
Rangga mengalihkan perhatiannya ke arah ponselnya yang berdering . Di sana tertera ID nomor telepon papanya .
"Hallo pa Assalamau allaikum ." ucap Rangga .
"Kamu di mana ." tanya papa Rangga tanpa basa basi . Dengan suara kesal
"Ada di restoran pa ," jawab Rangga . Yang juga ikut kesal mendengar suara papanya .
"restoran , restoran terus yang kamu urus . Kapan kamu akan mengambil alih perusahaan papa ." ucap Ayah Rangga adi prata .
"Bukan kah kita sudah ada janji , aku akan ambil alih jabatan papa , saat aku berumur empat puluh tahun .papa tidak lupa ingatan kan .kecuali papa sudah akan meninggal ." ucap Rangga asal .
"Anak kurang ajar , tidak punya sopan santun , atau kamu memang berharap papamu untuk cepat mati ." teriak Adi prata . Ia menyesal telah membuat taruhan dengan putranya itu lima tahun yang lalu , yang Akhirnya berakhir dengan kekalahan .
Rangga meletak kan ponselnya ke atas meja setelah papanya memutuskan sambungan telepon nya , secara sepihak . Rangga menghela nafasnya , bila di ingat kan tentang perusahaan papanya .
Sebenarnya ia bisa saja langsung mengambil alih perusahaan , yang di pimpin oleh papanya . Tapi ia tidak ingin bersaing dengan anak kandung papa tirinya atau saudara tirinya . Rangga hanya anak sambung karena mamanya menikah dengan adi prata . Rangga menghargai dan menghormati Adi prata karena telah banyak membantu dan menghidupi serta memberinya kasih sayang yang banyak padanya .
Rangga tidak ingin membuat Joni adi prata , anak kandung dari papa sambungnya semakin membencinya .
TOK ...TOK...TOK
"masuk ." ucap Rangga saat mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya .
"Permisi pak .? Saya mau mengambil piring kotor bekas makan siang bapak ." Rangga mengangkat wajahnya , melihat tangan wanita itu kosong . Biasanya para karyawan nya yang datang mengambil piring kosongnya pasti membawa camilan untuknya . entah itu jus atau buah .
"Duduk ." ucap Rangga dengan tegas .Indah pun duduk dengan gugup .
__ADS_1
"Apa kamu tidak di beri tau . Kalau setiap datang mengambil piring kotor ke ruangan saya . kamu tidak boleh datang dengan tangan kosong ."tanya Rangga . Indah hanya menggelengkan kepala dengan wajah polosnya , karena ia memang tidak di beri tau oleh siapa siapa .
"Apa kamu tidak punya mulut , untuk bertanya tanya dulu , atau memang kamu tidak berniat untuk bekerja di sini ." ucap Rangga . Indah menelan ludahnya dengan kasar . Bayangan bahwa dirinya akan di oecat telah terbayang di depan mata .
"Maaf pak , saya tidak akan mengulanginya lagi . Saya janji ini yang terakhir kalinya ." Indah hanya berharap agar ia tidak di pecat di hari pertama ia bekerja .
Rangga menatap wajah Indah dengan intens .Ia merasa wajah Indah sangat familiar ." Apa kita pernah bertemu ." tanya Rangga .
"Ti - tidak pak , I- ini yang pertama kita bertemu ." jawab Indah gugup . Ia berharap Pria di depan nya itu tidak mengenalinya .Rangga menatap indah dengan curiga . Ia 0ercaya pernah melihat wanita itu . Tapi ia juga tidak ingat kapan dan di mana tempatnya .
"Pak saya minta maaf , karena saya belum memahami peraturan restoran ini , saya akan pergi dan kembali lagi setelah bertanya kepada pak Haikal ." ucap Indah dan berdiri meninggal ruangan kerja Rangga . Dengan langkah lebarnya Indah meninggalkan Rangga dengan wajah penuh dengan rasa penasaran nya .
Indah menggigit jarinya karena panik . Tadi pagi ia bisa bernafas lega dan bekerja dengan tenang karena Rangga tidak mengenalinya . Barusan ia bisa bekerja dengan tenang karena Rangga tidak mengingat kejadian malam itu .
Tapi sekarang Indah tidak bisa menahan rasa paniknya . Ia takut kalau Rangga akan menuntutnya . Karena ia telah menjebak Rangga untuk bermalam dengan nya .
"akhh ." indah tersentak dan membalik kan badan nya dan ia mendapati sinta di belakangny .
" Iya mbak ." sahut Indah .
"Ngapain kamu berdiri di sini , sementara yang lain nya sibuk bekerja ." ucap Sinta sinis .
"saya mau menemui pak haikal mbak .mau menayakan camilan untuk pak Rangga." ucap Indah .
"Kamu kembali lagi kedepan saja , biar saya yang bawa cemilan buat pak Rangga ." Indah mengangguk penuh syukur , karena Sinta mau mengantikan pekerjaan nya .
Sinta tersenyum menatap punggung Indah yang berjalan menjauh . Setelah mengambil.cemilan buat Rangga . Sinta membuka dua kancing baju kemeja bagian atasnya , Dia bertekad ingin merayu bosnya , bagaimana pin caranya malam ini ia harus bisa naik ke atas ranjang bosnya itu .
__ADS_1
Atau mungkin jika ia beruntung bisa jadi kekasih Rangga . Sinta semakin bersemangat ia melangkahkan kakinya dengan gaya anggun menuju ke ruangan Rangga .
Tok...Tok...Tok .
"Pak saya datang mengantar cemilan untuk bapak ." ucap Sinta dari luar pintu .
"Masuk ." ucap Rangga , Rangga melorok saat melihat sinta yang datang .
" kenapa kamu yang datang , bukan Indah ." tanya Rangga .
"Oh dia pergi ke toilet pak , sehingga dia minta tolong sama saya untuk mengantar cemilan kepada bapak ." bohong Sinta .
"letak kan di sini ." ucap Rangga menunjuk meja sofa di depan nya itu .
Sinta mulai berjalan sambil lengak lengok untuk menarik perhatian Rangga .Sinta membungkuk meletak kan cemilan itu , dengan sedikit rendah menunjuk kan buah d**anya yang hampir loncat dari rumahnya .
Rangga tersenyum sinis , ia tau apa yang sinta mau . Ia tidak pernah meminta untuk di temani tidur . Mereka , para wanita yang datang menyodorkan diri untuk di tiduri . Rangga menatap wajah sinta yang ada di depan nya , tidak ada yang menarik di matanya . Bagi Rangga Indah lah yang lebih menantang untuk di takluk kan . Tapi ia juga tidak ingin membuat Sinta kecewa .
"Datang ke hotel malam ini , ini kunci hotelnya . saya akan menunggumu di sana ." ucap Rangga sambil meletak kan kunci kamar hotel di atas meja .
"sekarang kamu boleh pergi ." usir Rangga .mungkin Rangga akan muntah bila sinta berlama lama tinggal di dekatnya . tidak tau sinta memakai parfum merk apa . Bahunya tidak enak sekali , sangat menyengat di hidungnya .
Rangga sedang berdiri di luar pintu . Menunggu seseorang yang sedang menikmati tubuh karyawan nya . Rangga tersenyum sinis , ia tidak pernah tidur dengan wanita wanita itu .ada orang lain yang menggantikan nya . Sepanjang hidupnya hanya ada dua wanita yang pernah ia sentuh.
Yang pertama adalah tunangan nya , yang meninggal dua tahun yang lalu . karena penyakit kanker yang di deritanya .
Lalu Yang kedua adalah wanita yang tidak ia kenal , dan ia sadar saat melakukan itu . tapi ia tidak bisa mengenali wajah wanita itu . Karena suasana kamar sangat gelap , dan tidak ada penerangan yang lain di ruangan itu . Dan Rangga juga tidak ingin menahan perempuan itu . Dan bertanya siapa nama perempuan itu .
__ADS_1
Karena yang ada di pikiran nya hanya ingin menyalurkan hasrat yang ada di bawah pengaruh obat perangsang . Dan perempuan itu hanyalah korban .