SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Suasana Haru


__ADS_3

Selesai berbincang-bincang mengenai penjualan rumah dan rencana lain nya, Darma pun mematikan api rokok nya ke dalam asbak, lalu berjalan masuk ke dalam kamar. Darma membaringkan diri di atas ranjang dan memeluk guling menghadap tembok.


Melihat kepergian Darma, Ayu pun turut mengikuti langkah nya dan ikut berbaring di sebelah suami nya. Saat Ayu hendak memejamkan mata, tiba-tiba ia tersentak saat mendengar suara Darma.


"Dek," panggil Darma.


"Ya, ada apa?" tanya Ayu.


Dengan posisi yang sama-sama memeluk guling dan saling membelakangi, mereka pun membuka percakapan kembali.


"Hmmmm, abang boleh nanya sesuatu gak?" tanya Darma balik.


"Boleh, emang mau nanya soal apa?" tanya aku penasaran.


Darma terdiam sejenak, ia sedang berpikir keras untuk mengungkapkan sesuatu yang selalu mengganjal di hati nya. Setelah beberapa detik menimbang-nimbang, akhirnya Darma pun memberanikan diri untuk mengungkapkan nya kepada Ayu.


"Apakah masih ada rasa cinta di hatimu untuk ku?" tanya Darma.


Ayu mengerutkan kening, ketika mendengar pertanyaan yang cukup aneh menurut nya.


"Emang kenapa? Kok tiba-tiba nanya gitu?" tanya Ayu balik.


"Gak papa, abang cuma pengen tau saja tentang isi hati mu saat ini," jawab Darma.


"Haritu kan udah pernah kita bahas masalah ini. Kenapa masih bertanya lagi?" tanya Ayu heran.


"Emang haritu kau ada jawab apa, waktu abang bertanya seperti ini?" tanya Darma lagi.


Ayu menghela nafas panjang, lalu menelentang kan badan nya. Ia menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong menerawang. Sedangkan Darma, ia masih tetap dengan posisi membelakangi Ayu.


"Kalau cinta, kayak nya sudah tidak ada lagi. Saat ini aku hanya melakukan kewajiban ku sebagai istri, itu saja tidak lebih," tutur Ayu.


Mendengar jawaban istri nya, Darma pun langsung membalikkan badan nya, dan memandangi wajah Ayu dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


"Hah, serius?" tanya Darma tidak percaya.


"Ya, aku serius. Sejak kau mengacuhkan ku dan menjalin hubungan dengan kedua benalu itu, sejak itu pula lah rasa cinta ku mulai memudar dan hilang begitu saja dari hati ku," jelas Ayu masih dengan tatapan kosong.


Hati Darma langsung hancur berkeping-keping, setelah mendengar kejujuran Ayu yang sangat menyakitkan bagi nya. Ia sama sekali tidak menduga, jika Ayu sudah tidak memiliki rasa apa pun lagi pada nya.


"Trus, bagaimana kita bisa hidup bahagia seperti dulu, kalau di hati mu sudah tidak ada rasa sedikit pun dengan ku?" tanya Darma.


Ayu membuang nafas kasar, lalu meletakkan lengan nya di atas kening. Ia terlihat gusar dan bingung, memikirkan pertanyaan Darma yang cukup sulit untuk di jawab.


Setelah beberapa menit merenung, akhirnya dengan berat hati, Ayu pun mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam di dalam hati nya.


"Dulu, sewaktu aku mengetahui hubungan mu dengan mereka berdua, aku sudah berencana untuk membalas perbuatan kalian bertiga. Tapi lama-kelamaan aku mulai sadar, kalau aku juga melakukan kesalahan yang sama, seperti yang kau lakukan," tutur Ayu.


Darma tidak menjawab atau pun mengeluarkan suara sepatah kata pun. Ia hanya mendengar kan penjelasan Ayu, sambil terus menatap wajah sendu istri nya. Setelah terdiam beberapa saat, Ayu pun melanjutkan perkataan nya.


"Aku tidak mau egois, karena aku sadar diri kalau aku juga menjadi penyebab kehancuran rumah tangga kita," jelas Ayu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Karena tidak ada respon atau komentar apa pun dari bibir Darma, Ayu pun melanjutkan ucapan nya kembali.


"Maka dari itu, aku membiarkan mu melakukan apa pun yang kau mau, termasuk menjalin hubungan dengan mereka berdua," lanjut Ayu.


"Sebenarnya, ada rasa sakit di hati ku saat memergoki perbuatan mu dengan Yuni Tapi aku berusaha untuk tetap sabar dan menahan nya, agar aku tidak terlihat lemah di depan kalian semua," tambah Ayu lagi.


Ayu menghentikan ucapan nya. Raut wajah nya tampak sedih, ketika menceritakan keluh kesah nya kepada Darma. Hingga tanpa sadar, air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata nya pun mulai tumpah, dan mengalir dari sudut mata nya.


Ayu menangis dalam diam. Ia tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Hati nya terlalu sakit, jika mengingat kejadian demi kejadian yang sudah di lihat nya, dengan mata kepala nya sendiri.


Melihat kesedihan Ayu, Darma pun menarik tubuh wanita yang sangat ia cintai ke dalam dekapan nya, dan mendarat kan kecupan-kecupan mesra di kening nya.


"Udah, gak usah di terus kan lagi ceritanya. Abang juga sudah tidak sanggup untuk mendengar nya," ujar Darma sembari membelai rambut panjang Ayu dengan lembut, dan penuh kasih sayang.


Mendengar penuturan Darma, tangis Ayu pun langsung pecah seketika. Ia menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan suami nya. Ayu tampak menyesali perbuatan nya selama ini.

__ADS_1


"Maaf kan aku, bang! Aku sudah mengkhianati kepercayaan mu. Aku sudah menduakan cinta mu. Dan aku juga sudah menghancurkan rumah tangga kita," tutur Ayu dengan air mata yang semakin mengalir deras di kedua pipi nya.


"Aku merasa sangat menyesal, karena sudah melakukan semua itu di belakang mu. Tolong maafkan aku, bang! Tolong maafkan semua kekhilafan ku itu, hiks hiks hiks," lanjut Ayu sambil terus menangisi perbuatan nya.


Setelah mendengar kejujuran dan permintaan maaf istri nya, Darma pun ikut meneteskan air mata. Ia sangat terharu dengan semua perkataan Ayu, yang telah berani mengakui kesalahan-kesalahan yang sudah di perbuatnya.


"Iya, abang sudah memaafkan semua kesalahan mu, dek. Abang hanya ingin kita memulai hidup baru seperti dulu lagi," ujar Darma dengan kesungguhan hati.


"Abang janji, abang tidak akan menyia-nyiakan mu lagi. Dan abang juga janji, kalau abang tidak akan berhubungan lagi dengan mereka berdua," tutur Darma.


Mendengar ucapan Darma, Ayu pun mulai melepaskan diri dari pelukan suaminya. Ia menatap mata Darma yang juga tampak memerah dan berair.


"Apakah kau bersungguh-sungguh dengan kata-kata mu itu?" tanya Ayu masih tampak meragukan pengakuan Darma.


"Iya, sayang. Bahkan abang juga berani bersumpah demi apa pun, untuk membuktikan ucapan abang tadi," jawab Darma berusaha meyakinkan Ayu atas perkataan nya.


"Oke, aku akan memberikan kesempatan kedua untuk mu dan juga untuk ku. Kita sama-sama memperbaiki diri masing-masing, untuk kelangsungan rumah tangga kita ke depan nya," ujar Ayu tegas.


"Iya, insya Allah. Abang akan berusaha memperbaiki semua kesalahan yang sudah abang perbuat selama ini. Dan abang harap, kau juga bisa melakukan hal yang sama seperti yang abang lakukan," tutur Darma penuh harap.


"Iya, aku juga janji. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama ke depan nya," ujar Ayu mantap.


Wajah Darma langsung berbinar-binar, dengan senyum yang merekah di bibir nya. Ia tampak begitu bahagia, setelah berhasil menyelesaikan permasalahan, yang selama hampir satu tahun ini telah memporak-porandakan rumah tangga nya.


"Alhamdulillah, ya Allah. Akhirnya, kami dapat bersatu kembali seperti dulu," ucap syukur Darma dalam hati.


Setelah perbincangan selesai, Darma pun membawa Ayu kembali ke dalam pelukan nya. Ia menghirup aroma wangi dari tubuh wanita yang sangat ia cintai itu.


"Sekarang kita bobok yok, dek! Mata abang udah mulai ngantuk nih, hoam!" ujar Darma sembari menguap lebar.


"Iya," jawab Ayu.


Setelah membetulkan posisi tidur nya masing-masing, Darma dan Ayu pun mulai memejamkan mata nya. Tak butuh waktu lama, mereka berdua pun terlelap dengan posisi yang saling berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2