SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Curhat


__ADS_3

"Ya Allah, Yu. Masa sampe segitu nya, sih? Jahat banget suami mu itu." gerutu Naya.


Aku mencurahkan semua isi hati kepada Naya. Kalau di depan musuh, aku bisa menahan tangisan dan luka. Tapi, kalau sudah bertemu dengan orang yang tepat, sisi rapuh ku pun langsung terlihat.


Naya tahu tentang semua sifat ku, yang keras dan pantang di tindas. Dan jika aku sudah mengangis, itu artinya masalah yang sedang aku alami itu sangat berat.


"Ya begitu lah kenyataan nya, Nay. Sejak bang Darma tahu aku selingkuh, sejak itu pula lah sifat nya semakin menjadi-jadi dengan ku." jelas ku.


"APA? Jadi, suami mu udah tau semua nya?" pekik Naya.


"Iya, Nay." jawab ku sambil mengangguk kan kepala.


"Kok dia bisa tau?" tanya Naya lagi semakin penasaran.


"Waktu kami bertengkar, aku kabur dari rumah. Trus, aku nginap di hotel sama mantan pacar ku."


Aku menarik nafas sejenak, lalu bercerita kembali.


"Trus, karena saking geram nya dengan sifat suami ku, aku jujur sama dia. Kalau aku nginap sama mantan ku, di hotel." jelas ku panjang lebar.


"Oalah, ini anak bodoh nya kok gak ilang-ilang, sih! Ngapain harus jujur segala, coba? Cari penyakit aja lu." umpat Naya.


Naya menoyor jidat ku, dia tampak kesal dengan penuturan ku. Naya menggeleng-gelengkan kepala nya, dia tidak habis pikir, melihat kebodohan yang sudah aku lakukan.


"Jadi, apa rencana mu sekarang?" lanjut Naya.


"Entah lah, Nay. Aku juga bingung." balas ku.


"Kenapa harus bingung? Kau kan punya banyak selingkuhan, bersenang-senang aja dengan mereka. Ngapain mikirin laki-laki seperti suami mu itu." ujar Naya.


"Kau itu masih muda, Yu. Wajah dan body mu juga oke. Pasti banyak laki-laki di luaran sana yang menyukai mu." lanjut Naya lagi.


Aku tidak menjawab ucapan Naya. Aku hanya diam, dan terus mencerna semua kata-kata nya.


"Ada bener nya juga, apa yang di kata kan Naya." batin ku.


"Emang nya ada berapa orang sih, selingkuhan mu itu, Yu?" tanya Naya.

__ADS_1


"Tadi nya sih ada dua, tapi sekarang nambah satu lagi, jadi tiga orang." jawab ku santai.


"Hah, gila kau, Yu! Emang nya kau sanggup, melayani mereka bertiga?" selidik Naya.


Naya sangat terkejut mendengar penuturan ku. Dia sama sekali tidak menyangka, kalau selingkuhan ku sebanyak itu.


"Kenapa gak sanggup, Nay? Kau kan tau sendiri, gimana tinggi nya hasrat ku selama ini." balas ku.


"Iya juga sih. Tapi apa kau gak capek, harus begituan terus-terusan dengan mereka bertiga?" tanya Naya.


Naya manggut-manggut mendengar kata-kata ku. Dia tahu, kalau hasrat ku sedari dulu memang lebih tinggi, dari wanita normal lain nya.


"Ya enggak lah, Nay. La wong di kasih enak, kok di bilang capek. Malah ketagihan tau, hahaha." jawab ku sembari tertawa ngakak.


"Oalah, dasar bocah edan!" sungut Naya sambil menoyor jidat ku kembali.


Naya menatap ku dengan serius, dari atas sampai bawah berulang-ulang. Dia tampak sedang memperhatikan sesuatu yang aneh di tubuh ku.


"Kau lagi merhatiin apa, nyet?" tanya ku heran.


"Aku heran, melihat wanita kayak dirimu ini. Kok bisa sanggup ya, melayani mereka semua?" selidik Naya.


Aku mengerutkan kening, mendapatkan pertanyaan aneh, dari sepupu super kepo ku itu. Naya mendekat kan wajah nya ke depan ku. Dia ingin sekali mendengar kan penjelasan ku, tentang pertanyaan nya tadi.


"Ya, pokok nya enak lah, Nay. Gak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, kalo soal begituan." jawab ku.


"Cerita dikit dong, Yu! Aku jadi penasaran nih, gimana rasa nya? Pasti cara nya beda-beda, ya kan?" tanya Naya.


"Ya iya lah, Nay. Mantap lah, bikin aku melayang-layang, kalo sedang bersama mereka." jawab ku.


Aku tersenyum melihat reaksi Naya yang tampak gelisah, di tempat duduk nya. Dia menggigit bibir bawah nya, dengan tatapan mata yang sayu melihat ku.


"Ah kau itu, bikin aku nyut-nyutan aja, gara-gara dengerin cerita mu." gerutu Naya.


"Hahaha, kan kau sendiri yang nanyain. Kok malah nyalahin aku pulak, aneh." balas ku.


"Ya, aku kan lagi ngebayangin cerita mu itu." jawab Naya.

__ADS_1


"Gak usah di bayangin, Nay. Ntar kepengen loh!" balas ku.


"Hehehe, iya juga sih." balas Naya.


Naya nyengir kuda, sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Aku hanya tersenyum, melihat tingkah aneh sepupu ku yang satu itu.


"Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Naya lagi.


Aku berpikir sesaat, dan setelah mendapatkan ide, aku kembali berceloteh kepada Naya.


"Untuk beberapa hari ini, aku akan nginap di hotel aja, Nay. Aku lagi males, balek ke rumah bang Darma." balas ku.


"Sama siapa kau di hotel?" tanya Naya.


"Entah lah, belum aku pikirkan." jawab ku sambil mengendik kan bahu.


Aku dan Naya terdiam sejenak. Kami berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Kalo saran aku sih, lebih baik kau minta cerai aja dengan suami mu, Yu! Trus, kau pilih aja salah satu dari selingkuhan mu, untuk di jadikan suami." usul Naya.


"Iya, Nay. Aku juga ada kepikiran kayak gitu. Tapi ya, gimana lagi coba? Suami ku gak mau menceraikan aku, gimana aku bisa menikah dengan lelaki lain?" ujar ku.


"Iya juga, ya. Susah juga, kalo begini cerita nya." balas Naya.


"Ya udah deh, Nay. Aku pamit dulu, ya. Aku mau istirahat di hotel aja." ujar ku.


Aku beranjak dari kursi, dan melangkah keluar. Naya mengikuti langkah ku dari belakang sembari berucap...


"Iya, Yu. Hati-hati ya, jaga diri baik-baik! Kalo ada apa-apa, hubungi aku." ujar Naya.


"Oke, Nay." balas ku sambil mengacungkan jempol pada nya.


Aku mulai menaiki kendaraan roda dua ku, dan melajukan nya ke jalan raya menuju hotel. Sampai di lokasi, aku segera memarkir kan motor, dan berjalan dengan langkah cepat, masuk ke dalam gedung berlantai lima tersebut.


Setelah selesai check in, dan mendapatkan kunci kamar, aku kembali melangkah naik ke lantai dua. Sampai di depan kamar, aku langsung bergegas masuk, dan mengunci pintu kembali.


Aku menjatuhkan diri di atas ranjang, dan menatap langit-langit kamar, dengan pandangan kosong menerawang.

__ADS_1


Tanpa sadar, air mata ku jatuh membasahi kedua pipi ku. Aku teringat kembali akan perbuatan bang Darma, yang semakin semena-mena dengan ku.


"Ya Allah, apakah pernikahan ini masih bisa di perbaiki lagi? Atau, akan berakhir sampai disini?" gumam ku.


__ADS_2