Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
10


__ADS_3

"hah apa yang bisa aku harapkan dari pria dengan pemikiran pendek seperti Dewa ." gumam Nisa .ia lihat jam yang melingkar di tangan nya . Masih ada sekitar 3 jam lagi menuju jam makan siang .


Nisa memilih membuka laporan keuangan di butiknya , sebelum pergi ke tempat yang di tentukan oleh Angga . Setelah membuka laporan keuangan dengan serius . Nisa hampir melupakan waktu jam makan siang .saat ia sadar jam telah menunjuk kan pukul Setengah dua belas ,Nisa segera meringkas barang barangnya . Memasukan ponsel ke dalam tasnya dan juga kunci mobilnya .


"Ul titip jaga butik nya ya ." teriak Nisa kepada asisten nya .


"Baik mbak ." jawab Ulfa Nisa segera pergi meninggalkan butiknya .


Nisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang , ia tahu dirinya telah terlambat datang ke restoran , tempat yang telah Dewangga tentukan . Tapi Nisa tidak ingin ngebut , ia biarkan Dewangga untuk menunggu nya .ia tidak ingin dirinya kenapa napa ..


Satu jam kemudian Nisa sampai ke restoran itu . Ia celingak celinguk mencari keberadaan Dewangga , sampai ke seluruh penjuru ruangan tapi tidak menemukan keberadaan pria itu .


"Apa mungkin dia belum datang ." gumam Nisa .


" Maaf , apa anda nona Nisa ." sapa seorang waiters yang tiba tiba ada di samping Nisa .


"Iya benar mbak ." ucap Nisa .


"Kalau begitu mari silahkan ikut saya ,nona sudah di Tunggu oleh pak Angga ." Nisa mengangguk pendek dan pergi mengikuti weiters dari belakang . sesekali mata Nisa melihat ke sekeliling restoran itu .karena baru kali ini Nisa datang dan masuk ke dalam nya .


Weiters membawa Nisa ke bangunan bagian atas restoran itu , Nisa menebak kalau itu pasti tempat VIP . Weiters berhenti di depan sebuah ruangan dengan pintu ganda . Berwarna coklat muda dengan ukiran jepara . Yang paling mencolok adalah ada insial D terpampang jelas di tengah pintu .


"Silahkan masuk nona ." ucap weiters itu mempersilahkan Nisa masuk . setelah membuka pintu lebar lebar .


Tanpa ragu Nisa melangkah masuk , Nisa mengerutkan keningnya . Ia lihat ruangan itu seperti ruangan kerja bukan ruang makan .

__ADS_1


"Duduklah ,mau sampai kapan kamu berdiri di situ ."ucap Angga yang berdiri dari kursi kerjanya .dan pergi duduk di sofa set di sebrang meja kerjanya . Nisa hanya mengikuti kemauan Angga dan memilih duduk di depan nya .


Angga menyodorkan buku menu kepada Nisa .


"Kamu pilih sendiri mau pesan apa ." ucap Angga


"Ini restoran milikmu ." tanya Nisa sambil menerima buku menu dari tangan Angga .


"hemm ." Gumam Angga pelan .karena pria itu sibuk mengetik sesuatu di ponselnya .


"Aku mau ini , ini dan ini ." ucap Nisa memilih 3 menu dan terakhir sebagai makanan penutupnya ia pesan salad buah dan air mineral .


"Kamu yakin , akan bisa menghabiskan semua itu ." tanya Angga sedikit terkejut . Karena Nisa bisa menghabiskan makanan sebanyak itu . Kebanyak kan wanita wanita yang ia kenal sangat menjaga pola makan nya . Tapi nafsu makan wanita di depan nya ini beda .


"Kenapa , kamu keberatan untuk membayarnya , jangan takut aku masih bisa bayar sendiri kok ,aku juga banyak uang ." ucap Nisa sedikit angkuh dan mengeluarkan dompetnya dari dalam tas , dan meletak kan dompetnya di atas meja .


"Apa kamu barusan panggil aku sayang .," tanya Nisa dengan wajah bersemu merah .Angga mengangkat alisnya bingung .


"emm maksud aku , sayang kalau tidak habis ." kata Angga kala ia mengerti Arti dari rona merah di wajah Nisa . Seketika suasana berubah menjadi canggung .


Nisa mengusap kakinya karena salah tingkah .ia sangat malu sekarang , kalau bisa ia ingin segera menghilang dari hadapan pria itu sekarang juga ..


Angga menekan interkom di meja nya dan memanggil weiters .tak lama kemudian weiters datang membawa note di tangan nya


Angga memesan pesanannya sendiri , baru kemudian memesankan oesanan Nisa . Selama menunggu pesanan datang . Mereka beedua diam tidak ada yang bicara .

__ADS_1


Angga sibuk dengan ponselnya yang berbunyi terus menerus .dan nisa memperhatikan interior ruangan kerja Dewangga .menurut Nisa selera Angga sangat lumayan dalam memilih furnitur lumayan bagus .di lihat dari pemilihan sofa dan meja kerja pria itu terkesan sangat elegan .


Mata Nisa terhenti pada sebuah bingkai foto di meja kerja Angga . Foto keluarga yang kelihatan harmonis . Tapi tak terlihat jelas karena posisinya yang mrnyerong .


Setelah makanan mereka datang , Angga meletak kan ponselnya dan fokus pada makanan nya . Tapi sesekali ia mencuri pandang . kepada wanita di depan nya yang begitu antusias dengan makanan di depan nya . sudut bibir Angga sedikit terangkat melihat tingkah Nisa , entah kenapa ia menyukainya , suka melihat wanita itu makan dengan lahap .


Angga dengan buru buru menurunkan pandangan nya . Saat ia tahu Nisa akan mengangkat wajahnya .


"Ini enak sekali , apa aku boleh menambah lagi ." ucap Nisa yang menunjuk kan piring kosongnya bekas salad buah . Angga hanya mengangguk dan menelpon weiters nya .tak lama kemudian weiters datang dengan sepiring salad buah lagi .


"Terimakasih ." kata Nisa sambil tersenyum senang . Angga hanya menunggu Nisa sampai dia menghabiskan makanan nya ia tidak perduli dengan notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya . Fokusnya sekarang hanya pada Nisa .


"Bicaralah , aku sudah selesai ." ucap Nisa sambil menumpuk piring piring kosong itu dan menyingkirkan ke tepi meja dan fokus menatap wajah Angga .


"Saya ingin membahas soal status kita ." kata Angga memulai pembicaraan nya . senyum Nisa mengembang ia berharap Angga mengakhiri status bohongan nya itu .


"Pertama kita berdua bisa bicara non formal , kedua hubungan kita akan berakhir setelah Lisa dan Bily menikah ." ucap Angga yang di bantah oleh Nisa


"mengapa tidak kita akhiri saja semua ini . Saya ..


Aku tidak akan merusak hubungan Lisa dan Bilyam , dan kamu juga tidak punya bukti itu kan ." Nisa merubah panggilan saya saat melihat mata Angga melotot .


"Aku tidak perlu bukti , dengan kedatangan kamu ke rumah tanpa ada Bily itu sudah membuktikan kalau kamu ingin mengintimidasi perempuan itu kan ."ucap Angga .


"Berapa kali sih aku harus katakan kalau kita itu berteman . Kalau kamu tidak percaya , kamu bisa tanya Lisa atau Bilyam sendiri ." ucap Nisa nyolot , ia kesal selalu di tuduh jahat saat dirinya akan berbuat baik .

__ADS_1


Angga hanya angkat bahu acuh . Sebenar nya ia tau kalau Nisa bicara jujur dari sorot matanya . Tapi ia tak mau percaya begitu saja . Yang paling penting , ia akan tetap memantai dalam satu bulan ini . Ia akan mengirim seseorang untuk memantau Nisa .


Nisa bertekat akan membuktikan Angga , kalau ia tidak ingin merusak hubungan Lisa dan Bilyam . Ia ingin cepat cepat mengakhiri status mereka , ia tidak ingin berurusan lagi dengan Angga .


__ADS_2