Menggenggam Rindu

Menggenggam Rindu
Part~126


__ADS_3

Setelah membereskan barang-barangnya Dena segera pulang, saat melewati lobby kantornya nampak sangat sepi karena hari sabtu semua karyawan pada libur.


Dirinya dan beberapa karyawan lain terpaksa lembur saat CEO baru itu meminta laporan keuangan bulanan mendadak, begitulah boss kadang suka semena-mena dengan karyawan rendahan seperti dirinya.


Dena tak melihat di mana kedua temannya itu Nay dan Anggi, mungkin mereka sedang meraung-raung di dalam kamar mandi karena patah hati. Cinta memang kadang membuat seseorang mendadak bodoh.


Seperti dirinya dahulu ketika sedang bucin-bucinnya dengan Arhan, bahkan ketika melihat tai kucing pun seperti bongkahan cokelat lezat.


Saat Dena sedang menuju parkiran mobilnya, ia nampak terkejut saat melihat Edgar dan seorang wanita sedang berbicara di samping mobil mereka.


Entah apa yang sedang mereka bicarakan sepertinya sangat asyik, namun Dena tidak bisa melihat wajah wanita itu karena berdiri membelakanginya.


"Mampus, kenapa masih di sini sih? tenang Dena, jurus paling aman itu pura-pura tidak melihatnya, kalau di panggil pura-pura saja tidak mendengar."


Lalu Dena menutupi wajahnya dengan tasnya saat melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil bossnya itu.


"Tunggu !!" teriak Edgar saat melihat seorang wanita berjalan mengendap-endap.


Dena yang pura-pura tidak mendengarnya, langsung saja masuk ke dalam mobil sejuta umatnya lalu segera meninggalkan tempat tersebut.


"Dasar tidak sopan." gerutu Edgar saat panggilannya di abaikan oleh karyawannya tersebut.


"Sudahlah sayang, mungkin karyawan mu itu tidak mendengarmu." ucap seorang wanita meyakinkan.


"Bisa jadi, ya sudah ayo pergi." ucap Edgar mengajak kekasihnya itu pergi dari sana.


Dalam perjalanan Dena nampak memutar musik dangdut kesukaannya dengan nyaring, bahkan ia tak segan untuk berjoget ria di dalam mobilnya.


Dena sedikit membuka kaca mobilnya untuk membuang asap rokoknya, Dena seorang perokok dan juga peminum alkohol meski tidak aktif.


Keceriaannya selama ini hanyalah kamuflase belaka, bertahun-tahun mendapatkan ketidakadilan dari ibu serta saudara tirinya membuatnya mencari pelampiasan yang kurang baik dan tidak patut di tiru.


Saat mobil Dena berhenti di traffic light, tak berapa lama mobil Edgar juga berhenti di sebelahnya.


"Lelaki buaya darat, busyet nyemplung aja di empang." teriak Dena menirukan lagu buaya darat yang di populerkan oleh Mulan Jamila itu namun ia plesetkan.


Suara Dena yang terdengar nyaring hingga telinga Edgar, membuat laki-laki itu langsung menoleh ke arahnya.


"Bukannya itu mobil karyawan di kantor tadi ?" ucap Edgar, bagaimana perusahaannya bisa mengerjakan karyawan norak seperti itu bahkan merokok di sembarang tempat.


Tidak, ini tidak bisa di biarkan reputasi perusahaannya akan hancur karena ulah karyawannya itu.


"Benar, pecat saja sayang bikin malu perusahaan saja." ucap wanita itu semakin memanasi, ia nampak penasaran dengan wajah karyawan norak itu hanya saja kaca mobil Dena sangat gelap.

__ADS_1


Edgar yang geram langsung melaju kencang mengikuti mobil Dena yang sudah melaju duluan, ia akan menegur wanita itu bahkan mungkin saja akan memecatnya sekarang juga.


"Bukannya itu mobil pak Edgar, mampus kenapa mengikutiku apa tadi dia melihatku ?" gumam Dena saat melihat mobil Edgar dari spion depannya.


Dena semakin melajukan mobilnya, kebut-kebutan di jalan sudah biasa ia lakukan. Bahkan dahulu ia pernah di kurung ayahnya selama seminggu di dalam kamarnya karena ketahuan melakukan balap liar di jalanan.


"Anda mau test drive dengan saya pak, ayo siapa takut." gumam Dena seraya melajukan mobilnya semakin kencang, semoga saja mobil sejuta umatnya itu baik-baik saja setelah ini.


"Sial." Edgar nampak memukul setir mobilnya dengar kasar saat kehilangan jejak karyawannya itu.


Baru kali ini ia di buat geram oleh seorang wanita, lihat saja hari senin nanti ia akan segera memecatnya.


Hari minggu adalah hari yang paling menyenangkan bagi Dena, karena ia bisa rebahan dengan anaknya seharian.


"Bu, bahan-bahan makanan untuk Elkan tinggal sedikit. Sepertinya ibu harus belanja deh biar besok tidak buru-buru kalau mau berangkat kerja." ucap ARTnya sekaligus pengasuh Elkan itu.


"Saya lagi mager Bik, Bibik belanja sendiri ya sekalian belikan cemilan buat Elkan juga." sahut Dena.


Elkan yang sedang asyik berjibaku dengan kedua aset pabrik susu milik ibunya itu langsung buru-buru bangun, bocah kecil itu seakan mengerti perkataan Dena.


Elkan yang sudah pintar berjalan itu nampak mendekat ke arah pengasuhnya, seakan memberikan kode kalau dirinya ingin ikut berbelanja.


"Sepertinya Elkan mau ikut Bu." ucap pengasuhnya itu.


Bik Mina segera pergi ke supermarket yang berada di sebuah Mall yang letaknya bersebelahan dengan Apartemennya Dena.


Meski dulu Arhan menghianatinya, tapi Dena bersyukur karena selama setahun menjadi istrinya ia mendapatkan jatah bulanan lumayan besar.


Hingga saat mereka bercerai, Dena bisa membeli Apartemen dan juga mobil.


"Duh ganteng banget, anaknya ya Bik ?" tanya seorang wanita cantik saat bertemu Elkan di dalam supermarket.


Elkan yang mempunyai tubuh montok serta berkulit putih bersih terlihat menggemaskan, bahkan saat tertawa seperti saat ini kedua pipi gembulnya seakan menutupi kedua matanya.


"Bukan Bu, anaknya majikan saya." sahut pengasuh Elkan.


"Siapa kak ?" tanya Edgar yang baru datang.


Sore itu Edgar mengantar Kristal kakaknya untuk berbelanja di sebuah supermarket di Mall tersebut.


"Anak ini loh ganteng banget, gemas banget lihat pipi gembulnya." sahut Kristal.


Edgar yang melihat Elkan juga ikutan merasa gemas, Edgar dari dulu memang sangat menyukai anak kecil. Jangankan keponakannya sendiri, Ricko yang orang lain saja sangat ia sayang.

__ADS_1


Mengingat Ricko, Edgar jadi mengingat Ariana. Meski ia sudah mengikhlaskan wanita itu dan mencoba menjalin hubungan dengan kekasih barunya tapi sepertinya Ariana masih belum tergantikan di hatinya.


"Makanya kamu cepetan nikah biar punya anak lucu seperti ini, punya kekasih cantik tapi di anggurin." tegur Kristal pada adiknya itu.


Elkan yang seakan tahu kalau laki-laki yang sedang menggodanya itu adalah ayah kandungnya, ia nampak mengulurkan kedua tangannya minta di gendong.


"Sepertinya dia minta ku gendong kak." ucap Edgar gemas.


"Elkan tidak boleh begitu sama orang asing ya sayang, nanti Mama marah loh." tegur pengasuhnya, biasanya bocah kecil itu tidak menyukai orang asing dan entah kenapa dengan laki-laki itu Elkan langsung lengket.


"Tidak apa-apa Bik, saya bukan orang jahat." ucap Edgar meyakinkan.


Tentu saja pengasuh Elkan percaya, memang ada penjahat seganteng itu.


"Kenapa Elkan justru lebih mirip dengan tuan ini daripada ayahnya sendiri tuan Arhan." gumam pengasuhnya Elkan seraya memperhatikan kemiripan wajah mereka berdua.


Beberapa saat kemudian Bik Mina menghampiri Edgar yang masih bermain dengan Elkan.


"Maaf tuan saya harus segera pulang, takut majikan saya marah." ucap Bik Mina.


Elkan yang sedari tadi berada dalam gendongan Edgar, seakan enggan untuk berpisah.


Namun setelah di beri kue oleh pengasuhnya, bocah kecil itu baru mau lepas dari Edgar dan segera pergi meninggalkan supermarket tersebut.


Edgar yang masih menatap kepergian Elkan seperti tidak rela, ia sendiri heran kenapa tiba-tiba menyayangi anak itu. Mungkin Elkan sangat menggemaskan pikirnya.


Keesokan harinya....


Setelah libur seharian Dena selalu bersemangat, energinya seakan terisi penuh.


"Tumben senang, habis dapat lotre loe ?" tegur Anggi saat Dena baru datang.


"Hidup itu harus bahagia, memang kalian terjebak pada kekasih halu." ledek Dena.


"Dasar teman nggak ada akhlak loe, bukannya simpati malah ngejek. semoga hari ini kamu dapat sial." sungut Anggi.


"Sorry ya janda terhormat selalu mujur." sahut Dena tak mau kalah.


Tak lama kemudian nampak seorang OB masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Mbak Dena, di panggil tuan Edgar ke ruangannya." ucap OB tersebut.


"What ?" teriak Dena, Nay, Anggi dan Marlina bersamaan mereka melotot tak percaya. Sedangkan Dena nampak menelan ludahnya bulat-bulat.

__ADS_1


"Mampus gue."


__ADS_2