
"Maafkan aku, mulai hari ini kita harus berpisah. Aku sudah mengurus segalanya, kembalilah ke rumah Olivia Putri Monica. Sungguh Daddy sangat merindukan putri kecilnya."
Sebuah pesan dari Ricko yang membuat Olive langsung syok.
"Apa kamu tidak mencintaiku lagi ?" balas Olive kemudian.
"Aku sangat mencintaimu sayang, tapi kak Dean juga mencintaimu. Bagaimana aku bisa bahagia di atas penderitaan kak Dean. Menikahlah dengan kak Dean, dia pria yang baik dia pasti bisa membuatmu bahagia."
"Kalau begitu kenapa dulu kita menikah kalau akhirnya kita harus berpisah ?"
"Maafkanlah aku yang pengecut ini, aku terlalu mengikuti perasaanku hingga aku lupa jika telah menyakiti orang-orang yang ku sayangi."
"Kamu juga telah menyakitiku."
"Maafkan aku, berbahagialah dengan kak Dean. Namun jika suatu saat kamu tidak bahagia, kamu bisa mencariku. Aku akan dengan senang hati menerima mu."
"Berjanjilah." mohon Olive kemudian.
"Aku berjanji, sayang."
Olive nampak menghela napas panjangnya saat membaca lagi isi pesan yang di kirim oleh Ricko dan sampai saat ini ia masih memegang janji pria itu.
Tidak terasa dua tahun sudah berlalu pria itu meninggalkannya demi keutuhan keluarga besarnya.
"Aku sangat merindukanmu." ucapnya, kemudian setelah memastikan dirinya sudah rapi dengan setelan kerjanya ia bergegas keluar dari kamarnya.
"Anak siapa ini cantik sekali ?" ucapnya dengan gemas saat melihat bayi mungil yang nampak baru selesai mandi.
Ia tak segan mengecupinya tak peduli sisa-sisa bedak bayi menempel di pakaian dan wajahnya.
"Sayang hentikan, nanti kamu terlambat loh." tegur Ariana yang baru selesai membereskan sisa sarapan.
"Habisnya kangen banget sama nih bocah, Mom." sahut Olive memandang gemas bayi berusia 3 bulan itu.
"Makanya cepat menikah, biar bisa punya bayi sendiri." timpal Demian yang baru bergabung di teras rumahnya tersebut.
"Tenang saja, nanti aku akan membuatkan kalian selusin cucu." kelakar Olive yang langsung membuat kedua orang tuanya itu terkekeh.
Ariana dan Demian nampak bahagia setelah Olive berkumpul lagi bersama mereka, meski masih ada yang kurang tanpa kehadiran Ricko saat ini.
"Mana bayiku, oh astaga kamu di apain sama aunty sayang." Dean yang baru datang bersama istrinya langsung menghampiri bayinya.
"Tenang saja, tidak ku gigit kok." sungut Olive.
"Makanya buat sendiri." rutuk Dean pada Olive, kemudian ia mengambil bayinya yang pipinya nampak kemerahan karena terlalu banyak di cium oleh wanita itu.
"Tunggu, kalian mau kemana ?" Olive membulatkan matanya saat melihat Dean dan sang istri nampak rapi dengan koper besar di sampingnya.
"Kami ada urusan bisnis dan maaf kali ini kami pergi sedikit lama mungkin satu bulanan." sahut Dean tanpa perasaan bersalah karena harus meninggalkan bayinya lagi.
"Oh astaga, kalian ya benar-benar hobby banget ninggalin anak. Perasaan baru seminggu yg lalu kalian pulang." Olive nampak bersungut-sungut kesal.
__ADS_1
"Maafkan kakak Liv, kami harus terus memantau proyek. Sebenarnya aku ingin membawa Dila juga tapi kamu tahu sendirikan pekerjaan ku sangat sibuk jadi dari pada Dila kesepian lebih baik di rumah sama Oma Opanya." kali ini Diana istri Dean yang menimpali.
Diana adalah wanita karir pewaris tunggal perusahaan keluarganya, ia menikah dengan Dean setelah pria itu tidak juga berhasil menaklukkan hati Olive meski saat itu Olive sudah di tinggal oleh Ricko.
Setelah Dean merasa putus asa akan penolakan Olive, ia di pertemukan oleh Diana dan wanita itu benar-benar mampu membuatnya melupakan Olive.
Dan tak mau berlama-lama menjalin hubungan, dua bulan kemudian mereka memutuskan untuk menikah dan setelah itu Dean benar-benar menganggap Olive sebagai adiknya sendiri.
Sedangkan Olive hingga kini masih menyendiri, cintanya pada Ricko sungguh besar hingga tak mudah baginya untuk membuka hatinya pada pria lain.
Meski ia marah sama Ricko karena menceraikannya secara sepihak tapi ia tidak membenci laki-laki itu. Karena Ricko melakukan itu semata-mata demi keutuhan keluarga besarnya.
Sejak di ceraikan oleh Ricko dua tahun yang lalu, Olive memutuskan kembali pada keluarganya. Namun hingga kini ia tak pernah bertemu dengan mantan suaminya itu yang memutuskan untuk tinggal di Amerika.
Karena sejak menceraikan Olive melalui pesan waktu itu, Ricko memilih tinggal di Amerika dan menyuruh wanita itu tinggal bersama kedua orang tuanya dan juga Dean.
"Baiklah, jangan salahkan jika Dila akan memanggilku Mommy. Ya kan nak? ayo sama Mommy saja." Olive nampak mengambil Dila dari gendongan Dean lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Dean dan istrinya nampak terkekeh, mereka sangat bersyukur Olive begitu menyayangi Dila hingga membuat mereka tidak khawatir saat meninggalkannya.
Setelah kepergian Dean, Demian dan Ariana segera masuk ke dalam rumahnya. Mereka nampak tersenyum saat melihat Olive yang urung pergi bekerja karena lebih memilih bermain dengan cucunya tersebut.
"Sepertinya ini sudah saatnya kita menyatukan mereka, Dad. Sudah tidak ada Dean maupun Sarah yang akan menghalangi mereka." lirih Ariana setelah mereka berada di dalam kamar.
"Apa kamu yakin Ricko tidak memiliki kekasih di sana ?" tanya Demian.
"Ricko bukan sepertimu Dad yang mudah sekali bermain wanita, aku sudah menyuruh orang untuk mengawasinya. Bahkan berbicara dengan perempuan saja ia jarang sekali kecuali dengan relasi kerjanya. Lagipula aku selalu berdoa agar mereka bisa bersatu kembali." sahut Ariana.
"Baiklah, maaf. Jadi Daddy siapkan ?" tukas Ariana kemudian.
"Tentu saja asal kamu selalu di sampingku." sahut Demian sembari memeluk istrinya itu.
"Modus." cebik Ariana.
"Tapi kamu suka kan ?" goda Demian, kemudian mereka nampak tertawa bersama.
Sementara itu di tempat nan jauh di sana, Ricko nampak menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya saat membaca pesan yang di kirim oleh ibunya tersebut.
"Sayang, mommy mohon pulanglah. Keadaan Daddy tidak baik-baik saja. Perusahaan tidak ada yang mengurusnya."
Ariana nampak mengirim pesan dengan foto Demian yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.
Pria 27 tahun itu nampak mengusap wajahnya dengan kasar, kembali ke negaranya itu berarti ia harus siap bertemu dengan mantan istrinya yang sampai saat ini masih bertahta sepenuhnya di hatinya.
Sejak menceraikan wanita itu melalui pesan yang ia kirim, ia langsung memutuskan untuk pergi ke Amerika.
Ia menutup semua aksesnya, bahkan ia melarang orang tuanya itu untuk membahas apapun mengenai Olive maupun Dean.
Ia juga telah memberikan surat kuasanya pada sang ibu untuk mengurus perceraiannya dengan istrinya waktu itu.
Kini setelah dua tahun berlalu, sanggup kah ia bertemu dengan wanita itu lagi yang mungkin sekarang sudah menjadi istri kakaknya tersebut.
__ADS_1
Meninggalkan Olive adalah keputusan yang berat bagi Ricko, namun ia juga tidak mau keluarganya saling bermusuhan hanya karena ia memaksakan kehendaknya.
Biarlah wanita yang ia cintai itu bahagia dengan sang kakak yang juga sangat mencintainya.
"Baiklah, Mom. Aku akan pulang."
Ricko membalas pesan ibunya, ia terpaksa harus pulang karena perusahaan sedang membutuhkannya. Sedangkan kedua adik kembarnya masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Beberapa hari kemudian Ricko nampak mendarat di tanah kelahirannya, ia langsung menuju rumah sakit di mana sang ayah sedang di rawat.
"Maafkan aku Dad yang membiarkan Daddy bekerja terlalu keras mengurus perusahaan." ucapnya dengan perasaan bersalah, karena dua tahun yang lalu ia bersikap terlalu kekanakan dengan meninggalkan perusahaan pada ayahnya tersebut.
"Syukurlah kalau kamu sadar." cibir Demian yang terlihat berbaring lemah di brankar rumah sakit.
"Mommy berencana akan membawa Daddy ke Singapura." tukas Ariana kemudian.
"Itu lebih baik Mom, pengobatan di sana lebih bagus. Daddy jangan khawatir, mulai hari ini aku yang mengurus perusahaan. Sekarang Daddy fokus saja dengan pengobatan." sahut Ricko menenangkan.
"Terima kasih, Nak. Kamu tidak akan kembali ke Amerika lagi kan ?" ujar Demian memastikan.
"Tidak Dad, aku sudah resign." sahut Ricko yang langsung membuat Ariana dan Demian saling memandang penuh arti dan tentu saja mereka sangat senang.
Beberapa saat kemudian setelah mengantar orang tuanya ke Bandara, Ricko langsung bergegas pulang ke rumahnya.
Ia sudah menjual Apartemennya yang ia tempati dengan Olive dulu jadi sekarang ia akan tinggal di kediaman orang tuanya tersebut.
"Biar saya saja bik yang membukanya." teriak Olive saat mendengar bel berbunyi.
Olive yang sedang menggendong Dila sore itu langsung melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.
Deg!!
"Ricko."
Olive nampak tercengang saat melihat mantan suaminya itu berdiri tegap di hadapannya.
Sedangkan Ricko juga sama terkejutnya saat melihat mantan istrinya itu, padahal ia sudah menyiapkan hatinya namun tetap saja jantungnya berdetak dengan kencang saat melihat wanita itu.
Sungguh ia ingin sekali memeluk wanita yang begitu ia rindukan itu, namun saat melihat wanita itu menggendong seorang bayi ia langsung sadar diri bahwa mantan istrinya itu kini pasti sudah menjadi istri kakaknya bahkan mereka sudah mempunyai seorang anak.
"Apa kabar ?" tanya Ricko membuka pembicaraan.
"Hm, baik. Ayo masuklah." sahut Olive lalu mempersilakan Ricko untuk masuk ke dalam.
"Dia anakmu ?" tanya Ricko kemudian sembari menatap Dila yang nampak tertidur pulas dalam gendongan Olive.
"Hah." Olive nampak tercengang mendengar perkataan Ricko, lalu ia tersenyum jahil dalam hati. Sepertinya ia akan sedikit mengerjai laki-laki itu.
.
Mohon maaf jika cerita tidak sesuai ekspetasi kalian, saya hanya membuat cerita sesuatu dengan judulnya ✌✌
__ADS_1