SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
POV NAYA


__ADS_3

Nama ku Naya Maharani, usia 28 tahun. Hubungan ku dengan Ayu adalah sebagai sepupu. Ibu ku dan ayah Ayu adalah saudara kandung. Dan itu membuat hubungan ku dengan Ayu, sangat lah dekat.


Status ku saat ini adalah janda tanpa anak. Aku baru bercerai dari suami sekitar satu tahun yang lalu. Dan itu menyisakan trauma yang sangat mendalam buat ku.


Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, aku membantu tetangga untuk menjual kan pakaian yang ada di toko nya secara online.


Dari keuntungan penjualan itu lah, aku bisa mendapatkan uang untuk makan, dan kebutuhan hidup lain nya.


Terkadang aku iri dengan kehidupan Ayu. Dia selalu saja mendapatkan apa yang di inginkan nya. Seperti membeli emas, dan memiliki uang yang cukup banyak bagi ku.


Ayu juga mempunyai dua orang lelaki selingkuhan, yang selalu memberikan nya uang, dan memenuhi segala keinginan nya. Sedangkan aku, jangan kan selingkuhan, suami saja tidak ada saat ini.


Ayu sangat mempercayai ku dalam segala hal. Dia menceritakan tentang kehidupan, yang di jalani nya selama ini dengan ku. Dan dia juga mempercayakan semua uang dan perhiasan nya pada ku.


Ayu meminta ku untuk menyimpan semua itu dengan baik. Agar suami nya tidak bisa merampas hak milik nya itu, untuk di berikan kepada anak nya.


Karena merasa kasihan dengan cerita rumah tangga Ayu, akhirnya aku pun bersedia untuk menyimpan semua barang berharga nya itu, dengan sebaik mungkin.


Setiap ada masalah, Ayu pasti datang menemui ku. Dia selalu mencurahkan isi hati nya pada ku. Dia menceritakan tentang para selingkuhan nya, dan juga rumah tangga nya.


Sebenarnya, aku sangat penasaran dengan para lelaki selingkuhan Ayu. Aku ingin sekali melihat wajah-wajah mereka. Tapi, aku sama sekali tidak berani untuk mengatakan nya langsung kepada Ayu.


Hingga suatu, Ayu datang kembali ke rumah ku. Ayu mengatakan, kalau dia habis bertengkar dengan suami nya. Itu lah sebab nya dia kabur, dan ingin menginap di hotel bersama mantan pacar dulu.


Rasa penasaran ku semakin menjadi-jadi, saat aku mendengar lelaki itu datang dengan mengendarai mobil nya.


Karena saking penasaran nya, aku ikut mengantarkan Ayu sampai ke depan rumah ku, untuk menemui mantan pacar nya itu.


Setelah lelaki itu keluar dari dalam mobil nya, aku langsung terpesona melihat ketampanan nya. Dan saat kami berkenalan, aku merasa ada getaran aneh di dalam hati ku.


Aku seperti terhipnotis, oleh lelaki yang ada di hadapan ku saat itu. Aku terus saja memandangi lelaki yang bernama Rendi itu, dengan hati yang berdebar-debar tidak karuan.

__ADS_1


Apakah aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nya? Ah, entahlah. Aku juga tidak mengerti, mengapa tiba-tiba aku bisa memiliki perasaan secepat itu kepada Rendi.


Setelah selesai berbincang-bincang, Rendi dan Ayu pun pergi meninggalkan ku yang masih berdiri di depan rumah. Aku menatap nanar kepergian mereka berdua.


Aku merasa sedih, melihat Ayu bermesraan dengan lelaki yang aku sukai. Hati ku rasa nya sakit dan terluka, karena mendengar mereka akan menginap semalaman di hotel.


Ingin rasa nya aku menjerit, untuk menghentikan kepergian mereka berdua. Tapi lidah ku ini rasa nya sangat berat, untuk melakukan hal itu.


Sejak bertemu dengan Rendi, aku menjadi gelisah dan tidak bersemangat, untuk melakukan hal apa pun di rumah. Aku lagi memikirkan Rendi dan Ayu, yang sedang berada di dalam hotel.


"Apa yang sedang mereka lakukan saat ini, ya? Apakah mereka sedang bermesraan, atau sedang bergumul di atas ranjang?" gumam ku semakin gelisah.


Aku berbaring telentang di atas kasur. Aku menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Pikiran ku selalu tertuju kepada Rendi dan Ayu, yang sedang menikmati kebersamaan mereka.


"Hadehh, kenapa otak ku jadi traveling kemana-mana, sih? Buat apa juga, aku harus repot-repot memikirkan mereka? Toh, mereka juga tidak memikirkan perasaan ku." gerutu ku kesal.


Aku menepuk-nepuk jidat ku sendiri. Aku kesal, aku cemburu melihat Ayu memiliki kekasih tampan dan kaya seperti Rendi. Aku tidak terima, jika Ayu sampai memiliki Rendi seutuhnya.


Setelah berpikir sejenak, aku pun memutuskan untuk mengatakan yang sejujurnya, kepada sepupuku itu. Aku harus memberanikan diri, untuk bisa mendapatkan apa yang aku mau.


Aku harus bisa mendapatkan lelaki, yang sudah meluluh lantakkan hati ku itu. Dan aku juga harus bisa membuat dia jatuh cinta pada ku.


Aku harus mempersiapkan diri untuk menerima resiko nya, kalau seandainya Ayu akan membenciku.


Dan aku harus bisa pasrah, menghadapi kemarahan Ayu nanti, demi meraih lelaki idaman ku itu.


Kalau Ayu beranggapan, bahwa aku adalah perempuan egois. Ya, memang ku akui kalau aku egois.


Aku sama sekali tidak memperdulikan perasaan Ayu. Bahkan, aku juga tidak akan menyerah begitu saja, tanpa berjuang terlebih dahulu, untuk mendapatkan cinta dari Rendi.


Dengan tekad yang bulat, aku pun sudah merencanakan untuk mengatakan niat ku itu kepada Ayu besok.

__ADS_1


Apa pun jawaban Ayu nanti, itu urusan belakangan. Yang terpenting adalah, aku harus bisa mendapatkan Rendi seutuhnya nya. Ya, walau pun aku harus tega mengorbankan hati dan perasaan Ayu, aku tidak perduli.


Keesokan hari nya, Ayu mendatangi rumah ku kembali. Dia di antar oleh Rendi, lelaki incaran ku itu. Setelah mendengar ada suara mobil berhenti, aku pun langsung bergegas keluar dari kamar.


Aku berlari ke arah jendela kaca, yang berada di samping pintu utama. Aku mengintip mobil Rendi yang sedang terparkir tepat di depan teras rumah ku.


Dengan hati yang dag-dig-dug tidak karuan, aku pun mulai menajam kan penglihatan ku, ke arah kaca pintu samping mobil Rendi. Dan apa yang ku lihat, sungguh sangat menyakitkan buat ku.


Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, kalau Rendi dan Ayu saling berpelukan dan berciuman di dalam mobil. Mereka tampak sangat mesra dan begitu bahagia, di dalam kendaraan tersebut.


Hati ku rasa sakit sekali, melihat pemandangan yang ada di dalam mobil itu. Hingga tanpa sadar, air mata ku mengalir begitu saja di atas kedua pipi ku.


"Ya Allah, sakit banget rasa nya melihat kemesraan mereka berdua." jerit ku dalam hati.


Tak lama kemudian, aku melihat Ayu keluar dari dalam mobil Rendi. Setelah itu, Rendi pun langsung pergi berlalu entah kemana.


Melihat kedatangan Ayu, aku pun segera bergegas masuk ke dalam kamar, untuk memoles sedikit wajah ku. Agar tidak terlihat sembab akibat menangis tadi.


Beberapa menit kemudian, aku mendengar suara Ayu yang sedang memanggil nama ku, sambil menggedor-gedor pintu rumah ku.


Dengan gerakan malas, aku kembali berjalan ke arah ruang tamu, untuk membuka kan pintu. Setelah pintu terbuka lebar, aku memperhatikan Ayu dari atas sampai bawah berulang-ulang.


Karena mendapatkan pandangan yang tidak biasa dari ku, akhirnya Ayu pun bertanya, kenapa aku memandangi nya seperti itu.


Bukan nya menjawab, aku malah menyindir nya dengan kata-kata yang cukup menusuk bagi nya. Setelah selesai memberikan sindiran kepada Ayu, kami berdua pun duduk bersebelahan di kursi ruang tamu.


Tanpa pikir panjang lagi, aku pun langsung mengungkapkan isi hati ku kepada Ayu. Kalau aku menyukai Rendi, mantan pacar nya itu.


Dan ternyata, apa yang aku takut kan akhirnya terjadi juga. Ayu marah besar pada ku. Dia tampak sangat murka dan emosi, setelah mendengar penuturan ku itu.


"Semoga saja Ayu bisa mengerti, tentang perasaan ku ini.Dan mudah-mudahan saja dia mau mengalah, agar melepaskan Rendi untuk ku." harapan ku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2