
"Berani beraninya kamu bertanya itu bukan ranah kamu , bukan juga urusan kamu ."ucap Arga .
Angel tidak bisa terima jawaban Arga . Ia sudah terlanjur kehilangan pekerjaan nya . Maka ia harus tau siapa sebenarnya Arga . Kenapa Indira memanggilnya papa .
"Jadi benar Indira putri kandung bapak .? Wahh saya benar benar terkejut . Tapi kemana Istri bapak ,? Oh iya nama dia Angela kan , terus kenapa Indira memanggil saya Mama .? ," tanya Angel beruntun . Angel tidak membatasi lagi antara atasan dan bawahan . Ia juga sudah tidak perduli dengan peringatan yang Arga berikan .
Demi alloh , Angel tidak pernah menyangka kalau selama bersama dengan Arga , ia tidak pernah berpikir kalau Arga seorang duda . Arga seperti seorang bujangan yang sukses penuh pesona . Angel menggelengkan kepalanya berulang ulang kali , ia tidak bisa mempercayai semua ini . Tetapi ia ingin 'Arga menjawab semua pertanyaan nya .
"Jawab pak Arka ." ucap Angel dengan suara sedikit keras , Angel sudah kehilangan etika antara atasan dan bawahan di mata Arga .
"Ya dia putri kandung saya , puas kamu .? Kenapa kamu menyesal telah tebar pesona padaku selama ini ." bentak Arga yang juga ikut meluapkan kekesalan nya . Ada sedikit rasa sakit melihat Angel yang seakan tahu akan status dirinya .
Angel menatap Arga tidak percaya ." jadi dia tau , selama ini aku mengejarnya . Jadi sikapnya selama ini ,tidak jauh dari Ayah , yang sangat mencintai istrinya , dan pak Arga takut kehadiran ku akan membuat putrinya , dan istrinya akan terluka oleh wanita baru sepertiku dalam hidupnya ." gumam Angel dalam hati .
"Pak arga keterlaluan , pak Arga tau apa yang saya lakukan . Tapi pak Arga tidak mau bilang jujur padaku , kalau sebenarnya pak Arga sudah menikah . Biar aku ..... " Angel diam , tak mau meneruskan kata katanya , semua sudah tidak berarti lagi .
Namun Angel tau , kekecewaan yang ia rasakan saat ini adalah kehilangan sosok Arga untuk selama lamanya .
"Lalu di mana Istri bapak ,? Angela , kenapa dia tidak ada di sini ,ikut merayakan ulang tahun Indira ." Angel memberanikan diri untuk bertanya lagi . Karena Arga belum menjawab pertanyaan nya tentang Istrinya . Siapa tau Arga telah bercerai dengan istrinya , dengan begitu Angel merasa masih ada kesempatan untuk tetap memiliki Arga , walau Arga telah membohonginya .
Arga berdecak kesal , kebencian nya pada Angel semakin dalam . Karena Angel selalu memojok kan istrinya . Arga membawa jari telunjuk nya ke arah wajah Angel tapi Arga belum sempat bicara . Tiba tiba pintu ruangan kerjanya terbuka dengan kasar .
__ADS_1
"Mama Aan , Mama Angel sudah ngak ada , mama Aan dan papa jangan berantem lagi ya ." orang yang telah membuka pintu ruang kerja Arga tidak lain adalah Indira .
Arga dan Angel sama sama melotot menatap Indira yang memanggil Angel dengan sebutan mama Aan . Arga terdiam melihat buah hatinya datang dengan wajah yang murung . Di belakang Indira ada suster monica dan bik nina yang menunduk kan kepala karena ketakutan .
Arga menatap tajam kepada mereka berdua , karena telah membiarkan putrinya melihat kemarahan nya kepada Angel .sementara Angel berdiri terpaku .
"Mama Angel sudah ngak ada , apa itu artinya Angel sudah meninggal ." gumam Angel dalam hati .
"kata papa , mama Angel sudah lama berada di syurga , mama Angel sudah bahagia di sana ." ucap Indira kepada Angel yang masih berdiri kaku di tempat . Suara gadis itu sangat kecil tapi mampu membangunkan Angel dari lamunan nya .
Angel menatap Indira ia berjongkok di hadapan Indira mensejajarkan dirinya dengan gadis kecil itu .
"maafkan tante ya lady rara yang cantik . Tante Aan tidak tau kalau mama nya Rara sudah tiada ." ucap Angel dengan rasa menyesal , Angel berharap rasa penyesalan nya bisa sampai ke pada Arka . Kalau dirinya tau Istrinya sudah meninggal tentu saja ia tidak akan pernah bicara sembarangan . Angel mengelus kepala Indira . Indira malah memejamkan matanya sambil tersenyum .
"Dulu indira seperti pernah merasakan elusan seperti ini ma , tapi Lupa di mana ." Angel seperti merasakan denyutan di hatinya . Pelan pelan Angel menarik tangan nya dari kepala Indira .
"Mama Aan ." Angel melihat ada tatapan kekecewaan di mata Indira .
"kenapa mama sebut diri mama dengan sebutan tante . Bukankah sekarang mama Aan sudah jadi mama nya Indira ." protes Indira .
"Aku sedih kalau mama Aan juga pergi seperti mama Angel .Jadi mama Aan jangan marah lagi sama papa ya , dan papa . Jangan papa marah sama mama Aan , dan juga jangan pecat mama ." ucap Indira .
__ADS_1
Sekarang Arga mengerti sejak kapan Indira mendengarkan percakapan nya dengan Angel , Arga memejamkan matanya , ia tidak pernah menyangka akan ada kejadian seperti ini di pesta ulang tahun putrinya . Padahal kado yang akan Arga berikan pada indira adalah sebuah surat dari Angela bukan Angelia sebagai mama barunya .
Arga pikir malam ini malam penuh haru dan waktu yang tepat untuknya menyerahkan surat dari istrinya , karena Indira juga dah berumur lima tahun , ia membayangkan kalau malam hari ini ia dan Indira akan membaca surat dari Angela sama sama .tapi tidak pernah ia sangka kalau Angel akan hadir di rumahnya , dan mengacaukan semuanya .
"wanita pengacau , sudah benar aku putuskan untuk memecatmu ." gumam Arga dalam hati . Ia merasa Angel hanyalah penghancur rumah tangganya saja .
Arga menarik Indira dengan kasar dan paksa ke dalam pelukan nya . Ia ingin memisahkan Angel dan Indira . Angel dan Indira sama sama terkejut dengan perlakuan Arga . Angel berdiri dari jongkoknya dan menatap Arga tidak percaya .
"Dia bukan mama kamu Indira ." ucap Arga sedikit keras . Membuat semua orang yang ada di sana sangat terkejut melihat sikap Arga .
ini pertama kalinya Indira melihat papanya bicara kasar dan dingin kepada dirinya . Wajah Indira berubah sedih dan murung . Ia tidak pernah menyangka papanya akan bersikap seperti itu dengan nya .
" Tapi pa ..
"Indiraa....." entah kenapa hari ini Arga tidak bisa mengontrol emosi nya . Indira yang mendengar suara dingin Argapun hanya bisa diam ketakutan .melihat keadaan Indira Angel nekat merebut kasar Indira dari tangan Arga .
Angel memeluk tubuh Indira dan mengelus punggung gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang . Tapi matanya menatap tajam pada Arga .
"Berani sekali kamu ." tunjuk Arga kepada Angel ,sembari merebut tubuh Indira dari Angel . Tapi Angel keras kepala , tidak hanya dalam kerja an . Tetapi juga dalam hal lain , Angel masih menatap Arga dengan tajam .
"Bapak jangan masukan Indira dalam permasalahan kita . Indira tidak tau apa apa ." ucap Angel dengan kesal .
__ADS_1
Rahang Arga semakin mengeras emosinya semakin tersulut ." siapa dia begitu berani dengan ku ." tanya Arga dalam hati .