Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
189


__ADS_3

Mata Johan bahkan tampak berbeda , dia seperti orang yang lagi kesurupan .


" yang benar saya , Apa mungkin Johan benar benar punya gangguan jiwa , sudah tidak waras lagi ." ucap Angel dalam hati .


" kamu lepaskan aku Jo , kamu sudah gila , b******k ." teriak Angel .namun yang Angel rasakan malah sebaliknya tangan nya semakin sakit akibat cengkraman Johan yang semakin kencang .


"Astaqfiruloh , Johan ." pekik Angel kembali karena Johan tidak juga mendengarkan nya .


Angel berencana , dengan cara berontak Johan tidak juga melepaskan cengkraman nya , maka ia juga akan ikut menyakiti laki laki itu dengan menginjak kakinya Johan dengan tumit sepatunya yang sedikit runcing .


"Auk... " pekik Johan sambil melepaskan cengkraman di tangan Angel . Johan kelihatan murka , Dengan wajah yang memerah membuat Angel menjadi ketakutan .


" Dasar gila ." ucap Angel sambil berlari meninggalkan Johan . Tapi Johan masih bisa menangkapnya lagi .


"Angelia dengarkan aku dulu ." ucap Johan dengan wajah yang masih memerah menahan marah dan kesal .Angel geleng kepala tidak mau , ia tidak mau bicara dengan Johan .


"tidak mau , kamu sudah tidak waras ."ucap Angel sambil berontak melakukan penolakan .


Mendengar Angel lagi lagi mengatainya tidak waras . Membuat johan mengeram kesal , sudah sejak tadi ia berusaha untuk tidak menyakiti Angel melebihi dari sekedar cengkraman . Namun Angel terus saja mengatai dirinya gila .


Bagi Johan ia hanya mengambil sesuatu yang di dalam nya ada haknya , dan haknya lebih besar di banding milik Arga , Johan hanya ingin meluruskan semuanya , Agar Angel tidak salah paham , tapi ia terus mendengar tuduhan dari Angel , kalau dirinya tidak waras dan sudah gila .


"Aku ngak terima kamu bilang gila , Angelia . Aku baik baik saja .Aku berhak duduk di kursinya Arga ." ujar Johan tanpa melepaskan tangan Angel sama sekali . Ia juga mengabaikan ringisan Angel karena pergelangan tangan nya ada dalam cengkeraman nya .


" terserah , bagiku kamu tetap saja gila , lepaskan tangan ku br*****k ."pekik Angel


"Angelia ." Bentak Johan yang juga telah kehabisan kesabaran nya .


Suara Johan yang kencang membuat Angel bergidik ngeri . Angel bingung ,Ia tidak tau apa yang membuat Johan marah . Ia hanya mengatakan kalau dia gila karena tiba tiba ingin merebut kedudukan Arga .tapi reaksi Johan begitu berlebihan menurut Angel . Tapi ia juga tidak berani bertanya , ia takut kalau kalau Johan benar benar tidak waras .

__ADS_1


"lepaskan aku Jo , ku mohon ." pinta Angel .


"ngak ." tolak Johan


"Aku ngak akan lepasin kamu , sebelum kamu mengatakan kalau apa yang aku lakukan adalah benar ." ucap Johan.


Angel melotot , ia tidak sudi mengakui sesuatu yang menurutnya salah .." Wahh kamu benar benar sudah gila ya jo ."Angel tidak percaya kalau Johan akan memaksanya .


"Aku ngak gila Angelia , aku dah katakan berapa kali , kalau aku ngak gila ." pekik Johan menahan geram .


Angel semakin bingung di buatnya , oleh sikap johan .


"Iya , iya sekarang lepaskan tangan aku , Jo . Aku harus kerja ." ucap Angel berusaha untuk mengalah .


"jadi kamu mengakui , kalau apa yang aku lakukan tidak salah ." tanya Johan , belum juga melepaskan genggamannya di pergelangan tangan Angel .


"Bukan begitu jo , kamu itu tetap salah dan jangan ganggu Arga ." ucap Angel sambil geleng kepala . Angel tidak tau kalau jawaban dia tetap membuat Johan semakin murka . Tadinya cengkraman di tangan nya telah mengendor , dan kini kembali mengencang lagi , hingga membuat Angel meringis kesakitan lagi .


***


Anis yang merasa Angel terlalu lama pergi dengan Johan . Ia merasa sedikit khawatir , akhirnya Anis memutuskan untuk melihatnya . Mata Anis melotot melihat Angel menahan sakit karena Johan .


" lepaskan , apa yang kamu lakukan ." ucap Anis sambil menarik tangan Johan . Tapi tangan johan mencengkeram tangan Angel sangat kuat .


Dugaan Anis benar , lamanya Angel dan Johan di atas bukanlah hal baik , karena Angel tidak punya rasa kepada Johan .ternyata benar di atas telah terjadi musibah .


Anis meninggalkan meja kerjanya setelah Arga meninggalkan ruangan kerjanya . Entah kemana Bosnya itu pergi , karena itu Anis ada waktu menyusul Angel .


"Pak Johan apa yang sedang anda lakukan ." ucap Anis lagi . Walau begitu Anis masih bicara sopan kepada Johan , karena Anis juga belum begitu mengenal Johan .

__ADS_1


"Astaga , nis tolongin aku , dia benar benar sudah tidak waras , lihat tangan aku sudah membiru dia tidak mau melepaskan nya juga . Sakit nis ." berkali kali Angel mengatakan Johan tidak waras , berkali kali juga Johan menambah kan kekuatan cengkraman nya .


Anis kembali mencoba membantu Angel lepas dari cengkeraman Johan , tapi tak mampu tenaga Johan luar biasa ."Lepaskan angel atau saya panggilkan tim keamanan untuk ke sini ." ancam Anis . Berharap Johan mau melepaskan Anis .


"Anda tidar dengar pak Johan ? . Saya akan panggilkan tim keamanan sekarang juga ." ucap Anis mengulanginya lagi .Johan berdecak kesal , ia menganggap Anis datang hanya untuk menganggu . Johan menatap Anis tajam . Tapi Anis tidak gentar sedikitpun .


Dengan perasaan kesal Johan pergi meninggalkan tempat itu . Tanpa bicara apa apa . Sebenarnya masih banyak yang ingin ia jelaskan kepada Angel .


"Kamu tidak apa apa An ."tanya Anis . Angel baru saja menghembuskan nafasnya dengan lega . Setelah tidak melihat lagi punggung Johan di sana . Sebenarnya tak ada yang tau kalau sebenarnya dalam hati Angel sangat ketakutan . Angel menggelengkan kepala nya .


"Aku ngak apa apa , terimakasih Nis ." jawabnya sambil mengelus pergelangan tangan nya yang membiru karena ulah Johan . Anis mendekat ikut mengelus tangan Angel .


"Pak Johan kenapa sih ." tanya Anis yang kelihatan aneh di matanya . Angel juga hanya mengendikan bahunya .


"Dia sepertinya sudah gila Nis ." jawabnya ." eh ya udah ayo , Aku harus pergi menemui pak Bos , Aku harus memohon Agar tidak di pecat ."lanjut Angel .


"huhh ." Anis terkejut .


"Iya Nis , aku ketahuan ." jujur Angel .


"Ketahuan ." tanya Angel dengan wajah kebingungan .


"Aku ketahuan pura pura menjadi calon ibunya Indira ."bisik Angel . Sejujurnya sekarang ia merasa menyesal telah membohongi Arga .Namun , apa boleh buat semua sudah terjadi . Ia hanya berharap masih bisa di perbaiki


"Astaga ." pekik Anisa ." Buruan tadi Pak Bos lagi keluar An ." jelas Anis .


"Kemana ." tanya Angel .


Angel mengelengkan kepalanya ." Tidak tau karena dia tidak bilang apa apa ." jawab Anis .

__ADS_1


Keduanya pun meninggalkan atap dan kembali ke meja masing masing . Dan ternyata benar Arga tidak ada di ruangan . Angel bertanya tanya kemana Arga pergi .


Tak lama setelah itu Angel melihat raga Arga memasuki ruangan kerjanya yang tinggal satu ruangan . Angel melirik Arga , Ia ingat tadi Arga telah memecatnya . Namun tentu saja Angel akan tetap bersikap keras kepala seperti biasa . Ia tidak akan menerima pemecatan begitu saja .


__ADS_2