
Setelah beberapa jam tertidur, aku pun mulai terbangun karena mendengar suara adzan yang mengalun merdu di telinga ku.
"Loh, apa aku gak salah lihat ya? Perasaan baru tidur sebentar aja, tapi kok udah malam."
Aku bergumam sambil melihat ke arah jam dinding, yang sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit.
Aku melihat ke sekeliling kamar yang sunyi senyap tanpa ada suara apa pun. Kecuali suara adzan yang berasal dari masjid yang berada tidak jauh dari tempat tinggal ku.
"Bang Darma kemana ya? Udah malam gini kok belum pulang-pulang juga?"
"Ah, biarin aja lah. Ngapain juga aku harus report-repot mikirin dia. Mau pulang kek, mau enggak kek, bodo amat." gumam ku lagi.
Aku duduk selonjoran di bahu ranjang dan mengaktifkan ponsel kembali. Sambil membuka pesan-pesan teks yang masuk, aku mengambil rokok di atas meja lalu menyalakan nya.
Ada banyak pesan yang memenuhi layar ponsel ku. Semua pesan itu berasal dari Rendi, dari bang Agus, dan juga bang Darma suamiku.
Dari sekian banyak nya pesan yang masuk, hanya pesan dari bang Darma yang membuat ku penasaran.
"Kira-kira, bang Darma ngirim pesan apa ya?" batin ku penasaran.
Aku mulai membuka satu persatu pesan yang di kirim kan oleh bang Darma. Dan setelah membuka nya, mata ku langsung terbelalak lebar melihat beberapa foto yang di kirim kan oleh suami ku tersebut.
Ya, bang Darma mengirimkan beberapa foto mesra nya dengan seorang wanita di sebuah tempat hiburan malam. Dia sengaja mengirimkan foto-foto yang menjijikkan itu pada ku.
Mungkin bang Darma berpikir aku akan cemburu dan merasa kepanasan, karena melihat kemesraan nya bersama perempuan lain.
"Kalau cuma foto beginian aja aku gak bakalan cemburu, bang." gumam ku.
Aku menghisap rokok kembali, sambil melihat foto-foto bang Darma yang sedang memeluk dan mencium bibir wanita malam itu.
Bang Darma juga menempel kan wajah nya di dada wanita yang berpakaian seksi itu. Dan masih ada beberapa foto lagi yang menampilkan adegan-adegan panas bang Darma, bersama wanita bayaran tersebut.
Aku hanya tersenyum miring dan menggeleng-gelengkan kepala, melihat kelakuan bej*t suami ku. Setelah melihat semua foto bang Darma, aku beralih membuka pesan dari Rendi.
__ADS_1
"Gimana kabar mu, Yu?Apakah suami mu marah karena semalam nginap di hotel?Apakah dia berbuat kasar dengan mu?"
"Kalau sampai dia berbuat kasar dengan mu, ngomong aja sama abang, Yu. Biar abang datang ke rumah mu sekarang juga. Abang akan membawa mu pergi jauh dari kota ini."
Itu lah sebagian kata-kata yang di kirim kan oleh Rendi. Dia tampak sangat mengkhawatirkan keadaan ku. Namun aku hanya membaca nya saja dan tidak berniat untuk membalas nya.
Selanjutnya, aku membuka pesan dari bang Agus. Si botak tuyul ku ini sama saja seperti Rendi. Dia juga mencemaskan kondisi ku yang akhir-akhir ini jarang mengaktifkan ponsel.
"Kok ponsel nya di matiin terus sih, say? Ada apa sebenarnya dengan dirimu? Ngomong lah sama abang, say! Biar abang paham dengan masalah yang sedang kau hadapi. Siapa tau abang bisa bantu?"
Ini lah kata-kata yang di kirim kan oleh bang Agus, dan aku juga tidak membalas sepatah kata pun pesan dari nya. Aku mengabaikan pesan mereka semua.
Karena aku hanya ingin menenangkan diri saja saat ini. Aku hanya ingin mengistirahatkan tubuh dan otak ku sejenak.
Setelah mematikan rokok, aku pun langsung menonaktifkan ponsel dan meletakkan nya di samping bantal.
Kemudian aku merebahkan diri kembali di atas ranjang, dan mulai memejamkan mata. Lima menit kemudian, aku pun tertidur lelap dan hanyut ke dalam mimpi.
Kurang lebih dua jam tertidur, aku di kejutkan dengan kedatangan bang Darma yang secara tiba-tiba menindih tubuh ku. Dia menciumi wajah ku dengan mulut yang berbau alkohol.
"Dasar, perempuan gak tau diri, perempuan gila, perempuan luknut. Sekarang rasa kan pembalasan ku ini. Aku akan membuat mu menyesal karena telah mengkhianati ku." oceh bang Darma.
Bang Darma terus saja memaki-maki ku dengan suara mendayu-dayu, khas orang mabuk. Setelah selesai mengeluarkan makian nya, bang Darma mulai membuka semua pakaian nya.
Dia naik ke atas ranjang dan mulai menciumi telapak kaki, dan juga jari-jari ku dengan lembut. Dan terus berlanjut sampai ke wajah ku. Setelah selesai dengan ciuman nya, bang Darma kembali berceloteh pada ku.
"Aku akan memuaskan mu malam ini, sayang. Aku akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk mu. Agar kau tidak menjual diri lagi, kepada para lelaki hidung belang di luaran sana!" oceh bang Darma penuh penekanan.
Aku tersenyum miring mendengar kan ucapan bang Darma. Melihat senyuman ku, bang Darma kembali bersuara sambil merentangkan kedua tangan ku, dan mencengkram nya dengan sangat erat.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu? Apakah kau tidak percaya dengan kata-kata ku tadi, hah?" tanya bang Darma dengan mata yang membulat sempurna.
Aku tidak menjawab pertanyaan nya. Aku tetap diam dan masih memasang senyuman sinis, kepada suami gila ku. Dan itu berhasil membuat bang Darma semakin bertambah emosi melihat nya.
__ADS_1
"Oke, kalau kau memang tidak percaya. Aku akan buktikan ucapan ku tadi. Aku akan membuat mu merasa kan indah nya surga dunia malam ini!" tambah bang Darma.
"Silahkan, bang! Berbuat lah sesuka hati mu. Aku juga ingin tau, sampai di mana kemampuan mu dalam memenuhi kebutuhan bathin ku." tantang ku.
Setelah mendengar tantangan ku, bang Darma tampak sangat kesal. Ucapan ku itu seolah-olah meremehkan tenaga dan kemampuan nya.
"Oke, jika itu yang kau inginkan. Aku akan melakukan nya untuk mu, sayang. Aku akan membuat ku melayang-layang sampai ke awan." jawab bang Darma masih dengan mode mabuk nya.
Akibat pengaruh alkohol yang masih bersarang di tubuh nya, bang Darma pun semakin lama semakin ngelantur dengan omongan nya sendiri. Kelakuan nya malah semakin tampak lucu menurut pandangan ku.
Selesai mengeluarkan ocehan-ocehan nya, bang Darma pun mulai melakukan permainan nya dengan lembut dan mesra.
"Apakah kau bahagia dengan perbuatan ku ini, sayang." oceh bang Darma.
Aku sama sekali tidak menjawab ucapan nya. Aku tetap bungkam dengan mata yang terpejam.
"Andai saja sedari dulu kau melayani ku seperti ini, mungkin aku tidak akan pernah selingkuh dengan siapa pun, bang." batin ku.
Setelah melakukan permainan nya selama satu setengah jam, bang Darma pun mengakhiri kegiatan nya.
Dia terkulai lemas dan menjatuhkan diri di atas tubuh ku, dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh nya.
Karena merasa berat, aku pun mulai menggeser kan tubuh nya ke samping. Setelah itu, aku turun dari ranjang dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai membersihkan area pribadi ku, aku kembali ke dalam kamar dan merebahkan diri di samping suami ku.
Bang Darma menoleh ku yang berbaring di samping nya. Dia langsung memeluk ku dengan erat sambil berbisik...
"Sayang, apakah kau merasa puas dengan pelayanan ku tadi?" tanya bang Darma.
"Ya, aku puas. Tapi kenapa kau melampiaskan keinginan mu itu dengan ku? Kenapa tidak dengan wanita yang bersama mu tadi?" tanya ku penasaran.
"Aku takut kena penyakit." jawab bang Darma.
__ADS_1
"Oh," balas ku.