja menemui suamiku, dia sudah pulangkan ?" sahut Olive seraya melepaskan cekalan tangan Ricko, kemudian ia berlalu menuruni anak tangga.


Sedangkan Ricko nampak terkekeh melihat kepergiannya. "Menggemaskan sekali kamu sayang." gumamnya, namun senyumnya langsung menyurut saat mengingat betapa besar kesalahannya pada wanita itu.

__ADS_1


"Maafkan aku." lirihnya.


__ADS_2