SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Melawan Remahan Rempeyek


__ADS_3

"Huuuuu, dasar suami sedeng! Di tanya baik-baik kok malah ngegas, kumat." umpat Ayu kesal.


Ayu memanyunkan bibir nya, dan kembali masuk ke dalam kamar. Dia tidak bertanya apa pun lagi kepada suami nya tersebut. Dengan wajah masam, Ayu duduk di tepi ranjang lalu menyalakan rokok.


Sedangkan Darma, dia sama sekali tidak menghiraukan umpatan Ayu. Dia masih tampak asyik dengan lamunan dan isi kepala nya sendiri.


"Hufff, untung aja aku gak tergoda dengan ulah Dina tadi. Kalau sampe aku tergoda dan mau melayani Dina, bisa makin runyam urusan nya." gumam Darma.


"Nikmat nya cuma sebentar, resiko nya gak kelar-kelar." lanjut Darma.


Dia masih terus menatap langit-langit ruang tamu, dengan pandangan menerawang dan tangan di dahi nya. Setelah beberapa saat merenung, Darma pun bangkit dari sofa dan masuk ke dalam kamar.


Dia kembali merebahkan diri di atas ranjang dengan posisi telungkup, dan membenamkan wajah nya ke bantal. Melihat tingkah aneh Darma, Ayu pun memilih diam sambil terus menghisap rokok nya.


Setelah beberapa menit suasana hening mencekam, Darma pun merubah posisi baring nya menjadi telentang, lalu menatap punggung Ayu sambil bertanya...


"Dek, kalau seandainya abang menikahi Yuni, boleh gak?" tanya Darma lirih.


Mendengar pertanyaan yang cukup menyakitkan dari suaminya, Ayu pun langsung menoleh ke belakang. Dia memandangi wajah lusuh Darma dengan mata elang nya, lalu berkata...


"Apa kau sudah pikirkan baik-baik keputusan mu itu?" tanya Ayu balik.


"Belum sih, sebenarnya abang masih ragu, karena..."


Darma menghela nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya dengan kasar. Dia tampak bingung dan gusar dengan keputusan nya sendiri.


"Karena apa?" desak Ayu dengan kening mengkerut.


"Karena abang takut, kalau abang nikahi Yuni, kau bakalan ninggalin abang nanti nya." jawab Darma.


Ayu tersenyum miring mendengar penuturan suaminya. Dia tidak menyangka jika Darma masih takut kehilangan dirinya.


"Kenapa mesti takut? Kan malah bagus sih, kalian bisa lebih bebas dan tenang kalau gak ada aku disini." balas Ayu santai.


"Yuni sama babon nya pasti senang banget, kalau tau kita berpisah. Dari dulu kan memang itu yang mereka harapkan." lanjut Ayu.


Mendengar pernyataan Ayu yang tidak sesuai dengan keinginan nya, Darma pun langsung mendengus kesal. Dia tidak ingin berpisah dengan istri tercinta nya itu, tapi dia juga tidak rela meninggalkan gadis kecil nya.


"Enggak, abang gak mau kita pisah! Sampe kapan pun, abang gak akan pernah melepaskan mu, ingat itu!" ujar Darma dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Terserah kau lah situ!" balas Ayu pasrah.


Ayu tidak ingin memperpanjang perdebatan. Dia lebih memilih untuk mengalah, dari pada terus meladeni omongan suami nya tersebut. Untuk mengalihkan perhatian, Ayu pun mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja lalu menyalakan nya.


Melihat istrinya bermain ponsel, Darma pun segera bangkit dari ranjang dan membuka seluruh pakaian nya. Setelah itu, dia berdiri di depan Ayu dengan tombak yang sudah mengeras.


Ayu yang sedang fokus menatap layar ponselnya pun langsung terkejut, dengan tingkah nyeleneh suaminya. Mata nya langsung membulat sempurna, saat melihat tombak keras yang ada di depan wajah nya.


Ayu tampak sangat tergiur, hingga menelan ludah nya beberapa kali. Gua milik nya pun langsung berdenyut-denyut, ingin merasakan kenikmatan dari tombak Darma.


Karena sudah tidak sanggup menahan hasrat nya, Ayu pun langsung memasukkan tombak itu ke dalam mulut nya, dan memanjakan nya dengan sentuhan-sentuhan lembut lidah nya.


"Wow, enak banget sayang. Terus sayang, akhh." oceh Darma dengan mata terpejam.


Setelah hampir sepuluh menit melakukan kegiatan nya, Ayu pun tampak semakin bergairah dan mempercepat pergerakan mulut nya. Hingga akhirnya, Darma pun memuncak dan menyemburkan cairan kental nya ke wajah Ayu.


"Abang keluar sayang, aaagghhh." pekik Darma.


Setelah itu, Darma pun mengambil tisu untuk membersihkan tombak nya sendiri. Begitu juga dengan Ayu, dia mengambil tisu dan membersihkan wajah nya. Kemudian dia pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah selesai, Ayu kembali ke kamar dengan handuk yang melilit di tubuh nya, dan rambut yang tergerai basah. Ayu kembali memakai pakaian nya, lalu memoles wajah nya di depan cermin.


"Huuuu, emang dasar kebo! Udah di kasih enak langsung molor." umpat Ayu.


Darma yang tadi nya hampir terlelap, kini membuka mata nya lagi karena mendengar umpatan istrinya. Masih dengan posisi memunggungi Ayu, Darma pun kembali bersuara.


"Heh heh heh, enak aja bilangin orang kebo. Mau minta di hukum ya?" ujar Darma.


"Ogah," balas Ayu cuek, lalu keluar dari kamar dan duduk selonjoran di sofa.


Mendengar langkah kaki Ayu yang keluar dari kamar, Darma pun hanya tersenyum dan kembali memejamkan mata nya. Tak lama kemudian, dia pun tertidur lelap dan mulai hanyut dalam mimpi indah nya.


Karena merasa bosan, Ayu pun menyalakan tv dan menonton kartun kesayangan nya. Sedang fokus menatap layar tv, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu beberapa kali sambil mengucapkan salam


Tok tok tok...


"Assalamualaikum," salam seseorang dari luar.


Bukan nya menjawab salam, Ayu malah terbengong dengan kening mengkerut. Dia menatap ke arah bawah pintu, lalu memperhatikan bayangan seseorang yang sedang mengetuk itu.

__ADS_1


"Ck, mau ngapain lagi sih hantu belau itu datang kesini? Bikin mood ku rusak aja." gerutu Ayu kesal.


Dengan gerakan malas, Ayu pun beranjak dari duduk nya, dan melangkah menuju pintu utama sambil memekik kuat.


"Wa'laikum salam, ya bentar!" balas Ayu.


Ceklek...


Setelah pintu terbuka, Ayu pun langsung menatap sinis kepada sosok makhluk astral, yang sedang berdiri tegak di hadapan nya. Ayu memandangi Yuni dari ujung rambut sampai ujung kaki, dengan tatapan aneh dan menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Busyeeet dah, ini orang atau topeng monyet sih? Ngeri amat dandanan nya." batin Ayu.



"Mau ngapain kau kesini?" tanya Ayu ketus, sambil melipat kedua tangan nya di atas perut.


"Emang mau ngapain lagi, kalau bukan nemuin ayang beb ku? Awas minggir, orang cantik mau lewat!" jawab Yuni ketus.


Kemudian Yuni pun mendorong kuat tubuh Ayu, yang sedang berdiri menghalangi jalan nya. Dan itu berhasil membuat Ayu oleng, dan terhuyung ke belakang hingga membentur dinding.


"Woy, setan! Kurang ajar kali kau jadi manusia. Mau minta di hajar kau ya, bangs*t?" pekik Ayu dengan suara menggelegar.


"Coba aja kalo berani, week!" tantang Yuni sambil menjulurkan lidah nya kepada Ayu.



Ayu yang sudah tersulut emosi pun semakin menajamkan tatapan nya, lalu dengan gerakan cepat, Ayu pun menarik kuat rambut Yuni, dan menghempaskan nya ke lantai.


"Aaauuw, sakiiiiit!" pekik Yuni sambil meringis kesakitan memegangi rambut panjang nya.


"Mampus kau! Maka nya jangan songong jadi orang. Kau pikir aku takut dengan remahan rempeyek kayak kau itu, hah? Jangan mimpi, hahahaha!" ujar Ayu sembari tertawa ngakak.


Wajah Yuni langsung memerah, ketika mendengar hinaan yang terlontar dari mulut Ayu. Dia tidak terima, jika diri nya di rendahkan seperti itu oleh saingan nya sendiri.


Dengan perasaan kesal campur emosi, Yuni pun segera bangkit dari lantai, dan berdiri di depan Ayu sambil berkacak pinggang. Dengan wajah bengis dan mata yang mendelik, Yuni pun kembali meremehkan Ayu dengan kata-kata yang cukup kasar.


"Heh, perempuan murah*n! Sadar diri dikit kenapa sih. Ngapain juga masih tinggal disini? Kau itu udah gak di perlukan lagi di rumah ini, tau gak?" sindir Yuni.


Mendengar ucapan pedas Yuni, tawa Ayu pun langsung pecak seketika.

__ADS_1


"Hahahaha, ngaca woy, ngaca! Yang seharusnya sadar diri itu kau, bukan aku! Dasar, bocah sinting gak ada akhlak!" umpat Ayu sambil terus tertawa dan memegangi perut nya.


__ADS_2