Menggenggam Rindu

Menggenggam Rindu
Part~69


__ADS_3

"Siapa yang mengantarmu, sayang ?" tanya Ariana malam itu ketika Ricko yang baru pulang dari kantor sang ayah langsung masuk ke dalam kamar ibunya.


"Om Victor, buk." sahut Ricko.


"Memang Daddy mu tidak ikut mengantar ?" tanya Ariana seraya mengeringkan rambutnya, sepertinya ia baru selesai mandi.


"Daddy sedang mengajak tante Jessica makan malam." sahut Ricko jujur sesuai pesan Ayahnya.


Ariana menghela napasnya yang tiba-tiba terasa sesak di dadanya.


"Baiklah kamu mandi dulu ya, setelah itu kita makan dibawah." ucapnya kemudian.


"Baik buk." sahut Ricko, kemudian ia berlalu keluar dari kamar tersebut.


Setelah Ricko pergi, Ariana masih bergeming di tempatnya dan tak terasa butiran kristal sudah membasahi pipinya, membayangkan bagaimana Demian memperhatikan wanita lain membuatnya cemburu.


Apa Demian juga akan memperlakukan wanita itu dengan lembut, seperti saat bersama dirinya? mengingat hal itu Ariana semakin terisak.


Sementara itu di sisi lain, Demian nampak menikmati makan malam bersama Jessica.


Makan malam romantis di sebuah rooftop hotel bintang lima yang sudah di siapkan oleh Victor untuk wanita itu.


"Terima kasih Dem, ternyata sisi romantismu tidak pernah hilang."


Jessica menatap buket bunga di tangannya yang baru saja di berikan oleh Demian.


"Tentu saja, aku laki-laki yang selalu romantis." Demian mengulas senyumnya, kemudian ia menuangkan segelas whiskey ke dalam gelas Jessica yang sudah kosong.


"Terima kasih." Jessica langsung mengambil gelasnya lalu menyesap minumannya perlahan.


"Aku sangat bahagia karena kamu memilihku menjadi istrimu, aku tidak peduli dengan berita miring di luar sana yang penting kamu akan menjadi milikku selamanya." ucap Jessica kemudian menyesap minumannya kembali.


"Tentu saja, mau minum lagi ?" tawar Demian lagi-lagi dengan senyum menawannya.


"Berikan padaku." Jessica mengangkat gelasnya.


Setelah Demian menuangkan minuman tersebut, wanita itu langsung meneguknya hingga tandas.


Sepertinya Jessica sudah terbiasa dengan minuman yang mengandung kadar alkohol tinggi tersebut, bahkan sudah menghabiskan beberapa gelas tapi wanita itu terlihat biasa saja.


"Kenapa melihatku seperti itu ?" tanya Jessica malu-malu ketika melihat Demian sedang menatapnya.


"Kamu cantik." puji Demian, padahal dia menatap wanita itu memastikan dia sudah mabuk atau belum.

__ADS_1


Demian akui Jessica memang cantik dan itu biasa menurutnya karena dari dulu ia selalu berkencan dengan wanita cantik.


Buat apa cantik tapi tidak punya rasa malu serta akhlak yang baik dan di antara mereka hanya Ariana yang selain cantik fisik tapi juga hatinya.


Jessica semakin terpesona pada Demian, ternyata selain bertambah dewasa. Laki-laki itu juga semakin tampan serta berkarisma dan juga kaya tentunya.


Menyadari kegugupannya, Jessica langsung menuangkan minumannya sendiri lalu meminumnya hingga tandas.


"Kamu juga sangat tampan." puji Jessica yang nampaknya mulai di pengaruhi oleh alkohol yang dia minum.


"Terima kasih, bukannya dari dulu aku sangat tampan." sahut Demian seraya menatap Jessica yang telah menyesap minumannya kembali.


"Dan juga kaya." Jessica nampak tertawa, kemudian lagi-lagi ia meneguk minumannya kembali.


Sepertinya minuman tersebut sudah bereaksi di tubuh wanita itu, hingga omongannya semakin merancau.


"Kamu tahu, Ibumu itu sangat konyol." ucap Jessica yang langsung membuat Demian penasaran.


"Konyol kenapa ?" Demian yang membiarkan Jessica mulai menyentuhnya nampak mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan ocehan wanita itu.


"Tentu saja konyol, demi bisa menikahkan kamu dengan aku ibumu rela memberikan satu salonnya pada ibuku." ucap Jessica kemudian ia tertawa senang.


"Tapi Mommy ku sangat pintar, bahkan dia sudah memalsukan tanda tangan ibumu untuk menguasai seluruh salon miliknya." racaunya lagi.


Nyonya Anggoro memang mempunyai usaha salon dan spa yang tersebar di kota tersebut dan itu membuat nyonya Siska diam-diam iri pada sahabatnya tersebut.


"Demian aku menginginkan mu." Jessica nampak mengusap dada bidang Demian dari balik kemejanya bahkan tangan satunya sudah menyentuh leher laki-laki itu.


"Apa kamu masih seperkasa dulu ?" ucapnya lagi seraya melepaskan kancing kemeja Demian paling atas.


Demian yang merasa risih, ingin rasanya menendang Jessica sejauh mungkin. Namun Victor yang mengawasinya tak jauh dari sana nampak menggelengkan kepalanya agar atasannya itu bertahan sedikit lagi.


"Sialan kamu, Vic."


Demian mendengus kesal, namun ia masih membiarkan Jessica bergelayut manja padanya dan merayapkan tangannya kemana-mana.


"Bahkan aku bisa membuatmu mengerang semalaman di atas ranjang." sahut Demian yang langsung membuat Victor menahan tawanya.


"Kamu menggodaku Demian." Jessica semakin terbuai dengan ucapan Demian.


"Kamu tahu, setelah kita menikah nanti Daddy ku menyuruhku untuk mengambil semua hartamu dan satu-satunya jalan aku harus mempunyai anak darimu." racau Jessica lagi yang kini sudah melepaskan 3 kancing kemeja Demian hingga memperlihatkan dada bidang laki-laki itu yang sudah sangat ia rindukan.


"Mommy ku pasti akan sangat senang karena sudah berhasil membuat ibumu yang sombong itu jatuh miskin." ucapnya lagi sembari tertawa.

__ADS_1


"Dem, aku sangat menginginkan mu." Jessica mendekatkan wajahnya untuk mencium, tapi Demian langsung menahannya.


"Bagaimana kalau kita melakukannya di kamar hotel saja." ajak Demian.


"Dengan senang hati, sayang. Ternyata kamu tidak berubah, tetap menggairahkan seperti dulu." racau Jessica yang kini di ajak oleh Demian untuk masuk ke salah satu kamar yang ada di hotel tersebut.


Sepertinya wanita itu tak menyadari apa yang akan terjadi pada dirinya di kamar hotel itu nantinya


Sedangkan Victor nampak tersenyum puas dengan hasil kerjanya kali ini, semoga saja nyonya Anggoro tidak terkena serangan jantung melihat calon menantu kesayangannya itu.


"Sialan kamu, Vic." umpat Demian pada Victor setelah mereka berada di dalam mobilnya.


"Tidak dilanjutkan, tuan ?" sahut Victor dengan nada meledek.


"Kamu pikir aku *****." cibir Demian kesal.


"Kali aja tuan, kan sudah lama tidak melakukannya."


"Tentu saja aku akan melakukannya dengan wanita ku." sungut Demian yang membuat Victor yang sedang mengemudi langsung menoleh ke arahnya.


"Tuan, anda jangan macam-macam dulu dengan nyonya Ariana. Kalau tidak, rencana kita pasti akan gagal." ucap Victor mengingatkan.


"Aku laki-laki normal Vic, aku sudah sekuat tenaga untuk menahannya dari tadi dan ini semua gara-gara ide konyolmu itu." geram Demian.


"Tapi saya jadi tak sabar ingin melihat reaksi nona Jessica besok pagi, tuan." ucap Victor.


"Tentu saja syok."sahut Demian seraya tertawa nyaring mengingat kejutan yang dia berikan pada wanita itu di kamar hotel tadi.


"Vic, ini bukan jalan ke rumah Ariana." ucap Demian lagi.


"Ini jalan ke Apartemen anda, tuan."


"Tapi aku maunya ke rumahnya Ariana, Vic."


"Tapi tuan...."


"Kamu tenang saja, aku tidak akan menggagalkan rencanamu." sela Demian.


Sedangkan Victor nampak ragu, namun ia tetap mengarahkan mobilnya menuju rumah Ariana.


Bagaimana pun juga ia salut dengan atasannya itu yang masih bertahan dengan sentuhan Jessica tadi. Karena sesungguhnya semua laki-laki itu tak butuh cinta untuk membawa seorang wanita ke atas ranjangnya.


Namun Demian sudah berkomitmen, hanya bersama Ariana satu-satunya wanita yang dia inginkan.

__ADS_1


"Tunggulah sayang, aku sangat merindukanmu."


Demian nampak mengulas senyumnya ketika mengingat Ariana, mungkin saja wanitanya itu sudah tertidur pulas mengingat ini sudah sangat larut malam.


__ADS_2