
Saat masuk ke dalam rumah, ternyata Ayu sedang duduk manis di atas sofa sambil menonton tv. Ayu menjawab salam Darma, dan terus saja memperhatikan gerak-gerik nya yang sedikit aneh menurut nya.
Setelah Darma mendudukkan diri di atas sofa, suami istri itu pun kembali bercekcok ria. Mereka berdua sudah seperti kucing dan anjing, yang tidak pernah akur saat bertemu.
"Gak usah kepedean kali jadi orang. Siapa juga yang terpesona dengan muka jelek mu itu. Huuuu, sorry la yau." cibir Ayu.
"Halah, gak usah munafik lah, dek! Abang tau kok isi hati mu. Kau pasti rindu kan, sama suami ganteng mu ini?" ujar Darma memuji diri nya sendiri.
Mendengar ucapan Darma yang semakin menjadi-jadi, Ayu langsung berpura-pura mual seketika dan...
"Uwek..."
"Aku heran, kok bisa ya ada manusia seperti kau ini? Udah lah jelek, banyak tingkah, narsis mampus pulak tu, hiiiiii." cibir Ayu sambil bergidik ngeri.
"Helehh, gak usah sok-sokan drama lah. Gini-gini pun, kau juga pernah cinta mati kan sama aku?" oceh Darma.
"Ya itu dulu, waktu mata dan hati ku ketutup syaiton." jawab Ayu acuh.
Darma hanya tersenyum miring, ketika mendengar penuturan Ayu yang tidak masuk akal menurut nya.
Dia yakin kalau Ayu masih menyimpan rasa pada nya. Maka nya Ayu masih tetap bertahan, dan tidak pergi meninggalkan nya. Itu lah pemikiran yang ada di benak Darma saat ini.
"Alasan," cibir Darma dengan bibir mengerucut.
"Gak percaya ya sudah." balas Ayu ketus.
Darma dan Ayu terdiam sejenak. Mereka sibuk dengan pikiran dan isi kepala masing-masing.
Ayu kembali berpura-pura fokus, memandangi layar tv yang ada di depan nya. Tanpa menghiraukan Darma yang sedang krasak-krusuk di tempat duduk nya, sambil memegangi perut nya.
"Kau udah masak belum, dek? Perut ku lapar nih." tanya Darma.
"Belum," jawab Ayu tanpa menoleh sedikit pun kepada Darma.
__ADS_1
"Ck, kok belum sih. Emang ngapain aja kerjaan mu di rumah? Masa udah jam segini belum masak? Gak becus banget jadi istri." omel Darma kesal.
"Woy, setan! Ngaca dulu sebelum ngomong. Emang nya kau ada ngasih uang belanja sama aku, hah?" bentak Ayu mulai emosi.
"Cuma modal barang busuk aja belagu. Laki-laki kayak kau itu, cocok nya di campakkan ke laut aja. Biar di makan hiu sekalian." lanjut Ayu.
Darma membelalakkan mata nya, saat mendengar kata-kata sadis yang keluar dari mulut istri nya tersebut. Dia tidak habis pikir dengan sikap istri nya, yang semakin lama semakin kasar pada nya.
"Kalau bukan karena ada misi khusus, pasti udah aku tabok mulut rombeng nya itu." batin Darma geram.
Darma menatap sinis kepada Ayu sambil mengeratkan rahang nya. Sedangkan yang di tatap, malah tampak asyik dan acuh sambil terus menatap layar tv.
Dengan hati yang jengkel setengah mati, Darma pun berusaha menetralkan emosi nya. Dia tidak ingin bertengkar dengan Ayu, karena tujuan nya pulang ke rumah hanya ingin mengambil uang nya kembali.
"Jangan gitu dong, sayang. Masa kau tega sih sama suami sendiri. Gak kasihan apa, lihat abang kelaparan gini?" rengek Darma dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.
"Bodo amat." jawab Ayu ketus.
Karena sudah tidak sanggup menahan lapar, Darma pun akhirnya mengalah, dan meminta Ayu untuk memberikan uang kepada nya.
Ayu yang sedari tadi fokus menonton tv pun, langsung menoleh dengan kening mengkerut. Dia tampak sedang memikirkan sesuatu di kepala nya.
"Ya udah lah, ngalah aja. Dari pada bising terus muncung nya." batin Ayu.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Ayu pun menyetujui ucapan Darma. Dia merogoh saku celana nya, dan memberikan selembar uang lima puluh ribuan kepada Darma, sambil berucap...
"Nah, belanja lah sana! Beli telor sama tempe aja, biar aku yang masak nasi." titah Ayu.
"Loh, kok cuma telor sama tempe aja sih, kayak orang miskin aja." gerutu Darma.
"Heh, hantu! Gak usah belagak lah jadi orang. Kau pikir cuma orang miskin aja yang makan telor sama tempe, hah? Orang kaya juga banyak yang makan itu, tau gak." bentak Ayu.
"Ck, tapi kan gak enak makan pake itu aja." gerutu Darma lagi.
__ADS_1
"Udah, gak usah banyak bacot! Miskin aja belagu lu, apa lagi kaya?" cibir Ayu ketus.
Mendengar kata-kata pedas dari istri nya, darah Darma pun semakin mendidih di buat nya. Darma mengeratkan tangan nya, dan menatap Ayu dengan mata elang nya.
"Kalau aku kaya, gak bakalan sudi aku ngemis-ngemis kayak gini sama mu, PAHAM!" pekik Darma.
Bukan nya takut dengan bentakan Darma, Ayu malah semakin meledek suami nya tersebut.
"Masa?" ledek Ayu dengan senyum miring nya.
"Ya iya lah, maka nya jangan sok kali jadi perempuan. Punya uang haram aja sombong nya minta ampun." cibir Darma.
"Suka-suka aku dong. Kenapa jadi situ yang sewot? Mau sombong kek, mau jengking kek. Apa urusan mu, hah?" oceh Ayu dengan suara lantang.
Lagi-lagi Darma meredam amarah nya. Dia tidak ingin misi nya sampai gagal, hanya karena meladeni kegilaan istri nya tersebut.
"Hufff, sabar Darma, sabar." batin Darma menyemangati diri nya sendiri.
Dengan perasaan acak adut tidak karuan, akhirnya Darma pun mengalah dan pergi begitu saja meninggalkan Ayu. Darma melangkah keluar dan pergi menuju warung sembako, yang hanya berjarak tiga rumah dari kediaman nya.
Sesudah membeli telur dan tempe, Darma kembali masuk ke dalam rumah dan mulai berperang dengan alat-alat dapur. Sedangkan Ayu, dia mencuci beras dan memasukkan nya ke dalam magic com.
"Masak yang enak ya, Nem! Nyonya mau rehat dulu, hihihi." ledek Ayu sembari cekikikan.
"Nam Nem Nam Nem, kepala mu itu!" umpat Darma sambil melempar cangkang telur ke arah Ayu.
Dengan gerakan secepat kilat, Ayu pun langsung menghindar dan menjulurkan lidah nya kepada Darma.
"Eits, gak kena, weeek!" ledek Ayu lagi.
Setelah itu, Ayu pun kembali duduk di sofa. Tanpa memperdulikan Darma yang masih sibuk berkutat di dapur.
Setengah jam kemudian, Darma pun muncul dari dapur dengan membawa dua piring di tangan. Dia meletakkan hasil masakan nya di atas meja, lalu kembali lagi ke dapur untuk mengambil nasi dan alat-alat makan lain nya.
__ADS_1
Setelah semuanya terhidang di atas meja, Darma langsung duduk dan memakan makanan itu, tanpa menawari Ayu sama sekali.
"Lololoh, kok gak ada tawar-tawar sih? Main telan sendiri aja." omel Ayu sambil terus memperhatikan Darma yang sedang lahap menyantap makanan di piring nya.