Menggenggam Rindu

Menggenggam Rindu
Part~71


__ADS_3

"Si-siapa kamu ?"


Jessica langsung berteriak ketika melihat laki-laki asing sedang tidur di sampingnya, kamudian ia segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Tolong jangan berisik ini masih pagi." ucap laki-laki tersebut yang langsung membuat Jessica melotot.


"Ba-bagaimana bisa kamu ada di sini? bukannya aku semalam bersama dengan kekasihku." sungut Jessica.


Jessica masih tidak menyangka karena laki-laki yang sedang tidur dengannya adalah laki-laki asing yang tidak dia kenal dan bukannya Demian


"A-apa kamu sudah memperkosaku ?" sungutnya lagi.


Mendengar ucapan Jessica laki-laki itu nampak tersenyum sinis. "Justru kamu yang memperkosaku, Nona." ucapnya seraya mengingat bagaimana liarnya wanita itu semalam.


"Bohong, kamu pasti bohong kan ?" teriak Jessica tak terima.


"Apa perlu aku putarkam cctv di kamar ini bagaimana liarnya kamu semalam ?" ancam Doni.


Doni adalah salah satu anak buahnya Victor yang di perintahkan oleh laki-laki itu untuk mengawasi Jessica semalam.


"Jadi ka-kamu merekamnya juga ?" Jessica nampak panik mengingat tak lama lagi ia akan bertunangan dengan Demian.


"Menurutmu ?" sahut Doni dengan seringaiannya.


"Dasar brengsek, aku tidak terima karena kamu sudah berani menyentuhku." teriak Jessica marah.


"Ck, ck Nona. Kamu berlagak seperti seorang perawan saja, bahkan rasa tubuhmu tak lebih dari seorang wanita penghibur yang sering melayaniku." cibir Doni.


"Sialan." gerutu Jessica, ia tidak bisa menampik perkataan Doni karena selama ini dirinya memang sering tidur dengan mantan-mantan kekasihnya.


Doni yang melihat jam di atas nakas, ia langsung bangkit dari ranjangnya lalu memunguti pakaiannya di lantai.


"Ka-kamu mau kemana ?" teriak Jessica yang saat ini masih bergeming di tempatnya.


"Tentu saja pulang Nona, istriku sedang menungguku di rumah dan jangan pernah minta pertanggung jawaban dariku karena aku tidak menyukai wanita manja." sahut Doni.


"Sialan, siapa juga yang sudi dengan kamu." umpat Jessica, tiba-tiba ia merasa jijik dengan tubuhnya karena sudah di jamah oleh laki-laki itu semalam.


Sedangkan Doni hanya menyeringai, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi.


"Tunggu dulu." teriak Jessica ketika Doni sudah berada di ambang pintu.


"Apa ada seseorang yang menyuruhmu masuk ke dalam kamar ini semalam ?" tanyanya kemudian.


Doni yang hendak membuka pintu, langsung berbalik menatap Jessica.

__ADS_1


"Tidak ada Nona, kebetulan semalam saat aku lewat di depan kamar ini kamu yang sedang mabuk langsung menyeretku masuk ke dalam." sahut Doni meyakinkan.


"Benarkah ?" Jessica masih belum percaya.


"Tentu saja, baiklah aku harus pergi. Terima kasih untuk malam hebatnya." sahut Doni dengan pandangan nakalnya, kemudian ia segera berlalu pergi meninggalkan wanita tersebut tanpa perasaan.


Sedangkan Jessica menggeram tak terima, ia nampak mengingat-ingat kejadian semalam sebelum ia tak sadarkan diri.


Flashback on.....


"Sayang, kamu akan menemani ku di sini kan ?" Jessica nampak menahan tangan Demian saat laki-laki itu akan meninggalkannya didalam kamar hotel tersebut.


"Tentu saja, tapi kamu tunggu di sini dulu ya. Aku ada urusan sebentar di bawah." sahut Demian lembut.


"Baiklah, tapi kamu jangan bohong." rengek Jessica yang kini nampak merebahkan tubuhnya di atas kasur karena mabuk berat.


Setelah menyelimuti wanita itu, Demian segera meninggalkannya seorang diri dan beberapa saat kemudian nampak seorang laki-laki masuk ke dalam kamar tersebut untuk memeriksa keadaannya.


"Sayang, kamu sudah kembali ?" Jessica yang sedang tiduran langsung bangun ketika ada seseorang masuk ke dalam kamarnya.


Dan setelah itu ia langsung menarik laki-laki tersebut ke atas ranjangnya


flashback off......


"Tidak, tidak mungkin laki-laki brengsek itu yang semalam tidur denganku. Aku masih teringat itu Demian yang masuk, dasar alkohol sialan." gerutu Jessica geram.


"Maaf tuan, saya tidak menginginkan hal itu terjadi, tapi nona Jessica yang semalam memaksa saya." ujar Doni menyesal karena semalam dirinya yang di suruh Victor untuk menjaga Jessica justru ia berakhir di ranjang bersama wanita itu.


"Anggap saja itu rezekimu, kapan lagi kamu bisa meniduri nona konglomerat yang mungkin sebentar lagi akan bangkrut dan dia tidak akan bisa menuntutmu karena kamu mempunyai bukti bahwa dia sendiri yang justru memperkosamu semalam." sarkas Victor.


"Baik tuan, terimakasih." ucap Doni lega.


"Baiklah, saya pasti akan memberikan mu bonus besar karena kerja kerasmu dan kamu bisa pergi sekarang." ujar Demian kemudian.


"Terima kasih, tuan. Kalau begitu saya permisi." sahut Doni, setelah itu ia segera pamit undur diri meninggalkan ruangan atasannya tersebut.


Demian terlihat sangat puas dengan kinerja Victor dan anak buahnya, meski ia sedikit kesal dengan asistennya tersebut mengingat bagaimana laki-laki itu sudah mengganggunya semalam bersama Ariana.


Mengingat Ariana, bagaimana reaksi wanita itu ketika melihat banyak tanda kepemilikan yang sudah dia tinggalkan semalam.


"Aku merindukanmu, sayang."


Demian nampak mengulas senyumnya, namun ia langsung menatap tajam ketika tiba-tiba melihat Jessica masuk ke dalam ruangannya.


"Maaf, tuan. Nona Jessica memaksa untuk masuk."

__ADS_1


Sekretaris Demian merasa bersalah, karena membiarkan Jessica masuk ke dalam ruangan atasannya tersebut tanpa ijin.


"Biarkan saja." sahut Demian yang langsung membuat Jessica menatap sinis sekretaris Demian tersebut.


Lagipula siapa juga yang berani melarang-larang calon nyonya boss, batin Jessica.


"Sayang, kenapa kamu semalam meninggalkan ku di hotel sendiri ?" rengek Jessica, ia berharap Demian tidak mengetahui kalau semalam ia sudah tidur dengan laki-laki lain.


"Aku sedang ada urusan mendadak, lagipula semalam kamu sangat mabuk dan langsung tidur jadi aku tidak ingin mengganggu istirahatmu." sahut Demian meyakinkan.


"Syukurlah."


Jessica nampak lega, karena Demian tidak mengetahui perbuatannya semalam.


"Baiklah aku memaafkan mu, tapi kamu harus menemaniku makan siang." ajak Jessica.


Demian nampak menghela napasnya, ia ingin menolaknya tapi Victor lebih dulu menyelanya.


"Sepertinya ide bagus tuan, bukannya anda juga belum makan siang ?" celetuk Victor seraya menatap Demian penuh maksud.


"Sialan Victor, apalagi yang sedang dia rencanakan."


Demian nampak mengumpat dalam hati, namun pada akhirnya ia menuruti perkataan asistennya tersebut.


"Baiklah." sahut Demian yang langsung membuat Jessica senang.


Setelah itu ia langsung bangkit dari duduknya, kemudian berjalan melewati Victor.


"Sepertinya akhir-akhir ini kamu sering sekali memerintahku." cibir Demian lirih saat melewati asistennya tersebut.


"Maaf, tuan." sahut Victor seraya sedikit membungkukkan badannya.


Namun Demian langsung mengabaikannya, kemudian ia berlalu pergi meninggalkannya dengan perasaan kesal.


Sesampainya di sebuah restoran, Demian langsung mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang sudah di pesan oleh Jessica sebelumnya.


"Sayang, aku yakin kamu pasti akan menyukai semua makanan di restoran yang ku pilih ini." ujar Jessica seraya menatap menu di tangannya.


Demian yang terlihat malas hanya mengedarkan pandangannya ke seluruh restoran oriental tersebut yang terlihat sangat asri dengan banyak tanaman di sana.


Namun tanpa sengaja ia melihat Ariana juga berada di sana, wanita itu sepertinya sedang makan siang bersama dengan Herman dan juga Widya.


Tapi ada satu orang lagi yang membuatnya langsung emosi, sosok Edgar terlihat sedang duduk di hadapan Ariana.


Laki-laki itu nampak tak berkedip menatap Ariana yang sedang menikmati makanannya.

__ADS_1


"Sialan, masih berani juga si brengsek itu mendekati wanitaku."


__ADS_2