Menggenggam Rindu

Menggenggam Rindu
Part~38


__ADS_3

"A-apa ini rumah orang tuamu ?" tanya Ariana, ia masih enggan untuk melangkah setelah keluar dari mobil.


"Ayo sayang, nanti juga tahu." bujuk Demian namun Ariana justru memegang lengannya dengan kuat.


"Aku takut." ucapnya.


cup


Demian langsung memberikan sebuah kecupan di bibir Ariana dan itu membuat Victor langsung mengalihkan pandangannya. Sabar sabar.


"Ini rumah kita sayang, rumah kamu dan juga Ricko." ucap Demian.


Ariana menatap tak percaya, ternyata rumah di depannya itu adalah rumah yang di berikan oleh Demian padanya.


Rumah impiannya selama ini, dari dulu Ariana memimpikan mempunyai sebuah rumah dengan taman bunga dan halaman yang luas.


"Ayo." Demian langsung membawa Ariana masuk ke dalam rumah tersebut.


"Rumah ini sudah lengkap dengan isinya, aku nggak tahu kamu suka atau tidak. Tapi jika kurang suka akan ku suruh Victor untuk mengganti semua perabotannya." ujar Demian seraya menunjukkan beberapa ruangan yang ada di sana.


Rumah dengan banyak kaca dan jendela itu memang sengaja ia desain sendiri sesuai dengan kepribadian Ariana yang sederhana.


"Sepertinya aku tidak pantas tinggal di tempat ini." ucap Ariana setelah mereka berada di kamar utama di lantai dua tersebut.


Ariana mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar tersebut, nampak ranjang king size yang terlihat sangat mewah dan beberapa perabotan di sana yang ia yakini harganya pasti sangat mahal.


"Ini rumahmu sayang dan kamu sangat pantas mendapatkan ini semua, sebenarnya ini saja sepertinya belum cukup untuk membalas semua kerja kerasmu selama ini."


"Kamu lihat, halamannya sangat luas kan? Ricko bisa bermain bola dan bersepeda di sana." Demian membawa Ariana keluar balkon untuk melihat halaman dengan rumput hijau yang terlihat luas itu.


"Terima kasih." Ariana nampak berkaca-kaca, ternyata Tuhan begitu baik padanya.


Meski awalnya Demian memberikannya banyak penderitaan padanya, tapi pada akhirnya laki-laki itu menebus semua kesalahannya.


Ia melihat begitu banyak cinta pada diri Demian untuknya dan dia sangat bersyukur akan hal itu. Meski jauh di lubuk hatinya ia masih merasa bersalah pada Monica.


Demian yang melihat Ariana begitu terharu, ia langsung mengusap butiran kristal di pipi wanitanya itu.


"Aku mencintaimu sayang, apapun itu pasti akan kulakukan untukmu asal kamu bahagia." ucapnya kemudian ia nampak mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir Ariana.

__ADS_1


Di kecupnya bibir tipis dan merah itu dengan lembut, tak ada ***** di sana hanya sebuah ciuman yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.


Victor yang sedang berbicara dengan beberapa security di pos keamanan di rumah tersebut, langsung memalingkan wajahnya ketika tak sengaja melihat pemandangan yang bikin jiwanya meronta-ronta.


"Sialan, bisa nggak sih mereka melakukannya di dalam saja. Nasib-nasib."


"Jadi mulai hari ini kamu dan Ricko tinggal di sini ya, akan ada sopir yang akan mengantar jemput Ricko ke sekolah." ujar Demian ketika mereka sudah masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Kalau kami tinggal di sini, lalu jualanku bagaimana ?" tanya Ariana polos.


"Astaga sayang, sudah berapa kali ku bilang. Kamu tidak perlu jualan lagi, ada aku yang akan menanggung kalian."


"Tapi mas..."


"Apa aku harus memberikan mu hukuman dulu biar kamu paham, sayang ?" tatap Demian dengan tajam.


"Hmm, baiklah." Ariana terpaksa menurut, karena ia tahu hukuman apa yang akan laki-laki itu berikan padanya.


"Bagus, untuk selanjutnya teruslah menurut seperti ini."


"Tapi aku pasti akan bosan kalau tidak ada kegiatan, lagipula kamu pasti juga akan jarang kesini kan ?" keluh Ariana, ia membayangkan bagaimana ia hanya akan duduk-duduk saja sembari menunggu putranya pulang sekolah.


"Aku bukan istrimu atau ibumu mas yang terbiasa hidup tanpa kekurangan." sela Ariana.


"Dari kecil aku sudah terbiasa kerja keras, bagaimana bisa aku hanya berdiam diri saja." imbuhnya lagi.


Demian nampak menghela napasnya, kenapa sih wanitanya ini sulit sekali untuk menurut. Padahal niatnya hanya ingin membahagiakannya saja.


"Baiklah, kamu bisa kok jalan-jalan jika bosan." ucapnya meski sedikit kesal, bagaimana mungkin ia membiarkan wanitanya itu berkeliaran sendiri di luar sana.


Mendengar ucapan Demian Ariana hanya bisa menghela napasnya, karena laki-laki itu pasti tidak akan membiarkannya bekerja lagi.


"Mas, ini sudah waktunya Ricko pulang." ucapnya kemudian.


"Victor sudah menjemputnya, sayang."


"Ya sudah kalau begitu antarkan aku pulang." ajak Ariana.


"Pulang kemana sayang, ini rumah kamu."

__ADS_1


"Terus barang-barangku di sana bagaimana ?"


"Aku sudah menyuruh Victor untuk membuangnya." sahut Demian enteng yang langsung membuat Ariana menatap tajam padanya.


"Itu semua barang-barang ku mas, meski aku membelinya dengan harga murah tapi itu dari hasil jerih payahku." protes Ariana.


"Sayang, semua yang kamu butuhkan ada di sini. Aku sudah membelikan semua keperluanmu dan Ricko."


Lagi-lagi Ariana hanya bisa mendesah kesal, karena Demian sudah mulai bersikap posesif padanya.


Di sisi lain, Tuan Anggoro nampak sedang berbicara dengan seseorang di ruang kerjanya.


"Jadi informasi apa yang kamu dapatkan ?" tanyanya pada anak buahnya tersebut.


"Tuan Demian sepertinya sedang dekat dengan seorang wanita, tuan. Satu bulan yang lalu beliau membantu perawatan anak dari wanita tersebut."


"Apa kamu yakin mereka sedang dekat atau hanya sekedar membantu? karena beberapa tahun belakangan ini Demian selalu melakukan itu."


"Mereka memang dekat tuan, bahkan semalam beliau menginap di rumah wanita itu." sahut anak buahnya tersebut yang langsung membuat tuan Anggoro menatap tak percaya.


"Kamu tahu siapa wanita itu ?" tanyanya kemudian.


"Namanya nyonya Ariana tuan, beliau janda beranak satu, kebetulan anaknya itu satu sekolah dengan nona Olive dan kegiatan nyonya Ariana sehari-hari hanya berjualan kue di teras rumahnya."


"Apa kamu sudah mengambil gambarnya? saya ingin melihatnya."


"Silakan tuan, ini foto nyonya Ariana dan tuan Demian yang saya ambil tadi pagi sebelum mereka pergi. Hanya saja kami kehilangan jejak ketika mengikutinya, sepertinya tuan Victor menyadari kalau sedang di ikuti."


Anak buahnya tersebut menunjukkan beberapa foto Ariana dan Demian yang nampak saling bergandengan tangan sebelum mereka masuk ke dalam mobilnya.


Bahkan di foto tersebut Demian terlihat sangat bahagia, senyumnya nampak merekah yang jarang sekali atau hampir tak pernah tuan Anggoro lihat selama 8 tahun ini.


Benarkah wanita itu yang selama ini membuat putranya tersebut banyak berubah?


"Dan ini foto anak laki-laki nyonya Ariana tuan, namanya Ricko umur 7 tahun lebih kelas 2 sd." imbuhnya lagi seraya menunjukkan beberapa foto Ricko.


Tuan Anggoro memperhatikan dengan detail foto Ricko, kemudian ia nampak menaikkan kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.


"Baiklah, antar saya ke sekolahnya Olive sekarang !!" perintahnya kemudian.

__ADS_1


"Baik, tuan."


__ADS_2