
"Enggak kok, aku cuma ingin mengelabui Yuni aja. Biar dia pergi, dan kita bisa bersenang-senang sebentar," jawab Dina dengan santai nya.
Darma menggeleng-gelengkan kepala nya setelah mendengar penuturan Dina. Dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mantan istri nya tersebut.
"Ck ck ck, salut aku dengan tingkah mu itu. Bisa-bisa nya kau membohongi anak mu sendiri, hanya untuk kesenangan mu semata. Orang tua macam apa kau itu, hah?" cibir Darma geram.
Bukan nya merasa bersalah, Dina malah balik mengomeli Darma dengan kata-kata yang cukup kasar, bagi siapapun yang mendengar nya.
"Heh, biawak! Santai dong kalo ngomong, gak usah nyolot gitu! Aku juga tau mana yang baik dan mana yang buruk untuk anak ku. Jadi kau gak usah sok ngajarin aku tentang cara mendidik anak yang benar, paham!" omel Dina ketus.
Dina tidak terima jika diri nya di salahkan oleh Darma. Ia merasa sakit hati, melihat kebersamaan Yuni dan mantan suami nya tersebut. Maka dari itu, ia terus saja berusaha untuk memisahkan mereka berdua, agar Darma kembali ke dalam pelukan nya.
Karena tidak ingin menambah masalah, Darma pun akhirnya mengalah dan tidak meladeni omelan Dina lagi.
"Ya lah, terserah kau saja. lagian dia itu kan anak mu, bukan anak ku. Aku ini cuma bapak angkat nya saja, bukan bapak biologis nya," ujar Darma.
"Naaah, tu tau. Jadi gak usah sok-sokan ngatur-ngatur kehidupan kami berdua, ngerti!" oceh Dina dengan penuh peringatan.
"Ya ya ya, suka-suka kau lah situ," balas Darma lalu menutup panggilan sepihak.
Setelah itu, Darma pun menonaktifkan ponsel nya dan meletakkan nya kembali ke atas meja.
"Huh, bikin emosi ku naik aja tuh perempuan ular," gerutu Darma dengan wajah kesal nya.
Setelah perdebatan sengit dengan Dina selesai, Darma pun merebahkan tubuh nya kembali, dan melanjutkan tidur nya yang sempat tertunda karena ulah mantan istri nya.
Dengan posisi memeluk tubuh Ayu dari belakang, Darma pun mulai memejamkan mata nya. Tak lama kemudian, ia pun tertidur lelap dan menyusul Ayu ke dalam mimpi indah nya.
Kukuruyuuuukkk...
Suara kokok ayam tetangga pun mulai terdengar di telinga kedua insan, yang masih menutup mata nya di atas pembaringan. Karena merasa terganggu, akhirnya Darma dan Ayu mulai terjaga dari tidur nya masing-masing.
"Lah, udah pagi ternyata. Perasaan, baru aja molor. Eeehh, udah terang lagi," gumam Ayu sembari melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
Setelah mengucek-ngucek mata dan menggeliat kan badan nya, Ayu pun segera bangun dan duduk di tepi ranjang. Masih dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan, Ayu pun melangkah keluar menuju kamar mandi.
Sedangkan Darma, ia tidak ikut bangun. Ia melirik sekilas ke arah Ayu, lalu melanjutkan mimpi indah nya kembali. Selesai membersihkan diri, Ayu kembali ke dalam kamar dan mengambil pakaian dari dalam lemari.
__ADS_1
"Loh, kok malah molor lagi tuh hantu?" gumam Ayu sembari memakai pakaian nya.
Setelah selesai, Ayu merias diri di depan cermin lalu menggantungkan handuk yang sudah di pakai nya di belakang pintu.
Ayu berjalan keluar dari kamar, tanpa menghiraukan Darma yang masih bergulung di bawah selimut. Ia membuat teh manis hangat untuk diri nya sendiri. Kemudian ia duduk di sofa sambil membawa kaleng biskuit di tangan nya.
"Sarapan dulu ah, siap tu lanjut masak," gumam Ayu lalu menyeruput teh hangat nya, dan mencelupkan beberapa keping roti kering ke dalam teh tersebut.
Setelah di rasa cukup kenyang, Ayu pun menyudahi sarapan nya lalu menyalakan rokok. Sedang asyik menikmati rokok nya, tiba-tiba Ayu di kejutkan oleh suara Darma yang sudah berdiri menyandar di depan pintu kamar.
"Dek, mau masak apa hari ini?" tanya Darma dengan suara serak khas bangun tidur, dan mengucek-ngucek mata nya.
"Astaghfirullah, kaget aku!" ucap Ayu sambil mengelus-elus dada nya.
Ayu tampak sangat terkejut dengan kehadiran Darma yang secara tiba-tiba.
"Kau itu udah kayak jailangkung aja, tiba-tiba nongol kayak gitu," gerutu Ayu dengan nada kesal.
Mendengar celotehan istri nya, Darma hanya nyengir kuda dan menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal. Dengan wajah kusut dan handuk yang melilit di pinggang nya, Darma pun kembali bersuara...
"Gak lah, siapa juga yang melamun? Aku baru siap sarapan, bukan melamun."
Ayu menolak mentah-mentah ucapan Darma, lalu menghisap rokok nya kembali.
"Ngapain masih nonggok di situ? Cepat mandi sana!" titah Ayu.
"Entar lagi, masih dingin." jawab Darma sembari bergidik.
Mendengar jawaban Darma, Ayu pun mengerutkan kening nya, dan memandangi wajah suaminya itu dengan serius, lalu berkata...
"Iyyuuh, jorok banget. Tengok tuh, iler nya masih pada nempel di ujung bibir mu. Udah kayak garis-garis pulau yang ada di peta aja," ledek Ayu sembari memiringkan bibir nya, tanda jijik melihat wajah Darma.
"Biarin, week!" balas Darma sembari menjulurkan lidah nya ke arah Ayu.
Dengan langkah malas, Darma pun berjalan ke kamar mandi sambil sesekali menguap lebar. Selesai membersihkan diri, Darma langsung berpakaian dan duduk manis di sebelah Ayu.
"Mana teh untuk abang, dek?" tanya Darma.
__ADS_1
"Bentar, biar ku buat kan!" jawab Ayu lalu beranjak dari duduk nya, dan membuatkan segelas teh manis hangat untuk suami nya.
Setelah selesai, Ayu pun meletakkan teh itu di atas meja tepat di depan Darma.
"Dek, hari ini abang boleh riquest gak?" tanya Darma lalu menyeruput teh nya.
"Riquest apa?" tanya Ayu balik.
"Hari ini abang mau makan pakai lauk sambal teri sama kacang tanah. Trus sayur nya gulai daun ubi tumbuk," jawab Darma lalu meletakkan gelas teh nya ke atas meja, dan menyalakan rokok nya.
"Ooohhh, kirain riquest apaan? Ya udah, nanti aku masak kan," balas Ayu.
Kemudian ia pun mematikan api rokok nya, dan melangkah masuk ke dalam kamar. Melihat pergerakan istri nya, Darma pun menatap heran lalu bertanya...
"Loh, mau kemana?" tanya Darma dengan kening mengkerut.
"Mau belanja ke warung," jawab Ayu tanpa menoleh, dan mengambil dompet yang tersimpan di laci meja.
Saat membuka dompet nya, tiba-tiba terdengar suara pekikan Ayu yang sangat melengking di telinga Darma.
"BAAAANG, CEPAT KESINI!" panggil Ayu dari dalam kamar.
Mendengar panggilan Ayu, Darma pun langsung terkejut dan segera berlari ke dalam kamar untuk menghampiri istri nya.
"Ada apa sih, dek? Kok teriak-teriak gitu? Udah kayak tinggal di hutan aja," tanya Darma dengan nafas tersengal-sengal.
Bukan nya menjawab, Ayu malah menatap Darma dengan mata melotot dan wajah yang sangat menyeramkan. Ayu tampak begitu emosi dengan suami nya.
"MANA UANG KU? CEPAT KEMBALI KAN!" pekik Ayu lagi sembari menadahkan tangan nya ke depan Darma.
"U-uang? Uang apa ma-maksud mu?" tanya Darma gugup, dan berpura-pura tidak mengerti dengan pertanyaan Ayu.
"Gak usah pura-pura bego kau bangs*at! Mana uang ku? Cepat kembali kan sekarang juga!" desak Ayu masih dengan wajah horor nya.
Raut wajah Darma mendadak pucat, dengan keringat dingin yang mulai bermunculan di dahi nya. Ia tampak sangat gelisah dan panik, melihat kemarahan Ayu yang sangat menyeramkan bagi nya.
"Hufff, tamat lah riwayat ku hari ini," batin Darma sembari menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1