
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus mengalah demi kebahagiaan mamak dan bang Darma? Atau aku harus tetap bertahan, demi kebahagiaan ku sendiri?" gumam Yuni dengan linangan air mata di kedua pipi nya.
Yuni menatap kepergian Darma dengan penuh rasa kecewa. Tidak pernah terpikir oleh nya, kalau perjalanan cinta nya akan sesulit ini.
Setelah beberapa saat merenungi nasib badan, Yuni pun memutuskan untuk mengistirahatkan otak dan tubuh nya yang sangat lelah, akibat mengalami kejadian-kejadian yang sangat menyakitkan hari ini.
Yuni merebahkan tubuh nya di atas kasur lalu mulai memejamkan mata nya. Tak lama kemudian, dia pun tertidur lelap dan mulai menjelajah ke alam mimpi.
Begitu juga dengan Dina, setelah melewati pertengkaran yang cukup menguras emosi dengan anak nya, ia pun membaringkan diri di atas ranjang nya. Tak butuh waktu lama, Dina pun terlelap sambil memeluk guling menghadap tembok.
Sedangkan Darma, setelah berdebat dengan Yuni ia pun langsung pulang ke rumah nya dengan menggunakan ojek pangkalan. Setiba nya di rumah, Darma semakin kesal karena tidak melihat keberadaan Ayu.
"Dasar perempuan-perempuan luknut! Gak yang disana, gak yang disini, semua nya sama aja. Sama-sama gak becus, gak ada yang beres satu pun." gerutu Darma geram.
Dengan perasaan semrawut tidak karuan, Darma pun menjatuhkan tubuh nya ke atas ranjang. Sambil menatap langit-langit kamar, ia pun kembali mengingat kejadian sewaktu di rumah Dina tadi.
"Niat aku tadi kan baik sih. Aku cuma ingin menolong janda yang lagi kesepian. Aku hanya ingin membantu menghangatkan nya. Masa gitu aja salah sih?" gumam Darma.
"Emang dasar Yuni nya aja yang terlalu heboh. Masa aku gak boleh membahagiakan ibu nya sih. Dasar, bocah serakah!" umpat Darma masih dengan nada geram nya.
"Lama-lama eneg juga aku sama tingkah kekanak-kanakan nya itu. Kalau bukan karena rasa apem nya yang enak dan legit, mungkin udah dari dulu aku tendang dia jauh-jauh dari hidup ku." lanjut Darma masih terus mengumpat Yuni.
Darma menghela nafas panjang, lalu bangkit dari ranjang dan membuka seluruh pakaian nya. Setelah itu, dia pun mengambil sarung dari lemari pakaian lalu memakainya.
Setelah mendudukkan diri di pinggir ranjang, Darma pun menyalakan rokok dan menghembuskan asap nya dengan kasar ke udara.
Darma berdecak kesal, saat melihat belalai nya yang sudah tegak lurus di balik sarung. Dia menggaruk-garuk kasar kepala nya sambil bergumam...
"Ck, gara-gara gak jadi main sama Dina, ya gini ini lah akibat nya. Si junior jadi bangun terus dari tadi. Dia gak bakalan mau tidur, kalau tidak di masukkan ke dalam sarang nya." gumam Darma.
Darma terdiam sejenak, ia sedang sibuk memikirkan cara agar bisa melampiaskan hasrat nya tersebut.
Setelah beberapa saat bergelut dengan isi kepala nya, Darma pun memutuskan untuk menghubungi Ayu dan menanyakan keberadaan nya.
"Ah, telpon Ayu aja lah. Suruh dia pulang, biar si junior ku ini bisa tertidur kembali." gumam Darma.
Dengan senyum mengembang di bibir nya, Darma pun mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja. Setelah mendapatkan nya, Darma pun segera mencari nomor kontak Ayu lalu menghubungi nya.
Tut tut tut...
Panggilan Darma tersambung ke ponsel Ayu, tapi panggilan nya itu tidak juga di angkat oleh si empunya ponsel.
"Ck, ini perempuan kemana sih? Udah malam gini kok gak pulang-pulang? Apa jangan-jangan, dia lagi enak-enakan dengan para selingkuhan nya ya?" tebak Darma.
Dengan perasaan kalut, Darma pun terus berusaha menghubungi nomor istri nya.
Mendengar suara dering ponsel yang berulang-ulang, Ayu pun langsung terbangun dari mimpi indah nya. Dia mengucek-ngucek mata dan segera beranjak dari ranjang.
Dengan pandangan yang masih kabur dan langkah yang sempoyongan, Ayu pun berjalan menuju meja rias untuk mengambil ponsel dan menerima panggilan tersebut.
"Ya, ada apa?" tanya Ayu dengan suara serak khas bangun tidur.
__ADS_1
"Huh, akhirnya di angkat juga." batin Darma sedikit lega.
Mendengar suara serak Ayu, Darma pun langsung curiga dan memikirkan yang tidak-tidak tentang istrinya.
"Dimana kau sekarang, hah? Lagi bobok sama selingkuhan mu ya?" bentak Darma.
Ayu langsung tersentak kaget, ketika mendengar suara Darma yang sangat memekakkan telinga nya.
Sebelum menjawab, Ayu pun memutar otak untuk mencari alasan yang tepat, agar Darma tidak semakin curiga dengan perselingkuhan yang sedang di jalani nya saat ini.
"Kok diam? Kenapa, gak bisa jawab ya? Berarti bener kan dugaan ku, kau pasti lagi indehoy dengan para lelaki mu itu." tebak Darma lagi.
"Mana pulak, salah kau tuh. Aku lagi di rumah Naya sekarang. Tadi dia nelpon aku, dia minta temani ke tempat mamak nya. Karena hari sudah malam, jadi aku putuskan untuk menginap disini." bohong Ayu.
"Helehh, modus! Kalau kau memang lagi di rumah Naya, coba video call. Aku mau lihat muka Naya sekarang." titah Darma.
Ayu langsung panik dan kelabakan setelah mendengar perintah Darma. Dia bingung harus pakai alasan apa lagi, agar Darma bisa percaya dengan kebohongan nya.
"Ck, banyak kali pun permintaan mu. Langsung to do point aja kenapa sih. Apa sebenarnya mau mu, hah?" tanya Ayu ketus.
Darma pun langsung tersenyum bahagia ketika mendengar pertanyaan Ayu.
"Yang aku mau, kau harus pulang sekarang juga! Cepat, aku tunggu di rumah!" titah Darma.
Dia berpura-pura tegas dan dingin, padahal hati nya sedang berbunga-bunga karena akan memuaskan hasrat nya dengan istri tercinta nya.
Ya, walaupun Darma berbagi kenikmatan dengan Yuni dan Dina, tapi di hati Darma tetap Ayu lah wanita yang sangat di cintai nya. Hanya saja dia terlalu meninggikan ego nya, untuk mengungkapkan perasaan nya tersebut.
"Yes, akhirnya pulang juga dia." gumam Darma girang sambil menatap layar ponsel nya.
Setelah panggilan berakhir, Ayu langsung bergegas memakai pakaian dan membereskan barang-barang bawaan nya. Setelah selesai, Ayu menghampiri Agus yang masih tertidur pulas di atas ranjang hotel.
"Bang, aku balek duluan ya! Bang Darma ada di rumah, dia nyuruh aku pulang sekarang." jelas Ayu.
Agus yang masih setengah sadar pun langsung membelalakkan mata nya. Dia tampak sangat terkejut mendengar penuturan Ayu.
"Loh, kok pulang sih, say? Kita kan belum puas ehem-ehem nya. Baru juga satu kali main, masa udah mau pulang aja sih?" protes Agus sembari memanyunkan bibir nya.
"Lain kali aja kita sambung lagi main nya. Sekarang aku balek dulu ya, abang tidur disini aja sampe besok." balas Ayu.
"Males ah, masa di suruh tidur sendiri? Dari pada tidur sendirian disini, mendingan abang tidur di rumah aja." jawab Agus lalu turun dari ranjang, lalu memakai pakaian dan sepatu nya.
"Oh, ya udah kalo gitu." balas Ayu pasrah.
Selesai berkemas dan merapikan diri, Agus pun mengajak Ayu untuk pulang bersama nya.
"Ayo say, kita pulang nya barengan aja!" seru Agus.
"Hmmmm, emang gak papa ya, kalau kita pulang berdua ke rumah?" tanya ku ragu.
"Gak papa, ini kan udah malam. Orang-orang udah pada molor semua, gak bakalan ada yang lihat kok, percayalah!" ujar Agus berusaha meyakinkan Ayu.
__ADS_1
"Hmmmm, iya juga sih. Oke lah, kita barengan aja." balas Ayu menyetujui usulan Agus.
Selesai berbincang-bincang, mereka berdua pun akhirnya sepakat untuk pulang bersama-sama. Setelah menyerahkan kunci kamar kepada resepsionis, Ayu dan Agus pun bergegas naik ke atas motor yang terparkir di halaman hotel.
"Pegangan yang kuat ya, say! Takut nya nanti jatuh pulak, hehehe." ujar Agus.
"Iya, cerewet." balas Ayu lalu memeluk tubuh Agus dari belakang dan menempel kan dagu nya di pundak lelaki botak tersebut.
Setelah itu, Agus pun mulai menyalakan motor matic nya, dan melajukan nya dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju rumah mereka masing-masing.
Sedangkan Darma, selesai berkomunikasi dengan Ayu, Darma pun bersiap-siap untuk menyambut kedatangan istri tercinta nya.
Dia langsung bergegas membersihkan diri ke kamar mandi. Kemudian dia memakai wangi-wangian dan yang terakhir, dia merapikan ranjang yang akan di gunakan nya untuk memadu kasih bersama Ayu.
Setelah semua persiapan selesai, Darma pun duduk di tepi ranjang dengan senyum yang terus mengembang di wajah segar nya. Saat hendak menyalakan rokok, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar.
Tok tok tok...
"Assalamualaikum," salam Ayu sambil terus mengetuk-ngetuk pintu.
"Wa'laikum salam," jawab Darma lalu berlari kecil menuju pintu utama.
Darma menyambut kehadiran Ayu dengan sumringah dan wajah berbinar cerah. Setelah pintu terbuka lebar, Darma langsung mengangkat tubuh Ayu ke dalam kamar.
Mendapat perlakuan mendadak dari suaminya, Ayu pun langsung reflek melingkarkan kedua tangan nya di leher Darma, sambil terus memandangi wajah suaminya dengan tatapan heran.
"Ini orang kenapa sih? Kok tiba-tiba jadi romantis gini? Apa jangan-jangan dia lagi kesurupan ya?" batin Ayu bingung.
Setelah membaringkan tubuh Ayu ke atas ranjang, Darma pun langsung mempereteli pakaian Ayu dengan penuh semangat.
Melihat tingkah suaminya yang sedang terbakar gairah, Ayu pun tidak menolak atau pun melarang nya. Dia hanya menurut dan mengikuti kemauan suami nya.
Setelah keadaan mereka berdua sama-sama polos, Darma pun mulai melakukan aksinya. Dia segera naik ke atas tubuh Ayu lalu mendekati wajah nya.
"Layani abang ya, dek! Abang lagi pengen banget nih." bisik Darma sambil menggigit kecil telinga Ayu.
Tanpa pikir panjang lagi, Ayu pun langsung menyetujui keinginan suaminya tersebut.
"Ya," jawab Ayu.
Setelah mendapat izin dari si empunya badan, Darma pun langsung tersenyum dan langsung mencium bibir Ayu secara membabi-buta. Dan akhirnya kegiatan panas nan nikmat pun terjadi di atas ranjang king size tersebut.
Darma terus saja memacu gerakan cepat nya dengan gairah yang menggebu-gebu. Suara desah*n-desah*n nikmat pun mulai bersahutan, dari bibir mereka masing-masing.
Setelah saling memberi dan menerima selama hampir satu jam, Darma pun semakin mempercepat laju gerakan nya, hingga akhirnya...
"Aaakkkhhh," erangan kenikmatan pun keluar dari bibir Ayu dan Darma. Mereka berdua pun mencapai puncak secara bersamaan.
Setelah melakukan olahraga malam yang sangat menguras keringat, Ayu dan Darma pun melangkah menuju kamar mandi. Sesudah membersihkan diri masing-masing, mereka berdua pun kembali masuk ke dalam kamar.
"Gimana permainan abang tadi, dek? Dirimu merasakan kepuasan gak?" tanya Darma sembari mendudukkan diri di tepi ranjang lalu menyalakan rokok nya.
__ADS_1
"Hmmmm, lumayan." jawab Ayu dengan santai, lalu ia pun duduk di sebelah Darma.