SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Membatalkan Rencana Pernikahan


__ADS_3

Aku tidak menyangka jika Dina semarah itu dengan anak nya. Bahkan emosi nya melebihi emosi ku. Dina begitu murka melihat perbuatan anak nya dan juga bang Darma.


Saat Dina sedang sibuk memberi pelajaran kepada anak nya, aku kembali masuk ke dalam kamar dan menarik bang Darma untuk keluar untuk menemui Dina.


Bang Darma yang sudah memakai celana pendek pun hanya menurut, dan tidak ada perlawanan sama sekali saat aku menarik nya keluar dari kamar.


"Ayo, ikut aku keluar! Kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan." ujar ku sembari mencengkeram kuat pergelangan tangan nya.


Sampai di ruang tamu, Dina kembali meluapkan emosi nya dengan bang Darma. Dia berteriak histeris, saat melihat wajah lelaki yang akan menikahi nya tersebut.


"Dasar laki-laki gak tau diri kau, Darma. Kemarin sudah aku beri peringatan, untuk tidak mengulangi perbuatan ini lagi. Tapi nyata nya apa?"


"Kau malah semakin menjadi-jadi dengan kelakuan gila mu itu. Dimana otak mu, HAH?"


Pekik Dina sembari melayangkan telapak tangan nya, ke arah pipi kiri bang Darma.


Plak...


"Iyyuuh, pasti sakit banget tuh, hahaha."


Gelak ku dalam hati saat melihat pipi bang Darma yang memerah, akibat ulah Dina. Mendapat perlakuan seperti itu, bang Darma sama sekali tidak melawan atau pun menjawab ocehan-ocehan Dina.


Dia tertunduk lesu sambil sesekali melirik ke arah Yuni, yang masih duduk kelesotan di lantai.


Saat Dina hendak melayang kan telapak tangan nya lagi, tiba-tiba Yuni bangkit dari lantai lalu berdiri di depan bang Darma. Yuni menepis tangan ibu nya dengan kuat, agar tidak menyentuh pipi bang Darma lagi.


Dan itu berhasil membuat Dina semakin murka dan emosi. Dia kembali menarik rambut Yuni dan menghempaskan nya ke lantai.


"Dasar anak gak tau diri, gak tau untung. Berani-beraninya kau melawan mamak mu sendiri hanya karena laki-laki gila ini, hah!" pekik Dina.


"Aaaaaa, sakiiiiit!" pekik Yuni saat Dina menarik rambut nya kembali.


"Asal kau ya anak kurang ajar, sakit yang kau rasakan sekarang, tidak sebanding dengan sakit yang aku rasakan saat ini." ujar Dina lantang.


Melihat perbuatan kasar Dina kepada Yuni, bang Darma yang sedari tadi hanya diam pun langsung melerai Dina dan Yuni.

__ADS_1


"Udah hentikan, Din! Jangan kau perlakukan dia seperti ini lagi, kasian tau gak!" bentak bang Darma dengan suara menggelegar.


"Kasihan? Heh, laki-laki gak berguna, pengkhianat seperti dia ini gak pantas untuk di kasihani, paham!"


Balas Dina sembari menunjuk ke arah Yuni, dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Sedangkan aku, aku hanya tersenyum miring melihat aksi mereka bertiga, sambil duduk di sofa dengan menyilang kan satu kaki ku.


Bang Darma terus berusaha melepaskan cengkraman tangan Dina dari rambut Yuni, lalu mendorong pelan tubuh mantan istri nya itu, agar sedikit menjauh dari Yuni.


"Gak boleh gitu lah, Din. Iya iya, aku minta maaf aku ngaku salah." ujar bang Darma dengan wajah memelas.


"Aku janji, aku gak akan mengulangi kesalahan ini lagi, percaya lah." lanjut bang Darma.


Mendengar kata-kata yang keluar dari bibir bang Darma, Dina pun langsung membuang ludah nya tepat di wajah bang Darma yang ada di depan nya.


"Cuih, kau pikir semudah itu aku percaya dengan mulut busuk mu itu, hah? Jangan mimpi Darma." balas Dina ketus.


"Mulai detik ini, jangan pernah kau nampak kan batang hidung mu lagi di hadapan ku, ingat itu!" ujar Dina penuh penekanan.


Bang Darma tampak syok setelah mendengar penuturan Dina. Dia tidak pernah menyangka, jika Dina akan mengatakan hal itu pada nya.


"Pernikahan kita batal. Aku tidak sudi mempunyai suami bajing*n seperti mu, paham!" bentak Dina.


"APA?" pekik bang Darma dengan mata yang membulat sempurna.


"Kau serius membatalkan pernikahan kita?" tanya bang Darma tidak percaya.


"Ya, aku serius." jawab Dina ketus sembari memalingkan wajah nya.


"Ta-tapi, Din..."


"Gak ada tapi-tapian lagi, aku udah muak dengan kelakuan mu selama beberapa hari ini."


"Aku sudah memperingati mu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi nyata nya apa? Kau malah semakin menggila dengan anak tak tau diri ini." oceh Dina panjang lebar.


Aku langsung tersenyum manis, saat mendengar kata-kata yang indah dari bibir Dina.

__ADS_1


"Kapok kau kan, bang! Maka nya jangan gatal kali jadi laki-laki, masa anak sendiri pun di embat juga. Bener-bener udah gila ternyata suami ku ini, hahaha." umpat ku dalam hati.


Aku terus saja memperhatikan perdebatan sengit, antara ketiga manusia purba yang ada di hadapanku itu.


Aku sangat bahagia, karena salah satu rencana ku akhir nya berhasil, untuk menghancurkan dan memecah belah mereka bertiga.


"Ya kan tadi aku udah minta maaf, aku juga udah mengakui semua kesalahan ku. Masa kau gak mau memaafkan nya juga sih? Jangan egois gitu lah jadi orang." balas bang Darma sewot.


"Apa kau bilang tadi? Aku egois?"


Tanya Dina sembari berkacak pinggang, dan membelalakkan mata nya lebar-lebar. Dia kembali tersulut emosi ketika mendengar kata-kata pedas dari bang Darma.


"Iya, kau memang egois. Kau hanya mementingkan diri mu sendiri, tanpa memikirkan perasaan orang lain." jawab bang Darma dengan santai nya.


"Heh, denger ya Darma. Aku egois karena ada sebab nya. Siapa pun orangnya pasti gak akan terima, dengan perbuatan hina kalian berdua." balas Dina semakin kesal.


Bang Darma langsung terdiam, dan tidak membalas sepatah kata pun ucapan Dina yang benar ada nya.


Sedangkan Yuni, anak gila itu hanya terbengong dan celingukan, melihat pertengkaran bang Darma dan ibu nya. Dia tampak kebingungan harus membela yang mana.


"Cepat pakai baju mu, Yun! Apa gak malu kau dari tadi polos gitu, HAH?" bentak Dina dengan suara melengking.


"I-iya, mak." jawab Yuni ketakutan.


Setelah mendapatkan perintah dari Dina, Yuni pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar, untuk memakai pakaian nya kembali.


Selesai berpakaian, Yuni kembali keluar lalu menghampiri ibu nya, sambil menundukkan kepala nya dan wajah yang di tekuk lesu.


Yuni sempat melirik ku dengan tatapan sinis nya. Dia seperti nya tampak geram melihat ku, yang sedari tadi hanya senyam-senyum melihat aksi mereka.


"Sukurin, kena batu nya kau sekarang kan, hahaha!" batin ku girang.


Aku mengumpat Yuni, sambil terus menyunggingkan senyum termanis ku pada nya. Dan itu membuat Yuni semakin geram dan kesal, saat melihat ledekan ku tersebut.


"Tunggu aja pembalasan ku selanjut nya, benalu-benalu gila. Aku akan terus menghancurkan kalian satu persatu, dengan cara ku sendiri."

__ADS_1


Aku berucap dalam hati, sembari terus menatap ke arah bang Darma, Yuni, dan juga Dina secara bergantian.


__ADS_2