SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Rasa Bosan Darma


__ADS_3

"Siapa lagi kalau bukan, KAU?" pekik Darma lagi.


"Hah, aku?" tanya Dina dengan kening mengkerut.


Dia sama sekali tidak mengerti, akan maksud tuduhan yang di tujukan oleh Darma pada nya.


"Ya, kau. Gara-gara ulah kau dan anak manja mu itu, aku sampe gila seperti ini, tau gak?" ujar Darma.


"Loh, kok nyalahin kami pulak? Apa hubungan nya dengan kami coba? Kau sendiri yang buat masalah, sekarang kau limpahkan pulak sama kami semua nya, aneh." balas Dina ketus.


"Aaagghhh, berisik! Udah, gak usah banyak bacot lagi. Mana uang yang lima ratus ribu itu? Sini, kembali sekarang!" pinta Darma lagi sedikit memaksa.


Darma menadahkan tangan nya kembali di depan wajah Dina. Dia tampak sangat murka melihat kelakuan Dina yang suka foya-foya, dan menghambur-hamburkan uang.


"Udah habis." jawab Dina dengan santai nya.


Dina kembali cuek, dan berusaha untuk tetap tenang di depan Darma. Dia mulai memunguti tas, dompet, dan seluruh alat-alat makeup nya yang berserakan di lantai.


Setelah itu, Dina melenggang pergi begitu saja, meninggalkan Darma yang masih memasang wajah zombie nya. Dina masuk ke dalam kamar nya, lalu mengunci pintu nya rapat-rapat.


Karena merasa di acuhkan, Darma pun semakin geram dan tersulut emosi. Dia melampiaskan segala kekesalan nya, dengan menendang meja kayu yang berada di sebelah nya.


BRAAAKK...


"DASAR, PEREMPUAN MATRE! Otak mu itu isi nya cuma duit duit duit aja." umpat Darma dengan suara menggelegar.


Setelah itu, Darma pun melangkah keluar dan memanggil ojek pangkalan, untuk mengantarkan nya kembali ke rumah.


Sesampainya di depan rumah nya, Darma segera berjalan menuju pintu lalu membuka nya. Dia melangkah masuk begitu saja, tanpa mengucapkan salam atau sepatah kata pun.


Darma terus mengayunkan kaki nya, sampai ke dalam kamar pribadi nya. Wajah yang tadi nya kusut dan lusuh, bak pakaian yang belum di setrika, kini berubah cerah seketika. Saat melihat istri nya yang sedang tertidur lelap, di atas ranjang milik nya.


Ayu sedang tertidur lelap hanya dengan menggunakan kan pakaian dalam saja. Hingga membuat Darma sangat terpesona, dengan tubuh indah dan mulus milik istri nya tersebut.

__ADS_1


"Wah, kebetulan sekali dia masih disini. Aku gangguin bentar, ah." gumam Darma dengan senyum menyeringai di bibir nya.


Otak Darma sudah traveling kemana-mana, saat melihat pemandangan yang sangat menggiurkan di depan nya. Dia bergegas membuka pakaian nya sampai polos tak bersisa.


Setelah itu dia langsung naik ke atas ranjang, lalu berbaring miring dan memeluk tubuh Ayu dari belakang. Darma menempel kan wajah nya di ceruk leher Ayu, lalu mengendus-endus nya dengan nafas yang mulai memburu.


Darma juga mulai menjalarkan jari-jari nakal nya, ke arah dua benda kenyal milik Ayu. Dia mulai memejamkan mata dan menikmati perbuatan nya sendiri.


Karena merasa ada pergerakan di tubuh nya, Ayu pun mulai terjaga dari tidur lelap nya. Dia mulai membuka mata, lalu menggeliat-geliat kan badan nya.


"Ck, mau ngapain sih hantu gila satu ini? Udah kayak anak nyet aja, nempel-nempel kayak gini?" gerutu Ayu kesal, karena Darma mengganggu istirahat nya.


Mendengar suara Ayu, Darma bukan nya menghentikan perbuatan nya. Dia malah semakin menjadi-jadi, dan langsung naik ke atas tubuh Ayu dengan senyuman genit nya.


"Abang ingin memuaskan mu, sayang. Abang ingin memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa pada mu." ujar Darma sambil mengerlingkan mata nya.


Ayu langsung tersenyum miring, setelah mendengar ucapan Darma. Dia seolah-olah sedang meledek dan memandang rendah, kepada suami gila nya tersebut.


"Ya, kenapa rupanya? Kau ini kan masih istri sah ku, jadi kau masih berkewajiban untuk melayani ku di ranjang." jawab Darma santai.


Tawa Ayu pun pecah seketika, saat mendengar penuturan Darma barusan. Dia merasa lucu, dengan kata-kata yang keluar dari bibir Darma.


"Hahahaha, emang kau belum puas juga ya, menjamah tubuh kedua benalu mu itu?" tanya Ayu sembari tergelak.


"Kalau masalah puas sih, aku cukup puas. Tapi kayak ada yang kurang, kalau aku tidak menjamah tubuh indah mu ini." jawab Darma sambil mengulurkan tangan nya, untuk menyentuh benda kenyal Ayu.


"Halah, alasan. Bilang aja kau gak puas dengan pelayanan mereka, ya kan?" tebak Ayu dengan senyum miring di bibir nya.


"Gak lah, aku puas kok. Cuma aku lagi malas aja sama mereka, aku mau nya sama mu sekarang." jawab Darma.


Tanpa meminta persetujuan dari si empunya badan, Darma pun mulai melancarkan aksinya. Dia mulai menggerayangi tubuh molek Ayu dengan beringas, dan sedikit brutal.


Seperti layak nya hewan buas yang sedang kelaparan, dan memakan mangsa buruan nya dengan lahap, begitu lah yang sedang di lakukan Darma saat ini.

__ADS_1


Dia menyantap tubuh mulus Ayu dengan rakus dan penuh gairah, tanpa memperdulikan wajah Ayu yang berubah masam dan cemberut, akibat perbuatan nya tersebut.


Ayu hanya diam dan pasrah menerima perlakuan Darma. Dia sama sekali tidak menolak atau pun membalas permainan suami nya. Ayu persis seperti debok pisang, yang dingin dan kaku tanpa reaksi apapun.


Karena tidak mendapat respon apapun dari Ayu, akhirnya Darma pun menjadi kesal, lalu mengigit ujung benda kenyal Ayu dengan sedikit kuat. Dan itu berhasil membuat Ayu memekik, dan reflek memukul kepala Darma dengan cukup kuat.


"Auw, sakit bodoh!" pekik Ayu.


Mendapat pukulan di kepala nya, Darma pun langsung menjerit dan melepaskan gigitannya dari dada Ayu.


"Adooooh, geger otak lah lama-lama kepala ku ini kau buat." oceh Darma sembari meringis, menahan sakit di kepala nya.


"Kapok, siapa suruh gigit-gigit sembarangan. Sakit tau gak?" omel Ayu ketus.


"Maka nya di balas, jangan diem aja kayak debok pisang. Berasa kayak main sama mayat hidup aja, gak ada balasan apa pun." oceh Darma sambil mengelus-elus kepala nya yang di pukul oleh Ayu.


Ayu kembali tersenyum miring, saat mendengar celotehan suami nya. Dia tampak senang melihat wajah jelek Darma yang sedang menahan sakit, akibat perbuatan nya tadi.


"Maka nya jangan rakus kali jadi laki-laki. Udah tau gak ada balasan, masih aja mau di lanjutin, aneh." omel Ayu.


"Ya, mau gimana lagi? Nama nya juga lagi pengen. Kalau tidak di lampiaskan, bisa-bisa makin sakit kepala ku nanti." balas Darma.


"Helehh, modus. Kalau lagi pengen, kau kan bisa main dengan mereka. Kenapa harus dengan ku?" selidik Ayu.


Darma membuang nafas kasar, lalu segera beranjak dari tubuh Ayu. Dia kembali membaringkan diri, dan menatap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang.


"Aku bosan menghadapi sikap mereka. Terlalu banyak tuntutan, terlalu banyak tingkah, lama-lama muak juga di buat nya." tutur Darma dengan wajah penuh penyesalan.


Ayu menautkan kedua alisnya, ketika mendengar penjelasan Darma. Dia tidak mengerti, mengapa Darma bisa mengucapkan kata-kata itu pada nya.


"Bosan? Gak salah tuh? Baru aja beberapa bulan berhubungan dengan mereka, kenapa udah bosan?" tanya Ayu heran.


"Hufff, entahlah. Aku juga bingung, entah kenapa aku cepat bosan dan muak dengan tingkah mereka." jawab Darma menghela nafas berat.

__ADS_1


__ADS_2