SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Berbohong (Author)


__ADS_3

"Ah, masa sih sampe segitu nya?" tanya Darma.


"Iya beneran, pak. Yuni gak bohong." jawab Yuni.


"Maka nya Yuni ingin terus di layani sama bapak, karena Yuni benar-benar ketagihan dengan pelayanan bapak." lanjut Yuni.


"Tapi sekarang kita gak bisa sembarangan lagi, Yun. Kita harus lebih waspada dan berhati-hati, karena perbuatan kita udah kepergok sama mamak mu." tutur Darma.


"Iya Yuni paham, pak." balas Yuni pelan.


Yuni sedikit kecewa mendengar penuturan Darma. Padahal dia selalu ingin merasakan kehangatan dari Darma, tapi semua itu terhalang karena kehadiran ibu nya sendiri.


Melihat wajah murung Yuni, Darma pun berinisiatif untuk menggoda nya. Agar Yuni kembali ceria dan bersemangat seperti tadi.


"Sayang, kok murung gitu sih muka nya? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Darma sembari naik ke atas tubuh Yuni dan mencium leher Yuni.


"Yuni takut, pak." jawab Yuni lirih.


"Takut kenapa, sayang?" tanya Darma lagi.


"Takut kalau bapak gak bisa melayani Yuni lagi, setelah kalian berdua rujuk nanti nya." jawab Yuni.


"Ya gak mungkin lah, sayang. Walaupun kami sudah menikah, bapak pasti akan tetap melayani mu seperti biasa nya. Percaya lah sama bapak!" tutur Darma.


Darma berusaha meyakinkan Yuni, agar Yuni percaya bahwa dirinya pasti akan terus memberikan kepuasan kepada Yuni.


"Serius, pak? Bapak gak bohong kan sama Yuni?" tanya Yuni dengan wajah berbinar.


"Enggak, sayang. Bapak gak bohong. Mana mungkin bapak menyia-nyiakan tubuh seindah ini." jawab Darma sambil tersenyum dan mengerlingkan sebelah mata nya.


"Oh, syukur lah kalo bapak masih mau. Yuni kira bapak gak bakalan mau lagi main sama Yuni, karena udah ada mamak sama buk Ayu." tutur Yuni sedikit lega.


"Ya enggak lah, sayang. Bapak pasti akan tetap berlaku adil kepada mereka berdua, termasuk diri mu." jelas Darma.


"Ya udah deh, Yuni percaya sama bapak. Tapi kalau main sama mereka jangan lama-lama lah, pak. Cukup sama Yuni aja lama nya." balas Yuni.


"Iya siap, bos cantik." jawab Darma sembari menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yuni.


Darma meninggalkan beberapa tanda merah di leher dan juga dada Yuni. Hingga membuat Yuni menggeliat-geliat akibat ulah Darma.


Karena sudah tidak tahan dengan kelakuan nakal Darma yang semakin menjadi-jadi, Yuni pun akhirnya pasrah lalu berbisik...


"Pak, Yuni mau lagi." rengek Yuni dengan nafas yang mulai tidak beraturan lagi.


"Mau apa, sayang." goda Darma dengan senyum menyeringai.


"Mau ini." jawab Yuni malu-malu sembari memegang mainan kesayangan nya.

__ADS_1


"Baik lah, sayang ku. Bapak akan melayani mu lagi sampai kau lemas." balas Darma.


"Silahkan aja, berbuat lah sesuka hati bapak! Yuni akan menerima nya dengan senang hati. " tutur Yuni girang.


Setelah mendengar ucapan Yuni, Darma pun kembali melancarkan aksinya dan kembali bergumam ria dengan Yuni di atas ranjang.


Sedangkan Yuni jangan di tanya lagi, dia memejamkan mata dan tak henti-hentinya mengeluarkan suara yang cukup kuat dari bibir tipis nya.


Setelah melakukan kegiatan yang menguras keringat selama hampir satu jam, mereka berdua pun menyelesaikan kegiatan nya, dan membersihkan diri masing-masing di kamar mandi.


Selesai bersih-bersih, Yuni dan Darma kembali membaring diri di atas ranjang, lalu menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal.


"Kita istirahat dulu ya, bapak mau ngumpulin tenaga buat nanti." bisik Darma.


"Iya, pak." balas Yuni.


Dalam keadaan sama-sama polos dan posisi yang saling berpelukan, Yuni dan Darma mulai memejamkan mata masing-masing.


Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka berdua pun tertidur lelap di bawah selimut.


Kembali ke kediaman Dina, setelah berhasil mengusir Darma, Dina pun melangkah keluar dari kamar nya. Lalu dia mengetuk-ngetuk pintu kamar Yuni, sembari memekik memanggil nama anak nya tersebut.


Tok tok tok...


"Yuni, buka pintu nya! Ada yang mau mamak omongin dengan mu. Yun, cepat buka pintu nya!" pekik Dina kuat.


"Loh, kok kosong? Kemana pergi nya tuh bocah?" gumam Dina.


"Apa jangan-jangan dia ikut ke rumah Darma ya?" lanjut Dina mulai gelisah.


Dina mondar-mandir di depan pintu kamar Yuni sembari menduga-duga, dimana sebenarnya Yuni saat ini.


Dengan perasaan kalut dan cemas, Dina memutuskan untuk menghubungi ponsel Yuni dan juga Darma, untuk menanyakan keberadaan mereka berdua. Dina menghubungi ponsel Darma terlebih dahulu.


Darma yang sedang tertidur lelap di dalam dekapan Yuni pun langsung terbangun, karena merasa terganggu dengan suara deringan ponsel nya.


"Hadehh, siapa sih itu? Ganggu istirahat orang aja." gerutu Darma.


Dengan langkah gontai dan mata yang masih lengket, Darma pun menerima panggilan dari Dina.


"Ya, ada apa?" tanya Darma dengan suara serak.


"Dimana kau sekarang?" tanya Dina ketus.


"Lagi di rumah, emang nya kenapa?" bohong Darma.


"Bohong, kau pasti lagi sama Yuni kan, hayo ngaku!" tebak Dina.

__ADS_1


"Loh, bukan nya Yuni ada di kamar tadi, sewaktu aku keluar dari rumah mu." lanjut Darma sembari berpura-pura kebingungan.


"Gak ada, kamar nya aja kosong. Entah kemana minggat nya anak gila satu itu." balas Dina masih dengan nada ketus nya.


"Pergi ke rumah kawan nya mungkin." balas Darma.


"Hmmmm, mungkin juga sih. Ya udah lah kalo gitu, aku mau hubungi kawan-kawan nya dulu. Mana tau salah satu di antara mereka ada yang mengetahui keberadaan Yuni." balas Dina sembari menutup panggilan nya.


"Oke," balas Darma.


Setelah panggilan berakhir, Darma langsung menonaktifkan ponsel nya dan merangkak naik ke atas ranjang.


Darma memeluk tubuh Yuni, dan kembali memejamkan mata nya. Beberapa menit kemudian, Darma pun kembali terlelap dan masuk ke alam mimpi.


Sedangkan Dina, dia terus saja mencoba menghubungi ponsel Yuni sampai berulang-ulang kali.


"Ck, kok gak di angkat-angkat sih? Lagi dimana dia sebenarnya, maka nya dia gak berani menerima panggilan ku." gumam Dina kesal.


Berhubung panggilan nya tidak tersambung dengan Yuni, Dina pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi teman-teman dekat Yuni.


Alhasil, Dina kembali kecewa dan kesal karena tidak ada satu orang pun teman Yuni yang tahu, tentang keberadaan anak nya tersebut.


"Dimana kau sekarang, Yun? Apa kau masih marah sama mamak karena kejadian tadi?" gumam Dina.


Setelah beberapa saat merenung di depan pintu kamar Yuni, akhirnya Dina pun pasrah dan kembali masuk ke dalam kamar nya, dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang.


Karena merasa lelah akibat kejadian yang di alami nya hari ini, Dina pun mulai memejamkan mata nya. Tak lama berselang, Dina pun mulai terlelap di atas ranjang empuk milik nya.


Setelah beristirahat selama kurang lebih dua jam, Yuni dan Darma pun mulai membuka mata nya perlahan, dan saling mengeratkan pelukannya masing-masing.


Saat mainan kesayangan nya menyentuh bagian bawah nya, Yuni pun langsung tersenyum sumringah. Lalu dia mengulurkan tangan nya untuk memegangi mainan nya sambil berbisik...


"Pak, Yuni mau ini lagi boleh gak?" rengek Yuni manja.


"Boleh dong, sayang. Naik lah, biar bapak gerakan dari bawah!" titah Darma.


"Oke makasih ya, pak." balas Yuni girang sembari mengecup kilat bibir Darma.


"Iya, sama-sama kesayangan ku." balas Darma dengan senyum yang mengembang di bibir nya.


Tanpa pikir panjang lagi, Yuni pun langsung naik ke atas tubuh Darma, dan akhirnya kegiatan panas pun kembali terjadi lagi, lagi dan lagi.


Setelah permainan berakhir, Darma melilitkan handuk di pinggang nya dan duduk di tepi ranjang sembari menyalakan rokok nya.


"Tadi mamak mu nelpon bapak, Yun. Dia menanyakan keberadaan mu. Dia seperti nya sangat kebingungan, karena tidak menemukan mu." tutur Darma membuka percakapan.


"Hah, masa sih, pak?" Trus bapak jawab apa tadi sama dia?" tanya Yuni sedikit terkejut.

__ADS_1


__ADS_2