SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
POV Darma


__ADS_3

Nama ku Darma, usia 40 tahun. Aku bekerja di sebuah gudang besi tua. Sebelum menikahi Ayu 2017 yang lalu, status ku adalah seorang duda anak satu. Anak ku bernama Yuni, usia nya kurang lebih 17 tahun saat ini.


Sejak aku dan Dina (istri pertama ku) itu berpisah 2014 lalu, anak ku Yuni ikut tinggal bersama nya, di sebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari tempat tinggal ku.


Sebelum aku menikahi Dina, status nya saat itu adalah janda anak satu, dan dia bekerja sebagai wanita penghibur, di sebuah club malam.


Pernikahan pertama ku itu hancur, karena Dina selingkuh di belakang ku. Dia berselingkuh dengan sopir truk, yang sering mampir untuk membeli rokok, di warung kami.


Dulu, kami membuka warung sembako kecil-kecilan, untuk mengisi waktu luang Dina di rumah. Sejak mengetahui kalau istri ku itu berselingkuh, aku pun memutuskan untuk menceraikan nya. Karena, aku paling benci yang nama nya penghianatan.


Sejak menyandang status duda, aku hidup dengan bebas. Hampir setiap malam aku di ajak teman-teman kerja, ku untuk bersenang-senang, ke tempat hiburan malam.


Kebebasan itu, ternyata tidak bertahan lama. Sekitar satu tahun, status duda ku itu pun berubah kembali, menjadi seorang suami. Aku bertemu Ayu, di sebuah tempat karaoke.


Saat itu, Ayu bekerja sebagai waiters, di tempat hiburan malam itu. Dan aku, menjadi salah satu langganan tetap di tempat itu.


Walau pun Ayu bekerja sebagai wanita penghibur, di tempat karaoke. Ternyata, tidak semudah yang aku bayang kan, untuk bisa mendapatkan hati nya.


Butuh waktu satu tahun, untuk bisa meyakinkan nya. Butuh kesabaran ekstra, untuk menghadapi segala tingkah laku nya, yang Kadang-kadang menjengkelkan.


Tapi ya, mau gimana lagi, aku sudah terlanjur suka dengan nya. Maka nya, aku tetap berusaha untuk mendapatkan nya cinta nya.


Walaupun waktu itu, saingan ku cukup banyak. Aku tetap maju untuk meraih nya. Dan alhamdulillah, berkat kesabaran dan kegigihan ku. Akhirnya, Ayu luluh dan bersedia menikah dengan ku.


Dua bulan setelah menikah, aku dan Ayu bertengkar hebat, akibat dari kebodohan ku sendiri. Waktu itu, Dina datang ke tempat kerja ku. Dia meminjam motor, beserta surat-surat nya. Dina mengatakan, ingin menggadaikan buku hitam motor ku itu, untuk biaya sekolah Yuni.


Mendengar penuturan Dina, tanpa pikir panjang dan tanpa minta izin kepada Ayu, aku menyerahkan semua nya kepada Dina. Termasuk kendaraan ku satu-satunya itu.


Aku percaya, karena Dina sudah berjanji akan memulangkan motor ku itu, setelah dia mendapat kan uang, dari menggadaikan buku hitam tersebut. Tapi ternyata, kenyataan pahit pun terjadi. Dina melarikan kendaraan ku itu, dan menjual nya.


Sedang kan, uang hasil menjual motor ku itu, bukan nya di gunakan untuk menyekolahkan Yuni. Tapi, dia gunakan untuk uang muka motor yang baru, untuk diri nya sendiri. Aku di tipu mentah-mentah oleh Dina.

__ADS_1


Hingga akhirnya, aku harus menyewa motor setiap hari, untuk pergi bekerja. Dan juga, untuk bepergian kemana pun.


Saat aku mengatakan kejadian itu kepada Ayu, dia langsung mengamuk. Di langsung minta cerai dengan ku.


"Dek, abang minta maaf!" ucap ku pada Ayu, setelah pulang dari bekerja.


"Minta maaf buat apa, bang?" tanya Ayu bingung.


"Motor kita di bawa kabur sama Dina, beserta surat-surat nya." Jawab ku lemas.


"Loh, kok bisa gitu? mana mungkin, dia bisa mengambil semua itu, kalau bukan abang sendiri yang menyerahkan pada nya?" selidik Ayu, dengan kening yang mengkerut.


"Iya, dek. Abang yang menyerahkan semua itu pada Dina. Karena dia bilang, butuh uang buat menyekolahkan Yuni. Jadi, dia minjam buku hitam motor kita, untuk di gadai kan!"


"Tapi, dia malah melarikan motor kita. Dan sekarang, abang gak tau dia ada dimana?" aku menjelaskan pada Ayu.


Setelah mendengar penjelasan ku, wajah Ayu langsung berubah merah. Dia sangat emosi, mendengar kata-kata ku barusan.


"Kau itu, jadi laki-laki kok bod*h kali sih! bisa-bisanya kau percaya gitu aja, sama mantan istri mu yang gila itu!" bentak Ayu, dengan suara yang menggelegar.


Jadi, apa pun resiko nya, aku harus menerima nya dengan ikhlas.


"Apakah kau masih mencintai mantan istri mu itu Darma? Apakah kau ingin rujuk dengan nya? Apakah kau ingin kembali bersama nya? Kalau memang itu yang kau inginkan. Oke, aku akan mundur, dan CERAIKAN AKU SEKARANG JUGA!"


Ayu kembali membentak ku, dengan suara lantang nya. Tapi, bentakan nya kali ini, cukup membuat lemas seluruh tubuh ku. Ya, Ayu meminta cerai pada ku, dan itu dia ucap kan di saat usia pernikahan kami masih seumur jagung, yaitu dua bulan.


Aku tidak menyangka, karena kebodohan ku itu, bisa berakibat fatal seperti ini. Sebenarnya aku tau, Ayu marah bukan karena kehilangan motor itu.


Tapi, karena sikap ku yang masih percaya, dengan mulut manis nya Dina. Dan juga karena kecerobohan ku, yang tidak meminta izin dulu pada nya, untuk melakukan hal itu.


Jadi, Ayu mengira kalau aku, masih mencintai Dina. Makanya, aku bisa begitu mudah nya mempercayai semua ucapan Dina itu.

__ADS_1


"Jangan gitu lah, dek! abang gak mau, berpisah dengan mu. Abang gak mau kehilangan mu, hanya karena masalah sepele seperti ini."


Aku langsung memeluk tubuh Ayu, yang sedang duduk di atas sofa itu. Jujur, aku tidak mau kehilangan nya. Mengingat begitu berat nya perjuangan ku, untuk mendapatkan diri nya.


Tak semudah membalikkan telapak tangan, untuk bisa melepaskan apa yang sudah aku dapat kan, dengan susah payah.


"Ini semua gara-gara Dina, awas kau, Dina!" batin ku geram.


Dengan sekuat tenaga, aku membujuk Ayu. Dengan berbagai macam cara dan kata-kata. Berhubung Ayu, bukan tipikal wanita yang menomor satukan uang. Jadi, Ayu gak bakalan luluh, bila di rayu dengan uang.


Jadi, aku harus bisa merayu nya dengan cara yang lain. Setelah berjam-jam membujuk Ayu, akhirnya dia luluh juga. Ayu tidak lagi meminta cerai pada ku, dan Ayu juga sudah memaafkan kesalahan ku itu.


Tapi, sejak kejadian itu, sifat Ayu berubah. Gampang cemburuan, emosian dan ucapan nya juga semakin kasar pada ku. Bila ada sedikit saja kesalahan, yang aku perbuat.


Aku memaklumi, perubahan sifat nya tersebut. Mungkin karena Ayu masih kesal, mengingat kejadian itu.


Waktu terus berlalu begitu cepat, hari berganti bulan. Dan bulan berganti tahun. Tidak terasa, pernikahan ku dengan Ayu sudah hampir 6 tahunan.


Ayu semakin hari semakin bertambah kesal, dan kecewa pada ku. Dia selalu protes, dengan sikap dingin ku pada nya.


Aku akui, aku bukan tipe lelaki yang pandai menggombal, dengan kata-kata manis. Aku juga tidak pandai merayu, atau pun bermanja-manja dengan pasangan. Dan aku, juga tidak pandai dalam hal kegiatan ranjang.


Jujur, Sebenarnya aku sangat menyukai dan menikmati sikap Ayu yang romantis, dan bernafsu tinggi. Dia selalu memanjakan ku, dengan sentuhan-sentuhan lembut nya, dengan segala kemesraan nya dan kehangatan nya.


Dia selalu bermanja-manja dengan ku. Mencium dan memeluk ku setiap hari. Bahkan, Ayu juga sering meminta jatah batin nya pada ku. Dalam seminggu, Ayu akan meminta 3 sampai 4 kali, jatah batin nya itu.


Walau pun aku tidak meladeni nya, alias hanya menerima di bawah Kungkungan nya, Ayu tidak pernah mempermasalahkan itu. Dia selalu pegang kendali, dalam permainan panas itu. Sampai dia merasa puas, melampiaskan hasrat nya tersebut pada ku.


Ayu selalu menerima semua sikap ku itu, tanpa pernah mengeluh apa pun pada ku. Tapi lama-kelamaan, Ayu mulai berontak dan selalu mengeluh, dengan sikap dingin ku itu.


Bahkan, dia sampai mengancam akan mencari kehangatan dengan lelaki lain, kalau sikap ku terus seperti itu pada nya.

__ADS_1


"Mungkin Ayu mulai bosan, dengan kekakuan ku selama ini" Batin ku.


Ah entahlah, aku bingung harus bagaimana? Di satu sisi, aku tidak mau rumah tangga ku ini hancur. Tapi di sisi lain, aku juga tidak bisa merubah sikap ku, yang sedari dulu sudah mendarah daging ini seperti ini.


__ADS_2