
Nyonya Anggoro nampak tersenyum puas akhirnya beberapa saat lagi anak lelakinya itu akan menikah lagi dengan wanita pilihannya.
Wanita yang sesuai dengan kriterianya, baik bibit bebet dan bobotnya dan ia yakin Demian pasti akan bahagia dengan Jessica.
"Baiklah, langsung saja di mulai prosesi acaranya." perintah nyonya Anggoro tak sabar seraya melirik ke arah Ariana yang terlihat menunduk.
Di samping itu Ariana nampak beberapa kali menghela napasnya yang tiba-tiba terasa sesak, meski ia sudah meyakinkan dirinya sendiri bahwa Demian akan menepati janjinya. Namun ia juga takut, rencana laki-laki itu akan gagal, mengingat bagaimana sifat nyonya Anggoro selama ini.
Sungguh rasanya sesak sekali melihat kedua mempelai yang nampak di elu-elukan oleh para tamu undangan sebagai pasangan sangat serasi di penghujung tahun ini.
Ariana jadi merasa rendah diri, akankah mereka juga akan kagum padanya jika berada di sisi laki-laki itu atau justru hinaan dan cacian yang akan dia dapatkan.
Sepertinya sekeras apapun dia berusaha untuk menjadi yang terbaik buat Demian, tapi perbedaan kasta di antara mereka tetap saja memberi mereka jarak.
"Maaf, maafkan aku."
Ariana langsung bergegas melangkahkan kakinya keluar dari tempat acara tersebut, di saat semua orang tengah fokus dengan calon mempelainya.
Begitu juga dengan Edgar, sepertinya laki-laki itu tak menyadari jika Ariana sudah tak berada di sampingnya setelah ia sibuk berbalas chat dengan teman-temannya.
Setelah menyapa beberapa koleganya, Demian langsung memberikan kata sambutannya.
"Baiklah sebelum acara ini di mulai, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada semua para tamu undangan serta para kolega saya yang menyempatkan waktunya untuk hadir di sini." ujar Demian mulai sambutannya.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih pada kedua orangtua saya, terutama seorang wanita cantik ini yang sudah melahirkan dan membesarkan saya dengan penuh cinta." ujar Demian seraya menatap sang ibu yang terlihat sudah berkaca-kaca.
Karena baru kali ini anak lelakinya itu memujinya dan menunjukkan kasih sayangnya di depan umum.
"Mama juga berterima kasih padamu Nak, sudah menjadi laki-laki hebat dan Mama yakin pernikahan kalian akan selalu bahagia." sahut nyonya Anggoro seraya mengusap air matanya dengan sebuah tisu.
"Karena Jessica juga wanita hebat, selain cantik dia juga seorang designer terkenal." imbuhnya lagi membanggakan calon menantunya itu yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari para undangan di sana.
Demian nampak mengulas senyumnya menatap sang ibu sembari mengusap bahunya pelan.
"Karena itu saya ingin memberikan sebuah kejutan untuk wanita-wanita hebat ini." ujar Demian seraya menatap sang ibu dan juga Jessica bergantian.
Setelah itu, sebuah layar proyektor yang ada di sana nampak memutar rekaman video Jessica bersama dengan Demian ketika mereka sedang makan malam di sebuah rooftop hotel berbintang waktu itu.
__ADS_1
"Kamu tahu, Ibumu itu sangat konyol." ucap Jessica yang terlihat dalam rekaman video tersebut.
"Konyol kenapa ?" Demian yang membiarkan Jessica mulai menyentuhnya nampak mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan ocehan wanita itu.
"Tentu saja konyol, demi bisa menikahkan kamu dengan aku ibumu rela memberikan satu salonnya pada ibuku." ucap Jessica kemudian ia tertawa senang.
"Tapi Mommy ku sangat pintar, bahkan dia sudah memalsukan tanda tangan ibumu untuk menguasai seluruh salon miliknya." racaunya lagi.
Nyonya Demian yang melihat rekaman tersebut langsung melotot tak percaya. "I-ini bohongkan ?" ujarnya.
"Mama pikir kami sedang bermain sandiwara ?" sahut Demian sinis.
Sedangkan Jessica dan keluarganya nampak memucat, apalagi melihat beberapa bodyguard sudah mendekat ke arah mereka.
"Ini tidak benar tante, Demian kamu pasti sudah menjebakku kan ?" protes Jessica, ia ingin mendekati Demian tapi dua orang bodyguard langsung menghalanginya.
Hingga membuat semua tamu undangan nampak riuh tak percaya dengan perbuatan licik keluarga Jessica.
Kemudian sebuah potongan video nampak di putar kembali.
"Kamu tahu, setelah kita menikah nanti Daddy ku menyuruhku untuk mengambil semua hartamu dan satu-satunya jalan aku harus mempunyai anak darimu." racau Jessica lagi yang kini sudah melepaskan 3 kancing kemeja Demian hingga memperlihatkan dada bidang laki-laki itu yang sudah sangat ia rindukan.
Melihat video tersebut, nyonya Anggoro langsung menatap tajam pada nyonya Siska sahabatnya.
Plak
Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi nyonya Siska hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana.
"Aku tidak menyangka, Jeng. Ternyata kamu begitu licik, apa selama ini kamu tidak pernah menghargai persahabatan kita." hardik nyonya Anggoro.
Nyonya Siska yang tak terima, akan berbalik menampar nyonya Anggoro namun seorang bodyguard langsung menahan tangannya.
"Kamu pikir kami semua ikhlas berteman dengan kamu." ucap nyonya Siska seraya menatap teman-temannya yang lain.
"Kalian ?" nyonya Anggoro menatap satu persatu teman-temannya yang ternyata semuanya juga penghianat.
"Nyonya besar ini berkas-berkas kepemilikan kesepuluh salon anda yang sudah di pindah nama atas nyonya Siska Santoso." ucap Victor seraya menunjukkan sebuah map pada nyonya Anggoro.
__ADS_1
"Apa? ini tidak mungkin." Nyonya Anggoro nampak melotot tak percaya, pantas saja akhir-akhir ini pendapatan salon-salonnya turun drastis.
Wanita paruh baya itu tidak menyangka, sahabatnya sendiri yang ia percayai untuk mengelola salon-salonnya ternyata justru menipunya.
"Batalkan, batalkan pernikahan ini. Aku tidak sudi mempunyai menantu penipu dan Victor segera seret mereka ke kantor Polisi sekarang juga aku mau mereka semua di hukum atas perbuatannya." teriak nyonya Anggoro murka dan setelah itu beliau terduduk di kursinya seraya mengatur napasnya yang terasa berat.
"Baik nyonya." sahut Victor, kemudian beberapa anak buahnya langsung menangkap Jessica beserta kedua orangtuanya.
Jessica yang tidak terima langsung memohon pada Demian dengan bersimpuh di kakinya.
"Dem, aku mohon maafkan aku. Jangan batalkan pernikahan ini, aku sangat mencintaimu." mohon Jessica penuh penyesalan.
"Mencintaiku atau uangku ?" cibir Demian, ingin rasanya ia memutar rekaman di dalam kamar hotel waktu itu tapi ia masih mempunyai rasa kasihan.
"Aku benar-benar mencintaimu, Dem." mohon Jessica tak menyerah.
"Kamu harus membayar mahal atas perbuatanmu pada wanitaku waktu itu." hardik Demian nyaring hingga membuat semua tamu undangan di sana nampak terkejut.
Mereka bertanya-tanya siapa wanita yang di maksud oleh Demian, namun tak berapa lama sebuah rekaman cctv nampak di putar bagaimana waktu itu Ariana di permalukan oleh nyonya Anggoro dan Jessica beserta ibunya.
"Dem, ku mohon. Maafkan aku."
Jessica menyesali semua perbuatannya, sedangkan nyonya Anggoro nampak memucat karena ternyata putranya tersebut mengetahui perbuatannya.
"Kalian tahu siapa wanita itu ?" ucap Demian seraya menunjuk Ariana dalam rekaman cctv tersebut, kemudian ia menatap ke semua koleganya.
"Wanita hebat itu adalah wanita yang paling ku cintai di dunia ini, wanita itu juga yang sudah melahirkan keturunanku dan membesarkan putraku dengan baik meski tanpa dukungan ku. Karena ulah seseorang yang sudah memisahkan kami 8 tahun yang lalu." lanjut Demian lagi seraya menatap tajam sang ibu yang terlihat masih syok.
Para undangan di sana nampak berbisik-bisik menanggapi pengakuan Demian.
"Dan siapa pun yang berani mengusik wanitaku itu, maka harus menerima konsekuensinya." ucap Demian lagi yang langsung membuat teman-teman bisnisnya terdiam, karena jika Demian menarik semua investasinya maka mereka semua di pastikan akan bangkrut.
"Dad, ibuk di mana ?"
Ricko yang sedari tadi mencari ibunya, langsung mendatangi sang ayah untuk bertanya.
"Ibu ?"
__ADS_1
Demian yang menyadari tak ada Ariana di tengah pesta tersebut, ia langsung panik dan semua tamu undangan di sana juga nampak terkejut ternyata bocah kecil yang sedari tadi berada di sisi Demian adalah calon pewaris keluar Anggoro.