SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Merajuk


__ADS_3

*Beralih ke kamar Darma*


Setelah kepergian Yuni, Darma masih terlihat tenang dan santai, duduk di pinggir ranjang sambil menghisap rokok nya.


Darma begitu yakin, kalau Yuni akan kembali lagi untuk menemuinya. Tapi ternyata harapan lain dengan kenyataan. Sudah menunggu selama dua jam, Yuni tidak juga muncul dari balik pintu.


Dan itu membuat Darma sedikit gelisah sekaligus cemas dengan keadaan Yuni. Dia mulai tampak kebingungan, dan terus saja mondar-mandir di depan ranjang.


"Kok belum balek-balek juga dia? Apa dia benar-benar marah ya, sama kata-kata ku tadi?" gumam Darma.


"Kalau gak ada dia, untuk apa juga aku nginap disini? Mendingan aku tidur di rumah aja, lebih nyama lagi." lanjut Darma.


"Apa aku hubungi aja ya, tanya dia ada dimana? Ya udah lah, ngalah aja. Biar ada kawan ku disini." gumam Darma.


Setelah beberapa saat berpikir keras, akhirnya Darma pun memutuskan untuk menghubungi Yuni. Dia ingin berusaha merayu Yuni, agar dia luluh dan mau kembali lagi ke hotel.


Setelah panggilan tersambung, Darma langsung menanyakan keberadaan Yuni, dan juga mengeluarkan rayuan-rayuan gombal nya untuk membujuk yuni. kembali.


"Halo, sayang. Kau lagi dimana sekarang?" tanya Darma dengan nada lembut.


"Ngapain bapak nanya-nanya aku ada dimana, hah?" tanya Yuni balik.


"Jangan gitu lah, sayang. Masa kau tega sih ninggalin bapak sendirian disini. Sepi tau gak, kalau gak ada dirimu disini." rengek Darma.


"Bodo amat." jawab Yuni cuek.


"Sini lah, sayang ku, cinta ku! Apa kau gak pengen merasakan nya lagi dari bapak?" rayu Darma.


Mendengar rayuan maut Darma, Yuni pun langsung menelan ludah nya kasar. Dia langsung membayangkan tentang permainan nya dengan Darma.


"Gimana, sayang? Apa kau gak kepengen, hah?" tanya Darma lagi.


Yuni terdiam sejenak, dia masih tampak ragu untuk mengambil keputusan. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang, akhirnya Yuni pun setuju untuk kembali ke hotel.


"Oke, aku akan kembali ke sana. Tapi ada syarat nya." jawab Yuni.


"Loh, kok pake syarat-syarat segala sih, sayang. Kayak mau daftar sekolah aja." canda Darma.


"Mau apa enggak? Kalo gak mau ya sudah, aku gak akan balek kesana lagi." balas Yuni ketus.


"Eh eh eh, tunggu dulu dong, sayang. Bapak kan belum jawab, kenapa langsung ngambek gitu sih?" ujar Darma.


"Ya maka nya cepetan jawab! Kalo gak, aku matiin nih ponsel nya." ancam Yuni.


"Iya iya, sabar dikit kenapa sih. Kok gak sabaran banget jadi orang." gerutu Darma mulai kesal.


"Emang syarat nya apaan?" tanya Darma.


"Jangan pernah ngomongin tentang perempuan gila itu lagi di depan ku." jawab Yuni lantang.

__ADS_1


"Ooohh, itu sih gampang. Trus apa lagi?" tanya Darma lagi.


"Trus, bapak harus mau melayani ku kapan pun aku minta." jawab Yuni lagi.


"Oke siap, anak manis." balas Darma dengan senyum sumringah di bibir nya.


"Gimana, bapak sanggup gak memenuhi semua persyaratan ku itu?" tanya Yuni.


"Ya sanggup dong, sayang. Kalau cuma itu aja mah, keciiiiil." jawab Darma dengan santainya.


"Ya udah kalo gitu, aku kesana sekarang." balas Yuni.


"Oke, sayang. Cepat ya, bapak udah kangen banget nih sama mu!" rayu Darma.


"Ya," balas Yuni sembari menutup panggilan.


Darma tersenyum bahagia setelah mendengar penuturan Yuni. Wajah nya langsung berbinar cerah, karena rayuan gombal nya berhasil meluluhkan hati Yuni.


"Yes, akhirnya takluk juga dia, hahaha." gelak Darma.


Untuk menyambut kedatangan Yuni, Darma pun mulai mempersiapkan diri nya. Dia melangkah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah selesai, Darma kembali duduk di pinggir ranjang dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Darma sengaja mengacak-acak rambut nya, agar terlihat lebih cool dan macho di depan Yuni nanti.


"Aku pasti akan memberikan pelayanan terbaik untuk mu, sayang." gumam Darma.


Sepuluh menit kemudian, Yuni pun tiba dan mengetuk-ngetuk pintu tanpa mengeluarkan suara nya.


Setelah pintu terbuka, Darma menarik tangan Yuni dan membawa nya ke dalam dekapan hangat nya.


"Jangan pergi lagi ya, sayang. Bapak bener-bener gak sanggup, kalau harus jauh-jauh dari mu." bisik Darma.


"Halah, bohong. Bilang aja kalau bapak gak mau tidur sendirian disini, ya kan. Ngaku aja deh!" cibir Yuni.


Yuni melepaskan pelukan Darma, lalu mendudukkan dirinya di tepi ranjang dengan raut wajah yang masih tampak masam.


"Beneran, sayang. Bapak gak bohong, bapak merasa sangat kehilangan sewaktu kau pergi tadi." bujuk Darma.


"Ya lah, terserah bapak aja mau ngomong apa. Yang penting jangan ngomongin perempuan gila itu lagi di depan ku." ujar Yuni penuh penekanan.


"Oke, bapak akan turuti permintaan mu itu." jawab Darma pasrah.


Melihat ekspresi wajah Yuni yang masih di tekuk lesu, Darma pun berinisiatif untuk menggoda nya, dengan cara yang paling di sukai oleh Yuni.


Darma melepaskan handuk yang menutupi bagian pinggang nya, lalu mulai mendekati Yuni yang masih tampak setia dengan mode merajuk nya.


Darma naik ke atas ranjang dan duduk di belakang punggung Yuni. Setelah itu, Darma melingkar kan kedua tangan nya di pinggang ramping Yuni, dan menempel kan wajah nya di ceruk leher Yuni.


Darma mulai melancarkan aksinya untuk terus menggoda Yuni. Dia ingin meluluhkan hati Yuni dengan cara memberikan pelayanan terbaik nya, kepada anak angkat nya tersebut.

__ADS_1


"Pak, jangan gitu, iiihhhh. Geli tau gak." rengek Yuni manja.


Yuni menggerak-gerakkan bahu nya untuk menghindari kecupan-kecupan nakal Darma.


"Nikmati aja lah, sayang. Ini kan yang kau inginkan dari bapak." balas Darma.


"Iya, tapi jangan sekarang. Aku masih malas yang begituan." tolak Yuni.


"Loh, kok malas sih. Emang nya udah gak mau lagi ya, menerima pelayanan bapak?" tanya Darma heran.


Yuni tidak menjawab pertanyaan Darma. Dia hanya diam dengan pandangan kosong, menatap cermin yang ada di depan nya.


"Tumben-tumbenan dia nolak ajakan ku. Biasa dia yang paling ngebet minta di layani, aneh." batin Darma heran.


"Lagi gak mood." jawab Yuni dingin.


"Emang nya mau minta diapain biar mood lagi?" tanya Darma.


"Gak usah di apa-apain, percuma aja.Aku lagi malas soal nya." jawab Yuni masih tetap kekeuh menolak keinginan Darma.


Darma langsung lemas setelah mendengar ucapan Yuni. Dia melepas pelukannya dari badan Yuni, lalu menjatuhkan tubuh polos nya ke belakang.


Darma sedikit kecewa atas penolakan Yuni. Dia pikir, Yuni akan langsung luluh dan mau menerima ajakan nya. Tapi ternyata, dugaan nya salah besar.


Yuni menolak mentah-mentah permintaan nya, dan Yuni sama sekali tidak menghiraukan diri nya.


"Kok dia jadi berubah gini ya, aneh banget? Apa dia kesambet setan waktu di jalan tadi?" batin Darma.


Darma merenung sambil menatap langit-langit kamar. Dia meletakkan kedua telapak tangan nya di bawah kepala nya. Sedangkan tubuh polos nya, di biarkan begitu saja oleh nya.


"Hadeehh, gagal total deh rencana ku tadi." gerutu Darma dalam hati.


Yuni yang sedari tadi hanya diam membisu, kini dia menoleh ke arah Darma dan mulai membuka suara nya kembali.


"Mainan ku kok di biarin terpampang gini sih, pak? Nanti di kerubungi lalat loh, baru tau rasa!" ledek Yuni.


"Biarin aja lah di kerubungi lalat, kan gak di pake juga." jawab Darma ketus.


"Halah, gitu aja ngambek! Kayak anak kecil aja pake acara ngambek segala." cibir Yuni sembari memanyunkan bibir nya ke depan.


"Gimana gak ngambek coba? Kalau di ajak enak-enak aja gak mau." balas Darma masih dengan nada ketus nya.


"Siapa yang gak mau sih? Yuni kan cuma bilang lagi gak mood. Masa gitu aja gak paham!" balas Yuni sewot.


"Ya udah lah, kalau gak mau ya gak usah ngoceh! Bikin tambah pusing kepala bapak aja." omel Darma kesal.


Darma menyelimuti seluruh tubuh nya, memiringkan posisi baring nya. Lalu Darma pun memulai aktingnya, dengan berpura-pura memejamkan mata di depan Yuni.


Melihat reaksi Darma seperti itu, Yuni pun langsung membuka seluruh pakaiannya, dan ikut masuk ke dalam selimut bersama Darma.

__ADS_1


Yuni memeluk tubuh Darma dari belakang dan mencium tengkuk leher Darma dengan nafas yang mulai memburu.


"Pak, ayo kita mulai! Yuni udah mulai mood lagi nih." rengek Yuni di telinga Darma.


__ADS_2