SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Akhir Dari Sebuah Petualangan


__ADS_3

Ayu hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala nya, melihat kelakuan receh sahabat suami nya. Setelah kepergian Rudi, Darma pun kembali mendudukkan diri di sofa.


"Jadi, kira-kira kapan kita pindah, bang?" tanya Ayu membuka percakapan.


"Dua atau tiga hari lagi," jawab Darma lalu mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, dan menghubungi seseorang.


Tut tut tut...


"Halo, bang Wanto. Gimana soal tanah yang abang bilang haritu? Apa mereka jadi menjual nya?" tanya Darma kepada Wanto, abang kandung Darma yang berada di kampung halaman nya.


Berhubung pengeras suara di aktifkan, jadi Ayu bisa mendengar kan percakapan mereka berdua.


"Jadi, dia minta harga sekian," jawab Wanto.


"Oh, oke. Tolong abang bilang kan sama mereka, kalau aku jadi membeli tanah dan lahan itu," ujar Darma.


"Oke, Dar. Nanti sore aku kesana, buat ngasih tau mereka," jawab Wanto.


"Oke, makasih ya, bang. Kalau uang nya sudah ada, nanti aku langsung transfer kan ke rekening abang," ujar Darma lagi.


"Oke siap, Dar," balas Wanto.


"Ya udah kalo gitu, aku tutup dulu ya, bang. Assalamualaikum," pamit Darma menutup panggilan nya.


"Ya, wa'laikum salam," balas Wanto.


Setelah panggilan berakhir, Darma pun meletakkan ponsel nya kembali ke atas meja, lalu mengajak Ayu untuk mulai mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa nanti nya.


"Ayo kita kemasi barang-barang yang mau di bawa, dek! Biar nanti nggak repot kali kalau mau berangkat," seru Darma lalu bangkit dari duduk nya dan masuk ke dalam kamar.


"Oke," balas Ayu mengangguk dan mengekori langkah Darma.


Mereka berdua pun mulai mengemasi pakaian yang ada di dalam lemari, ke dalam koper-koper besar. Setelah selesai, mereka pun beralih ke bagian barang-barang dagangan Ayu yang ada di dalam kios.


Setelah setengah harian saling bergotong royong mengemasi barang-barang, Ayu dan Darma pun kembali duduk dan beristirahat di ruang tamu.


"Hufff, capek juga ternyata beresin barang-barang ini," gumam Darma sembari menghela nafas panjang, dan menyandarkan punggung nya di bahu sofa.


Begitu pun dengan Ayu, ia merebahkan tubuh lelah nya di sofa panjang, sambil mengelap keringat yang ada di wajah dan leher nya dengan tisu. Sedang asyik bersantai, tiba-tiba satu notifikasi pun masuk di ponsel Darma.


Ting...


Mendengar suara ponsel nya, Darma pun langsung menoleh ke arah sumber suara, dan mengambil ponsel itu untuk melihat pesan masuk.


"Dar, uang nya sudah aku transfer ya," isi pesan dari Rudi. Ia mengabarkan kalau uang pembelian rumah itu sudah di kirim ke rekening Darma.

__ADS_1


"Oke, makasih ya, Rud," balas Darma.


"Ya, sama-sama," balas Rudi.


Selesai berbalas pesan dengan Rudi, Darma pun mengecek saldo rekening nya. Setelah melihat nominal yang ada di rekening nya, wajah Darma pun langsung berseri-seri dengan senyum yang mengembang lebar di bibir nya.


"Alhamdulillah, nih lihat, dek! Uang nya sudah di kirim Rudi barusan," ucap syukur Darma lalu menunjukkan ponsel nya kepada Ayu.


"Alhamdulillah, syukur lah kalo gitu," balas Ayu sembari tersenyum manis, setelah melihat layar ponsel Darma.


🌷🌷****************🌷🌷


Dua hari kemudian...


Darma dan Ayu tampak sibuk, untuk bersiap-siap berangkat ke kota kelahiran Darma. Setelah menyiapkan koper-koper dan barang-barang lain nya, Darma pun memesan taksi online untuk membawa mereka ke bandara.


"Huh, akhirnya... Jadi juga kita pindah dari kota ini ya, dek," ujar Darma.


"Iya, nggak nyangka juga bisa keluar dari kota yang penuh dengan kenangan pahit ini. Mudah-mudahan saja di sana nanti, hidup kita bisa lebih baik lagi ya, bang!" tutur Ayu penuh harap.


"Aaamiiiiin, ya Allah," sambung Darma mengamini perkataan istrinya.


Saat Darma dan Ayu sedang berdiri di depan teras rumah nya untuk menunggu taksi, tiba-tiba mata Ayu menangkap sosok Agus, selingkuhan lima langkah nya yang sedang berdiri tegak di depan pintu rumah nya.


Tak di sangka-sangka, tiba-tiba Agus datang dan menghampiri mereka berdua. Dengan wajah sedih dan mata memerah, Agus pun berbasa-basi kepada Darma, sambil sesekali melirik ke arah Ayu yang sedang berdiri di belakang suami nya.


"Loh, mau kemana, bang? Kok bawa barang sebanyak ini?" tanya Agus berpura-pura tidak tahu tentang kepindahan mereka.


"Kami mau pindah ke kampung, Gus. Mau coba-coba bertani di sana," jawab Darma sembari tersenyum.


"Ooohhh, gitu. Trus rumah ini gimana? Di kontrak kan atau...


Sebelum Agus menyelesaikan perkataannya, Darma pun langsung menyambar nya dengan cepat.


"Sudah ku jual dengan teman ku," jawab Darma.


"Ooohhh," Agus kembali ber- oh sambil manggut-manggut.


Melihat selingkuhan nya sedang berbicara dengan suami nya, Ayu pun hanya menunduk sambil terus mendengarkan percakapan mereka berdua.


Tak lama kemudian, taksi yang di pesan Darma pun tiba. Sang sopir segera turun dari kendaraan nya, dan membuka bagasi untuk memasukkan barang-barang bawaan mereka.


Setelah selesai, Darma pun berjabat tangan dengan Agus, sambil berkata...


"Kami pergi dulu ya, Gus. Siapa tahu ada kesalahan dan kekhilafan yang di sengaja atau tidak, tolong di maafkan ya!" tutur Darma.

__ADS_1


"Iya, bang. Begitu juga dengan ku. Aku minta maaf, kalau ada kesalahpahaman antara kita sesama tetangga," balas Agus sembari tersenyum kecut.


Selesai berpamitan dengan Agus, Darma pun masuk ke dalam mobil dan duduk anteng di dalam nya. Sekarang, tiba lah giliran Ayu yang berpamitan dengan si botak tuyul nya.


"Aku pergi dulu ya, bang. Jaga diri abang baik-baik. Jaga kesehatan, jangan telat makan. Cari lah wanita yang benar-benar mencintai mu dan menyayangi mu apa ada nya. Maaf, kalau hubungan kita berakhir sampai disini," ujar Ayu lirih.


Ayu menjabat tangan Agus dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca. Ia ingin sekali memeluk tubuh selingkuhan yang ada di depan nya. Tapi semua itu ia tahan, karena keberadaan Darma yang sedang menatap ke arah mereka dari dalam mobil.


"Iya, say. Abang juga minta maaf, kalau selama ini abang belum bisa membahagiakan mu. Baik-baik ya di sana. Kalau sudah sampai tujuan, jangan lupa kabari abang ya!" tutur Agus dengan mata yang juga berkaca-kaca.


Agus menggenggam erat tangan Ayu. Ia seolah-olah enggan, untuk melepaskan tangan wanita pujaan nya tersebut.


Dengan hati yang hancur berkeping-keping, Agus pun harus merelakan kepergian Ayu dan mulai melepaskan genggaman tangan nya.


"Aku pergi ya, bang. Assalamualaikum," pamit Ayu lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Darma.


"Iya, say. Hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan," balas Agus dengan air mata yang mulai menetes di pipi nya.


Saat mobil taksi yang di tumpangi Ayu mulai melaju, Agus pun melambaikan tangan nya sambil menangisi kepergian kekasih nya itu. Begitu juga dengan Ayu dan Darma, mereka membalas lambaian tangan Agus dari balik kaca mobil.


Ayu juga ikut meneteskan air mata, saat melihat selingkuhan nya berdiri dengan deraian air mata di wajah nya.


"Selamat tinggal, botak. Semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku, aaamiiiiin!" ucap Ayu dalam hati.


Setelah bayangan Ayu hilang dari pandangan mata nya, Agus pun kembali ke rumah nya dengan langkah gontai dan lemah. Hati dan perasaan nya sangat hancur atas kepergian wanita yang sangat ia cintai.


"Semoga kau bahagia di sana, say," gumam Agus penuh harap.


🌷🌷***********🌷🌷


Singkat cerita, kini Darma dan Ayu sudah tiba di tempat tujuan, yaitu kota kelahiran Darma. Mereka memulai hidup baru, dan melupakan segala kenangan buruk yang sudah terjadi di antara mereka berdua.


Ayu mengganti nomor ponsel nya, dan menutup akses komunikasi nya dengan siapapun, termasuk para selingkuhan nya.


Begitu pun dengan Darma, ia juga mengganti nomor ponsel nya, dan menutup komunikasi dengan siapapun, termasuk dengan Yuni dan Dina. Wanita yang sudah meracuni otak dan pikiran nya selama ini.


Ayu yang pada dasar nya hobi berdagang pun, kini membuka warung sembako di kediaman baru nya. Sedangkan Darma, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Dan waktu libur, ia gunakan untuk bercocok tanam di lahan kosong yang ada di belakang rumah nya.


"Bismillahirrahmanirrahim, semoga saja ini menjadi awal yang baik untuk kehidupan kami berdua ya Allah, aaamiiiiinn!" gumam Ayu penuh harap.


"Selamat datang kebahagiaan, dan selamat tinggal masa lalu," ucap Ayu dalam hati.


Ayu berdiri di depan pintu warung nya. Ia tersenyum bahagia, sambil memandangi Darma yang sedang asyik membersihkan rumput liar di depan rumah baru mereka.


πŸ₯€πŸ₯€ TAMATπŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


__ADS_2