
Selesai melakukan kegiatan panas bersama istri nya Ayu, Darma langsung beranjak dari ranjang lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah itu, Darma kembali masuk ke dalam kamar dan melihat Ayu yang sudah tertidur lelap di atas ranjang, dengan keadaan masih polos.
"Ck ck ck, ternyata dia memang bener-bener ngantuk." gumam Darma.
Karena merasa kasihan melihat keadaan tidur Ayu yang tidak menggunakan apa pun di badan nya, Darma pun berinisiatif untuk menyelimuti sebagian tubuh Ayu dengan selimut tipis.
Setelah selesai, Darma memakai pakaian nya kembali, lalu berjalan keluar dari kamar. Dia duduk selonjoran di atas sofa ruang tamu sambil mengotak-atik ponsel nya.
Baru saja membuka ponsel, Darma langsung membelalakkan matanya saat membaca beberapa pesan teks yang di kirimkan oleh Yuni.
"Pak, Yuni kangen. Kapan kita bertemu lagi? Yuni gak sanggup kalau lama-lama berpisah dari bapak. Kalau gak, kita nginap di hotel lagi yok, pak! Biar gak ada yang bisa mengganggu kesenangan kita."
Itu lah pesan-pesan yang di kirimkan Yuni kepada Darma. Dia mengungkapkan isi hatinya kepada bapak angkat nya tersebut.
"Huh, gimana ya? Apa yang harus aku lakukan? Apa aku turuti aja ya, keinginan Yuni ini?" gumam Darma bingung.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Darma pun membalas pesan Yuni.
"Kau lagi dimana sekarang, Yun? Kau lagi di rumah mamak mu atau lagi di luar? Trus apa yang terjadi setelah kalian keluar dari rumah bapak?"
Setelah selesai mengetik, Darma langsung mengirimkan pesan-pesan itu kepada Yuni. Tak butuh waktu lama, balasan pesan dari Yuni pun muncul di layar ponsel Darma.
"Yuni lagi di luar, pak. Tadi Yuni kabur dari rumah, waktu mamak lagi mandi. Bapak sekarang lagi dimana, masih di rumah ya?" tanya Yuni balik.
"Ya, bapak masih di rumah. Emang kenapa?" tanya Darma.
"Kita nginap lagi yok, pak! Aku malas tidur di rumah mamak. Dari tadi mamak ngomel-ngomel terus sama aku. Muak aku denger nya." balas Yuni.
"Emang kau ada uang buat bayar hotel nya?" tanya Darma lagi.
"Ada, bapak tenang aja. Uang Yuni masih banyak kok." jawab Yuni.
"Oh, bagus lah kalo gitu. Trus, kalo mamak mu nanti nyariin gimana coba?" tanya Darma.
"Aku matiin aja ponsel ku, biar mamak gak bisa ngubungi aku lagi." jawab Yuni.
"Oh, iya juga ya. Pintar juga ternyata anak kesayangan bapak ini." balas Darma.
"Ya iya lah, Yuni gitu loh." balas Yuni membanggakan diri nya sendiri.
"Ya udah, kau check in sekarang aja. Bentar lagi bapak otewe ke sana." balas Darma.
"Oke siap, pak." balas Yuni.
Setelah selesai berbalas pesan dengan Yuni, Darma langsung bergegas mengganti pakaian nya, dan berlalu pergi meninggalkan Ayu yang masih tertidur pulas di dalam kamar.
Darma menggunakan ojek pangkalan untuk mengantarkan nya ke hotel, tempat dimana Yuni berada.
Setelah sampai di tempat tujuan, Darma langsung masuk ke dalam gedung hotel dan mencari keberadaan kamar Yuni. Sesudah mendapatkan nya, Darma mulai mengetuk-ngetuk pintu tanpa mengeluarkan suara.
Tok tok tok...
"Ya bentar, pak!" pekik Yuni sembari membukakan pintu untuk Darma.
__ADS_1
Setelah pintu terbuka lebar, mata Darma langsung terbelalak, saat melihat keadaan Yuni yang hanya menggunakan handuk di tubuh nya.
Melihat reaksi Darma yang mematung di tempat, Yuni langsung menarik tangan Darma untuk masuk ke dalam, dan mengunci pintu kembali.
Setelah itu, Yuni membuka handuk nya dan merangkak naik ke atas ranjang. Yuni membaringkan tubuh nya, lalu membuka kedua kaki nya lebar-lebar.
"Ayo sini, pak! Nikmati Yuni lagi. Yuni pengen, pak." rengek Yuni sembari melambaikan tangan nya kepada Darma.
"Oke, sayang." balas Darma sembari tersenyum dan membuka pakaian nya.
Dengan senyum menyeringai, Darma mulai merangkak ke atas ranjang untuk mendekati Yuni yang sedari tadi terus menggoda nya.
Saat wajah Darma berada tepat di depan milik Yuni, Darma pun langsung berhenti. Dia memandangi milik Yuni dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ayo mulai, pak! Yuni udah pengen banget nih." rengek Yuni lagi.
"Iya, sayang." jawab Darma.
Mendengar rengekan manja Yuni, Darma pun semakin bergairah dan bersemangat untuk melayani nya. Darma mulai menjulurkan lidah nya dan menenggelamkan wajah nya di dalam milik Yuni.
Dan itu membuat Yuni semakin tidak terkendali dan menggeliat-geliat kan badan nya. Yuni mendapatkan sensasi yang sangat luar biasa dari perbuatan Darma.
"Aduuh, enak banget, pak. Yuni paling suka kalau di giniin. Nikmat banget rasanya." rengek Yuni dengan suara manja nya.
Yuni terus saja merengek-rengek, persis seperti anak kecil yang minta di belikan mainan kepada ibu nya.
Darma hanya tersenyum melihat reaksi Yuni, yang sudah tidak tahan dengan aksinya tersebut.
Setelah beberapa menit melakukan kegiatan nya, Darma pun mulai naik ke atas tubuh Yuni, dan langsung melancarkan serangannya.
"Kok cepat kali selesai nya, pak? Gak lama kayak biasa nya." selidik Yuni.
"Badan bapak udah lemas, Yun. Bapak udah gak sanggup lagi." jawab Darma dengan nafas ngos-ngosan.
"Baru main sebentar aja kok udah lemas, sih? Apa jangan-jangan, tadi bapak main sama buk Ayu ya?" tanya Yuni penasaran.
"Iya," jawab Darma santai.
"Iiiisss, benci kali pun dengar nya. Pantesan aja main sama Yuni cepat, ternyata bapak udah puas di rumah." oceh Yuni kesal.
"Maaf, sayang. Tadi kan bapak gak tau kalau kau mau ngajak bapak kesini. Kalau bapak tau, pasti bapak gak akan mau di ajak main sama Ayu tadi." bohong Darma.
"Loh, bukan nya bapak yang minta ya?" tanya Yuni.
"Ya bukan lah, sayang. Mana mungkin bapak mau minta sama dia. Yang ada, dia yang maksa-maksa bapak untuk melayani nya." bohong Darma lagi.
"Ooohh, syukur lah kalo gitu. Kirain tadi bapak yang kegatalan sama dia." balas Yuni lega.
"Ya enggak lah, ngapain juga bapak kegatalan sama dia. Kayak gak ada perempuan lain aja."
"Dari pada minta sama dia, mendingan bapak minta sama mu aja, lebih enak lagi." goda Darma sembari menoel-noel dagu Yuni.
"Iya, bener banget tuh. Mending bapak minta sama Yuni aja, biar Yuni semakin cinta sama bapak." sambung Yuni membenarkan ucapan Darma.
"Iya, sayang. Kau tenang aja ya, bapak pasti akan melayani mu kapan pun kau mau." balas Darma.
__ADS_1
Yuni tersenyum bahagia mendengar penuturan Darma. Hingga tanpa sadar, Yuni mendekat kan wajah nya lalu mencium bibir Darma dengan lembut dan mesra.
Mendapat serangan mendadak dari Yuni, Darma pun tak mau kalah. Dia membalas perbuatan Yuni dengan penuh semangat.
"Apakah kau menginginkan nya lagi, sayang?" bisik Darma.
"Iya, Yuni mau lagi." jawab Yuni jujur sembari tersipu malu.
"Baiklah, sayang. Bapak akan lakukan lagi, tapi gak bisa lama-lama ya, karena badan bapak masih capek." ujar Darma.
"Iya, gak papa. Sebentar pun jadi lah." balas Yuni.
Darma kembali menyunggingkan senyum manis nya kepada Yuni. Dia begitu bahagia, kalau sudah berada bersama Yuni. Karena Yuni selalu membanggakan diri nya, dan memuji-muji keperkasaan nya.
Dan pada akhirnya, pergumulan panas pun kembali terjadi di atas ranjang hotel tersebut. Darma dan Yuni kembali menikmati kebersamaan mereka.
Yuni kembali memejamkan mata, untuk merasakan kenikmatan yang di berikan oleh Darma, lelaki pujaan hati nya tersebut.
Dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh nya, Darma terus saja memacu gerakan nya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hingga akhirnya, Yuni dan Darma mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan, dan terbaring lemah di atas ranjang.
"Bapak memang laki-laki hebat. Gak sia-sia Yuni memilih bapak untuk memuaskan Yuni." puji Yuni dengan senyum sumringah di bibir nya.
"Hehehe, bisa aja kau itu." balas Darma sembari cengar-cengir salah tingkah.
"Yun, bisa gak kalau kita lagi berdua gini, manggil nya gak usah bapak lagi." ujar Darma.
"Lah, trus Yuni manggil apa?" tanya Yuni bingung.
"Panggil abang aja, biar lebih romantis." jawab Darma sembari mengerlingkan sebelah mata nya.
"Oh, gitu. Oke lah, pak. Eh, bang." balas Yuni sedikit gugup.
"Naaah, kalau gitu kan enak dengar nya. Seenak permainan mu tadi." goda Darma sambil memeluk tubuh Yuni dengan erat.
"Ah, gombal." balas Yuni malu-malu.
"Siapa yang gombal sih, sayang kuuu? Abang ngomong serius loh. Saking enak nya, abang sampai terbayang-bayang terus dengan mu." goda Darma lagi.
Darma mencium kening Yuni, dan mendekap erat tubuh nya ke dalam pelukannya.
"Yun, abang mencintai mu." bisik Darma.
"HAH, serius?" pekik Yuni tidak percaya.
"Iya abang serius, sayang. Abang mencintai mu dan abang ingin memiliki mu seutuh nya. Apakah kau mau menikah dengan abang?" tanya Darma.
"Loh, trus mamak gimana?" tanya Yuni balik.
"Mamak mu udah gak mau lagi balikan sama abang. Maka nya abang ingin, kau yang menggantikan posisi mamak mu sebagai istri abang. Gimana, mau gak?" tanya Darma lagi.
"Mau sih, tapi..."
"Tapi apa, sayang?" desak Darma.
"Tapi kalau mamak gak ngizinin, gimana dong?" tanya Yuni bingung.
__ADS_1
"Hmmmm, iya juga ya. Susah juga kalau gitu ceritanya." balas Darma.