
Darma melangkah keluar dari kamar, saat mendapat kan panggilan dari Dina. Dia tidak ingin menerima panggilan dari mantan istri nya itu di depan Ayu.
Sedangkan Ayu, dia sama sekali tidak memperdulikan suami nya. Dia memejamkan mata nya, lalu tertidur pulas di atas ranjang.
Setelah melihat Ayu terlelap, Darma pun duduk selonjoran di sofa ruang tamu, lalu mulai berbincang-bincang dengan Dina melalui ponsel nya.
"Ya halo, ada apa?" tanya Darma.
"Gimana, Dar? Udah kau sampai kan belum sama istri mu?" tanya Dina balik.
"Belum, dia baru aja pulang, trus langsung tidur. Jadi aku belum sempat ngomong sama dia." bohong Darma.
"Ck, lelet kali pun gerak mu. Ya bangunin aja lah, biar cepat kelar masalah nya." omel Dina dengan nada kesal.
"Sabar dikit kenapa, sih. Aku pasti ngomong kok sama dia, tenang aja." balas Darma sedikit meninggi.
"Ck, ya udah lah. Terserah kau aja gimana baik nya." ujar Dina pasrah.
"Naaah, gitu dong. Sekali-sekali nurut kek, jangan ngebantah terus kerjaan nya." balas Darma.
"Iya iya, cerewet kali muncung mu itu." oceh Dina ketus.
Suasana hening sesaat, Darma dan Dina sama-sama terdiam. Beberapa menit kemudian, Darma pun kembali bersuara.
"Udah, gak ada yang mau di omongin lagi kan? Aku tutup ya!" ujar Darma.
"Oke, tapi ingat. Jangan minta jatah sama dia. Kalau kau lagi pengen, minta sama ku aja." balas Dina penuh penekanan.
"Gak janji." balas Darma lalu menutup panggilan sepihak.
Setelah panggilan berakhir, Darma membaring kan tubuh nya di sofa yang sedari tadi di duduki nya.
"Emang nya dia siapa berani ngatur-ngatur hidup ku. Suka-suka aku lah, mau minta jatah kek mau enggak kek. Dia itu kan istri ku, gak ada yang bisa melarang ku untuk menyentuh nya." gumam Darma kesal.
Darma tidak terima, jika Dina mengatur dan mengendalikan hidup nya. Dia tidak ingin Dina terlalu ikut campur dalam urusan nya dengan Ayu.
Setelah beberapa saat merenung tentang Dina, Darma pun segera bangkit dari rebahan nya, lalu berjalan dengan langkah gontai menuju kamar pribadi nya.
Sampai di dalam Darma terpaku sejenak. Dia memandangi istrinya yang sedang tertidur lelap, dengan memeluk guling di dada nya.
"Kenapa rumah tangga kita jadi berantakan seperti ini, Yu? Aku rindu dirimu yang dulu. Dirimu yang lemah lembut, penyayang dan periang." batin Darma.
"Tidak seperti dirimu yang sekarang, yang pemarah dan juga kasar. Kemana pergi nya sikap mu yang dulu, Yu?" lanjut Darma.
Darma terus saja memandangi Ayu dengan mata yang mulai redup. Dia sebenarnya sedih dengan nasib rumah tangga nya saat ini. Tapi dia juga tidak bisa menerima pengkhianatan, yang sudah di lakukan oleh istri nya tersebut.
"Kalau saja kau tidak mengkhianati cinta ku, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, Yu. Tidak akan pernah." lanjut Darma penuh penyesalan.
__ADS_1
Selesai bermonolog dengan diri sendiri, Darma pun mendudukkan diri di pinggir ranjang lalu menyalakan rokok nya.
Dia kembali menerawang tentang masa-masa indah dulu, sewaktu belum terjadi perang dia antara mereka berdua.
Ada sedikit rasa penyesalan di hati Darma, kala mengingat semua kebaikan dan kasih sayang, yang dulu selalu di berikan oleh Ayu kepada nya.
Setelah mematikan api rokok ke dalam asbak, Darma naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh istri nya dari belakang. Dia mencium aroma wangi yang berasal dari rambut panjang Ayu.
Lama-kelamaan, ciuman nya itu pun menjalar sampai ke ceruk leher Ayu. Darma juga meninggalkan beberapa tanda merah, di bagian pundak dan leher istri nya tersebut.
Ayu yang sedang tertidur nyenyak pun mulai gelisah, dan sesekali mendesis akibat perbuatan nakal suami nya.
Darma langsung tersenyum, saat melihat reaksi Ayu yang mulai terlena dengan ulah nya. Karena mendapat lampu hijau dari Ayu, Darma semakin menjadi-jadi dengan perbuatan nya.
Darma mulai membuka semua pakaian yang melekat di tubuh Ayu dan juga diri nya. Kemudian dia melemparkan semua pakaian itu ke sembarang tempat.
Darma mencumbui tubuh Ayu dengan sedikit brutal, hingga membuat Ayu semakin gelisah dan menggeliat-geliat tidak karuan.
Darma memanjakan tubuh Ayu dengan semangat yang tinggi.
Karena sudah tidak sanggup menahan hasrat dan gairah nya, Ayu pun menyuruh Darma untuk segera melakukan tugas utama nya.
"Cepat mulai, bang! Aku udah gak tahan lagi." rengek Ayu dengan mata terpejam.
"Oke, sayang." balas Darma.
Darma berusaha memberikan pelayanan terbaik nya kepada Ayu. Dia memacu gerakan nya dengan kecepatan yang cukup tinggi, hingga membuat Ayu semakin tidak terkendali, dan mengeluarkan suara-suara indah nya dengan cukup kuat.
Setelah melakukan kegiatan nya selama satu jam lebih, Darma pun menyudahi aksinya. Dia membaringkan tubuh basah nya di samping Ayu, dengan nafas yang masih naik turun tidak karuan.
Ayu yang sedari tadi memejamkan mata nya, kini mulai membuka nya secara perlahan. Dan saat kedua mata nya terbuka sempurna, Ayu langsung memekik saat menoleh ke samping kanan nya.
"Aaaaaaa," pekik Ayu dengan suara melengking.
Ayu tampak sangat terkejut, melihat Darma yang sedang berbaring dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Mendengar suara Ayu yang sangat memekakkan telinga nya, Darma pun reflek menutup mulut Ayu dengan telapak tangan nya.
"Ssstttt, berisik banget sih. Nanti di kira tetangga, kau lagi ku siksa pulak." gerutu Darma kesal.
Ayu menepis tangan Darma dengan kasar, lalu mulai mempertanyakan kejadian yang sudah terjadi di antara mereka tadi.
"Apa yang sudah kau lakukan dengan badan ku, hah? Kenapa keadaan ku jadi seperti ini?" tanya Ayu dengan wajah horor nya.
Ayu bangkit dari baring nya, lalu menatap Darma dengan mata elang nya. Ayu tampak sangat murka, saat mengetahui diri nya sudah di jamah oleh Darma, suami gila nya tersebut.
"Loh, kok malah nanya sih? Tadi kan kau sendiri yang meminta ku untuk melayani mu. Masa gak ingat sih, aneh!" jawab Darma sewot.
__ADS_1
"Gak usah mengada-ada, ya! Aku gak pernah meminta mu untuk menyentuh ku, apa lagi sampai menjamah tubuh ku." bantah Ayu tegas.
"Ck, gak usah pura-pura pikun lah, dek. Udah jelas-jelas tadi kau sendiri yang merengek-rengek, minta di layani sampai puas. Udah di puasin, eeehh malah ngomel pulak." oceh Darma mulai kesal.
Ayu langsung terdiam seketika setelah mendengar penuturan Darma. Dia terlihat kebingungan sendiri, dengan kejadian yang baru saja di alami nya.
"Aneh banget, perasaan tadi aku sedang bertempur dengan lelaki tampan, yang pernah mendatangi ku haritu. Tapi kok, malah setan ini pulak yang menggempur ku? Apa tadi cuma mimpi ya, tapi kok kayak nyata sih?" batin Ayu heran.
Ayu termenung sejenak. Dia tidak habis pikir dengan kejadian yang di alaminya. Melihat keterdiaman Ayu, Darma pun kembali membuka percakapan.
"Woy, kok malah bengong gitu sih? Kesambet ya?" ledek Darma sembari menepuk bahu Ayu.
Mendapat tepukan di bahu nya, Ayu pun reflek melatah karena saking terkejut nya dengan ulah Darma.
"Eh copot eh copot." latah Ayu sembari mengelus dada nya.
"Aaagghhh, bikin jantungan aja pun kerjaan nya." pekik Ayu lantang.
Ayu langsung membalas perbuatan Darma. Dia menyerang badan Darma secara membabi-buta, dengan cubitan-cubitan kuat di dada dan juga lengan Darma.
Bahkan, Ayu juga menarik rambut Darma dengan sekuat tenaga. Sehingga membuat Darma memekik kesakitan, dan berusaha melepaskan diri dari serangan Ayu.
"Aaauuw, sakiiiiit. Lepasin, dek!" pekik Darma.
Setelah bersusah payah melepaskan tangan Ayu dari rambut nya. Akhirnya, cengkraman Ayu pun terlepas juga, dan Darma pun bisa bernafas lega.
"Hahahaha, kapok!" gelak Ayu.
Ayu merasa sangat puas, karena sudah melampiaskan amarah nya kepada suami gila nya tersebut.
"Kau ini kenapa sih? Kesurupan apa gimana? Kuat banget tenaga nya." omel Darma dengan wajah masam.
"Ya, aku memang kesurupan. Kenapa rupanya, hah?" tanya Ayu balik.
"Ya...Ya gak papa, sih. Pantesan aja tenaga mu jadi berlipat-lipat gitu, di bantu tenaga setan rupanya." jawab Darma.
"Yupz, betul sekali. Maka nya jangan macam-macam sama ku. Biar setan penunggu badan ku ini, gak marah lagi sama mu." balas Ayu asal.
Mata Darma langsung terbelalak lebar, saat mendengar penuturan aneh yang keluar dari bibir istri nya tersebut. Dia tampak sedang berpikir, apakah Ayu benar-benar serius dengan ucapan nya atau tidak.
"Jangan ngomong yang aneh-aneh, ah! Bikin merinding aja." ujar Darma sembari mengusap-usap kasar kedua lengan nya.
"Siapa yang ngomong aneh-aneh? Itu memang real kok. Kalau gak percaya ya sudah." balas Ayu santai.
Darma semakin menajamkan tatapan nya kepada Ayu. Dia sama sekali tidak percaya dengan semua omong kosong Ayu barusan.
Melihat tatapan tajam Darma, Ayu pun cekikikan dalam hati sambil mengumpat suami nya tersebut.
__ADS_1
"Sukurin, emang enak di kibulin, hihihi." batin Ayu.