SELINGKUH LIMA LANGKAH

SELINGKUH LIMA LANGKAH
Kepergok Dina


__ADS_3

Setelah bersusah payah membujuk Yuni, akhirnya Darma pun bisa bernafas lega, karena Yuni sudah mengizinkan nya untuk beristirahat sejenak.


Darma melangkah masuk ke dalam kamar Dina, lalu membuka semua pakaian nya. Darma hanya menggunakan sarung untuk menutupi bagian pinggang ke bawah.


Setelah itu, Darma membaringkan tubuh lelah nya di atas ranjang. Tak lama berselang, Darma pun tertidur pulas tanpa mengunci pintu kamar.


Setelah melihat bapak nya memasuki kamar mamak nya, Yuni pun bergegas mengerjakan pekerjaan rumah yang sudah di perintah kan oleh Dina sewaktu di telpon tadi.


Selesai mengerjakan tugas nya, Yuni langsung bergegas mandi lalu memakai baju tidur yang sangat minim, dan berdandan sedikit menor.


"Naaah, sekarang aku udah cantik dan juga wangi. Saat nya untuk menggoda bapak lagi, biar dia semakin ketagihan dengan ku, hihihi." gumam Yuni sambil cekikikan di depan cermin.


Setelah selesai merias diri, Yuni melangkah keluar dari kamar nya, lalu masuk ke dalam kamar Dina sambil celingukan kesana kesini.


"Huh, syukur lah mamak belum pulang. Jadi aku bisa bersenang-senang dulu sama bapak." batin Yuni lega.


Yuni mulai membuka pintu kamar Dina secara perlahan, kemudian dia melangkah masuk dan mengunci pintu nya kembali.


Dengan wajah yang berbinar cerah, Yuni pun mulai mendekati tubuh Darma yang sedang tertidur pulas. Tanpa rasa ragu, Yuni pun merangkak naik ke atas ranjang dan memandangi tubuh Darma dari atas sampai bawah.


Pandangan mata Yuni langsung terhenti, saat melihat benda keras yang menonjol dari balik sarung.


"Waaah, kebetulan banget nih. Belum di apa-apain udah bangun sendiri mainan ku" gumam Yuni dengan senyum sumringah di bibir nya.


Tanpa memperdulikan Darma yang sedang tertidur, Yuni langsung menyingkap sarung yang di gunakan Darma ke atas. Hingga terpampang dengan jelas, benda mainan Yuni yang sudah berdiri tegak di depan mata nya.


"Wow, mantap betul mainan ku ini. Gimana aku gak ketagihan kalau mainan ku sebesar ini." gumam Yuni lagi sembari menggigit bibir bawahnya.


"Aku mau makan es krim dulu, ah. Enak banget kayak nya nih." lanjut Yuni.


Tanpa berkata apapun lagi, Yuni langsung memasukkan mainan nya itu ke dalam mulut nya, dan mulai memanjakan mainan nya dengan sentuhan-sentuhan lidah nya.


Mendapat perlakuan seperti itu dari Yuni, Darma pun mulai terjaga dari tidurnya. Darma mulai mengeluarkan suara-suara aneh nya, sambil menggeliat-geliat kan badan nya.


Setelah melihat reaksi Darma yang sedang menikmati perbuatan nya, Yuni pun semakin bersemangat dengan kegiatan nya.


Setelah merasa puas memanjakan mainan nya, Yuni pun bergegas membuka seluruh pakaiannya sampai polos tak bersisa.

__ADS_1


Dengan senyum menyeringai di bibir nya, Yuni pun langsung naik ke atas tubuh Darma, dan memasukkan mainan nya itu ke dalam area pribadinya


"Aduuuh, enak banget sih rasanya mainan kesayangan ku ini." gumam Yuni dengan mata terpejam.


Yuni mulai melakukan gerakan-gerakan liar nya di atas tubuh Darma. Dengan hasrat yang menggebu-gebu, Yuni terus saja melakukan permainan nya sendiri.


Dan itu berhasil membuat Darma semakin terbuai, dan sangat menikmati perbuatan Yuni pada nya. Setelah merasa lelah, Yuni meminta Darma untuk bergantian memegang kendali.


"Pak, Yuni udah capek nih. Gantian lah, sekarang bapak yang puasin Yuni!" pinta Yuni.


Oke, sayang." balas Darma.


Saat Yuni hendak beranjak dari atas tubuh Darma, tiba-tiba Darma langsung memeluk tubuh Yuni dan memutar posisi mereka, tanpa melepaskan mainan nya yang masih terbenam di dalam milik Yuni.


Setelah tubuh Yuni ada di bawah kungkungan nya, Darma pun mulai melakukan kegiatan nya.


Dengan gerakan cepat, Darma tidak henti-hentinya memacu permainan nya dengan keringat yang mengucur deras di seluruh tubuh nya.


Karena saking asyiknya dengan pergumulan panas nya, sampai-sampai mereka tidak menyadari kepulangan Dina.


"Oh, udah pulang mereka rupanya. Tapi kok sepi ya, pada kemana mereka semua?" batin Dina mulai curiga.


Dina masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam atau pun mengetuk pintu. Dia sengaja tidak mengeluarkan suara nya, karena ingin membuktikan ucapan Ayu benar atau tidak.


Ya, ternyata Ayu sudah mengirimkan pesan teks kepada Dina yang isi nya...


"Heh, lalat ijo! Kau nasehati anak kesayangan mu itu, biar dia gak kegatalan terus sama suami ku."


Itu lah pesan yang di kirimkan Ayu kepada Dina. Maka dari itu, Dina langsung menyuruh Yuni pulang ke rumah, dengan alasan belum mengerjakan pekerjaan rumah.


Dan Dina pun berpura-pura pergi dengan teman-teman nya, agar dia bisa memergoki Yuni dan Darma dan membuktikan kebenaran nya.


"Hufff, mudah-mudahan aja apa yang kata kan perempuan gila itu tidak benar." batin Dina sembari menghela nafas dalam-dalam.


Dengan hati yang berdebar-debar, Dina mulai melangkah kan kaki nya menuju kamar pribadi nya.


Dan apa yang dia dengar nya di pintu kamar, sungguh membuat hati nya terluka dan sakit tak terhingga.

__ADS_1


"Astaga apa yang mereka lakukan di dalam kamar ku? Kenapa suara mereka berdua persis seperti orang yang sedang..."


Dina tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Dia sama sekali tidak pernah menyangka akan mendapatkan kenyataan pahit seperti ini.


Dina memejamkan mata nya sejenak, kemudian dia berusaha menguatkan hati nya untuk mengintip dari lubang kunci pintu.


Alhasil, mata Dina langsung terbelalak lebar, saat menyaksikan permainan Darma dan Yuni di atas ranjang nya sendiri.


"Ya Allah, kenapa mereka berdua tega melakukan semua ini pada ku? Apakah mereka tidak memikirkan perasaan ku?" jerit Dina dalam hati.


Dada Dina langsung terasa sesak dan lutut nya pun mulai melemah, hingga membuat tubuh nya terjatuh ke lantai, dengan posisi bersujud di depan pintu kamar nya sendiri.


Dengan linangan air mata di kedua pipinya, Dina pun berusaha untuk bangkit dari sujud nya, dan langsung membuka pintu dengan kunci cadangan.


Saat pintu terbuka lebar, Dina pun langsung menjerit histeris hingga membuat Darma dan Yuni yang sedang asyik, menikmati permainan mereka pun langsung terlonjak kaget dan menghentikan kegiatan nya.


"HENTIKAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN DI KAMAR KU, HAH?" pekik Dina dengan suara menggelegar.


Mendengar jeritan Dina, raut wajah Darma dan Yuni pun langsung berubah pucat seperti mayat hidup. Mereka berdua langsung mematung dengan posisi yang masih saling menindih.


"Ma-mamak." gumam Yuni ketakutan.


"Di-Dina." gumam Darma sembari menoleh ke belakang, dan melihat wajah Dina yang sangat menyeramkan.


Dina yang sudah tersulut emosi pun langsung mendekati Darma dan Yuni dengan langkah cepat. Dengan kekuatan penuh, Dina langsung mendorong kuat tubuh Darma, hingga membuat nya jatuh terjengkang dari atas ranjang.


Setelah itu, Dina menarik rambut Yuni sekuat-kuatnya dan menghempaskan nya ke lantai, hingga membuat tubuh Yuni tersungkur tepat di bawah kaki Dina.


"Auww, sakit rambut Yuni, mak!" pekik Yuni.


"Memang benar-benar binata*g kalian berdua. Dimana otak kalian, hah?" pekik Dina.


"Bisa-bisa nya kalian melakukan hal menjijikkan ini di kamar ku. Apa kalian gak memikirkan perasaan ku, HAH?" lanjut Dina kembali histeris.


"Huu huu huu, Yuni minta maaf, mak. Yu-Yuni khilaf, Yuni gak sengaja, mak."


Jawab Yuni sembari menangis, dan duduk kelesotan di lantai sambil memeluk kaki Dina.

__ADS_1


__ADS_2