
Arga langsung melangkah menuju ke ruangan kerjanya ,Angel juga segera menyusul masuk ke ruangan kerjanya yang sama satu ruangan dengan Arga .
"Sudah sarapan pak ." tanya Angel memecah keheningan di antara mereka berdua .
"Sudah ." jawab Arga . Lagi lagi Angel mendapat jawaban singkat yang Angel terima . Angel menurunkan bahunya lesu , seperti ada yang tidak beres , Angel yakin akan hal itu .
Firasat Angel mengatakan , Arga sengaja bersikap lebih dingin pada dirinya . Mendadak ada yang patah dari kebanggaan nya semalam . Semangatnya semalam yang melambung setinggi langit harus pupus melihat sikap Arga pagi ini .
Angel bertanya tanya dalam hati ." apakah kebahagiaan akan berakhir hari ini ." Arga bersikap kembali tidak perduli dengan sikap cueknya . Arga juga tidak lagi penasaran dengan nya.padahal beberapa hari ini Angel menemukan perubahan pada diri arga .
Diam diam arga memantau dari jauh walau tidak secara terang terangan . Arga juga kerap menunjukan rasa penasaran nya . Tapi pagi ini dia kembali lagi seperti dahulu . Bahkan menurut Angel sikap Arga lebih buruk dari sebelumnya . Apa mungkin Arga kecewa , karena ia dekat dengan johan . Apa mungkin almarhum istri Arga kembali menghalanginya untuk move on lagi .
Kebanyakan begitu , karena merasa bersalah , tidak bisa bergerak untuk mencintai wanita lain . Karena merasa bersalah pada almarhum istrinya yang telah tiada . Angel bertanya tanya , apa mungkin Arga termasuk laki laki di dalam nya selain Ayahnya .
Entahlah , yang penting sekarang Angel tidak mau berhenti sampai di sini . Ia masih ingin berjuang tidak mau menyerah .apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan perhatian Arga lagi . Tidak masalah walau hal kecil , yang penting dari Arga , Bos galaknya itu .
"Bapak mau saya buatkan kopi ." ucap Angel lagi begitu keheningan menyelimuti mereka kembali .
Arga berdecak kesal , dan kembali menatap Angel agak kesal ." Tidak , kerjakan saja tugasmu . Tidak usah banyak tanya ." ujarnya dengan suara tegas terdengar dingin .
Angel mengkerut , dan Arga menyadari itu ." Baguslah ." gumam Arga dalam hati .
Memang tujuan Arga adalah untuk membuat Angel takut dan menjauh dari nya .jika di pecat berkali kali tidak membuat Angel pergi . Mungkin dengan menghindar dan bersikap sangat kejam akan berlahan membunuh perasaan sekretarisnya itu .
__ADS_1
"Baik pak , saya minta maaf , saya akan kembali melanjutkan kerja saya lagi ." Angel memilih menjawab Arga dengan tak kalah dingin . Bahkan sekarang senyum tak terlihat di wajah cantik sekretarisnya itu .
Kini gantian Arga yang terkejut , ia mengepalkan tangan nya dengan erat . namun Arga juga tidak menegur Angel , ia lebih memilih mengabaikan dari pada banyak bertanya .
Melupakan bagaimana sikap dan cara Angel membalas ucapannya . Arga pun kembali memfokuskan diri pada lembaran dokumen yang baru saja ia baca . Sebisa mungkin ia mengabaikan Angel , Arga hanya ingin menempati janjinya pada Angela semalam . Tidak peduli seberapa terganggu dirinya sekarang saat berhadapan dengan Angel .ia akan berusaha mengabaikan nya .
***
Sampai sejak pagi hingga menjelang makan siang hari pun tidak ada interaksi berarti di antara mereka . Mereka hanya berbagi kata bila ada soal pekerjaan . Angel juga bisa profesional . Dia tidak seperti dulu yang berani sekali menggoda Arga . Bahkan ketika sedang dalam suasana bekerja .
Arga sungguh penasaran , tapi sebisa mungkin ia berusaha menolak keingintauan nya itu . Bahkan rasa ingin taunya tentang foto semalam yang ia lihat di story . Lelaki itu benar benar fokus pada pekerjaan nya .
"pak ." panggilan Angel menyadarkan Arga dari pekerjaan nya . Arga mengangkat wajahnya menunggu Angel melanjutkan bicara nya .
Arga menurunkan pandangan nya . Ia melihat jam yang melingkar di tangan nya . Benar saja waktu makan siang sudah berlalu , Arga terlalu fokus dengan pikiran nya , sampai tidak menyadarinya .Arga segera mengangguk singkat dengan wajah tetap menunduk untuk meneruskan pekerjaan nya lagi .
Angel hanya bisa mendesah pasrah melihat semua itu . Ia mengendikan bahunya , ia tetap mencoba berusaha keras bersikap cuek pada Arga . Bukan Angel tidak takut akan benar benar semakin di benci oleh Arga sekarang . Tetapi Angel hanya ingin menguji keberuntungan nya dengan caranya ini .
Ia ingin membuktikan metode tarik ulur berpengaruh tidak kepada Bosnya itu . Lagian ia masih punya Indira untuk meluluhkan Arga . Bila nanti sudah waktunya .
***
Angel keluar dari ruangan nya . Meninggalkan Arga yang masih berkutat dengan berkas berkas di meja kerjanya . Angel pergi menghampiri meja Anisa tapi ia kecewa karena Anisa sudah tidak ada di mejanya .
__ADS_1
Angel menghembuskan kan nafas kecewa karena Anisa sudah pergi duluan , karena dirinya juga lambat keluar . Terpaksa Angel pergi turun ke kantin untuk makan siang , tidak ada waktu untuknya pergi makan ke restoran .sudah terlalu telat , ia juga takut waktunya tidak cukup .
Angel kembali ke kantor setelah selesai makan siang . Ia tidak mendapati Arga di ruangan kerjanya . Ia percaya kalau Arga pergi mengisi perutnya . Angel meraih ponselnya , ia masih ada waktu sepuluh menit lagi .sesuai janjinya semalam untuk menghubungi Indira .Angel juga sudah berhari hari tidak menghubungi gadis kecil itu .
Angel segera menekan nomor telepon suster monica yang telah ia simpan di ponselnya . Orang yang paling dekat dengan Indira selain Arga . Di dering pertama tidak ada yang angkat , dering ke dua baru terdengar sautan dari sebrang .
"Hallo sus , ini saya Angelia , Apakah Indira nya ada ." tanya Angel setelah memperkenalkan diri .
" iya mbak , kebetulan non indira sudah menayakan berulang ulang ." ucap sus monica . Ia merasakan kalau anak asuhnya sangatlah merindukan Angelia , Wanita yang pernah dia panggil mama.
" mbak Aan tunggu sebentar ya saya panggilkan non Indira dulu ." ucap sus monica . Dari sebrang telepon terdengar langkah kaki yang sedang berlari , Angel percaya sus monica jauh dari Indira .
"Mama Aan ." panggil indira sambil tersenyum bahagia di tempat .Angel tersenyum saat mendengar suara imut indira yang telah mencuri hatinya .
"Apa kabar mu sayang ." sapa Angel sambil mencari keberadaan Arga .
"Mama tidak ada waktu banyak sayang , sebelum papamu kembali kita ngobrol sebentar ya ." ucap Angel
"Iya ma , Rara juga sudah kangen sama mama ," balas Indira , Angel tersenyum mendengar keluhan Indira .
"mama juga kangen , kapan kapan kita cari waktu untuk bermain bersama , bagaimana ." ucap Angel .
"Benarkah ma , kita bisa main bareng ."tanya Indira sangat bahagia . Dan sangat antusias .
__ADS_1
"ya tentu saja , apa yang tidak buat putri mama . Nanti rara tunggu kabar dari mama ya ." ucap Angel . Ia harus mencari waktu untuk cuti dari Arga dan membawa Indira pergi bermain sehari penuh . Untuk membahagiakan calon putri sambungnya itu .