SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Maafkan Aku Botak


__ADS_3

Pagi menyapa, setelah terlelap selama beberapa jam, Ayu pun mulai terjaga dari tidur panjang nya. Ia mengerjap-ngerjap kan mata dan menggeliatkan badan nya, untuk merenggang kan otot-otot yang pegal dan kaku.


Setelah itu, ia pun segera bangkit dari ranjang dan melangkah menuju kamar mandi dengan handuk yang tersampir di pundak nya. Selesai mandi, ia pun kembali ke dalam kamar dan memakai daster batik sebatas lutut.


Setelah selesai merias diri, Ayu pun membangun kan Darma dengan mengguncang-guncang pelan bahu nya.


"Bang, bangun bang. Udah pagi nih," ujar Ayu.


Mendapat guncangan di bahu nya, Darma pun mulai membuka mata dan menguap lebar.


"Iya iya, abang bangun nih, hoamm," ujar Darma.


Melihat Darma sudah membuka mata nya, Ayu pun bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan. Sedangkan Darma, ia turun dari ranjang lalu melilitkan handuk ke pinggang nya. Setelah itu, ia berjalan dengan langkah malas menuju kamar mandi.


Selesai membersihkan diri, Darma kembali ke kamar dan memakai pakaian santai. Selesai berpakaian dan menyisir rambut, Darma duduk di sofa ruang tamu sambil mengotak-atik ponsel nya.


Tak lama berselang, Ayu pun muncul dari dapur dengan membawa nampan yang berisikan dua gelas teh manis hangat dan sepiring pisang goreng.


Setelah menyajikan makanan itu ke atas meja, Ayu pun mendudukkan diri di depan Darma lalu menyeruput teh nya.


"Si Rudi jadi kesini, bang?" tanya Ayu sembari mengambil pisang goreng dan memakan nya.


"Jadi, dia baru saja kirim pesan ke abang. Kata nya satu jam lagi dia kesini," jawab Darma lalu menunjukkan pesan teks yang ada di ponsel nya kepada Ayu.


"Oooohhh, ya udah kalo gitu," balas Ayu sambil terus mengunyah makanan nya.


Ayu dan Darma terdiam sejenak. Mereka sibuk dengan makanan dan minuman masing-masing. Setelah beberapa saat hening, Ayu pun membuka percakapan kembali.


"Nanti mau di masakin apa buat makan siang?" tanya Ayu.


"Terserah mau masak apa, abang ngikut saja," jawab Darma lalu meneguk teh nya kembali.


"Oh, oke lah. Gimana kalau hari ini kita makan tumis kangkung sama goreng ikan asin, abang mau gak?" usul Ayu meminta pendapat Darma.


"Boleh, itu aja pun enak kok," jawab Darma menyetujui usulan Ayu.


Ayu hanya tersenyum mendengar jawaban suaminya, lalu ia pun bangkit dari sofa dan masuk ke dalam kamar untuk mengambil dompet.


"Ya udah deh, aku mau belanja ke warung dulu. Abang mau titip apa?" tanya Ayu.


"Hmmmm, titip apa ya?" gumam Darma sembari berpikir.


Melihat Darma yang sedang melamun memikirkan apa yang hendak di beli nya, Ayu pun menjadi kesal karena terlalu lama menunggu jawaban Darma.


"Ck, mikir gitu aja kok lama kali sih? Sampe jamuran yang nungguin," gerutu Ayu.


Mendengar omelan Ayu, Darma pun langsung tersadar dari lamunan nya. Ia cengar-cengir melihat wajah Ayu yang tampak sangat dongkol dengan kelakuan nya.

__ADS_1


"Hehehehe, jangan marah-marah terus dong sayang, entar cepat keriput loh. Abang titip kerupuk sama pete aja ya, trus sama rokok sebungkus," ujar Darma.


Melihat wajah aneh Darma, Ayu pun menatap tajam kepada nya, lalu kembali berceloteh.


"Gak usah pake acara nyengir-nyengir segala, jelek tau gak?" cibir Ayu lalu melangkah pergi menuju warung.


"Hahahaha," Darma langsung tergelak mendengar ocehan istri nya, lalu kembali mengotak-atik benda pipih nya.


Setibanya di warung, mata Ayu langsung terbelalak lebar, ketika melihat selingkuhan lima langkah nya sedang berdiri tepat di samping nya.


"Heh, botak! Ngapain ngikutin kesini?" bisik Ayu dengan suara pelan.


Mendengar suara Ayu, Agus pun langsung menoleh dan terlonjak kaget. Ia sama sekali tidak mengetahui keberadaan wanita pujaan nya, yang sedang berdiri tegak di samping nya.


"Siapa yang ngikutin dirimu sih, say? Abang tuh kesini mau beli kopi sama rokok, bukan sengaja ngikutin dirimu," jawab Agus.


"Oh, gitu toh. Kirain sengaja ngekorin aku, hehehe," balas Ayu sembari nyengir kuda.


Sambil memilah-milih bahan makanan yang akan di beli nya, Ayu pun kembali membuka percakapan dengan si botak tuyul.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu botak," ujar Ayu.


"Soal apa? Soal kepindahan kalian ya?" tebak Agus.


Ayu tidak menjawab, ia hanya mengangguk mengiyakan ucapan Agus. Melihat anggukan kepala Ayu, Agus pun menghela nafas panjang lalu kembali berkata...


Lagi-lagi, Ayu tidak menjawab pertanyaan Agus. Ia hanya menggelengkan kepala untuk menanggapi nya. Raut wajah Agus tampak sangat kecewa, setelah melihat jawaban Ayu.


Karena tidak ingin membuat curiga orang-orang yang ada di warung, akhirnya Ayu pun sedikit menjauh dan menjaga jarak dengan Agus.


Selesai memilih barang-barang belanjaan nya, Ayu segera membayar tagihan nya dan berlalu pergi begitu saja, tanpa menghiraukan Agus yang masih terus memandangi kepergian nya.


"Aku tidak menyangka, jika pertemuan kita akan sesingkat ini, say!" batin Agus dengan penuh rasa kecewa.


Setelah bayangan Ayu hilang dari pandangan nya, Agus pun membayar tagihan kopi dan rokok nya, lalu kembali melangkah pulang ke rumah nya dengan hati yang hancur berantakan.


Saat hendak masuk ke dalam rumah, Ayu menyempatkan diri untuk melirik ke arah Agus yang sedang berjalan menuju rumah nya.


"Maafkan aku botak, karena aku lebih memilih untuk mempertahankan rumah tangga ku, dari pada hubungan terlarang kita," gumam Ayu lirih.


Setelah itu, Ayu pun membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam rumah, sambil menenteng barang belanjaan nya. Sesampainya di dapur, Ayu pun mulai memasak makanan untuk makan siang.


Satu jam kemudian, Ayu pun sudah menyelesaikan pekerjaan dapur nya, dan menyimpan makanan yang sudah di masak nya ke dalam lemari makan. Selesai mencuci piring dan membereskan dapur, Ayu kembali ke ruang tamu dan duduk selonjoran di sofa panjang.


Sambil memijat-mijat kaki nya, Ayu pun melirik ke arah Darma yang masih tampak anteng memainkan game online di ponsel nya.


"Udah siap masak nya, dek?" tanya Darma tanpa menoleh. Ia tetap fokus menatap layar ponsel yang sedang di mainkan nya.

__ADS_1


"Udah, emang kenapa? Abang mau makan sekarang ya?" tanya Ayu balik.


"Gak papa, abang cuma nanya aja kok. Nanti aja kita makan nya ya, soal nya perut abang masih kenyang makan pisang goreng tadi," tolak Darma.


"Iya," balas Ayu lalu mengambil rokok di atas meja dan menyalakan nya.


Saat sedang asyik dengan kegiatan masing-masing, tiba-tiba Ayu dan Darma saling pandang-pandangan, ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok tok tok... Tok tok tok...


"Assalamualaikum," sapa seseorang dari balik pintu.


Mendengar suara salam dari seorang laki-laki, Darma pun langsung tersenyum sumringah.


"Wa'laikum salam, ya tunggu bentar!" pekik Darma


"Cepat buka pintu nya, dek! Itu pasti si Rudi yang datang," titah Darma.


"Oke," balas Ayu lalu beranjak dari tempat duduk nya, dan berjalan menuju pintu utama.


Ceklek...


Setelah pintu terbuka lebar, Ayu pun membalas salam Rudi, dan mempersilahkan nya untuk masuk ke dalam.


"Wa'laikum salam, silahkan masuk, Rud!" ujar Ayu ramah sembari tersenyum manis.


"Oke, makasih Yu," balas Rudi, salah satu teman Darma yang akan membeli rumah mereka.


Ayu hanya mengangguk menanggapi ucapan Rudi. Setelah Rudi masuk ke dalam, Ayu pun menutup pintu kembali dan mengekori langkah Rudi dari belakang.


"Hai bro, apa kabar?" tanya Darma basa-basi kepada Rudi.


"Halah, lebay amat sih lu. Baru juga kemaren kita jumpa, sok-sokan pulak pake acara nanya kabar segala, basi tau gak?" oceh Rudi lalu mendudukkan diri nya di samping Darma.


"Hehehe, nama nya juga basa-basi. Masa di tanya gitu aja langsung darting (darah tinggi) sih? Entar cepat stroke loh," ledek Darma.


"Huuuuu, dasar kawan gak ada akhlak! Masa kawan sendiri di sumpahin? Gak asik lu," umpat Rudi sembari melempar bantal sofa ke arah Darma.


Mendapat lemparan dari sahabat nya, Darma pun langsung reflek dan menangkis nya dengan cepat.


"Eits, gak kena, weeek!" ledek Darma sembari menjulurkan lidah ke ke arah Rudi, persis seperti biawak yang lagi melet-melet.


"Dasar, gila!" umpat Rudi lagi, sambil memiringkan jari telunjuk nya di kening.


Bukan nya marah dengan umpatan-umpatan Rudi, Darma malah semakin menggoda sahabat nya tersebut.


"Hahahaha, sorry bro! Bukan nya nyumpahi, tapi mengingat kan," ujar Darma sembari terus mentertawai Rudi.

__ADS_1


"Itu artinya sama aja, nyet!" gerutu Rudi semakin kesal dengan kelakuan sahabat nya.


__ADS_2