SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Pasrah


__ADS_3

Tawa Ayu pun kembali pecah, saat mendengar keluhan Darma. Raut wajah nya tampak sangat menyesali perbuatannya, yang sudah berhubungan dengan orang yang salah.


"Hahahaha, sokor. Siapa suruh kegatalan sama perempuan ular seperti mereka!" balas Ayu.


Darma menoleh dan menatap Ayu dengan wajah masam nya. Dia terlihat kesal dengan cibiran Ayu, yang sedang mengolok-olok nya.


"Ck, kok malah ketawa sih? Seharusnya itu di bantu, gimana solusinya untuk menghadapi mereka?" gerutu Darma lalu memanyunkan bibir nya.


"Cih, ora sudi. Kurang kerjaan kali aku, mau mencari kan solusi untuk masalah kalian. Hahaha, aku tidak sebaik itu Ferguso." balas Ayu kembali tergelak puas.


"Kalau gak mau bantu, ya sudah. Tapi ya diem lah, jangan ngejek terus! Bikin darah tinggi ku kumat aja." protes Darma semakin kesal.


Karena tidak ingin memperpanjang perdebatan dengan Darma, akhirnya Ayu pun pasrah dan menutup mulut nya rapat-rapat.


"Baik tuan raja, aku akan diem sekarang." balas Ayu lalu kembali memunggungi Darma, dan memeluk guling kesayangan nya.


Melihat reaksi Ayu yang ingin melanjutkan tidur nya, Darma pun langsung mencegahnya. Dia menahan bahu Ayu dengan tangan nya, hingga membuat tubuh Ayu kembali telentang.


Karena merasa kesal dengan perbuatan Darma, Ayu pun menepis tangan Darma dengan kuat, lalu berkata...


"Ck, apa lagi sih? Kau itu gak ada bosan-bosan nya ya, mengganggu ketenangan jiwa dan raga ku?" omel Ayu.


"Siapa yang mengganggu sih, sayang? Aku tuh cuma ingin memberikan kenikmatan untuk mu, biar kau klepek-klepek dan tidak mencari kehangatan di luar lagi. Gimana, mau gak?" tanya Darma dengan senyum menyeringai.


Darma berusaha merayu istrinya, agar mau melayani hasrat nya. Tapi ternyata, harapan tak sesuai dengan kenyataan. Ayu menolak mentah-mentah ajakan suami nya tersebut.


"Gak, aku gak mau. Berikan saja kenikmatan mu itu, kepada para benalu kesayangan mu. Aku gak butuh." jawab Ayu ketus.


"Yakin, gak butuh?" tanya Darma dengan penuh penekanan.


"Ya, yakin lah. Kenapa pulak gak yakin, aneh." jawab Ayu.


Darma hanya tersenyum menanggapi ocehan istri nya. Dia kembali memeluk tubuh Ayu, dan menenggelamkan wajah nya di leher Ayu, lalu berucap...


"Halaaah, gak usah malu-malu kucing gitu lah, basi tau gak. Aku tau, sebenarnya kau sangat haus akan belaian ku. Ya kan, ngaku aja deh! Gak usah pake acara malu-malu segala." tebak Darma dengan pede nya.


"Yeeee, siapa juga yang haus belaian mu. Mimpi kaleee. Udah ah, pergi sana! Aku masih ngantuk nih." usir Ayu ketus.

__ADS_1


Ayu berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Darma. Dia terus saja menggeliat-geliat kan badan nya, agar bisa terlepas dari suaminya tersebut.


Tapi ternyata usaha nya berakhir sia-sia, tenaga nya kalah jauh dengan Darma. Hingga akhirnya, Ayu pun menyerah dan membiarkan Darma berbuat sesuka hati nya.


"Ck, bisa diem gak sih! Pecicilan terus dari tadi, kayak ulat keket aja." gerutu Darma.


"Hufff, sukak mu lah situ. Percuma juga di lawan, buang-buang tenaga aja." balas Ayu pasrah.


Darma tersenyum bahagia melihat kepasrahan Ayu. Raut wajah nya tampak berseri-seri ketika mendengar ucapan Ayu barusan.


"Naaah, kalau anteng gini kan enak. Gak pecicilan kayak tadi, kayak orang mau di perkosa aja ngelawan terus." oceh Darma.


"Ya ya ya, terserah kau lah situ." balas Ayu lalu memalingkan wajah nya ke samping.


Darma hanya tersenyum, dan kembali melanjutkan kegiatan nya. Dia menciumi leher Ayu dengan nafas yang mulai tidak beraturan. Dan dia juga menjalarkan jari-jari nakal nya, ke bagian dada Ayu.


Tanpa berkata apapun lagi, Darma pun langsung naik ke atas tubuh Ayu, dan menempelkan bibirnya di ujung benda kenyal Ayu. Dan itu berhasil membuat Ayu bergairah, dan mulai mengeluarkan desah*n-desah*n manja nya.


Melihat Ayu mulai merespon kegiatan nya, Darma pun semakin beringas dengan perbuatan nya. Dia meninggalkan beberapa jejak merah, di bagian leher dan juga dada Ayu.


Setelah puas bermain-main di bagian atas, Darma pun melanjutkan aksinya di bagian bawah. Dia menciumi gua merah muda Ayu, dan menjulurkan lidah nya ke dalam.


Setelah mengetahui Ayu sudah memuncak, Darma pun langsung melahap nya dengan rakus sampai bersih tak bersisa.


"Udah lega ya, sayang?" tanya Darma dengan senyum menyeringai di wajah nya.


Ayu sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Darma. Dia tetap memejamkan mata nya, sambil meliuk-liukkan tubuh nya.


Melihat gerak-gerik Ayu yang seakan-akan meminta pelayanan lebih dari nya, Darma pun kembali tersenyum, dan mulai mengarahkan tombak jumbo nya ke depan milik Ayu.


Dengan sekali hentakan, Darma pun berhasil menjebol nya dengan sempurna, dan mulai melakukan gerakan-gerakan liar nya dengan kecepatan tinggi.


"Gimana, sayang? Nikmat gak?" tanya Darma di sela-sela kegiatan nya.


Ayu tidak menjawab, dia tetap diam dengan mata yang masih terpejam. Ayu menggenggam erat seprai ranjang, sambil terus mengeluarkan desah*n-desah*n nikmat, yang bisa membuat pikiran traveling kemana-mana, bagi siapa saja yang mendengar nya.


Setelah menggempur tubuh Ayu selama hampir satu jam, Darma pun semakin mempercepat gerakan nya. Hingga akhirnya, dia pun memekik dan mencapai puncak kenikmatan nya.

__ADS_1


"Aaaaaahh, aku keluar, sayang!" pekik Darma dengan tubuh bermandikan keringat.


Darma menyemburkan benih nya ke dalam milik Ayu, dengan mata yang terpejam dan kepala yang mendongak ke atas. Setelah itu, Darma pun mencabut tombak nya dan membaringkan tubuh basah nya di sebelah Ayu.


Masih dengan nafas yang ngos-ngosan, Darma pun memiringkan badan nya dan mengarahkan bibir nya ke arah jidat Ayu. Kemudian dia memberikan kecupan mesra nya, sambil berkata...


"Makasih ya, dek. Kau memang hebat, kalau soal beginian." ujar Darma.


"Halah, lebay. Kalau kau main dengan para benalu mu itu, pasti kau juga mengatakan hal yang sama kepada mereka kan?" tebak Ayu.


"Gak lah, mana pernah aku memuji-muji permainan mereka. Percaya lah, cuma sama mu saja aku mengeluarkan kata-kata itu, suer." jawab Darma sambil membentuk jari nya menjadi huruf V.


"Ora coyo, buaya buntung kayak kau itu, kebanyakan bohong nya dari pada jujur nya." cibir Ayu.


"Terserah kau lah, mau percaya kek, mau enggak kek. Yang penting aku udah ngomong jujur apa adanya." balas Darma pasrah.


Aku memutar bola mata malas, lalu beranjak dari ranjang dan menyambar handuk yang tergantung di belakang pintu.


Dia melilitkan handuk itu ke tubuh nya, lalu melangkah keluar dari kamar, dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri, Ayu kembali ke dalam kamar dengan wajah segar dan rambut yang basah. Ayu membuka lemari pakaian, lalu mengambil setelan baju tidur dan memakainya.


"Huuuuu, dasar pemalas."


Umpat Ayu, sambil melirik ke arah Darma yang sedang memejamkan mata nya di atas ranjang, dengan keadaan yang masih polos tanpa sehelai benang pun.


Selesai berpakaian, Ayu pun merias diri di depan cermin, dan juga menyemprotkan sedikit parfum ke seluruh tubuh nya. Setelah itu, dia duduk di tepi ranjang dan mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja.


Sambil mengotak-atik ponsel nya, Ayu pun menyalakan rokok dan menghisap nya perlahan.


Ting... Satu pesan dari Rendi pun masuk ke ponsel Ayu.


Kening Ayu langsung mengkerut, saat membaca pesan dari mantan pacar nya tersebut.


"Lagi dimana, sayang? Ketemuan yok, abang kangen nih!"


Itu lah pesan yang di kirim kan oleh Rendi kepada Ayu.

__ADS_1


"Haduuuh, si brokokok ngajak ketemuan pulak. Gimana ini? Mana bisa aku keluar, kalau si hantu gila ini ada di sini?" batin Ayu bingung.


Ayu kembali melirik ke arah Darma, yang sudah tertidur pulas di sebelah nya. Dia kembali menghisap rokok nya, sambil memikirkan alasan untuk pergi menemui Rendi.


__ADS_2