
"Mama sini ." teriak indira lagi . Setelah Arga mengangguk kan kepala baru Angel berani mendekat .
"Mama berdiri di sebelah kanan Indira dan papa berdiri di sebelah kiri indira ya ." Indira tersenyum bahagia dalam hati suasana seperti ini lah yang ia tunggu tunggu dari dulu . Ada mama dan papa di sampingnya .
" mama bantu Indira tiup lilin ya ." pinta Indira lagi .
Angel menangguk dengan kaku , ia menunduk dan siap untuk meniup lilin yang ada di atas kue ulang tahun itu . Tapi Mata dan tenggorokan Angel seakan tidak ada fungsinya . Ia membaca nama gadis kecil itu "ANGELA INDIRA ABIMANA ." Angel benar benar sulit bernafas ,sekarang pikiran nya bercabang cabang .
Angel melirik Arga ia minta penjelasan apa yang terjadi sekarang kepada pada Arga . Tapi Arga malah menatapnya dengan tajam . Angel kenal dengan tatapan itu , Arga meminta Angel segera menuruti permintaan Indira , ia tak ingin Indira menunggu nya lama .
Masih dengan pikiran yang bercabang , Angel kembali menatap kue ulang tahun Indira dan membantu indira meniup lilin .
"Mama mau tau , apa yang jadi permintaan di dalam do'a Indira , sebelum Indira meniup lilin ."tanya Indira kepada Angel . Gadis kecil di sampingnya itu masih memakai bahasa bayi yang cadel dan membuat Angel kembali terkejut . Angel hanya tersenyum kaku dan mengangguk .
"Semoga mama secepatnya tinggal bersama Indira dan Papa di rumah ini .ucap Indira sambil tersenyum kepada Angel .
"Astaga senyum dia , mereka berdua mempunyai garis wajah yang sama , mirip sekali dengan Pak Bos galak , jadi benar dia anak pak Arga ." gumam Angel dalam hati . Angel pelan pelan menelan ludahnya .
"Indira cepat potong kue nya ." ucap Arga yang sejak tadi hanya diam . Kini angkat bicara untuk mengalihkan tatapan Indira dari wajah Angel .
"Baik papa ," ucap Indira cepat sambil menganggukan kepalanya .
"Untuk mama dan papa ." tak pernah di bayangkan oleh siapa pun . Suapan kue pertama Indira berikan kepada Angel . Dengan ragu Angel mengigit kue itu hanya separuhnya . Dan yang membuat nya jantungan adalah lah bekas gigitan nya di suapkan semuanya kepada Arga oleh Indira .
__ADS_1
Arga menelan bulat bulat kue itu tanpa mengunyahnya , Angel ikut menelan ludahnya dengan cepat ia melihat kemarahan yang di tahan di depan putrinya . Ada rasa takut dan gembira di hati Angel ia tahu Arga hanya menghargai dan mendengarkan kata putrinya .Benar Arga menahan amarahnya di depan Indira .
"Papa terimakasih ya kadonya , Indira suka sekali . Mama cantik sekali , sepertinya mama baik deh ." ucap Indira . Arga melirik Angel , ia juga heran sejak tadi putrinya mengatakan itu padanya . Padahal kadonya untuk Indira bukan Angel .
Arga tak bisa menghilangkan lirikan tajamnya dari Angel . Ia tidak habis pikir bagaimana sekretarisnya itu bisa sampai di rumahnya , dan kenapa bisa jadi bagian dari ulang tahun Indira juga . "Apa yang di lakukan perempuan itu di rumahku , bukankah aku sudah pernah berpesan agar tidak pernah berpikir sekali kali untuk mencari nya atau datang ke rumah ." gumam arga dalam hati .
"Papa ." panggil Indira yang lama tidak menyahuti ucapan nya . Arga dengan cepat mengalihkan pandangan nya kepada putrinya .
"Indira sayang , kamu di sini dulu sama bibi nina dan sus monika ya , papa ada masalah sebentar dengan Angelia dulu ." ucap Arga sambil memegang bahu putrinya .
Indira membola kan matanya lebar lebar , senyumnya juga melebar .mendengar Arga menyebut nama Angel .
"Oh jadi nama Mama Angelia , mirip dengan nama aku pa , Angela ." ucap Nadira sambil mengeja namanya Sendiri .
Sementara Arga geram dengan indira yang menyama nyamakan nama dia dengan Angel . Memang nama itu depannya Arga sendiri yang memberi dan nama tengah indira adalah nama dari istrinya . Walau dalam hati kecilnya membenarkan ucapan putrinya .
" kamu ikut sus monica dulu ya sayang ." ucap Arga tanpa meninggikan suaranya .
"Siap pa ,mama Indira main dulu sama sus monica dulu ya . Nanti mama jangan pulang ya , tidur sama indira saja ." pinta Indira di akhir kalimat nya pada Angel .
Tentu Angel tidak mudah untuk mengiyakan permintaan Indira . Lagi pula terlalu banyak masalah dan kejadian yang membingungkan di hati nya . Tidak masalah baginya Indira memanggilnya mama . Tapi ia perlu penjelasan yang lebih siapa sebenarnya Indira .
"Ayo ikut saya ." ucap Arga yang melihat Angel masih melamun . Arga menarik tangan Angel dengan paksa setelah Indira meninggalkan tempat itu bersama suster dan bi nina .
__ADS_1
Arga tidak memperdulikan ringisan dari bibir Angel , ia punya alasan memperlakukan Angel dengan kasar . Setelah sampai di ruang kerjanya Arga menghempaskan tangan Angel dengan kasar hingga bahunya terasa sakit . Arga menatap Angel dengan tatapan tajam . Angel membuang pandangan nya ,tak sanggup ia menatap tatapan tajam Arga .
"tamat lah riwayatku , aku telah menambah satu masalah tanpa ku sadari . Baiklah , aku dah terlanjur basah , pepatahkan mengantakan , terlanjur basah ya sudah mandi sekali..." Angel terkikik sendiri dalam hati .
"Angelia Andriana ." Arga menelan ludahnya dengan susah payah setelah menyebut nama Angel dengan lengkap .
"ada apa di balik semua ini . Kenapa nama putriku dan sekretarisku mirip semua dari awal dan tengah ." gumam Arga .
Angel mengalihkan tatapan nya pada Arga , sebelum sempat Arga mengatakan apa yang akan dia katakan . Angel memilih membuka suara lebih dulu . Ia sudah pasrah bila memang harus di pecat sekarang juga .
"Maaf kan saya pak Arga . Karena saya telah lancang datang ke rumah anda , ini semua karena saya tidak ingin anda pecat ."ucap Angel .
"Saya gagal menyakinkan klien terpenting dalam proyek kita ." tambah Angel , ia kira dengan jawaban ini sudah cukup memberi penjelasan kepada Arga hingga dirinya sampai ke rumah ini tanpa di undang .
Arga memejamkan matanya dan menatap Angel dengan tajam ."Kamu saya pecat ." ucap Arga tegas .
Kali ini ganti Angel yang memejamkan matanya . Lalu membukanya pelan pelan dan akhirnya ia mengangguk singkat . Bukan berarti ia menyerah mengaku kalah , hanya saja ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang .
"Baiklah pak , tapi saya punya pertanyaan untuk bapak , Apakah bapak seorang duda anak satu ." tanya Angel tanpa rasa takut sedikit pun .
Tidak tau kenapa , yang ada dalam pikiran Angel sekarang hanya itu , jujur saja , kalau hanya ingin mendapatkan pekerjaan sebagai sekrtaris Arga lagi sangatlah mudah bagi Angel , lewat perantara Ayahnya jika dirinya mau , tapi sekarang fokus Angel hanya pada Indira seorang .
"Apakah Indira putri kandung pak Arga ." tanya Angel lebih spesifik .
__ADS_1
Arga mengeraskan rahangnya . Bagi Arga itu bukan urusan Angel jadi tidak seharusnya Angel menanyakan itu , urusan pribadinya .