SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Dirumah Darma


__ADS_3

"Ah, bapak memang benar-benar hebat. Dia mampu membuat ku melayang-layang tadi. Aku jadi pengen merasakan nya lagi." gumam Yuni.


Yuni terus saja mengingat tentang permainan nya dengan Darma. Dia mulai ketagihan dengan pelayanan yang di berikan oleh Darma.


Setelah beberapa saat mengkhayal, Yuni pun mulai beranjak dari kasur dan melangkah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah selesai, dia masuk kembali ke dalam kamar nya dan memakai pakaian yang cukup minim. Hingga menampakkan paha mulus nya dan belahan dada yang sedikit menyembul keluar.


Selesai berpakaian dan memoles wajah nya, Yuni pun langsung keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah ruang tamu. Dia celingukan kesana kesini untuk mengamati keadaan rumah nya.


"Sepi, lagi pada kemana ya? Apa mamak belum pulang juga dari tadi?" gumam Yuni.


"Bapak tadi kemana, apa dia lagi tidur di kamar mamak?" lanjut Yuni.


"Aku lihat dulu, ah." batin Yuni.


Dengan hati yang sedikit berdebar-debar, Yuni pun mulai melangkah kan kaki nya menuju kamar Dina. Saat hendak membuka pintu, tiba-tiba Yuni merasakan debaran jantung nya semakin kencang.


"Kok aku jadi deg-degan gini sih mau ketemu bapak. Apa ada hubungan nya dengan kejadian tadi ya?" batin Yuni gelisah.


"Ah, pura-pura cuek aja lah. Anggap aja gak pernah terjadi apa-apa di antara kami."


Yuni terus saja berperang dengan isi kepala nya sendiri. Ada rasa ragu dan takut yang sedang menyelimuti hati nya saat ini.


Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Yuni pun memberanikan diri untuk membuka kamar Dina.


Dan saat pintu terbuka, mata Yuni pun langsung mendelik saat melihat tubuh polos Darma yang sedang tertidur nyenyak di atas ranjang.


"Astaga," pekik Yuni sembari menutup mulut nya.


Yuni langsung terpaku di tempat sambil terus memandangi tubuh Darma. Yuni menelan kasar ludah nya berulang-ulang. Dia tidak tahan melihat tubuh Darma yang terpampang di depan mata nya.


"Kalau aku minta di layani lagi, kira-kira bapak mau gak ya? Ah, coba aja lah. Mudah-mudahan aja bapak mau." batin Yuni.


Yuni segera mengunci pintu kamar Dina dan mulai mendekati tubuh Darma. Yuni mendudukkan dirinya di sebelah Darma, lalu dia membangun kan Darma dengan mengguncang-guncang pelan bahu nya.


"Pak, bangun, pak!" ujar Yuni pelan.


Karena mendapat guncangan di bahu nya, Darma pun langsung terbangun dan terkejut melihat keberadaan Yuni di samping nya.


"Kau mau ngapain kesini?" tanya Darma heran.


"Yuni mau main lagi, pak." rengek Yuni manja.


"Hah, emang mamak mu belum pulang ya?" tanya Darma balik.


"Belum, maka nya mumpung mamak belum pulang, kita main kayak tadi lagi yok!" ujar Yuni.


"Tapi nanti kalau mamak mu tiba-tiba pulang gimana?" tanya Darma.

__ADS_1


"Yuni pura-pura lagi mijatin badan bapak aja, gampang kan." jawab Yuni santai.


"Bisa juga sih." balas Darma sembari termenung.


Darma menjadi kebingungan sendiri, karena memikirkan Yuni yang tampak ketagihan dengan permainan nya.


"Ayo lah, pak! Yuni udah pengen banget nih." rengek Yuni sambil terus menatap milik Darma.


"Oke, tapi sebentar aja ya. Takut nya kepergok mamak mu pulak nanti." balas Darma.


"Ya gak papa. Sebentar pun jadi lah, dari pada enggak sama sekali." Yuni.


Setelah bersusah payah membujuk Darma, akhirnya Yuni pun berhasil mendapatkan keinginan nya. Dengan senyum yang sumringah, Yuni pun langsung membuka seluruh pakaian nya sendiri.


Setelah itu, Yuni segera naik ke atas ranjang dan akhirnya, pergumulan panas pun terjadi lagi di antara mereka berdua.


Saat sedang asyik bergumul ria, tiba-tiba terdengar suara Dina mengetuk-ngetuk pintu utama sambil memanggil nama Darma.


Tok tok tok...


"Buka pintu nya, Dar! Darma, cepat buka pintu nya!" pekik Dina dari luar rumah.


"Eh, itu mamak mu udah pulang. Cepat balek ke kamar mu sana, biar bapak yang buka kan pintu nya!" titah Darma.


"Iya," balas Yuni lemas.


"Ck, mamak ini ganggu kesenangan ku aja pun."


Yuni sangat kecewa karena kegiatan nya terganggu karena kehadiran Dina. Setelah mengunci pintu kamar nya, Yuni pun langsung menjatuhkan tubuh nya di atas kasur.


"Aaagghhh, orang lagi enak-enak main pun, malah di ganggu pulak." gerutu Yuni geram.


Yuni kesal karena Darma tidak menyelesaikan permainan nya gara-gara ulah Dina. Yuni memukul-mukul kasur sambil menghentak-hentak kan kaki nya yang menjuntai ke lantai.


Sedangkan Darma, dia kembali melilitkan handuk di pinggang nya dan berlari kecil untuk membuka pintu utama.


Saat pintu terbuka, Dina langsung terperangah melihat keadaan Darma yang masih saja memakai handuk.


"Loh, kok masih pakai handuk? Emang dari tadi ngapain aja?" tanya Dina sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


"Waktu kau pergi tadi, aku langsung ketiduran. Ini aku baru bangun karena dengar suara mu ngetok-ngetok pintu." jawab Darma.


"Oh," balas Dina.


Dina duduk di kursi ruang tamu dan meletakkan tas kecil nya di atas meja. Darma pun turut mengikuti langkah Dina dan ikut duduk di samping nya.


"Yuni udah pulang belum?" tanya Dina.


"Udah, tuh lagi di kamar. Ngurung diri terus dia dari tadi." bohong Darma.

__ADS_1


"Oh, dia memang gitu aja kerjaan nya tiap hari. Pulang dari ngeluyur, pasti langsung ngurung diri di kamar." jelas Dina.


"Oh, gitu." balas Darma pura-pura acuh.


Setelah beberapa saat saling berdiam diri, Dina pun kembali mempertanyakan tentang Ayu.


"Jadi gimana, udah ada kabar belum dari perempuan gila itu?" tanya Dina.


"Belum, aku udah coba hubungi dia tadi. Tapi gak aktif ponsel nya." bohong Darma lagi.


"Coba kau lihat ke rumah mu sekarang, mana tau dia udah ada di rumah!" perintah Dina.


"Oke," balas Darma.


Tanpa berkata apa pun lagi, Darma langsung bergegas mandi dan memakai pakaian nya. Setelah selesai, Darma segera pulang ke rumah nya dengan menggunakan ojek online.


Setelah kepergian Darma, Yuni pun langsung keluar dari kamar nya hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya.


"Loh, bapak kemana, mak?" tanya Yuni heran karena tidak melihat keberadaan Darma.


"Pulang ke rumah nya bentar, nanti dia balek lagi kesini." jawab Dina.


Setelah menjawab pertanyaan Yuni, Dina pun melangkah masuk ke dalam kamar nya dan meninggalkan Yuni begitu saja di ruang tamu.


"Wah, kebetulan sekali. Aku nyusul kesana aja ah, mau lanjutin permainan yang tertunda tadi." batin Yuni girang.


Yuni kembali masuk ke dalam kamar nya dan bergegas memakai pakaian dan memoles wajah nya. Setelah itu, Yuni pun langsung pergi ke rumah Darma dengan hati yang berbunga-bunga.


Sesampainya di depan rumah Darma, Yuni langsung mengetuk-ngetuk pintu tanpa mengeluarkan suara.


"Ya, tunggu bentar!" pekik Darma menyahuti dari dalam.


Saat membuka pintu, Darma langsung terlonjak kaget melihat Yuni yang sedang berdiri di hadapan nya, dengan senyum yang mengembang di bibir nya.


"Mau ngapain datang kesini, Yun?" tanya Darma dengan kening mengkerut.


"Mau lanjutin permainan kita tadi lah." jawab Yuni sembari nyelonong masuk ke dalam rumah Darma.


"Mamak mu tau gak kalau kau datang kesini?" tanya Darma.


"Enggak," jawab Yuni.


Yuni terus saja melangkah kan kaki nya hingga masuk ke dalam kamar Darma. Setelah mengunci pintu utama, Darma pun segera menyusul Yuni ke dalam kamar dan langsung memeluk nya dari belakang.


"Kayak nya kau udah ketagihan ya sama punya bapak?" bisik Darma sembari menciumi leher Yuni.


"Iya, habis nya enak banget sih." jawab Yuni.


"Punya mu juga enak, sayang. Bapak sampai terbayang-bayang terus karena saking nikmatnya."

__ADS_1


"Ah, masa sih, pak?" tanya Yuni malu-malu.


"Iya beneran, sayang." jawab Darma sambil terus menjalar kan jari-jari nakal nya di tubuh Yuni.


__ADS_2